"Kenapa Pak Rayhan ada di sini?" Ucap Eliza kaget sambil meminum air yang di sodorkan Rayhan.
"Harusnya saya yang nanya kenapa kamu ada di sini ? gak nunggu saya. Kan kita mau makan siang bareng" Rayhan menatap Eliza yang begitu gugup dan canggung.
"Saya...." Belum sempat Eliza meneruskan ucapan nya, Rayhan kembali bertanya.
"Gimana Eliza, Masih belum kenal dengan laki-laki yang ada di hadapanmu ini?" Seringai di bibir Rayhan ingin rasanya mencubit gemas pipi Eliza yang memerah menahan malu.
"mmmm, Iya deh. Eliza mengaku salah berbohong. Maaf" menunduk malu. "Tapi salah kakak juga yang bikin Eliza berbohong, kalau waktu itu kakak tidak bicara mau menikahi ku saat di rumah sakit juga, pasti aku tidak akan berbohong"Guman lirih tapi masih bisa di dengar Rayhan.
"Haha.... iya aku juga minta maaf karena bicara lancang saat di rumah sakit. Tapi terima kasih ya, kamu udah nolongin nyawa kakak waktu kecelakaan itu"
"Sama-sama kak"
"Jadi kita berteman kan?" Tanya Rayhan.
"Hmm" Eliza mengangguk.
"Eliza, boleh gak mulai sekarang aku nebeng makan siang sama kamu tiap hari?" Ucap Rayhan tersenyum membuat Eliza bingung. Rayhan ingin lebih dekat dengan Eliza, supaya Eliza bisa membuka hati untuknya. Karena Rayhan yang sebelumnya tidak pernah mendekati perempuan makanya sedikit bingung dan tidak tahu harus bagaimana sehingga terbesit ide tersebut untuk mendekati Eliza.
"Iih mana ada seorang bos kayak kakak nebeng makan sama karyawan biasa kayak Eliza" Eliza terlihat sewot.
"Ya makanya itu biar ada" Rayhan sudah mulai ketularan Eliza yang suka jawab polos. "Lagian itung-itung sebagai hukuman karena bohongin saya selama ini, Gimana?"
"Kayak polisi aja ngasih hukuman" Gerutu Eliza. Sedangkan Rayhan tersenyum sambil terus memandangi Eliza. "Ya sudah Eliza bawain makan siang tiap hari" jawab Eliza manyun.
"Tapi harus masakan kamu sendiri ya!"
"Hmmm" Jawab Eliza.
"Ya sudah aku pergi dulu, kamu lanjutin makan siang kamu. Oh ya nanti gaji kamu saya tambahin sebagai ganti makan siang yang kamu bawa" Rayhan pun beranjak pergi meninggalkan Eliza. Terlihat senyum Eliza mendengar kata-kata Rayhan yang terakhir.
Lumayan gak jadi rugi. Jiwa hemat Eliza berucap dalam hati.
\=\=\=\=\=\=
Jam 8 malam Eliza masih berada di perusahaan terpaksa lembur dan kebetulan tidak ada mata kuliah hari ini.
"huh akhirnya selesai juga" Ucap Eliza menutup berkas kemudian menggerakkan badannya yang terasa capek. Eliza melihat jam tangan nya dan melihat di sekitar kantor, keadaan sudah sepi hanya terlihat beberapa karyawan yang masih lembur seperti dirinya.
Eliza pun bergegas untuk pulang. Sampai parkiran saat Eliza mengambil sepeda motor nya,
"Yah ban nya bocor lagi, Gimana nih!" Eliza merasa kesal. " Mana sudah malam lagi, mudah-mudahan masih ada tambal ban yang buka" guman lirih Eliza.
"Ada apa Eliza? " Suara Rayhan dari belakang menganggetkan Eliza. Rayhan sebenarnya sudah tahu hari ini kalau Eliza lembur, ia sengaja menunggu Eliza dan menyuruh anak buahnya khusus memantau Eliza. Rayhan benar-benar ingin bisa mendekati Eliza dan menjaganya.
"Kenapa pak Rayhan belum pulang?" Tanya balik Eliza tidak menjawab pertanyaan Rayhan.
"Kamu di tanya kok balik nanya, saya juga lembur sama seperti kamu" Ucap Rayhan tersenyum. "Ban sepeda kamu bocor?" Tanya Rayhan lagi sambil melihat sepeda Eliza.
"Ah iya Pak, Ban sepeda saya bocor" Ucap Eliza sembari mengambil sepeda hendak menuntunnya.
"Ya sudah, saya anterin kamu pulang ya El !"
"Tidak usah Pak, biar saya cari tambal ban saja" Tolak Eliza.
"Hey sekarang kan sudah malam, susah nyari tambal ban. Biar sepeda kamu di sini saja nanti saya suruh orang buat urus sepeda kamu"
"Tapi..." Belum sempat Eliza melanjutkan ucapan, tangannya sudah di tarik Rayhan menuju mobilnya. Rayhan membukakan pintu mobilnya dan mendorong tubuh Eliza untuk masuk. Eliza duduk di sebelah Rayhan yang sudah melajukan mobilnya menelusuri jalan. Sampai di tengah jalan mobil Rayhan terjebak macet.
"Kenapa macet gini !" gerutu Rayhan.
"Gimana gak macet, inikan sabtu malam minggu Pak" Jawab Eliza.
"Emang apa hubungannya sabtu malam minggu sama macet ?" Tanya Rayhan.
"Haha.....Orang jomblo kayak Bapak mana ngerti sabtu malam minggu" ceplos Eliza tertawa. " Ups maaf" Eliza refleks menutup mulut ketika mendapat lirikan tajam dari Rayhan.
"Jangan panggil saya Bapak, saya kan gak nikah sama ibu kamu" Ucap Rayhan kesal. "Oh iya kamu bilang saya jomblo, memang kamu sudah punya pacar apa?" Tanya Rayhan dengan sedikit seringai di bibirnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Eka 'aina
hahaaa senjata mkn tuan🤭
2024-07-25
3
Wiwik Murniati
wkwkwkwkwk
2024-07-13
1
Sweet Girl
dibalikin tuuu kata kata Eliza...
2024-07-11
1