11. DENDAM MEMBAWA CINTA

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...

#DENDAM MEMBAWA CINTA#

Terlihat Della sedang menyusuri koridor kampus menuju ke parkiran untuk mengambil

motornya.

Terlihat Gea dan Dina sedang menunggu Della di depan parkiran, tak lama Della menghampiri sahabatnya itu.

"Ada apa kalian masih di sini ? Bukanya pulang ?" tanya Della yang sudah ada di parkiran. Ke dua sahabatnya itu saling pandang untuk menyuruh satu sama lain bertanya.

Akhirnya Dina mengalah dan membuka suara untuk menanyakan apa yang terjadi kepada Della.

"Hm... Del apa kamu nggak kenapa-napa tadi di ruang rektor ?" tanya Dina agak sungkan ke Della, dia takut kalau salah bicara.

"Enggak, aku nggak kenapa-napa kalian lihatkan aku masih utuh sampai detik ini," ucap Della tersenyum ke arah sahabatnya itu

"Lo nggak di apa-apain gitu ?" sekarang giliran Gea bertanya ke Della dengan bicaranya yang nyerocos itu.

"Emangnya kalian berharap aku gimana ?" ucap Della sambil melihat ke arah sahabatnya dengan gaya mengintimidasi.

"Aaa-ku kira lo di keluarin dari kampus," ujar Gea agak gugup karena takut sahabatnya itu salah faham.

"Oh... jadi kalian berharapnya aku dikeluarin dari kampus ini ?" ujar Della yang berpura-pura marah.

"Nggak gitu malahan kami takut kalau lo akan di keluarin dari kampus, nasib kita nantinya gimana kalau nggak ada lo kan nggak ada tempat kita nyontek ?" ucap Gea cengengesan membuat Della tertawa.

"Ihh kita.. ? Maaf ya aku nggak seperti kamu yang selalu mengandalkan sahabat untuk mengerjakan tugas," ujar Dina tidak terima.

"Yey sok nggak ngebutuh, padahal setiap ujian kamu yang paling pertama ngebooking jawabanya Della," ucap Gea tak mau kalah.

"Hehehe!"

"Udah-udah, kalian ini selalu aja berantem setiap bertemu, kalau nggak ketemu saling cari," ucap Della meleraikan sahabatnya ini yang always berantem setiap bertemu.

"Trus masalah lo sama Mak lampir itu gimana ?" tanya Gea penasaran juga dengan Dina.

"Cerita nggak ya..." ucap Della sambil sengaja berfikir membuat Gea dan Dina berdecak kesal.

"Ckhhk... " berdecak Gea sebal

"Ayo dong Del ceritain, kan kita penasaran," sekarang giliran Dina yang tak sabaran.

"Ya udah aku ceritain, sebenarnya...?" ucap Della sengaja ngegantung agar sahabatnya ini penasaran. Alhasil mereka yang penasaran menjadi sangat kesal dengan sahabatnya satu ini.

"Ihhh, bener-bener lo ya, tumben bener lo jadi suka becanda, bukanya itu sifat gue ya ?" ujar Gea mulai kesal dengan tingkat laku sahabatnya itu.

"Ini semua gara-gara kamu," ucap Dina.

"Kok gara-gara gue sih ?" tanya Gea kebingungan.

"Iya, gara-gara kamu suka sering becanda, sangking seringnya sampa Della ketularan sama otak gesrek kamu," ucap Dina sambil tertawa membuat Gea tambah kesal dan akhirnya Gea mendaratkan jentikan di dahi Dina.

"Aduh... sakit."

"Rasain."

"Udah-udah !! Baru aja di bilangin kalau jangan berantem lagi, eh malah berantem lagi," ucap Della pusing dengan tingkat laku sahabatnya ini.

"Makanya ceritain gimana kejadiannya ?" pinta Dina.

"Baik-baik akan ku ceritakan," ucap Della dan menceritakannya dari awal sampai akhir, tapi Della tidak menceritakan tentang Riko menyatakan cinta padanya karena Della tak mau kalau sahabatnya ini tau tentang perasaan Riko kepadanya.

