Eliza dan Laila berbeda ruangan meskipun satu lantai. Eliza berada di ruang divisi penjualan berada satu grup dengan Erny sebagai divisi order penjualan dan di pimpin oleh bu Yola sebagai kepala divisi penjualan. Sedangkan Laila berada di ruang Divisi promosi.
BRAAK...."Akhirnnya kamu masuk kerja juga, aku capek tau ngerjain semua tugas-tugas kamu" sewot Erny menaruh setumpuk berkas di hadapan Eliza yang duduk di meja kantor nya.
"Maaf Mbak" jawab Eliza kaget
Nie orang kenapa ya? gak suka banget sama gue. Sabar Za sabar. Guman Eliza dalam hati.
"Sakit apa sih loe, ngalem amat. Udah tahu karyawan baru bukannya semangat kerja malah bolos kerja" ketus Erny karena tidak suka dengan Eliza. Selama ini banyak alasan yang di buat Erny untuk memberatkan pekerjaannya Eliza. Entah alasan apa, wanita yang berusia 30 tahun itu tidak menyukai Eliza.
" Satu lagi ini, kamu kerjakan untuk pengiriman minggu depan dan bulan depan. Semua data-data nya sudah ada di sini" Erny memberikan setumpuk domumen lagi di meja Eliza.
"Baik mbk" Eliza membuang nafas.
Ya Allah ini sama saja dengan semua pekerjaannya gue yang ngerjain.
Eliza terlihat serius berkutat dengan semua pekerjaannya yang menumpuk. Ia bukanlah orang yang bodoh sehingga tidak tahu kalau Erny juga memberikan pekerjaan miliknya pada Eliza. Tapi Eliza, lebih memilih diam dan tetap mengerjakan semua, itung-itung biar tambah pintar mengerjakan dua pekerjaan sekaligus.
Jam istirahat
Seperti biasa setelah selesai sholat dhuhur Eliza dan Laila pergi ke ruang OB, untuk makan siang disana dengan bekal yang mereka bawa.
"Neng el, kemarin katanya sakit" Tanya Pak Tarno seorang OB berusia paruh baya, yang sedang membuatkan teh untuk Eliza dan Laila.
"Alhamdulillah sudah baik Pak, Bapak gak makan? " Tanya Eliza sembari makan bekal nya. Eliza dan Laila selalu membawa bekal makan siang dari rumah, itung-itung berhemat pikir mereka.
"Sudah Neng barusan" Pak Tarno memberikan dua gelas teh.
"Makasih pak" Ucap Eliza dan Laila yang masih melahap makanannya. "Pak Tarno punya anak berapa" Eliza bertanya pada pak Tarno yang sedang bersih-bersih di Pantry.
"Satu Neng. Laki-laki" jawab pak Tarno dengan wajah sedih.
"Wah kebetulan dong Pak kalau laki-laki, nih Eliza mau daftar" Celetuk Laila tiba-tiba.
"Emang anak pak Tarno buka pendaftaran apa La?" Tanya Eliza enteng sambil fokus makan. Sontak menbuat pak Tarno tersenyum.
" Loe tuh pintar Za, bahkan pintar banget sampai dapat beasiswa, jadi juara umum. Jujur gue iri, tapi" Ucapan Laila menggantung
"Tapi apa La?" Tanya Eliza berbinar karena di puji.
" Tapi o'on loe gak ketulungan"Laila tertawa bersama pak tarno.
"Sialan loe La" Eliza memukul lengan Laila. "Oh ya Pak, Anaknya sudah menikah" Tanya Eliza dan Pak Tarno pun ikut duduk bersama mereka.
"Sudah Neng, bahkan sudah punya Lima anak" terlihat Pak Tarno menghela nafas.
"Wah banyak juga ya Pak, hebat juga anak bapak"Sahut Laila
"Pasti rame ya Pak punya banyak cucu"Eliza meminum teh buatan Pak Tarno.
"Dulu begitu rame dan bahagia Neng, tapi setelah kepergian anak dan menantu saya rumah jadi sepi" terlihat getir di setiap kata-kata Pak Tarno.
"Maksud bapak?" Eliza dan Laila terlihat penasaran.
"Anak dan menantu saya sudah meninggal tiga bulan yang lalu dalam sebuah kecelakaan. Sekarang ini rumah terasa sunyi, cucu-cucu saya tidak bersemangat setelah kepergian orang tua mereka" Pak Tarno terlihat meneteskan air mata mengingat anaknya. Eliza begitu terenyuh mendengar cerita Pak Tarno, bahkan ia terlihat juga meneteskan air mata, begitupun juga Laila.
Author : Itulah hidup, setiap manusia punya ujian dan cobain masing-masing. Tapi percayalah satu hal, Tuhan tidak akan memberikan ujian dan cobaan melebihi batas kemampuan manusia itu sendiri.
Eliza : 😭😭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Wiwik Murniati
betul tu
2024-07-13
3
Kurnianovi
nama nya jugaa hidup pasti ada ujian dan cobaan yg ber beda beda
2023-08-24
0
Inez
Betul thor....
2022-03-07
1