"Dimana Eliza?" tanya Raihan pada Mama nya. Rayhan masih Ingat jelas bagaimana Eliza menyelamatkan nya dari kecelakaan maut itu, bahkan ia belum berterima kasih.
Mama Rayhan memegang tangan anak laki laki nya itu. "Siapa Eliza nak?" Tanya mama Rayhan karena nama itu yang terus di ucap Rayhan setelah sadar
"Dia adalah Gadis penyelamatkan ku Ma. Saat kecelakaan itu, tidak ada yang berani menolong Ray. Tapi gadis pemberani itu, rela pertaruhin nyawanya demi Ray bahkan tangannya terluka karena memotong seat belt yang melilit di kaki Ray. Kalau tidak ada dia, Ray pasti sudah tiada Ma. Ray juga belum berterima kasih"
"Ya sudah sekarang kamu harus fokus dengan kesembuhan mu, agar kamu bisa mencari gadis itu. Bawa dia pada Mama. Mama juga harus berterima kasih padanya karena telah menyelamatkan anak mama" Ucap Mama Rayhan memberi semangat
Setelah kepulangan dari rumah sakit, Eliza ijin cuti kuliah dan kerja selama beberapa hari karena tangan nya yang terluka terkena pecahan kaca saat menolong Rayhan masih sakit.
"Kenapa muka loe di tekuk gitu. Tumben" Guman Laila tak biasanya mendapati wajah sedih temannya
"Huh. Kalung pemberian orang tua gue hilang, gue udah cari kemana mana tapi gak ada" kesal Eliza sambil duduk di sofa depan TV
"Lah kok bisa?"
"Au ah. Ntar gue coba cari di rumah sakit siapa tahu jatuh di ruangan kakak itu"
"yah kalau di rumah sakit jatuhnya, pasti sudah hilang di temu orang Za"
"Iya juga sih. Tapi gue akan coba cari" Guman pelan Eliza"
"Ya sudah gue berangkat kerja dulu, loe istirahat ja dirumah" Laila berlalu pergi keluar rumah
"OK. Titi DJ, La"
Setelah kepergian Laila, Eliza beranjak ke kamar mandi membersihkan dirinya. Setelah mandi Eliza memakai kaos t shirt yang sedikit longgar di padu dengan celana jeans. Eliza tak suka berdandan karena tanpa polesan pun wajah nya memang sudah cantik alami dari lahir. Dia hanya menggunakan bedak dan lip balm di bibir merah mudanya, setelah itu dia bersiap siap memesan ojek online untuk pergi ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit. Eliza berjalan menuju kamar dimana pertama kali Rayhan di rawat, sebelum di pindahkan ke ruang VIP. Eliza melihat dari jendela ternyata kamar itu kosong.
Bagaimana keadaan kakak itu.? Kenapa kamarnya kosong atau mungkin kakak itu sudah sembuh dan pulang. Semoga saja kakak itu baik baik saja. Aamiin. Ucap Eliza dalam hati
Eliza pun berinisiatif masuk ke dalam kamar itu.
"Dimana ya kira kira kalung gue, masak iya jatuh di sini" Guman pelan Eliza sambil terus mencari di dalam kamar pasien itu yang kebetulan kosong tak ada penghuninya
Eliza terus mencari sampai tidak mengetahui kedatangan seorang.
"Nona Cantik. Apa yang anda lakukan di sini" Dokter Danu yang kebetulan Lewat dan melihat Eliza di dalam kamar langsung terlihat senang menghampiri Eliza
"Eh dokter. Saya cuman mau cari kalung saya yang mungkin terjatuh di sini waktu itu" Eliza masih terus celigak celinguk mencari kalungnya.
"Kelihatannya tidak ada disini barang yang anda cari nona. Inikan sudah beberapa hari atau mungkin nanti coba saya tanyakan petugas kebersihan kamar ini"
"Ya sudah tidak apa apa dokter, terima kasih. Biar nanti saya cari di tempat lain" Eliza tersenyum merasa sungkan. "Oh iya, pasien yang ada di ruangan ini apakah sudah pulang Dok...." tanya Eliza
"Maksud anda tuan Rayhan. Beliau ada di ruang VIP Nona. Oh iya, saya belum sempat bertanya. Nama nona siapa? Kalau boleh saya berkenalan" Pinta dokter Danu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
🟡🌻͜͡ᴀs Yuna ✨•§͜¢•
be like athour aku yang menyelamatkan kamu tau
2024-07-19
4
Sweet Girl
Elisa
2024-07-11
0
Inez
Somplak memang Eliza....ha....ha....kayak Authornya
2022-03-05
1