"ihh seriusan Mak lampir eh maksudku Gisel minta maaf ke kamu ?" tanya Dina tak percaya.

"Iya."

"Terus lo maafin gitu aja si Mak lampir, setelah apa yang dia perbuat ke lo, kalau gue jadi lo gue ngga bakal semudah itu untuk maafin si Gisel," ucap Gea sambil kesal melihat Della yang terlalu baik kepada orang.

"Kita nggak boleh menaruh dendam kepada orang, malahan kita harus mendoakannya agar dia mendapatkan hidayah dari Allah," terang Della.

"Maafin gue ya, soalnya agak kelapas ni mulut dari tempatnya," ucap Gea cengengesan.

"Ya udah kalau gitu aku mau pulang dulu kasian Ibu sendirian di rumah," ujar Della.

"Ihhh jangan pulang dulu, kita pergi jalan-jalan aja dulu kan udah lama kita nggak pernah jalan bareng," ucap Dina.

"Bener tuh kata Dina," Gea.

"Maaf ya sekali lagi, tapi aku harus pulang takut Ibu kenapa-kenapa di rumah, besok kapan-kapan aja, tapi jangan sekarang ini," pinta Della.

"Ya udah, tapi elo janji ya kalau besok-besok kita ajak lo harus mau ?" tanya Gea memastikan.

"Iya Gea bawel, kalau gitu aku pamit as'salamualaikum..." ucap Della menaiki motornya dan melajukan keluar dari gerbang kampus.

***

Terlihat Rayhan yang sedang mengomeli Brayen yang terlihat menunduk karena diomeli.

Sedari sampai di kantor, Brayen langsung di panggil oleh bosnya itu untuk datang keruanganya. Brayen kira dia akan di suruh melakukan sesuatu teryata... dia mendapatkan amukan dari bosnya gara-gara salah mencari sekertaris.

"Kamu tau kan ? Aku sangat jijik dengan jalang seperti itu, tapi kamu malah mempekerjakannya di kantorku ini," omel Rayhan yang kesal dengan Brayen.

"Maafkan saya Tuan, saya tidak akan lagi mengulangi kejadian seperti ini lagi," ucap Brayen menyesal, baru kali ini dia di marahi oleh Rayhan gara-gara hal sepele seperti ini.

"Itu harus, jika kamu mengulangi seperti itu lagi, aku tidak akan segan-segan mematahkan kakimu bahkan milikmu sekalian," ucap Rayhan tidak main-main, membuat Brayen menelan salivnya sampai dua kali.

"Baik Tuan, saya akan mengigat hukumannya agar saya tidak lupa dengan kejadian ini lagi," ucap Bayern terlihat bersungguh-sungguh.

Padahal di dalam hatinya Brayen sudah gemetar mendengar ucapan tuanya yang akan mematahkan miliknya. Secara Rayhan tidak akan main-main bila sudah bicara.

"Ya udah kalau gitu, kau boleh keluar sekarang !!"

"Baik Tuan," ujar Brayen keluar dari ruangan tersebut, tepatnya kandang singa karena setiap orang yang masuk ke dalam ruangan Rayhan, pasti akan gemetar dan ketakutan tak terkecuali Brayen, yang sering masuk ke kandang singa tersebut eh salah maksudnya ruangan Rayhan hehehe!.

"Kalau bukan karena kedua orang tuanya, udah aku bikin penyet tuh Rayhan." umpat Brayen dalam hati, iya kali berani di depan orangnya langsung otw miliknya dipotong oleh Rayhan.

Sedikit cerita tentang Brayen, dulu pada saat umurnya menginjak 16 tahun, orang tua Brayen kecelakaan dari mobil yang ia tumpangi bersama kedua orang tuanya, tapi tuhan lebih sayang dengan orang tua Brayen.

Ayahnya meninggal di tempat karena benturan dari pohon yang ayahnya tabrak. Karena ayahnya lah mengemudi mobil tersebut, sedangkan ibunya meninggal pada saat perjalanan menuju rumah sakit.

Sedangkan Brayen selamat dari kecelakaan itu, tetapi Brayen melewati masa kritisnya selama 3 Minggu.

