Maaf Untuk Apa?

"Tadi waktu kamu lari ke kamar mandi dan gak lama perempuan baju kuning keluar, dia marah-marah dan dia nyebut nama kalian berdua gitu, ada apa? kamu tau kan kalau Kakak gak suka dibohongi dan kamu udah bohongin Kakak," tanya Rafa.

"Maaf, Kak," ucap Rachel.

Di dalam mobil hanya keheningan yang hadir karena Rafa yang sudah mengetahui tentang Yolanda, "Apa yang tadi kalian bicarakan?" tanya Rafa.

"Huh, jadi sebenarnya Yolanda itu...," Rachel harus menghentikan ucapannya karena melihat Kiara yang menggelengkan kepalanya melalui kaca depan.

Tentu saja Rafa tau jika Kiara menggelengkan kepalanya dan meminta agar Rachel tidak mengatakan apapun pada Rafa.

"Kenapa? Jangan hiraukan Kiara, katakan apa yang terjadi dan siapa perempuan itu. Nanti Kakak belikan tas yang kamu mau," ucap Rayna.

Rachel tentu saja tergiur lalu menghiraukan Kiara. Rachel menceritakan semuanya, mulai dari Yolanda yang sering merundung Kiara saat sekolah dan juga pertemuan mereka tadi.

Setelah Rachel menceritakan semuanya, keadaan mobil kembali hening dan tak lama mereka sampai di rumah. Melihat suasana yang begitu mencekam, Rachel segera keluar dari mobil meninggalkan Rafa dan Kiara di dalam mobil.

Kiara pun hendak keluar dari mobil, namun Rafa sudah menguncinya secara otomatis sehingga Kiara tidak dapat keluar dari mobil tersebut. Melihat hal itu, Kiara pun menunduk takut apalagi Rafa saat ini menatap lekat dirinya, ia meremas roknya dan ia ingin sekali menangis saat ini, namun ia tidak ingin terlihat lemah disaat bersama dengan Rafa.

"Ma-maaf," ucap Kiara.

"Maaf untuk apa?" tanya Rafa yang masih setia menatap Kiara.

"Ma-maaf karena aku gak bilang ke Kak Rafa," ucap Kiara yang masih menunduk.

Kiara pun terkejut ketika Rafa mengangkat dagu Kiara hingga Kiara berhadapan dengan Rafa, detik berikutnya Kiara lebih terkejut ketika Rafa yang semakin mendekatkan wajahnya hingga Kiara dapat merasakan hembusan napas Rafa menerpa wajahnya.

"Lain kali kalau ada apa-apa bilang, jangan diam aja. Aku bukan cowok yang peka dengan sekelilingku," bisik Rafa tepat di telinga Kiara

Mendengar bisikan tersebut, sontak membuat Kiara mengangguk patuh. Setelah itu, Rafa menjauhkan wajahnya dari Kiara dan keluar dari mobil, Kiara sendiri masih menormalkan jantungnya yang seakan berhenti berdetak saat itu.

"Kenapa jantungku," gumam Kiara.

Ketika Kiara masih berada di dan mobil tiba-tiba Kiara terkejut saat Rafa yang mengetuk kaca di sebelah dan menyuruh Kira keluar.

Kiara pun keluar dari mobil dan mereka segera masuk ke dalam rumah, "Kalian lama banget masuk rumahnya," ucap Mama Natasha.

"Mama ini kayak gak tau aja gimana pengantin baru, ya kan Raf" goda Papa Bagas.

Rafa tidak menanggapinya dan memilih untuk ke kamar membawa barang belanjaan Kiara, sedangkan Kiara pun tersenyum canggung dan meras tidak enak dengan sikap Rafa.

"Kamu ikutin aja suami kamu, dia emang kayak gitu kalau di godain gak meresponnya," ucap Papa Bagas.

"I-iya, Pa," ucap Kiara lalu mengikuti Rafa masuk ke dalam kamar.

Begitu Kiara masuk ke dalam kamar, ia melihat Rafa yang duduk di sofa dan belanjaannya berada di samping Rafa. Kiara segera mengambil barang belanjaannya dan menaruhnya di lemari, namun begitu Kiara mengambil barang belanjaannya tiba-tiba Rafa menarik tangan Kiara hingga Kiara duduk di sampingnya.

"A-ada apa Kak?" tanya Kiara.

