Part sebelumnya :
Dengan meminta izin kepada Mbak Rani, akhirnya Hanes pun memutuskan untuk pergi berjogging pagi ini. Target jogging Hanes adalah dengan mengelilingi komplek perumahan ini. Hanes pun akhirnya memulai harinya dengan berjogging santai mengitari komplek perumahan tersebut.
***
Pagi itu Hanes memulai lari paginya dengan berkeliling komplek Perumahan Citra City tersebut. Dengan membawa satu botol air minum, Hanes pun melakukan jogging paginya. Ia melihat beberapa ART yang sedang berbelanja dengan seorang tukang sayur di dekat rumahnya. Terlihat para ART ini sedang mengobrolkan suatu hal yang serius pagi ini. Karena penasaran tidak sengaja Hanes pun mendengar percakapan mereka.
"Eh, Jeng! Udah pada tahu belum? Kalau ada gosip tidak baik loh di perumahan kita," ujar salah seorang wanita yang memakai daster warna merah. "Iya, Jeng! Aku sudah dengar kok itu. Katanya sih ... ada orang yang cari uang dengan cara ga halal loh di komplek kita," balas salah seorang wanita yang sedang memilih ikan asin di gerobak sayur tersebut. Mendengarkan hal itu, pedagang sayur pun ikutan berkomentar, "Katanya sih ... saya dengar dari orang-orang kalau orang yang melakukan pesugihan itu masih orang di daerah komplek ini. Cuma banyak yang curiga sih dari perkampungan sebelah," tambah si pedagang sayur.
Gosip itu terdengar dengan jelas oleh Hanes yang sedang beristirahat di salah satu bangku taman di dekat orang-orang ini sedang bergosip. Hanes hanya mengeleng-gelengkan kepala mendengarkan hal tersebut. Bukan karena gosipnya, tapi karena orang yang mengosipkan hal tersebut. Tapi rasa ingin tahu Hanes, ternyata lebih tinggi dari pada kepedulian Hanes terhadap gosip tersebut. Karena penasaran, Hanes pun berpura-pura ingin membeli ikan kepada si tukang sayur. Dengan langkah santai, Hanes pun mendekati kerumunan Ibu-ibu yang sedang bergosip tersebut.
"Assallamu"alaikum!!! Ada ikan, Mas?" tanya Hanes sopan. Melihat seorang anak muda sedang berbelanja wanita yang memakai daster tadi pun berkomentar, "Eh!!! Adik siapa ya? Kok saya baru lihat akhir-akhir ini?" tanya ibu tersebut kepada Hanes. "Oh maaf, Bu. Saya lupa mengenalkan diri. Nama saya Hanes, Bu. Saya tinggal di rumah Om Bobi yang ada di pojok sana!" sembari menunjuk arah rumah Om Bobi. "Oh kamu ini keponakan, Bobi ya? Ommu yang ganteng itu kan?" tanya salah seorang ibu kepada Hanes. "Hehe ... iya, Bu!" balas Hanes singkat. Melihat hal ini, akhirnya tukang sayur ini juga ikut berkomentar, "Atuh ibu-ibu teh naon yak? Ini masnya kan mau belanja atuh. Eh malah diajak ngobrol! Kumaha ie teh?" timpal sang pedagang sayur.
Hanes hanya tersenyum dan kemudian membeli 1 kg ikan emas. Hanes pikir ikan emas ini akan ia masak siang nanti untuk lauk makan siang. Karena penasaran, Hanes pun akhirnya ikut bertanya kepada para ibu-ibu yang sedang bergosip tersebut. "Maaf sebelumnya, Bu? Tadi aku mendengar ada yang membahas tentang pesugihan? Memangnya ada masalah apa ya, Bu di komplek ini?" tanya Hanes penasaran. Salah seorangiIbu dengan daster warna merah itu pun berkomentar, "Lah jadi adik ini belum tahu? Di komplek ini akhir-akhir ini sedang sering terjadi kasus kehilangan uang dalam jumlah besar. Beberapa hari yang lalu uang 400 juta dan perhiasan di rumah Pak Kardi raib seperti ditelan bumi. Bahkan dari bukti rekaman CCTV tidak terlihat ada orang yang masuk atau merusak kunci rumah. Tapi semuanya hilang tanpa bekas, haanya bukti rekaman CCTV yang dapat melihat seekor berwarna putih sedang berdiri dan mengosok-gosokkan punggungnya ke arah pintu dan kemudian pergi. Jadi mulai banyak yang beranggapan bahwa di komplek ini sedang rawan dengan ngepet, Dik!" terang ibu tersebut.
