Karena kamu istriku

Naya terbangun dari tidurnya, ia meihat keadaan kamarnya kosong. Kepalanya terasa sakit, mungkin akibat menangis semalam. Teringat akan bayinya, Naya langsung mencarinya. Dia tak dapat menemukan keberadaan Zevan di kamarnya. Tentunya, wanita itu langsung panik dan berpikir hal yang tidak-tidak.

"Zevan ...,"

Cklek!

"Sudah bangun?" Zion masuk ke dalam kamarnya sembari membawa nampan berisikan sepiring nasi goreng dan juga susu. Melihat pria itu tersenyum padanya, Naya sedikit bingung. Tapi, ia segera sadar dan langsung menanyakan keberadaan putranya.

"Kemana Zevan?! Kamu tidak melenyapkannya bukan?! Kamu tidak berbuat sesuatu padanya kan?!" Sentak Naya dengan penuh kecurigaan.

"Zevan sedang ada bersama Kak Raisa, kamu sarapan saja dulu." Ucap Zion.

"Tidak, kamu pasti menyakiti Zevan." Naya menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, ia berniat akan turun dari ranjang. Namun, Zion malah menahan tangannya dan mencegah dia pergi.

"Zevan benar-benar ada sama Kak Raisa! Kalau tidak percaya, lihatlah ...." Zion meletakkan nampan yang ia bawa ke atas nakas. Lalu, ia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pada Naya CCTV ruang keluarga. Dimana, tampak Raisa sedang menemani Zevan bersama Zira.

"Kan? Tidak ada yang terjadi pada putramu." Ucap Zion sembari menarik kembali ponselnya.

Naya tak lagi meminta Zevan, ia tahu Raisa tak mungkin menyakiti bayi itu. Saat Zion duduk di sebelahnya, reflek Naya menghindar. Dia antisipasi, takut Zion tiba-tiba akan melukainya akibat tingkahnya semalam yang di luar kendali.

"Ada apa? Kenapa kamu menjauh seakan-akan aku belum mandi?" Heran Zion dengan keningnya yang mengerut dalam.

"Ti-tidak,"

Melihat ketakutan Naya, Zion memilih untuk mengalihkan pandangannya. "Makanlah, aku sudah minta bibi memasakkanmu nasi goreng. Biasanya keluarga ini memakan roti saat pagi hari, tapi semalam kamu tidak makan. Aku berpikir, jika perutmu sangat lapar."

"Aku tidak lapar!" Naya berbohong, dirinya sangat lapar. Tapi, melihat Zion yang akan menyuapinya, dia menolaknya dengan cara seperti itu.

"Apa kamu berpikir aku menaruh racun di makananmu huh? Aku tidak sejahat itu Naya,"

"Kalau tidak jahat kenapa kamu menahanku disini hah?!" Sentak Naya dengan kesal.

"Karena kamu istriku, jadi ... buka mulutmu."

Naya tertegun sejenak, kata istri yang dia dengar dari mulut Zion terdengar aneh. Menjadi istri seorang Zionathan Axelo? Naya seolah masih tidak percaya.

"Ck, mau aku suapi pake sendok atau mulut huh?" Desis Zion yang mana membuat Naya mel0t0tkan matanya.

"Aku bisa makan sendiri, kemarikan piringnya!"

"Enggak! Cepat buka mulutmu sebelum aku menyuapimu dengan mulutku!" Ancam Zion dan akhirnya Naya mau membuka mulutnya.

Zion sedikit lega, ia bisa menyuapi Naya nasi goreng itu secara perlahan. Paling tidak, pagi ini perut Naya terisi. Jika tidak di bujuk, bisa-bisa Naya kembali menahan lapar dan berakibat buruk untuk tubuhnya.

"Kak Raisa memintamu menghabiskan nasi goreng ini, karena setelah ini kamu harus memompa asimu." Kata Zion sembari menatap lekat wajah Naya.

"Aku akan menyusuinya secara langsung," tolak Naya.

"Tidak bisa, setelah ini kamu juga harus bertemu dengan dokter psikiater."

Naya tertegun, dirinya diam sejenak mencerna apa yang Zion katakan. Apakah Zion menuduhnya gil4?

"Tuan, aku masih waras! Apa anda berpikir aku ini gil4?" Sentak Naya dengan mata membulat sempurna.

"Siapa yang berpikir kamu gil4? Memangnya, yang berobat ke dokter psikiater hanya orang gil4 saja? Nay, jika kamu tetap ingin seperti ini ... kamu bisa menyakiti bayimu. Semalam, kamu bahkan mengabaikan Zevan yang terus menangis. Coba kamu pikir, bagaimana jika kamu tidak kunjung sembuh?"