Dan yang menunggunya adalah buk Youyi dan pak Bara, karena buk Youyi dan pak bara tak sengaja melihat kecalakaan tersebut dan kasihan melihat anak itu. Dia berfikir bila anaknya ada di dalam posisi seperti itu ia tidak bisa membayaginya lagi.

Dan lagipula Brayen tidak mempunyai sanak saudara yang ia kenal. Dan lagi parahnya rumah dan semau aset yang di miliki oleh orang tua Brayen di sitak oleh Bank karena orang tuanya telah meminjam uang untuk investasi.

Sehingga dari itu buk Youyi mengasuh Brayen dengan baik tidak membedakan antara ia dengan Rayhan, sehingga membuat Rayhan tak suka kepada Brayen, tapi lama kelamaan Brayen dan Rayhan bisa akrab sudah seperti adik dan kakak.

Walaupun Brayen sudah tidak tinggal lagi dengan keluarga Johnson, tapi Brayen tetap mengunjugi buk Youyi dan pak Bara. Dan lagipun Brayen sudah bisa membelikan dirinya apartemen yang di bilang cuka mewah.

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Har Tini

Har Tini

next makin seru thor

2021-05-17

0

Nur hikmah

Nur hikmah

kpn nih terungkap rencana Tuhan apa,an

2021-03-11

0

Anonim

Anonim

semangat kam

2020-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 1. DENDAM MEMBAWA CINTA
2 2. DENDAM MEMBAWA CINTA
3 3. DENDAM MEMBAWA CINTA
4 4. DENDAM MEMBAWA CINTA
5 5. DENDAM MEMBAWA CINTA
6 6. DENDAM MEMBAWA CINTA
7 7. DENDAM MEMBAWA CINTA
8 8. DENDAM MEMBAWA CINTA
9 9. DENDAM MEMBAWA CINTA
10 1. DENDAM MEMBAWA CINTA
11 11. DENDAM MEMBAWA CINTA
12 12. DENDAM MEMBAWA CINTA
13 13. DENDAM MEMBAWA CINTA
14 14. DENDAM MEMBAWA CINTA
15 15. DENDAM MEMBAWA CINTA
16 16. DENDAM MEMBAWA CINTA
17 17. DENDAM MEMBAWA CINTA
18 18. DENDAM MEMBAWA CINTA
19 19. DENDAM MEMBAWA CINTA
20 20. DENDAM MEMBAWA CINTA
21 21. DENDAM MEMBAWA CINTA
22 22. DENDAM MEMBAWA CINTA
23 23. DENDAM MEMBAWA CINTA
24 24. DENDAM MEMBAWA CINTA
25 25. DENDAM MEMBAWA CINTA
26 26. DENDAM MEMBAWA CINTA
27 27. DENDAM MEMBAWA CINTA
28 28. DENDAM MEMBAWA CINTA
29 29. DENDAM MEMBAWA CINTA
30 30. DENDAM MEMBAWA CINTA
31 31. DENDAM MEMBAWA CINTA
32 32. DENDAM MEMBAWA CINTA
33 33. DENDAM MEMBAWA CINTA
34 34. DENDAM MEMBAWA CINTA
35 35. DENDAM MEMBAWA CINTA
36 36. DENDAM MEMBAWA CINTA
37 37. DENDAM MEMBAWA CINTA
38 38. DENDAM MEMBAWA CINTA
39 39. DENDAM MEMBAWA CINTA
40 40. DENDAM MEMBAWA CINTA
41 41. DENDAM MEMBAWA CINTA
42 42. DENDAM MEMBAWA CINTA
43 43. DENDAM MEMBAWA CINTA
44 44. DENDAM MEMBAWA CINTA
45 45. DENDAM MEMBAWA CINTA
46 46. DENDAM MEMBAWA CINTA
47 47. DENDAM MEMBAWA CINTA
48 48. DENDAM MEMBAWA CINTA
49 49. DENDAM MEMBAWA CINTA
50 50. DENDAM MEMBAWA CINTA
51 51. DENDAM MEMBAWA CINTA
52 52. DENDAM MEMBAWA CINTA