"Oh seperti itu ya, Bu berarti komplek ini sedang tidak aman kalau seperti itu!" timpal Hanes. "Iya, Dik kalau sudah malam ada baiknya langsung masuk ke dalam rumah dan banyak-banyak berdoa. Semoga saja **** ngepet itu tidak datang ke rumah adik!" terang sang ibu. Mendengarkan hal tersebut, Hanes pun hanya tersenyum dan segera membayar sejumlah uang kepada tukang sayur tersebut. Setelah selesai, Hanes pun segera berjalan menuju rumah dan segera bersiap-siap pergi ke sekolah.
Sesampainya di rumah, Hanes pun sudah disambut oleh Mbak Rani. Ia membukakan pintu untuk Hanes dan tersenyum kepadanya. "Ini ... Mbak Ran tadi aku membeli ikan emas, tampaknya makan gulai ikan emas siang nanti enak juga," ucap Hanes sembari tersenyum. Mendengar hal tersebut, Mbak Rani pun tersenyum dan berkata, "Baiklah nanti, Mbak buatkan untuk Mas Hanes. Kalau begitu sekarang cepat ganti pakaian dan mandi tubuhnya keringatan itu!" Mendengar hal tersebut, Hanes pun hanya tersenyum dan segera berlari menuju kamar mandi.
Setibanya Hanes di dalam kamar, tiba-tiba saja Lysa sudah ada di dalam kamar Hanes. Kal ini Lysa sedang berbaring di ranjang milik Hanes sembari tersenyum. Tidak lama kemudian sosok ini pun berkata kepada Hanes, "Kau sudah mendengar tentang ngepet itu?" tanya Lysa. "Iya aku sudah mendengar kabar itu. Kira-kira apa yang harus kita lakukan?" balas Hanes. "Apa perlu kita mencampuri urusan orang lain?" balas Lysa. "Kalau seperti itu apakah etis? Jika kita tidak mencari tahu tentang gangguan gaib tersebut?" timpal Hanes. "Kau ini benar-benar perasa ya Hanes! Baiklah kalau memang kau ingin mencari tahu tentang ngepet tersebut. Nanti malam kita akan segera mencari tahu tentang kabar tersebut," balas Lysa.
Mendengar hal ini, Hanes pun langsung tersenyum ke arah Lysa. "Nah ini baru Lysa yang aku kenal," ucap Hanes. Lysa hanya tersenyum dan kemudian menghilang. Dengan cepat, Hanes pun segera melanjutkan acara mandinya yang tertunda. Setelah selesai mandi Hanes segera turun ke bawah dan menuju meja makan. Tidak lama kemudian, terlihat Mbak Rani membawakan gulai pindang ikan untuk Hanes. "Nah sekarang Mas Hanes silahkan makan pindang ikannya sudah jadi," ucap Mbak Rani.
Karena merasa lapar, Hanes pun segera mengambil piring dan nasi. Kemudian dengan lahap mulai memakan hidangan yang sudah disiapkan oleh Mbak Rani. Sekitar 30 menit kemudian, Hanes pun mulai merasa kenyang. Kegiatan selanjutnya yang Hanes lakukan adalah segera pergi ke sekolah dengan diantar oleh Pak Leman. Hari itu Hanes belajar dari siang hingga petang. Setelah pulang sekolah, Hanes segera beristirahat dan membersihkan diri sekali lagi. Sambil menunggu waktu makan malam tiba, kebetulan Om Bobi belum pulang dari liburanya mungkin besok atau lusa Om Bobi baru akan pulang ke rumah.
Setelah makan malam selesai, Hanes pun segera pura-pura untuk tidur dan masuk ke dalam kamar. Jam kini menunjukkan pukul 21.00 WIB. Dengan mengendap-endap, Hanes pun kini sudah berada di luar rumah. Lysa mengikuti kemana pun Hanes pergi. Kali ini mereka berniat untuk mencari tahu tentang ngepet yang meneror warga. Kurang lebih 1 jam lamanya Lysa dan Hanes mengitari komplek ini. Namun nihil tidak ada tanda-tanda adanya ngepet malam ini, pikir Hanes. Tapi tidak lama kemudian, sebuah teriakan pun terdengar dari arah perkampungan warga.
