Part sebelumnya :
Hanes melihat hal yang sama dengan Raka, tapi yang justru membuat aneh adalah komentar dari tukang nasi goreng itu. "Babi? Kok aku tidak melihat babi, ya?" selidik tukang nasi goreng tersebut. Hanes dan Raka segera teringat bahwa yang mereka cari adalah babi jadi-jadian atau babi pesugihan. Jadi wajar kalau kadang tidak terlihat oleh mata manusia. "Eh maaf, Bang temanku ini memang suka salah lihat haha," ujar Hanes. Raka hanya tersenyum dan segera membayar nasi goreng yang belum habis ia makan. Kedua anak muda ini pun berjalan perlahan-lahan mengikuti kemana sebenarnya babi berwarna putih itu melangkahkan kakinya.
***
Setelah merasa keadaan cukup sepi, Hanes dan juga Raka segera mengambil tindakan. "Tangkap babi itu, Gundini!" perintah Raka. Lysa yang melihat hal tersebut segera mengikuti Sri Gundini. Kedua makhluk gaib itu terlihat mendekati babi putih yang berada di depan mereka. Naga Sri Gundini melesat dengan cepat ke arah depan dan sesaat kemudian ekornya yang panjang sudah melilit tubuh babi putih tersebut. Kali ini giliran Lysa, ia segera menggunakan kekuatan matanya, terlihat cahaya merah keluar dari mata Lysa dan sesaat kemudian, babi putih itu sudah jatuh tidak berdaya.
Hanes dan Raka yang dari tadi memperhatikan pertarungan antara makhluk gaib itu segera mendekat, kini babi putih itu sudah tergeletak di atas tanah tanpa bergerak sedikit pun. Hanes yang penasaran mulai bertanya kepada Lysa. "Apakah babi ini mati?" Raka hanya tersenyum dan mencoba menjawab pertanyaan tersebut, "Haha ... kau ini benar-benar polos! Jika makhluk gaib mati maka ia akan menjadi asap dan menghilang. Bukankah babi putih ini sekarang berada di depan mata kita? Jadi dapat dipastikan bahwa babi putih ini tidak mati, tampaknya babi putih ini hanya pingsan karena kekuatan Sri Gundini dan penjagamu itu," terang Raka.
Hanes hanya menganguk-anguk tanda mengerti, sedangkan Sri Gundini mulai membaca sebuah mantra yang tidak Hanes mengerti. Tiba-tiba sebuah rantai hitam mulai muncul dan seketika itu juga membelit tubuh babi putih tersebut. Setelah rantai hitam itu membelit tubuh babi putih itu, terdengar sebuah teriakan keras dari mulut sang babi. "Eeekkkhhh!!!" babi putih itu terdengar mengeluarkan suara yang melengking dan sesaat kemudian kembali meronta-ronta.
Hal yang terjadi selanjutnya sangat membuat Hanes terkejut, babi putih yang terkena rantai hitam tadi tiba-tiba berubah menjadi seorang wanita cantik yang berpakaian hitam.
"Hmm ... ternyata dia seorang wanita," ujar Lysa. Raka segera maju ke arah wanita ini dan mencoba berbicara dengan wanita tersebut. "Apa yang kau lakukan di daerah sini, wahai babi jadi-jadian?" tanya Raka sembari mendelik ngeri kepada wanita tersebut, wanita ini hanya menunduk malu dan mencoba menutup mukanya dengan tudung hitam yang berada di kepalanya. Melihat hal tersebut, Sri Gundini mulai bereaksi dengan suara paraunya, "Tidak usah menutup mukamu dengan penutup kepala seperti itu. Apa kau pikir, kau bisa berubah kembali menjadi bentuk babi seperti tadi? Lalu mencoba melarikan diri dari tempat ini? Rantai hitam itu adalah rantai sihir yang aku miliki, setiap orang yang bersekutu dengan siluman tengik seperti mu ini hanyalah sampah di mataku!" terlihat Sri Gundini sedikit kesal dengan wanita ini.