53 53. DENDAM MEMBAWA CINTA
54 54. DENDAM MEMBAWA CINTA
55 55. DENDAM MEMBAWA CINTA
56 56. DENDAM MEMBAWA CINTA
57 57. DENDAM MEMBAWA CINTA
58 58. DENDAM MEMBAWA CINTA
59 59. DENDAM MEMBAWA CINTA
60 60. DENDAM MEMBAWA CINTA
61 61. DENDAM MEMBAWA CINTA
62 62. DENDAM MEMBAWA CINTA
63 63. DENDAM MEMBAWA CINTA
64 64. DENDAM MEMBAWA CINTA
65 65. DENDAM MEMBAWA CINTA
66 66. DENDAM MEMBAWA CINTA
67 67. DENDAM MEMBAWA CINTA
68 68. DENDAM MEMBAWA CINTA
69 69. DENDAM MEMBAWA CINTA
70 70. DENDAM MEMBAWA CINTA
71 71. DENDAM MEMBAWA CINTA
72 72. DENDAM MEMBAWA CINTA
73 73. DENDAM MEMBAWA CINTA
74 74. DENDAM MEMBAWA CINTA
75 75. DENDAM MEMBAWA CINTA
76 76. DENDAM MEMBAWA CINTA
77 77. DENDAM MEMBAWA CINTA
78 78. DENDAM MEMBAWA CINTA
79 79. DENDAM MEMBAWA CINTA
80 80. DENDAM MEMBAWA CINTA
81 81. DENDAM MEMBAWA CINTA
82 82. DENDAM MEMBAWA CINTA
83 83. DENDAM MEMBAWA CINTA
84 84. DENDAM MEMBAWA CINTA
85 85. DENDAM MEMBAWA CINTA
86 86. DENDAM MEMBAWA CINTA
87 87. DENDAM MEMBAWA CINTA
88 88. DENDAM MEMBAWA CINTA
89 89. DENDAM MEMBAWA CINTA
90 90. DENDAM MEMBAWA CINTA
91 91. DENDAM MEMBAWA CINTA
92 92. DENDAM MEMBAWA CINTA
93 93. DENDAM MEMBAWA CINTA
94 94. DENDAM MEMBAWA CINTA
95 95. DENDAM MEMBAWA CINTA
96 96. DENDAM MEMBAWA CINTA
97 97. DENDAM MEMBAWA CINTA
98 98. DENDAM MEMBAWA CINTA
99 99. DENDAM MEMBAWA CINTA
100 100. DENDAM MEMBAWA CINTA
101 101. DENDAM MEMBAWA CINTA
102 102. DENDAM MEMBAWA CINTA
103 103. BUKAN UPDATE
104 104. DENDAM MEMBAWA CINTA
105 105. DENDAM MEMBAWA CINTA
106 106. DENDAM MEMBAWA CINTA
107 107. DENDAM MEMBAWA CINTA
108 108. DENDAM MEMBAWA CINTA
109 109. DENDAM MEMBAWA CINTA
110 110. DENDAM MEMBAWA CINTA
111 111. DENDAM MEMBAWA CINTA
112 112. DENDAM MEMBAWA CINTA
113 133. DENDAM MEMBAWA CINTA
114 114. DENDAM MEMBAWA CINTA
115 115. DENDAM MEMBAWA CINTA
116 116. DENDAM MEMBAWA CINTA
117 117. DENDAM MEMBAWA CINTA
118 118. DENDAM MEMBAWA CINTA
119 119. DENDAM MEMBAWA CINTA
120 120. DENDAM MEMBAWA CINTA
121 121. DENDAM MEMBAWA CINTA
122 122. DENDAM MEMBAWA CINTA (END S1)
123 SEASON 2
124 SEASON 2
125 SEASON 2
126 SEASON 2
127 SEASON 2
128 SEASON 2
129 SEASON 2
130 SEASON 2
131 SEASON 2
132 SEASON 2
133 SEASON 2
134 SEASON 2
135 SEASON 2
136 SEASON 2
137 SEASON 2
138 SEASON 2
139 SEASON 2
140 SEASON 2
141 SEASON 2
142 SEASON 2
143 SEASON 2
144 SEASON 2
145 SEASON 2
146 SEASON 2
147 SEASON 2
148 SEASON 2
149 SEASON 2
150 SEASON 2
151 SEASON 2
152 SEASON 2
153 SEASON 2
154 SEASON 2
155 SEASON 2
156 SEASON 2
157 SEASON 2
158 SEASON 2
159 SEASON 2
160 SEASON 2
161 SEASON 2
162 SEASON 2
163 SEASON 2
164 SEASON 2
165 SEASON 2
166 SEASON 2
167 SEASON 2
168 SEASON 2
169 SEASON 2
Episodes

