Menjadikanmu Tawanan

Sebuah mobil mewah terhenti di depan rumah sakit. Seorang pria berpakaian hitam turun dan membukakan pintu mobil untuk sang tuan. Tak lama, turunlah seorang pria tampan. Pria itu mengenakan setelan jas berwarna Navy dengan dasi hitam yang melengkapi pakaiannya saat ini.

Kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya membuatnya semakin terlihat mempesona. Pria, dengan sejuta pesona itu melangkah dengan penuh percaya diri memasuki rumah sakit. Sementara dua orang pria berpakaian hitam lainnya berjalan di belakangnya.

"TOLONG SELAMATKAN BAYIKU! AKU AKAN MENCARI BIAYANYA TAPI JANGAN LAKUKAN ITU PADA BAYIKU! DIA BISA TIADA HIKS ...."

Teriakan histeris seorang wanita membuat langkah Zion terhenti, tatapannya langsung teralihkan saat itu juga. Matanya menangkap seorang wanita yang tak asing di matanya. Wanita itu tengah menangis histeris di depan meja resepsionis sembari memegang perutnya yang sudah terdapat bercak darah.

"Nyonya, anda bisa tenang sedikit, luka operasi anda kembali terbuka!" Seru seorang suster sembari menenagkan wanita itu.

"Sus tolong, bayiku hiks ..." Karena lemas, dirinya tak kuat menopang tubuhnya. Dia meremehkan kondisi tubuhnya, akibatnya ia pun terjatuh. Sampai, telinganya mendengar langkah seseorang mendekat padanya.

Sepasang sepatu kulit terhenti di hadapannya, pandangannya pun menyusuri celana panjang seorang pria. Hingga akhirnya, matanya menatap ke arah wajah seorang Zionathan Axelo.

"Naya,"

"Anda ...." Ucapnya sebelum dirinya jatuh pingsan.

.

.

.

Naya terbangun, matanya mengerjap pelan melihat langit-langit ruangan dimana dirinya berada. Dia masih tampak bingung dimana keberadaannya saat ini, dan berusah mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Sampai, suara gelas yang beradu dengan meja membuatnya terkejut.

"Sudah sadar?"

Naya kaget melihat Zion yang duduk di sofa sembari menatap nya dengan tajam. Reflek, dirinya langsung beranjak duduk. Karena melupakan luka di perutnya, membuatnya sedikit meringis karena merasakan sakit akibat gesekan yang terjadi.

"Awsss ...." Naya menunduk, menatap bajunya yang sudah kembali bersih. Tak ada lagi bercak darah seperti tadi.

"Siapa kamu?" Tanya Naya sembari menatap Zion yang tengah santai menatap nya.

"Aku? aku adalah penyelamatmu. Aku datang, ingin menawarkan bantuan padamu."

"Bantuan?" Naya merasakan perasaan yang tak enak. Dirinya melihat Zion seperti punya ingin tujuan tertentu menawarkan bantuan padanya.

"Ya, bayimu butuh pengobatan khusus, benar? Rumah sakit ini sangat besar, perawatannya akan sangat mahal. Kamu tidak hanya butuh belasan juta, pastinya kamu membutuhkan uang lebih dari itu dan bisa jadi ... ratusan juta pun habis. Aku berbaik hati memberimu penawaran yang terbaik." Nada suara Zion terdengar penuh penekanan yang dapat mempermainkan psikologis lawan bicaranya.

"A-apa yang akan kamu tawarkan?" Tanya Naya dengan tatapan takut.

Zion tersenyum puas, Naya masuk ke dalam rencananya. "Ceraikan suamimu dan menikahlah denganku."

Mendengar itu, mata Naya pun membulat sempurna, "APA ANDA GIL4?! AKU TIDAK MAU!" Teriak Naya menolak penawaran Zion.

"Satu miliar, cukup?"

"Aku tetap tidak mau!" Tolak Naya secara mentah-mentah.

"Kamu akan membiarkan bayimu ma.ti perlahan yah?"

Tatapan Naya berubah, raut wajahnya berubah pias. Penawaran Zion, sungguh membuatnya dilema. Antara mempertahankan pernikahannya ataukah bayinya? Naya tak bisa melakukan apapun untuk saat ini, dia butuh uang untuk pengobatan bayinya yang entah sampai kapan berada di ruang NICU. Jika dia menolaknya, tandanya dia akan membiarkan bayinya ma.ti perlahan.