"Sekarang kita suami istri, kamu adalah tanggung jawabku. Aku mau kamu jujur dengan semua yang kamu alami, aku bukan orang yang peka dengan segala hal di sekitarku, aku gak akan tau kalau kamu gak ngasih tau. Aku hidup dengan cara tidak mempedulikan orang lain kecuali keluargaku dan sekarang kamu adalah keluargaku, aku sebelumnya gak tau apa-apa tentangmu dan sekarang mau gak mau aku harus tau semuanya. Ceritakan apa yang sudah kamu alami, kalau kamu sakit kamu bilang sakit, kalau kamu mau nangis silahkan nangis aja karena aku gak akan melarangnya. Tapi, aku minta tolong libatkan aku dalam setiap masalahmu, asal kamu tau ini adalah pertama kalinya aku berbicara panjang lebar seperti ini, aku harap kamu mau mengerti maksudku," ucap Rafa.

Kiara yang mendengarnya meras terharu karena sekarang ia sudah memiliki keluarga baru yang begitu memperhatikan dirinya, keluarga yang tidak menuntut apapun pada Kiara bahkan keluarga yang mau menerima Kiara dengan segala masalah yang Kiara hadapi.

"Terimakasih," ucap Kiara hingga matanya mulai berkaca-kaca.

"Sama-sama, kalau kamu mau nangis silahkan," ucap Rafa.

Kiara yang berusaha untuk menahan tangisnya, namun sayang ia tidak bisa dan akhirnya Kiara pun menunjukkan dirinya yang rapuh dihadapan Rafa. Kiara menangis menumpahkan semua rasa lelah dan putus asanya dalam hidup, Kiara benar-benar tidak sanggup dengan semua yang ia hadapi.

Hidup dengan penuh penderitaan membuat Kiara kuat, namun memberikan trauma yang begitu menyakitkan bagi Kiara, Kiara takut akan segala hal, Kiara takut jika apa yang ia lakukan salah di mata orang lain, Kiara takut jika orang lain tidak suka dengannya dan menghajarnya seperti orangtuanya, Kiara takut jika ia berani melawan maka ia akan berakhir sama seperti sebelum-sebelumnya. Trauma yang begitu membekas itu semakin lama semakin besar hingga Kiara takut untuk berharap pada seseorang karena itu lebih baik Kiara melakukan semuanya sendirian.

Melihat Kiara yang menangis, Rafa pun mendekat lalu spontan ia memeluk Kiara untuk menenangkan Kiara. "Aku gak tau apa yang kamu rasakan, tapi semoga selanjutnya kamu bisa berbagi semuanya sama aku," ucap Rafa.

Cukup lama mereka berpelukan tiba-tiba Kiara tersadar dan langsung menjauhkan tubuhnya dari Rafa, "Ma-maaf Kak, aku gak sadar tadi," ucap Kiara.

"Gak masalah, sekarang kamu istirahat aja. Aku akan selalu menunggu sampai kamu mau cerita semuanya," ucap Rafa dan diangguki Kiara.

Setelah obrolan tersebut, Rafa memutuskan untuk pergi ke balkon kamarnya, sedangkan Kiara membersihkan tubuh. "Ck, apa yang gue lakuin tadi? ngapain juga sih gue kayak tadi sih kayak motivator aja gue? Raf, lo ini kenapa, hubungan lo sama dia ini karena salah paham. Jadi, gak seharusnya lo peduli sama dia," gumam Rafa.

Tanpa Rafa tau, Kiara yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hendak memanggilnya berada di belakangnya dan mendengar semua yang Rafa katakan.

'Benar, hubungan ini ada karena kesalahpahaman, bukan karena rasa cinta. Harusnya aku gak berharap dengan hubungan ini, Kak Rafa pasti ingin menikah dengan perempuan impiannya yang jauh lebih baik dari aku, lihat aku gak ada cantik-cantiknya, tubuh kurus, banyak luka. Wajar sih kalau Kak Rafa malu jalan dekat denganku kayak tadi pas di mall,'

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Naufal Affiq

Naufal Affiq

jangan mengambil kesimpulan sendiri kiara,saat ini,begini lah dulu lambat laun cinta itu tumbuh dengan sendirinya

2025-02-09

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

belum" uda insecure lagi si Kiara sama ungkapan si Rafa yang didengar secara ga disengaja,,,