"Tapi aku tidak gil4." Lirih Naya, nada suaranya terdengar bergetar.

Zion menghela nafas pelan, ia mengulurkan tangannya dan menyentuh pipi Naya dengan lembut. Elusan tangan Zion, membuat Naya diam tak berkutik. Entah bagaimana, dia merasa elusan tangan pria itu membuatnya sedikit tenang.

"Aku tahu, tapi tak ada salahnya memeriksakan kondisimu kan?"

"Aku ingin bebas berjalan di luar tanpa ada orang-orang yang mem4kiku." Mata Naya kini sudah terlihat berkaca-kaca menahan tangis. Dia hanya ingin keluar, menikmati kehidupannya tanpa rasa takut. Dia setres, tertekan, dan merasa dunia tak adil untuknya.

"Aku akan mengajakmu keluar,"

"Mereka akan memakiku lagi,"

"Ada aku, mereka tidak akan berani memakimu." Balas Zion kembali, meyakinkan Naya bahwa masih ada dirinya yang akan menemaninya.

Naya menatap Zion, tatapannya terlihat lekat. Semua ini berawal dari dendam Zion, membuat publik menjadi menyudutkannya. Tapi sekarang, pria itu seolah menjadi pahlawan untuknya.

"Apa kamu memiliki rencana lain untuk melancarkan balas dendam itu? Kamu yang membuat dunia membenciku, dan sekarang kamu seolah olah menjadi pahlawan. Apa yang kamu inginkan Zion? Apa tidak cukup membuatku sehancur ini? Kenapa aku harus memanggung sakit dari sesuatu yang tidak aku lakukan?"

Zion tak merespon apapun, raut wajahnya sulit Naya artikan. Pria itu hanya diam, dan menundukkan kepalanya. Lalu Zion kembali menyuapinya tanpa sepatah katapun. Naya bertanya-tanya pada hatinya, seperti apa Zion sebenarnya? Pria itu memperlakukannya dengan baik, tapi justru membuat hidupnya berantakan.

"Bersiaplah, dokter sudah menunggumu." Setelah sarapan Naya habis, Zion pun beranjak pergi meninggalkannya.

.

.

.

Zion dan Raisa menunggu Naya yang sedang mengobrol dengan dokter psikiater di dalam kamar. Keduanya tak akan mengganggu, sampai dokter keluar memberikan keterangan. Sembari menunggu, Raisa dan Zion tetap berada di ruang keluarga.

"Setelah ini, kamu masih mau menyakitinya Zion?" Tanya Raisa menatap lekat adiknya yang sedang memainkan tangan mungil Zevan yang ada di gendongannya.

Zion hanya diam, Raisa yang melihat keterdiaman adiknya itu jadi gemas sendiri. "Mau sampai mana kamu menggunakan Naya membalas sakitmu pada Rayyan hah? Mau sampai Mana Zion? Sampai Naya sakit jiwa, iya? Kamu berencana membuat Rayyan sakit jiwa tapi kenapa kamu malah melemparnya pada Naya?!" Sentak Raisa dengan penuh amarah.

Zion mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Dia akan mengatakan sesuatu, tapi sebelum itu, Dokter psikiater itu telah datang pada mereka dengan catatannya.

"Tuan Zion, saya perlu berbicara dengan anda." Ucap dokter wanita itu. Raisa dan Zion saling tatap dengan penuh kebingungan.

"Baiklah," putus Zion dan dia harus siap mendengarkan apa yang dokter katakan mengenai Naya.

______

Kalau up lagi, setuju gak😆

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Zion kan belum tahu giman kehidupan Naya yang sebenarnya. Yang dia tahu Rayyan hidup bahagia sedangkan dia menderita. Tapi setelah tahu kehidupan Naya yang sesungguhnya justru Zion langsung berubah. Tapi kalau Raisa ngotot harus ngelepasin Naya ya silahkan saja. Gak yakin aku kalau Naya bisa hidup dengan mudah diluar sana apalagi sekarang dah ada anak yang harus diurus dan keadaan mentalnya juga tidak baik2 aja.

Naya trauma dengan kehidupan pernikahnnya dengan Rayyan, Beruntungnya dia bertemu Raisa dan Zion. Kalau enggak mungkin mentalnya semakin hancur dan Zevan tidak terselamatkan, Semoga aja Zion mau bersabar sampai Naya sembuh.
Dan mau berdamai dengan keadaan, Entah memilih pergi atau mencoba menerima pernikahannya bersama Zion..