Dengan tubuh terbelit rantai hitam, wanita ini masih mencoba untuk meronta-ronta dengan keras. Tiba-tiba dengan sebuah jentikan jari, Lysa mulai menyerang wanita ini. Wanita itu terlihat seketika berhenti bergerak dengan muka yang menahan sakit, Lysa segera mendekati wanita ini dan berkata. "Lebih baik kau berhenti mencoba untuk bergerak-gerak dan meronta seperti tadi. Daripada tubuhmu hancur berkeping-keping! Sekarang kau berada dalam kekuasaanku," ucap Lysa. Wanita ini seketika itu juga mencoba berbicara kepada Lysa, "Ampun ... Ampuni aku ... Aku janji, aku tidak akan berbuat seperti ini lagi. Jika memang kalian melepaskan aku, Aku akan memberikan sebagian hartaku kepada kalian," wanita ini terlihat memelas kepada Lysa.
"Hihi ... hihi ... hihi ... Uang? Apakah hantu seperti aku ini butuh uang?" tanya Lysa. Raka juga maju ke depan dan duduk berjongkok di hadapan wanita ini. "Kami tidak butuh uang dari hasil pesugihan atau ngipri seperti ini! Sekarang dengarkan dan jawab semua pertanyaanku dengan benar! Kau apakan warga yang hilang beberapa bulan belakangan ini?" selidik Raka. Wanita ini seketika berubah mukanya menjadi sangat pucat, dengan terbata-bata wanita ini kemudian berkata,
"Maafkan aku, Tuan! Aku sungguh tidak tahu apa-apa tentang semua ini. Maafkan aku, Tuan! Aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi. Aku akan bertobat," ujar wanita ini sembari mengiba kepada Raka.
Raka hanya tersenyum ngeri dan menatap wajah wanita ini sekali lagi. "Tidak usah berbohong dan seperti tidak ada dosa di wajahmu itu! Kau pasti tahu sesuatu tentang hilangnya para warga dan sekarang, di mana rekan kerjamu dalam melakukan hal ini?" tanya Raka dengan raut muka serius. Wanita ini terlihat masih diam membisu tanpa berkata suatu apapun, melihat hal ini, Sri Gundini segera mendekat dan terlihat sangat marah dengan wanita ini, "Mau sampai kapan kau diam seperti itu? Jawab pertanyaan dari anak ini atau kau lebih suka aku telan hidup-hidup?" bentak Sri Gundini yang terlihat marah, ekspresi Sri Gundini saat itu terlihat sangat kesal terhadap wanita ini.
Tiba-tiba saja sebuah keanehan terjadi kembali, dari arah belakang terlihat sebuah babi besar berwarna hitam menatap ke arah mereka berempat dengan tatapan kebencian. Babi ini terlihat mendengus dengan keras ke arah mereka berempat, "Hugh!!! Hughh!!!" terdengar suara babi yang cukup keras kini sedang mendengus marah ke arah Hanes dan juga Raka. Melihat hal ini terjadi, Sri Gundini dan Lysa mencoba untuk menghalangi babi hitam ini. Babi ini memiliki sebuah tanduk besar yang mencuat dan meruncing ke atas. Seingat Hanes jenis babi ini adalah babi rusa. Hal ini terbukti dengan bentuk fisik babi hitam ini yang berbulu kasar dan memiliki tanduk mencuat ke atas. Dengan cepat, babi hitam ini pun berlari maju ke arah Sri Gundini dan juga Lysa yang sudah bersiap-siap.
Dengan kecepatan tinggi, babi ini segera berlari menabrak tubuh Lysa dan juga Sri Gundini. Hal yang terjadi selanjutnya adalah babi ini tertahan oleh kekuatan Lysa dan Sri Gundini, tiba-tiba tubuh babi hitam ini pun terpelanting sekitar 5 meter ke belakang. Di sertai dengan sebuah suara tubuh yang menghantam pokok pohon bambu. "Brukk!!!" tubuh babi itu kini bersarang di sebuah rumpun tunas bambu.