2025-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Kiara
2 Dipecat
3 Bertamu
4 Rencana Rachel
5 Tidur Bersama
6 Dasar Bodoh!
7 200 Juta
8 Kekerasan?
9 Gak Tau Diri!
10 Pernikahan
11 Rafa Marah?
12 Kakak Ipar
13 Belanja
14 Yolanda
15 Maaf Untuk Apa?
16 Aku Kerja Apa?
17 Menjenguk
18 Siapa Yang Gak Setuju?
19 Mama Kenapa?
20 Kemarahan Rafa
21 Tidur
22 Tidak Tenang
23 Beli Baju?
24 Kalian Memang Jahat!
25 Kurang Ajar!
26 Bagaimana Keadaanmu?
27 Orangtua Terburuk
28 Tangisan Kiara
29 Mama Bahagia Banget
30 Istriku Sakit
31 Mual
32 Gak Penting
33 Bantuan Rafa
34 Siapa Yang Menyesal?
35 Dadah Om Ganteng
36 Mimpi!
37 Beruntung
38 Kamu Itu Ganteng
39 Tidak Sadarkan Diri
40 Siluman Ular?
41 Istri?
42 Balas
43 Duduknya Nyaman?
44 Kamu Bangunnya Lama
45 Bercerita
46 Wajar
47 Sup Kentang?
48 Kamu Mau Nikah?
49 Dasar Bocil
50 Anak Durhaka!
51 Saya Menantunya
52 Kabar Baik?
53 Kiara Hamil?
54 Ganteng Atau Jelek?
55 Kejutan?
56 Siapa Perempuan Ini?
57 Gak Penting?
58 Suka Sama Aku?
59 Siapa Dia?
60 Kurang Romantis!
61 Kevin Kaya
62 Kamu Gak Menyesal?
63 Sesuai Perintah
64 Jangan Pernah Kamu Memakainya
65 Cantikan Istri Saya
66 I Love You
67 Kenapa Senyum-senyum?
68 Hadiah Dari Papa
69 Aku Akan Mulai
70 Kamu Itu Cantik Sayang
71 Putus?
72 Sabrina
73 Besok Kita Lanjutin
74 Tanah Longsor!
75 Bercandanya Gak Lucu
76 Kepikiran
77 Aku Ini Nenekmu
78 Reuni
79 Setan?
80 Mau Gue Bantu?
81 Makasih Pujiannya
82 Bekal
83 Keluh Kesah Rachel
84 Mampus
85 Kamu Tenang Ya
86 Kesiangan
87 Assalamualaikum Gus Faiz
88 Harus Waspada
89 Caranya?
90 Hamil
91 Mas Rafa
92 Makasih Kiara
93 Cantik Banget Kiara
94 Menjalankan Aksinya
95 Mana Gue tau
96 Dalang Dibalik Semuanya
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Kiara
2
Dipecat
3
Bertamu
4
Rencana Rachel
5
Tidur Bersama
6
Dasar Bodoh!
7
200 Juta
8
Kekerasan?
9
Gak Tau Diri!
10
Pernikahan
11
Rafa Marah?
12
Kakak Ipar
13
Belanja
14
Yolanda
15
Maaf Untuk Apa?
16
Aku Kerja Apa?
17
Menjenguk
18
Siapa Yang Gak Setuju?
19
Mama Kenapa?
20
Kemarahan Rafa
21
Tidur
22
Tidak Tenang
23
Beli Baju?
24
Kalian Memang Jahat!
25
Kurang Ajar!
26
Bagaimana Keadaanmu?
27
Orangtua Terburuk
28
Tangisan Kiara
29
Mama Bahagia Banget
30
Istriku Sakit
31
Mual
32
Gak Penting
33
Bantuan Rafa
34
Siapa Yang Menyesal?
35
Dadah Om Ganteng
36
Mimpi!
37
Beruntung
38
Kamu Itu Ganteng
39
Tidak Sadarkan Diri
40
Siluman Ular?
41
Istri?
42
Balas
43
Duduknya Nyaman?
44
Kamu Bangunnya Lama
45
Bercerita
46
Wajar
47
Sup Kentang?
48
Kamu Mau Nikah?
49
Dasar Bocil
50
Anak Durhaka!
51
Saya Menantunya
52
Kabar Baik?
53
Kiara Hamil?
54
Ganteng Atau Jelek?
55
Kejutan?
56
Siapa Perempuan Ini?
57
Gak Penting?
58
Suka Sama Aku?
59
Siapa Dia?
60
Kurang Romantis!
61
Kevin Kaya
62
Kamu Gak Menyesal?
63
Sesuai Perintah
64
Jangan Pernah Kamu Memakainya
65
Cantikan Istri Saya
66
I Love You
67
Kenapa Senyum-senyum?
68
Hadiah Dari Papa
69
Aku Akan Mulai
70
Kamu Itu Cantik Sayang
71
Putus?
72
Sabrina
73
Besok Kita Lanjutin
74
Tanah Longsor!
75
Bercandanya Gak Lucu
76
Kepikiran
77
Aku Ini Nenekmu
78
Reuni
79
Setan?
80
Mau Gue Bantu?
81
Makasih Pujiannya
82
Bekal
83
Keluh Kesah Rachel
84
Mampus
85
Kamu Tenang Ya
86
Kesiangan
87
Assalamualaikum Gus Faiz
88
Harus Waspada
89
Caranya?
90
Hamil
91
Mas Rafa
92
Makasih Kiara
93
Cantik Banget Kiara
94
Menjalankan Aksinya
95
Mana Gue tau
96
Dalang Dibalik Semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!