Updated 169 Episodes

1
1. DENDAM MEMBAWA CINTA
2
2. DENDAM MEMBAWA CINTA
3
3. DENDAM MEMBAWA CINTA
4
4. DENDAM MEMBAWA CINTA
5
5. DENDAM MEMBAWA CINTA
6
6. DENDAM MEMBAWA CINTA
7
7. DENDAM MEMBAWA CINTA
8
8. DENDAM MEMBAWA CINTA
9
9. DENDAM MEMBAWA CINTA
10
1. DENDAM MEMBAWA CINTA
11
11. DENDAM MEMBAWA CINTA
12
12. DENDAM MEMBAWA CINTA
13
13. DENDAM MEMBAWA CINTA
14
14. DENDAM MEMBAWA CINTA
15
15. DENDAM MEMBAWA CINTA
16
16. DENDAM MEMBAWA CINTA
17
17. DENDAM MEMBAWA CINTA
18
18. DENDAM MEMBAWA CINTA
19
19. DENDAM MEMBAWA CINTA
20
20. DENDAM MEMBAWA CINTA
21
21. DENDAM MEMBAWA CINTA
22
22. DENDAM MEMBAWA CINTA
23
23. DENDAM MEMBAWA CINTA
24
24. DENDAM MEMBAWA CINTA
25
25. DENDAM MEMBAWA CINTA
26
26. DENDAM MEMBAWA CINTA
27
27. DENDAM MEMBAWA CINTA
28
28. DENDAM MEMBAWA CINTA
29
29. DENDAM MEMBAWA CINTA
30
30. DENDAM MEMBAWA CINTA
31
31. DENDAM MEMBAWA CINTA
32
32. DENDAM MEMBAWA CINTA
33
33. DENDAM MEMBAWA CINTA
34
34. DENDAM MEMBAWA CINTA
35
35. DENDAM MEMBAWA CINTA
36
36. DENDAM MEMBAWA CINTA
37
37. DENDAM MEMBAWA CINTA
38
38. DENDAM MEMBAWA CINTA
39
39. DENDAM MEMBAWA CINTA
40
40. DENDAM MEMBAWA CINTA
41
41. DENDAM MEMBAWA CINTA
42
42. DENDAM MEMBAWA CINTA
43
43. DENDAM MEMBAWA CINTA
44
44. DENDAM MEMBAWA CINTA
45
45. DENDAM MEMBAWA CINTA
46
46. DENDAM MEMBAWA CINTA
47
47. DENDAM MEMBAWA CINTA
48
48. DENDAM MEMBAWA CINTA
49
49. DENDAM MEMBAWA CINTA
50
50. DENDAM MEMBAWA CINTA
51
51. DENDAM MEMBAWA CINTA
52
52. DENDAM MEMBAWA CINTA
53
53. DENDAM MEMBAWA CINTA
54
54. DENDAM MEMBAWA CINTA
55
55. DENDAM MEMBAWA CINTA
56
56. DENDAM MEMBAWA CINTA
57
57. DENDAM MEMBAWA CINTA
58
58. DENDAM MEMBAWA CINTA
59
59. DENDAM MEMBAWA CINTA
60
60. DENDAM MEMBAWA CINTA
61
61. DENDAM MEMBAWA CINTA
62
62. DENDAM MEMBAWA CINTA
63
63. DENDAM MEMBAWA CINTA
64
64. DENDAM MEMBAWA CINTA
65
65. DENDAM MEMBAWA CINTA
66
66. DENDAM MEMBAWA CINTA
67
67. DENDAM MEMBAWA CINTA
68
68. DENDAM MEMBAWA CINTA
69
69. DENDAM MEMBAWA CINTA
70
70. DENDAM MEMBAWA CINTA
71
71. DENDAM MEMBAWA CINTA
72
72. DENDAM MEMBAWA CINTA
73
73. DENDAM MEMBAWA CINTA
74
74. DENDAM MEMBAWA CINTA