Babi hitam itu kini bangkit kembali dan maju ke depan. Tidak lama kemudian, babi hitam ini pun mengeluarkan suara. "Lepaskan istriku itu atau kalian akan aku binasakan!" teriak makhluk ini lantang. Sri Gundini hanya mengeleng-geleng melihat kejadian tersebut. "Ternyata siluman babi sudah datang ke tempat ini. Istri? Oh ... wanita ini sudah menjadi istrimu ternyata? Pantas seorang siluman sepertimu langsung datang sendiri ke tempat ini," ujar Sri Gundini dengan lantang. Terlihat aura permusuhan antara Sri Gundini dan siluman babi itu kian meruncing.
Tiba-tiba tubuh babi hitam itu membesar dua kali lipat dari bentuk sebelumnya. Babi besar ini segera menyerang lagi ke arah Sri Gundini. Suara benturan besar terdengar menggema di tempat tersebut. "Brak!!!" tanduk babi hitam itu terlihat mulai beradu dengan sisik keras dari Sri Gundini. Babi hitam itu kini mencoba untuk mendorong Sri Gundini ke arah belakang, terlihat adu kekuatan antara dua makhluk gaib ini terjadi begitu seru. Debu tanah pun berterbangan di udara, karena dorongan antara kekuatan besar Sri Gundini dan siluman babi ini.
Tidak beberapa lama kemudian, benturan kepala Sri Gundini terlihat bergerak dengan cepat ke arah siluman babi tersebut, di susul dengan sebuah bunyi patah yang begitu kencang terdengar. "Crak!!! Krak!!!" tanduk siluman babi itu terlihat patah dan jatuh ke tanah sesaat setelah beradu dengan kepala Sri Gundini. Babi hitam ini terlihat meringis kesakitan. "Argh!!!!" Terlihat darah mulai mengucur dengan deras keluar dari tanduk yang patah. Melihat hal ini terjadi, Lysa segera maju ke arah depan dengan cara melayang. Lysa mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan tidak lama kemudian, babi hitam itu kini sudah terangkat ke atas. Dengan cepat tangan Lysa terlihat mengarah ke bawah, babi hitam ini sukses terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter saat itu. Suara tubuh yang berbenturan dengan tanah pun dengan jelas terdengar. "Boom!!!"
Tidak lama kemudian, siluman babi itu pun sirna dan menjadi butiran debu yang berwarna hitam. Setelah sebelumnya tubuh dari siluman babi ini terbakar dan berubah menjadi asap hitam. Melihat hal ini, Raka pun angkat bicara. "Sekarang suami gaibmu itu sudah mati! Aku rasa cukup lama baginya untuk merangkak naik dari Neraka! Apakah kau masih belum mau bicara tentang semua hal aneh yang terjadi belakangan ini?" Hanes yang melihat hal tersebut mulai mencoba mendekat dan berkomunikasi dengan wanita ini. "Mbak ... jujur saja akan lebih baik! Kami tidak akan mencelakai, Mbak, tapi tolong, Mbak sendiri bersikap jujur kepada kami. Kami hanya mencoba mencari tahu tentang para warga komplek yang menghilang," ujar Hanes pelan.
Wanita itu terdiam beberapa saat dan kemudian terlihat bibirnya bergerak-gerak. "Maafkan aku ... baiklah aku akan jujur kepada kalian, para warga itu sudah meninggal dan menjadi tumbal dari siluman babi tadi. Aku menjalani pesugihan dengan Raja siluman babi yang meminta tumbal setiap bulannya. Aku menyesal ... Aku khilaf!" terlihat wanita muda ini menangis tersedu-sedu.
Hanes hanya memandangi Raka dan kemudian berkata, "Apa yang akan kita lakukan? Wanita ini sudah menyesali perbuatanya dan selanjutnya apa yang akan kita lakukan?" tanya Hanes kepada Raka. Terlihat Raka terdiam sebentar. "Baiklah, kalau memang seperti itu. Tapi sebelumnya, Sri Gundini buang semua kekuatan siluman babi yang masih ada di dalam tubuh wanita ini," terlihat Raka menyuruh Sri Gundini untuk melakukan pemurnian. Sri Gundini terlihat mulai membaca sebuah mantra dan kemudian di susul dengan tubuh wanita ini yang bergetar hebat.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 456 Episodes
Comments