Setelah kondisi Rayhan mulai pulih, Setiap sore ia di antar sopir datang ke jalan tempat terjadinya kecelakaan itu. Rayhan berharap bisa menjumpai Eliza di sana tapi sayangnya Eliza sama sekali tak pernah nampak. Eliza akhir-akhir ini lembur dengan pekerjaannya sampai jam Lima sore. Setelah dari kantor ia langsung menuju ke kampus hingga pulang malam.
Sebulan sudah Rayhan tidak pergi kekantor. Dipandanginya selalu kalung Eliza, wajah Eliza selalu terbayang di pikiran nya. Ia terus mencari keberadaan Eliza tapi nihil. Eliza dan Laila termasuk orang baru di kota itu tak banyak yang mengenal mereka. Saat di rumah sakit Eliza sama sekali tak meninggalkan identitas bahkan sampai polisi pun belum sempat mengintrogasi. Seluruh anak buah pun di kerahkan tapi tanpa foto wajah Eliza mana mungkin bisa mudah di temukan. Rayhan tak pernah menyerah mencari gadis penyelamat nya itu. Dia berharap takdir mempertemukan mereka kembali.
Hari ini tampak Rayhan bersiap-siap akan pergi ke kantor.
"Kamu yakin Nak mau pergi ke kantor? Apa keadaanmu sudah benar-benar pulih?" Tanya mama Rayhan sambil mengambilkan sarapan untuk anak nya yang baru duduk di meja makan.
"Alhamdulillah sudah baik Ma, Sudah Sebulan Rayhan tidak ke kantor Ma" Ucap Rayhan memulai sarapan.
"Trus gimana sudah ada kabar dari gadis itu, Eliza"
"Belum Ma, tapi Rayhan akan terus mencari" Rayhan masih terlihat tidak bersemangat karena belum menemukan Eliza.
"Ya sudah, kamu yang sabar. Semoga kalian cepat di pertemukan"
"makasih Ma, Hana kemana Ma?" Tanya Rayhan yang tidak melihat adik nya di meja makan.
"Sudah berangkat ke sekolah pagi-pagi tadi, Ada ujian hari ini katanya"
"Ya sudah Rayhan berangkat dulu Ma" Rayhan mencium punggung tangan mama nya dan bergegas karena sudah ada Reno asisten pribadinya menunggu di mobil.
Saat tiba di perusahaan Rayhan keluar dari mobil berjalan di lobi masuk ke dalam perusahaan di ikuti Reno. Semua karyawan yang berpapasan memberi hormat pada Rayhan. Di sisi lain terlihat Eliza juga berjalan masuk ke dalam perusahaan. Rayhan sudah berada di depan pintu lift sedang bicara serius dengan Reno sehingga tidak memperhatikan sekitarnya. Tak sengaja dari jauh Eliza kaget melihat Rayhan berada di depan pintu lift.
Ya Allah kenapa ada kakak itu di sini. Bisa gawat nie kalau ketahuan. Guman Eliza dalam hati. Eliza pun bertanya pada salah satu karyawan yang kebetulan lewat.
"Maaf mbak, kalau boleh tahu itu siapa yang berada di depan lift?" Eliza menunjuk ke arah Rayhan.
"Itu pemilik perusahaan ini. Pak Rayhan. Ganteng ya orang nya?" Ucap Mbak itu genit
"haha iya Mbak. Makasih" Eliza tersenyum kecut.
Alamaak mati deh gue, kenapa bisa begini ya. Kenapa harus kakak itu sih yang jadi pemilik perusahaan ini. Aarrrrgh.....Teriak Eliza dalam hati.
"Tenang Za tenang. Berpikir Za berpikir. Mana Laila sedang tugas di luar lagi. Ya Allah apa yang harus Eliza lakuin" ucap Eliza lirih kemudian terdiam sejenak. tiba-tiba ting💡 muncul gambar lampu di kepala Eliza seperti di film-film kartun. "A-ha, gue punya ide" Eliza pun keluar dari perusahaan menuju apotik terdekat dan membeli satu pack masker.
"Dengan begini mudah-mudahan kakak itu tidak bisa mengenali Eliza" Guman Eliza pelan sebelum ia bergegas kembali ke perusahaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Sweet Girl
udah kayak Mickey punya ide untuk ngerjain si tikus.
2024-07-11
5
Sweet Girl
Gak ngecek cicitipi jalan ta Ray...?
2024-07-11
1
Kurnianovi
lah Eliza orang mah seneng yak ketemu kk ganteng pemilik perusahaan dia malah ngumpet blom aja kamu jatuh cinta hahahahhahahah
2023-08-24
0