Sore hari.
Eliza sudah selesai membersihkan rumah dan memasak. "Assalamualaikum" Suara Laila pulang dari kerja.
"Wa'allaikum salam" jawab Eliza yang berada di depan TV.
"Gimana tadi di tempat kerja" Tanya Eliza melihat Laila duduk di samping nya sambil ikut mengambil cemilan yang ia makan.
"Seperti biasa, suntuk gak da loe. Tangan loe udah baikan?" Tanya Laila.
"Alhamdulillah udah bisa gue gerakin. Besok juga gue udah mulai kerja dan kuliah lagi" Eliza menunjuk kan tangan nya.
"loe tadi jadi nyari kalung ke rumah sakit?" Tanya Laila.
"hmmm. tapi gak ketemu" Eliza terlihat tak bersemangat. Ia merasa sedih karena kalung itu adalah satu satu nya pemberian orang tua nya sejak ia masih kecil.
"Sudah jangan sedih, kalau memang masih rezki loe, pasti ketemu" Ucap Laila menyemangati Eliza. "Iya juga sih La" Eliza masih terlihat sedih.
"O ya La, loe ingat gak sama laki-laki yang gue tolongin waktu itu?" Tanya Eliza pada Laila yang akan beranjak dari duduk nya tapi urung karena pertanyaan dari Eliza.
"Ingat, kenapa memang nya" Laila kembali duduk dekat Eliza.
" Gue kesal aja La, gue tadi gak sengaja lewat depan kamar nya. Gue dengar dia bicara sama seseorang. Dia nyuruh orang itu nyariin gue"
"Bagus dong Za. Siapa tahu loe di kasih hadiah sebagai tanda terima kasih. syukur-syukur loe di kasih mobil" Sahut Laila sambil tersenyum.
"idiih itu sih mau loe, dasar matre. Gue tuh niat nolongin, ikhlas" Ucap Eliza sewot.
"Lah, terus kenapa loe kesal. Kan cuman nyariin loe mungkin buat terima kasih" Ucap Laila yang kembali beranjak dari duduk nya.
"Apanya, masih mending kalau cuman ngucapin terima kasih. Ini malah mau nikahin gue kalau ketemu" spontan kata-kata Eliza membuat Laila kaget dan kembali duduk di dekat Eliza lagi.
"Yakin loe. Masa laki laki-laki itu bilang begitu"
"hemm. Gue jadi kesal, emang dia pikir gue gak punya perasaan apa" Ucap Eliza sambil memencet tombol remote, memindah Chanel TV yang sebenar nya dari tadi tidak fokus ia tonton.
"Kenapa kesal Za? Bukan malah bagus itu. Loe kan gak pernah pacaran, jadi gak usah susah-susah nyari pacar. Langsung nikah aja sama tuh cowok" jawab Laila menggoda Eliza.
"Enak aja. Biar begini juga, gue pengen nanti suatu saat gue nikah sama orang yang gue sayang dan juga sayang sama gue. Bukan nya nikah karena tanda terima kasih" Eliza tersenyum membayangkan jodoh halu nya.
"Terserah loe deh" Laila lagi-lagi akan beranjak dari duduk nya. Melihat itu terbesit ide jahil dari Eliza.
"La. loe tahu nggak! Mang Kardi" Tanya Eliza membuat Laila yang kepo kembali duduk di sebelah Eliza lagi.
"Penjual bakso ujung jalan yang ganteng itu, kenapa memang nya" Laila penasaran.
"Gak kenapa-kenapa, cuman bakso nya enak" Ucap Eliza santai sambil tertawa karena bisa mengerjai teman nya itu yang sedari tadi bolak balik beranjak berdiri dan duduk lagi.
"Dasar loe" Laila menonyor kepala Eliza yang menertawai nya.
*****
Di rumah sakit.
Sore ini, Rayhan sudah di perboleh kan pulang oleh dokter karena kondisi nya yang sudah pulih dan membaik. Dalam kamar VIP itu, sudah ada Mama Rayhan dan adik nya serta asisten Reno yang membantu mengemasi barang-barang Rayhan. Sebelum Rayhan pulang, Dokter Danu kembali memeriksa kondisi Rayhan dan memberikan obat untuk di minum rumah.
"Tuan Rayhan, ini obat yang harus anda minum. Dan jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan sesuai jadwal" Ucap dokter Danu pada Rayhan. " Terima kasih Dok" Ucap Rayhan.
"Maaf tuan, ini barang-barang anda yang kami simpan saat anda di bawa kemari" Ucap seorang perawat yang baru masuk. Rayhan melihat pakaian nya dan sebuah kalung yang ia tidak kenali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
J S N Lasara
kalau ngnya wanita itu
2022-09-16
4
Lis Manda Cel
tanganx kan skt thor apa bs dipake masak?
sm dokterkan d larang bnyak gerak?
2022-09-04
1
Sinar Cahaya
menarik ceritanya...ada lucu lucunya sedikit
2022-04-21
0