Ini adalah pilihan yang sulit untuk Naya, dia tak punya kuasa menolak tapi dirinya tak ingin rumah tangganya hancur. Bagaimana dirinya dapat mengambil keputusan saat ini?

"Ku rasa ... bayi itu tidak akan lebih lama bertahan jika kamu tidak mengambil keputusan secepatnya. Mungkin, malam ini dia akan ma ...,"

"Aku bersedia!"

Zion tersenyum mendengar keputusan Naya, wanita yang saat ini tengah menatap nya dengan mata berkaca-kaca. Ia pun menjentikkan jarinya, meminta bodyguard nya untuk datang mendekat dan memberikan map yang sejak tadi dirinya bawa.

"Tanda tangani ini." Titah Zion, ia melangkah mendekati bed pasien Naya dan menyerahkan selembar kertas berisikan sebuah perjanjian.

Naya yang melihat kertas perjanjian itu dengan ragu meraihnya, ia membacanya dengan seksama sembari memikirkan apa yang Zion rencanakan. "Sangat aneh, dia bahkan sudah memiliki surat perjanjian ini. Tiba-tiba sekali pria ini datang dan menawarkan kerja sama dengan syarat perpisahanku dengan Mas Rayyan. Sebenarnya, apa tujuan dia?" Batin Naya.

"Di perjanjian itu tertulis, kamu harus menuruti semua keinginanku. Termasuk, perceraianmu dengan pria itu. Waktumu hanya lima menit, cepat putuskan." Kata Zion dan memberikan sebuah pena untuknya.

Dengan ragu, Naya meraih pena yang Zion berikan dan berniat akan menandatanginya. Tapi entah mengapa, rasanya sangat berat. Pernikahan nya yang baru saja berjalan dua tahun akan hancur begitu saja.

"Tiga menit, setelahnya aku tak lagi menawarkannya padamu " Ucap Zion setelah mengecek jam di tangannya.

Air mata Naya luruh saat dirinya menggoreskan tinta pena itu pada kertas tersebut. Menandakan, dirinya setuju dengan perjanjian yang Zion katakan.

Melihatnya, Zion tersenyum sangat puas. Ia mengambil kembali kertas yang ada di tangan Naya dan melihatnya dengan seksama. "Bagus ... kamu sangat pintar mengambil keputusan. Setelah ini, aku kasih kamu waktu mengurus perceraianmu dengan Rayyan."

"Siapa kamu? Kenapa kamu seolah tahu banyak tentangku dan suamiku?! Apa tujuanmu sebenarnya?" Seru Naya yang merasa terkejut saat Zion menyebut nama Rayyan.

Zion tersenyum menyeringai, ia meraih wajah Naya dan mengelusnya dengan lembut. Tapi sedetik kemudian, dia mencengkram pipi wanita itu dan menatap nya dengan tatapan tajam. "Ternyata kamu wanita yang sangat cerdik, Naya. Pantas saja, Rayyan sangat mencintaimu. Mulai sekarang, berhentilah memanggilnya suamimu. Karena sekarang, kamu adalah tawananku."

Zion menghempaskan wajah Naya begitu saja, ia lalu meraih tas yang bodyguard nya berikan dan melemparnya ke atas pangkuan Naya.

"Itu uang sebesar tiga ratus juta, sisanya akan aku berikan setelah kamu dan Rayyan resmi bercerai." Titah Zion, ia sama sekali tak merasa kasihan pada kondisi Naya saat ini.

Zion berlalu pergi dengan kedua bodyguard nya, meninggalkan Naya yang meremas kuat tas yang berisikan uang senilai tiga ratus juta itu. Air matanya luruh, perasaannya sesak. Ia langsung beralih mengambil ponselnya yang berada di atas nakas dan kembali mencoba menelepon seseorang. Berulang kali dirinya menelepon, tak ada jawaban sama sekali. Membuat akhirnya Naya kembali meletakkan ponselnya dengan tatapan kecewa.

.

.

.