"Kejar!!! Tangkap itu!!! Cepat!!!" terlihat rombongan warga lebih dari sekitar 20 orang berlari ke arah Hanes. Yang terlihat oleh Hanes adalah seekor berwarna putih mencoba berlari ke arahnya. Melihat hal ini, Lysa pun maju ke depan dan mencoba menghalau berwarna putih tersebut. Karena merasa terancam, ini pun mencoba menghindar dan merubah lintasan larinya ke kanan. Dengan cepat **** ini pun berlari ke kanan dan para warga yang mengejar makhluk ini pun mengikuti dari arah belakang.
Terlihat para warga memegang pisau dan juga bambu kuning, guna menghabisi ngepet tersebut. Kerumunan warga ini pun terlihat berlari ke kanan. Hanes yang melihat hal ini pun memutuskan untuk ikut mengejar ngepet tersebut. Tidak ketinggalan, Lysa juga mengejar kemana ngepet itu berlari menjauh. Lysa terbang melayang ke arah ngepet ini. Tapi aneh bagi Hanes, terlihat Lysa sama sekali tidak bisa mendekati ngepet tersebut. ini masih saja terus berlari ke arah sebuah pemakaman umum. Tiba-tiba **** berwarna putih itu pun menghilang setelah menembus salah satu batu nisan makam.
Melihat kejadian tersebut, kontan para pengejar ngepet ini berlari ketakutan. Karena ngepet yang tiba-tiba menghilang tersebut. Melihat kerumunan warga yang berbalik arah membuat Hanes bingung tentang apa yang terjadi. Masih dengan nafas yang tersengal-sengal, Hanes pun bertanya kepada Lysa, "Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Hanes penasaran. "Entahlah ... tampaknya ada kekuatan lain yang melindungi ngepet tersebut! Semacam ada perisai aneh yang menghalangi aku untuk mendekati ngepet itu dan kemudian makhluk itu menghilang masuk ke dalam pemakaman umum," terang Lysa.
"Benarkah?" ucap Hanes penasaran. Namun fakta yang terlihat adalah benar adanya para warga benar-benar lari tunggang langgang setelah **** ngepet tersebut tiba-tiba menghilang. Lysa yang melihat Hanes masih ingin melanjutkan pencarian tersebut pun berkata, "Ayo kita pulang! Makhluk itu sudah melarikan diri dan tidak ada di sini lagi. Ada baiknya kita segera pulang dan beristirahat. Besok malam baru kita cari lagi," ajak Lysa.
Hanes hanya mengangguk dan kemudian segera pulang ke rumah. Sesampainya di rumah ternyata Hanes tidak bisa tidur. Pikirannya melayang-layang memikirkan siapa sebenarnya ngepet tersebut? Lalu bagaimana caranya, makhluk tersebut bisa hilang dari kejaran warga dan juga Lysa. Karena rasa penasaran yang mengebu-gebu, Hanes pun memanfaatkan sebuah laptop yang diberikan oleh Om Bobi kepadanya. Dengan bantuan laptop tersebut, Hanes pun mulai berselancar di dunia maya untuk mencari berita tentang ngepet. Jadilah malam itu Hanes pun terpaksa berkutat dengan berita-berita atau artikel tentang siluman ****.
Ahirnya Hanes pun tertidur malam itu. Karena kelelahan setelah membaca berita tentang siluman **** semalaman. Keesokan paginya, Hanes pun dibangunkan oleh Mbak Rani yang mulai merapikan kamar Hanes. Ia yang masih mengantuk pun memutuskan untuk segera menuju kamar mandi dan segera sarapan. Sekitar jam 10.00 WIB, Hanes pun berangkat bersama Pak Leman menuju ke bandara, dengan tujuan untuk menjemput Om Bobi. Hanes pun melihat secarik koran yang tergeletak di kursi belakang mobil mercy berwarna putih tersebut. Hanes yang gemar membaca memutuskan untuk mengambil koran tersebut dan membacanya. Berita yang ada di halaman pertama koran tersebut ternyata membahas tentang berita hilangnya beberapa warga di sekitar komplek perumahan Hanes.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 456 Episodes
Comments