BRAAK....terlihat Rayhan sedang marah dan menaruh setumpuk berkas di depan Dino.
"Ada apa dengan mu Din, kenapa bisa semua laporan ini tidak ada yang benar. Tidak biasanya kamu seperti ini" Tanya Rayhan dengan suara meninggi. Dino adalah adik sepupu Rayhan yang sudah lama ikut berkerja padanya. Usianya lebih mudah tiga tahun dari Rayhan.
"Maaf kak" Ucap Dino dengan bibir bergetar, baru kali ini ia berbuat kesalahan. Terlihat jelas raut muka yang kusut dan pucat seperti memendam sejuta beban berat.
"Kamu ada masalah apa?" Rayhan merasa Dino tidak terlihat seperti biasanya. Rayhan sangat menyanyangi semua keluarganya, baik dari keluarga mama atau Papanya.
"Tidak ada apa-apa Kak" Dino gugup, pikirannya sudah kacau.
"Ya sudah, pergilah. kamu boleh ijin cuti jika kamu membutuhkannya" Ucap Rayhan tak tega pada adik sepupunya.
"Terima kasih kak" Dino pun keluar dari ruangan Rayhan.
Hari menjelang siang mendekati waktu istirahat terlihat seorang pria sedang berada di atap gedung paling atas. Berjalan menaiki pagar pinggiran pembatas bersiap-siap untuk mengakhiri hidupnya. Teriak semua orang untuk menghentikan aksinya. Tidak ada yang berani mendekat, takut membuat Pria itu bertambah nekat.
Tok
Tok
"Masuk" Suara Rayhan dan terlihat seorang karyawan masuk ke dalam ruangan Rayhan. Kebetulan ada Reno juga di dalam ruangan Rayhan.
"Maaf Pak, Pak Din...Pak Dino..." Ucap karyawan itu terbata-bata.
"Ada apa dengan Dino?"
"Pak Dino ingin mengakhiri hidupnya di atap gedung Pak"
"APAA" Rayhan dan Reno pun bergegas ke atap gedung. Sampai di sana ia menyaksikan adik sepupunya sedang berdiri diatas pagar pinggiran pembatas atap. Saat Rayhan ingin mendekati Dino, Namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat seorang gadis yang memakai masker melangkah mendekati Dino ikut naik ke atas pagar pinggiran atap. Dengan santai nya gadis itu duduk di pagar pinggiran itu. Semua tercengang melihatnya, apalagi Rayhan.
"Ka.....kamu jangan mendekat atau aku akan lompat " Ucap Dino pada gadis itu.
"Kalau kakak mau melompat, lompat aja" jawab gadis itu yang tak lain adalah Eliza.
Deg
Suara itu.... Suara Eliza. batin Rayhan.
"Kamu pikir aku bercanda"Dino merasa marah.
"Aku juga tidak bercanda, tapi sebelum Kakak melompat, apa aku boleh tau alasan apa kakak ingin mengakhiri hidup Kakak?" Tanya Eliza masih terlihat santai
"Untuk apa, semuanya sudah berakhir. Aku tidak ingin hidup lagi"
"Kak Tuhan membenci orang yang berputus asa, apalagi orang yang mengakhiri hidupnya"
"Jika Tuhan membenci itu semua lantas kenapa Tuhan memberikan kehidupan yang tidak adil padaku. Kenapa Tuhan membuat wanita yang aku cintai berpaling dariku dengan Pria lain. Kau tidak tahu betapa sakitnya"
"haha, Kirain kenapa" Eliza malah tertawa mendengar itu semua membuat semua orang heran dan berpikir "Apa gadis itu sudah gila, disaat situasi seperti ini masih bisa tertawa" Sedangkan Rayhan semakin merasa yakin bahwa gadis itu adalah Eliza.
"Kenapa kamu tertawa" Dino heran
"Kak, Lihat pria paruh baya itu" Eliza menunjuk ke arah pak Tarno yang terlihat dari atap sedang membersihkan tong sampah tanpa mengetahui kejadian di atap gedung.
"Kenapa kau menyuruhku melihatnya"
"Kakak tahu, di usianya yang senja. Beliau yang seharusnya beristirahat menikmati masa tua tapi nasibnya tak seberuntung itu kak. Dia harus rela kehilangan anak dan menantunya yang meninggal dalam kecelakaan. Di usia senjanya dia tetap bersemangat menghidupi kelima cucunya yang saat ini telah menjadi yatim piatu" Eliza terlihat menitikan air mata dia sela-sela ucapannya. Dino terdiam mendengarkan ucapan Eliza.
Eliza pun beranjak dari duduknya dan terlihat berjalan di atas pinggiran pagar mendekati Dino. "Kakak masih muda, berpendidikan tinggi tapi kenapa kakak begitu bodoh. Bukannya Tuhan membenci kakak, tapi justru Tuhan begitu menyanyangi kakak. Dia tunjukan lebih awal siapa wanita yang kakak cintai itu"
"Wanita seperti itu tidak pantas mendapatkan cinta kakak, apalagi nyawa kakak. Kak, Apakah hanya demi wanita bodoh itu kakak menjadi ikut bodoh, bagaimana dengan orang tua kakak? Apa kakak tidak berpikir bagaimana perasaan mereka melihat anak yang dia besarkan dengan kasih sayang dan perjuangan, harus berakhir hanya demi seorang gadis bodoh yang baru ia kenal." Dino terlihat menitikan air mata mendengar kata-kata Eliza.
"Kak, hidup hanya sekali. Apa kakak yakin ingin mengakhiri hidup ini? Masih banyak kebahagian yang bisa Kakak raih. Apalagi Kakak masih muda masa iya kalah sama Pak Tarno" Ucapan Eliza membuat semua orang terkesan terutama Rayhan dan Dino.
" Kamu memang benar, aku begitu bodoh" Dino begitu menyesal dengan kebodohan nya.
" Jadi gimana masih mau lanjut?" Tanya Eliza sambil lebih mendekat pada Dino. "Tapi serem deh kak ngebayangin kalau kakak jatuh kebawah. Hii pasti kakak jadi hantu yang serem gak cakep lagi" Ucap Eliza dengan ekpresi wajah ngeri. Membuat Dino tersenyum mengangkat satu tangan mengelus kepala Eliza.
"Terima kasih ya" Ucap Dino pada Eliza.
"Ingat kak, jangan bertindak bodoh lagi. Ok" Dino pun mengangguk.
Melihat Dino yang sudah turun dari pagar bersama Eliza, Reno pun membuyarkan semua karyawan yang melihat kejadian tersebut. Kini di atap gedung tersisa Rayhan, Reno, Eliza dan Dino.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Sweet Girl
bwahahahaha pahlawan nya Supergirl datang.
2024-07-11
5
Lis Manda Cel
ketika tuhan sedang menguji kt dgn sebuah mslh jgn melihat keatas tp lihatlah kebawah dgn begtu qt akan sadar bhwa bnyak orang yg mslhx lbh berat dr qt
2022-09-04
1
gu hariʕ´•ᴥ•`ʔ
eeh, beneran lo aku langsung nangis klo ingat cerita pak Tarno ini, kasihan😢😢😢
2022-03-11
1