75
75. DENDAM MEMBAWA CINTA
76
76. DENDAM MEMBAWA CINTA
77
77. DENDAM MEMBAWA CINTA
78
78. DENDAM MEMBAWA CINTA
79
79. DENDAM MEMBAWA CINTA
80
80. DENDAM MEMBAWA CINTA
81
81. DENDAM MEMBAWA CINTA
82
82. DENDAM MEMBAWA CINTA
83
83. DENDAM MEMBAWA CINTA
84
84. DENDAM MEMBAWA CINTA
85
85. DENDAM MEMBAWA CINTA
86
86. DENDAM MEMBAWA CINTA
87
87. DENDAM MEMBAWA CINTA
88
88. DENDAM MEMBAWA CINTA
89
89. DENDAM MEMBAWA CINTA
90
90. DENDAM MEMBAWA CINTA
91
91. DENDAM MEMBAWA CINTA
92
92. DENDAM MEMBAWA CINTA
93
93. DENDAM MEMBAWA CINTA
94
94. DENDAM MEMBAWA CINTA
95
95. DENDAM MEMBAWA CINTA
96
96. DENDAM MEMBAWA CINTA
97
97. DENDAM MEMBAWA CINTA
98
98. DENDAM MEMBAWA CINTA
99
99. DENDAM MEMBAWA CINTA
100
100. DENDAM MEMBAWA CINTA
101
101. DENDAM MEMBAWA CINTA
102
102. DENDAM MEMBAWA CINTA
103
103. BUKAN UPDATE
104
104. DENDAM MEMBAWA CINTA
105
105. DENDAM MEMBAWA CINTA
106
106. DENDAM MEMBAWA CINTA
107
107. DENDAM MEMBAWA CINTA
108
108. DENDAM MEMBAWA CINTA
109
109. DENDAM MEMBAWA CINTA
110
110. DENDAM MEMBAWA CINTA
111
111. DENDAM MEMBAWA CINTA
112
112. DENDAM MEMBAWA CINTA
113
133. DENDAM MEMBAWA CINTA
114
114. DENDAM MEMBAWA CINTA
115
115. DENDAM MEMBAWA CINTA
116
116. DENDAM MEMBAWA CINTA
117
117. DENDAM MEMBAWA CINTA
118
118. DENDAM MEMBAWA CINTA
119
119. DENDAM MEMBAWA CINTA
120
120. DENDAM MEMBAWA CINTA
121
121. DENDAM MEMBAWA CINTA
122
122. DENDAM MEMBAWA CINTA (END S1)
123
SEASON 2
124
SEASON 2
125
SEASON 2
126
SEASON 2
127
SEASON 2
128
SEASON 2
129
SEASON 2
130
SEASON 2
131
SEASON 2
132
SEASON 2
133
SEASON 2
134
SEASON 2
135
SEASON 2
136
SEASON 2
137
SEASON 2
138
SEASON 2
139
SEASON 2
140
SEASON 2
141
SEASON 2
142
SEASON 2
143
SEASON 2
144
SEASON 2
145
SEASON 2
146
SEASON 2
147
SEASON 2
148
SEASON 2
149
SEASON 2
150
SEASON 2
151
SEASON 2
152
SEASON 2
153
SEASON 2
154
SEASON 2
155
SEASON 2
156
SEASON 2
157
SEASON 2
158
SEASON 2
159
SEASON 2
160
SEASON 2
161
SEASON 2
162
SEASON 2
163
SEASON 2
164
SEASON 2
165
SEASON 2
166
SEASON 2
167
SEASON 2
168
SEASON 2
169
SEASON 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!