2025-03-13

27

khyti

khyti

setujuuuu banget
zion naya yg paling ditunggu upnya
up banyak² tiap hari aku juga mau kakka 🥰

2025-03-13

12

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

setuju Author keren inilah yg aku suka UP terus jd g bosan yg baca ,Zion cr th sana gmn hidup Naya dan Rayyan saat hidup bersama saat di belakang kamera biar th yg sebenarnya beda atau sama dg di depan kamera ,Naya berhak bahagia.

2025-03-13

3

lihat semua
Episodes
1 Dendam Seorang Zionathan Axelo
2 Menjadikanmu Tawanan
3 Cerai
4 Takut kamu kabur
5 Sulit di tebak
6 Terbayang terus
7 Sebaiknya kita tidak menikah
8 Hati yang terluka
9 Gaun pernikahan
10 Pernikahan
11 Keributan di malam pertama
12 Benarkah hanya sandiwara?
13 Permintaan Raisa
14 Zionathan Axelo, suami dari Naya
15 Bukan wanita yang baik?
16 Uluran tangan si kecil
17 Baby blues?
18 Karena kamu istriku
19 Temani dia
20 Hanya karena dasi
21 Pijat-pijat ehem
22 Gantian Demam
23 Mantan kadaluarsa!
24 Aku ingin memulainya~
25 Teman untuk hari ini
26 Mencoba mendekati
27 Karenamu, dia melakukannya
28 Seperti apa jatuh cinta?
29 Aku ingin kamu
30 Penyusup
31 Niatan yang selalu di gagalkan
32 Mas Zion
33 Rencana Zion
34 Pesona istri Zion Axelo
35 Apa sudah ada cinta?
36 Bunga yang aku berikan selalu
37 Kamu adalah istri seorang Zion Axelo
38 Tamu yang tak di undang
39 Janji Naya
40 Malam yang di nanti
41 Mulai nyaman
42 Menunda punya anak?
43 Gara-gara pesanan Zion
44 Bayi lucu Mama
45 Tingkah dua bocah menggemaskan
46 Daddy yang baik
47 Hadiah dari kakak ipar
48 Hasil yang samar
49 Harus merelakan
50 Keputusan yang berat
51 Usulan yang di setujui
52 Tambatan hati Xander
53 Tak mendapat restu
54 Hari keberangkatan
55 Tahun yang berlalu
56 Kehidupan yang baru
57 Ingin mengungkapkan, tapi sudah di patahkan
58 Naik odong-odong
59 Bayi tampan mama tak mau yang lain
60 Jailnya Zevan
61 Tuan Abercio
62 Apa aku ini sangat tidak berguna menjadi suami?
63 Hiduplah lebih lama
64 Pertama sekolah
65 Antri es krim
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Dendam Seorang Zionathan Axelo
2
Menjadikanmu Tawanan
3
Cerai
4
Takut kamu kabur
5
Sulit di tebak
6
Terbayang terus
7
Sebaiknya kita tidak menikah
8
Hati yang terluka
9
Gaun pernikahan
10
Pernikahan
11
Keributan di malam pertama
12
Benarkah hanya sandiwara?
13
Permintaan Raisa
14
Zionathan Axelo, suami dari Naya
15
Bukan wanita yang baik?
16
Uluran tangan si kecil
17
Baby blues?
18
Karena kamu istriku
19
Temani dia
20
Hanya karena dasi
21
Pijat-pijat ehem
22
Gantian Demam
23
Mantan kadaluarsa!
24
Aku ingin memulainya~
25
Teman untuk hari ini
26
Mencoba mendekati
27
Karenamu, dia melakukannya
28
Seperti apa jatuh cinta?
29
Aku ingin kamu
30
Penyusup
31
Niatan yang selalu di gagalkan
32
Mas Zion
33
Rencana Zion
34
Pesona istri Zion Axelo
35
Apa sudah ada cinta?
36
Bunga yang aku berikan selalu
37
Kamu adalah istri seorang Zion Axelo
38
Tamu yang tak di undang
39
Janji Naya
40
Malam yang di nanti
41
Mulai nyaman
42
Menunda punya anak?
43
Gara-gara pesanan Zion
44
Bayi lucu Mama
45
Tingkah dua bocah menggemaskan
46
Daddy yang baik
47
Hadiah dari kakak ipar
48
Hasil yang samar
49
Harus merelakan
50
Keputusan yang berat
51
Usulan yang di setujui
52
Tambatan hati Xander
53
Tak mendapat restu
54
Hari keberangkatan
55
Tahun yang berlalu
56
Kehidupan yang baru
57
Ingin mengungkapkan, tapi sudah di patahkan
58
Naik odong-odong
59
Bayi tampan mama tak mau yang lain
60
Jailnya Zevan
61
Tuan Abercio
62
Apa aku ini sangat tidak berguna menjadi suami?
63
Hiduplah lebih lama
64
Pertama sekolah
65
Antri es krim

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!