Belum saja berita tentang kasus yang di jalani Rayyan mereda, jagat maya kembali di hebohkan dengan tuntutan cerai Naya untuk Rayyan. Semua media meliputnya, dan bahkan tak segan menghampiri Naya yang baru saja keluar dari ruang sidang. Wanita itu terlihat sedikit kesulitan menerjang banyaknya wartawan yang mencoba bertanya padanya untuk kebutuhan agensinya.

"Kak Naya, kenapa tiba-tiba bercerai dari Rayyan? Bukankah kalian pasangan yang serasi dan saling mencintai? Apa karena suami anda sudah menjadi narapidana jadi anda malu untuk melanjutkan pernikahan kalian?"

"Benar, coba jelaskan Kak Naya. Apa kamu tak bisa setia dengan suamimu?"

"Naya tolong penjelasannya!"

Naya membenarkan topinya guna menutupi wajahnya dari kamera, juga masker yang ia gunakan. Sungguh, saat ini dirinya bingung harus bagaimana. Dia sudah paham akan resiko memiliki suami seorang aktor tapi dirinya tak menyangka akan sesulit ini.

"MINGGIR KALIAN!" Suara berat seorang pria membuat suasana mendadak senyap. Tatapan semua orang kini beralih pada seorang pria tampan yang baru saja turun dari mobil. Beberapa bodyguard langsung membukakan kerumunan untuk tuan mereka.

Naya terkejut melihat Zion yang datang menyusulnya, pria itu bahkan turun dengan hanya mengenakan kaca mata tanpa mengenakan masker. Tentunya, media langsung menyorot ke arahnya. Tanpa mengatakan apapun, dengan penuh percaya diri Zion melangkah menghampiri Naya dan merangkulnya.

Semua orang yang ada di sana mendadak terdiam, mereka syok. Sampai-sampai, mereka lupa bertanya mengenai hubungan keduanya. Dengan itu, Zion mudah merangkul Naya dan membawanya masuk ke mobilnya.

"Eh? siapa itu? Apa pria itu selingkuhan Kak Naya?"

"Sepertinya iya, belum juga bercerai tapi sudah punya selingkuhan. Cepat. kita harus dapat informasi yang lebih banyak!" Ucap para wartawan itu.

Mobil Zion berjalan pergi meninggalkan para kerumunan yang mengejar mobil mereka. Naya sampai mebahan nafasnya melihat orang-orang bahkan sampai mengejar mobil yang ia tumpangi untuk mendapat sebuah informasi. Tapi untunglah, tak lama setelahnya orang-orang itu berhenti mengejar.

"Berterima kasihlah padaku, karena aku sudah menolongmu," ucap Zion sembari menyatukan jari jemarinya.

Naya melirik kesal melihat Zion yang dengan pedenya menolongnya, "Kamu bukan menolongku, tapi kamu memperkeruh suasana! Maumu tuh apa sih sebenarnya?!"

"Mau ku?" Zion tiba-tiba mencengkram pipi Naya sembari menatap matanya dengan tajam.

"Mauku ... menjadikanmu tawanan dan membuat Rayyan sengsara! Aku ingin, kehancurannya!"

Tubuh Naya bergetar hebat, dia tak tahu kenapa aura dari Zion sangat menakutkan. Entah apa maksud dari perkataan pria itu, Naya hanya bisa meneguk lud4hnya dengan kasar. Begitu takut melawan pria yang ada di sebelahnya itu.

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Zion dendam dengan Rayan.
sasaran Zion hanya ingin melihat kesengs4raan Rayan, terus Ibu mereka kemana? Apakah tahu tentang kejadian ini.
Naya juga tanpa ba bi bu malah lebih memilih menerima tawaran Zion.
Tidak adakah salah satu keluarga yang bisa membantu dia, Seorang Ibu pasti akan melakukan apapun demu kehidupan anaknya. Tapi disini Naya seperti lebih takut kehioangan anaknya dibanding sang suami. Hmmm Dilema🤔

2025-03-08

22

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

Maaf othor belom sempet baca, ga ada maksud buat nabung bab

2025-03-12

1

Bunda SalVa

Bunda SalVa

Naya terlalu tergesa2 ambil keputusan, apa mubgkin dia tidak tahu kalo Zion adalah kakak tiri Rayyan ?? baru bab 2 dah menguras emosi

2025-03-09

2

lihat semua
Episodes
1 Dendam Seorang Zionathan Axelo
2 Menjadikanmu Tawanan
3 Cerai
4 Takut kamu kabur
5 Sulit di tebak
6 Terbayang terus
7 Sebaiknya kita tidak menikah
8 Hati yang terluka
9 Gaun pernikahan
10 Pernikahan
11 Keributan di malam pertama
12 Benarkah hanya sandiwara?
13 Permintaan Raisa
14 Zionathan Axelo, suami dari Naya
15 Bukan wanita yang baik?
16 Uluran tangan si kecil
17 Baby blues?
18 Karena kamu istriku
19 Temani dia
20 Hanya karena dasi
21 Pijat-pijat ehem
22 Gantian Demam
23 Mantan kadaluarsa!
24 Aku ingin memulainya~
25 Teman untuk hari ini
26 Mencoba mendekati
27 Karenamu, dia melakukannya
28 Seperti apa jatuh cinta?
29 Aku ingin kamu
30 Penyusup
31 Niatan yang selalu di gagalkan
32 Mas Zion
33 Rencana Zion
34 Pesona istri Zion Axelo
35 Apa sudah ada cinta?
36 Bunga yang aku berikan selalu
37 Kamu adalah istri seorang Zion Axelo
38 Tamu yang tak di undang
39 Janji Naya
40 Malam yang di nanti
41 Mulai nyaman
42 Menunda punya anak?
43 Gara-gara pesanan Zion
44 Bayi lucu Mama
45 Tingkah dua bocah menggemaskan
46 Daddy yang baik
47 Hadiah dari kakak ipar
48 Hasil yang samar
49 Harus merelakan
50 Keputusan yang berat
51 Usulan yang di setujui
52 Tambatan hati Xander
53 Tak mendapat restu
54 Hari keberangkatan
55 Tahun yang berlalu
56 Kehidupan yang baru
57 Ingin mengungkapkan, tapi sudah di patahkan
58 Naik odong-odong
59 Bayi tampan mama tak mau yang lain
60 Jailnya Zevan
61 Tuan Abercio
62 Apa aku ini sangat tidak berguna menjadi suami?
63 Hiduplah lebih lama
64 Pertama sekolah
65 Antri es krim
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Dendam Seorang Zionathan Axelo
2
Menjadikanmu Tawanan
3
Cerai
4
Takut kamu kabur
5
Sulit di tebak
6
Terbayang terus
7
Sebaiknya kita tidak menikah
8
Hati yang terluka
9
Gaun pernikahan
10
Pernikahan
11
Keributan di malam pertama
12
Benarkah hanya sandiwara?
13
Permintaan Raisa
14
Zionathan Axelo, suami dari Naya
15
Bukan wanita yang baik?
16
Uluran tangan si kecil
17
Baby blues?
18
Karena kamu istriku
19
Temani dia
20
Hanya karena dasi
21
Pijat-pijat ehem
22
Gantian Demam
23
Mantan kadaluarsa!
24
Aku ingin memulainya~
25
Teman untuk hari ini
26
Mencoba mendekati
27
Karenamu, dia melakukannya
28
Seperti apa jatuh cinta?
29
Aku ingin kamu
30
Penyusup
31
Niatan yang selalu di gagalkan
32
Mas Zion
33
Rencana Zion
34
Pesona istri Zion Axelo
35
Apa sudah ada cinta?
36
Bunga yang aku berikan selalu
37
Kamu adalah istri seorang Zion Axelo
38
Tamu yang tak di undang
39
Janji Naya
40
Malam yang di nanti
41
Mulai nyaman
42
Menunda punya anak?
43
Gara-gara pesanan Zion
44
Bayi lucu Mama
45
Tingkah dua bocah menggemaskan
46
Daddy yang baik
47
Hadiah dari kakak ipar
48
Hasil yang samar
49
Harus merelakan
50
Keputusan yang berat
51
Usulan yang di setujui
52
Tambatan hati Xander
53
Tak mendapat restu
54
Hari keberangkatan
55
Tahun yang berlalu
56
Kehidupan yang baru
57
Ingin mengungkapkan, tapi sudah di patahkan
58
Naik odong-odong
59
Bayi tampan mama tak mau yang lain
60
Jailnya Zevan
61
Tuan Abercio
62
Apa aku ini sangat tidak berguna menjadi suami?
63
Hiduplah lebih lama
64
Pertama sekolah
65
Antri es krim

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!