Gak Tau Diri!

Ibu Ajeng masuk ke dalam kamar mandi dan menaruh wajah Kiara pada bak berisikan air hingga wajah Kiara pun terendam air lalu Ibu Ajeng menarik kembali wajah Kiara dan menurunkannya lagi hingga puas, setelah dirasa Kiara kelelahan Ibu Ajeng pun keluar dari kamar mandi dan mendorong Kiara masuk ke dalam kamarnya.

"Aku harus gimana sekarang, aku takut Kak Rafa tau sikap Ibu dan Ayah. Apa aku harus batalkan pernikahan ini, tapi gak mungkin karena Kak Rafa udah janji bakal ngasih uang ke Ayah sama Ibu, Ayah sama Ibu pasti marah kalau aku batalkan karena uangnya akan hilang hiks hiks," gumam Kiara.

Ditengah lamunannya tiba-tiba ponselnya berdering dan melihat sebuah nomor yang tidak ia kenal, Kiara pun menaruh kembali ponselnya dan tak lama setelah itu ponselnya kembali berdering dan Kiara melihat nomor yang sama menelponnya. Kiara ragu untuk menjawabnya karena dulu Kiara sempat di teror oleh nomor yang tak dikenal.

Akhrinya Kiara pun mengangkat sambungan telepon tersebut, meskipun takut, namun Kiara mencoba untuk menjawabnya.

^^^[I-ini siapa?]^^^

[Ini aku]

^^^[Kak Rafa?]^^^

[Hem]

^^^[Ada apa Kak?]^^^

[Jangan lupa minum obatnya]

^^^[I-iya, Kak]^^^

Setelah itu Rafa pun memutuskan sambungan teleponnya.

"Kak Rafa kenapa kok aneh," gumam Kiara.

.

Pagi harinya, Kiara sudah berangkat untuk kembali bekerja. "Ki," panggil Bu Nilam.

"Iya, ada apa Bu?" tanya Kiara.

"Siapa cowok yang nungguin kamu kemarin di depan restoran?" tanya Bu Nilam.

"O-oh, Ibu lihat ya kemarin," ucap Kiara.

"Iya, gak sengaja. Siapa dia?" tanta Bu Nilam.

"Di-dia temen Kiara, Bu," ucap Kiara.

"Ganteng ya Ki temen kamu," ucap Bu Nilam dan Kiara hanya tersenyum canggung.

"Kiara," panggil Lyla.

"Iya, Mbak," jawab Kiara.

"Kemarin saya gak sengaja lihat cowok yang nungguin kamu, siapa dia?" tanya Lyla.

"Dia temennya Kiara, kenapa Mbak Lyla? Mbak Lyla suka ya sama cowok itu," tanya Bu Nilam.

"Iya, Bu. Kalau gitu bisa kamu kenalin saya sama cowok itu," Lyla begitu percaya diri saat ini.

"Ah, i-itu. Maaf Mbak, saya gak bisa mengenalkan Mbak Lyla sama dia," ucap Kiara.

"Kenapa?" tanya Lyla.

"Se-sebenarnya Kak Rafa udah mau nikah Mbak," ucap Kiara.

"Oh namanya Rafa, sayang banget ya, yaudah deh," ucap Lyla lalu pergi meninggalkan Kiara.

Kiara dapat bernapas lega karena ia tidak harus mengenalkan Lyla dengan Rafa, selain itu juga Lyla tidak akan bertanya lagi mengenai Rafa.

Sore harinya, Kiara harus pulang lebih lama karena ia harus membersihkan restoran yang sudah tutup, namun saat ia baru saja kekaur dari restoran lagi-lagi Kiara dibuat terkejut ketika melihat Rafa yang ada di depan restoran tempat Kiara bekerja.

"Kak Rafa, kok ada disini?" tanya Kiara.

Rafa pun membukakan pintu mobilnya, "Masuk," ucap Rafa.

Dengan berat hati, Kiara pun masuk ke dalam mobil Rafa dan tak lama Rafa pun masuk ke dalam mobilnya lalu mengendarai mobilnya meninggalkan restoran.

"Ada apa Kak Rafa kesini?" tanya Kiara.

"Soal pernikahan kita, kamu konsepnya yang kayak gimana?" tanya Rafa.

Kiara menatap lekat wajah Rafa hingga Rafa menatapnya, Kiara segera mengalihkan pandangannya. "U-untuk konsepnya, Kiara gak masalah apapun itu. Tapi, se-sebenarnya Kiara cuma pengen konsep sederhana kayak kita nikah cuma akad terus udah gak usah pakai pesta atau apapun itu, tapi kalau Kak Rafa mau ada pesta juga Kiara gapapa," ucap Kiara.

"Yaudah, kalau gitu besok kita urus semua berkasnya. Besok kamu izin dulu kerjanya," ucap Rafa.

"I-iya, Kak," jawab Kiara.

"Kenapa matamu masih lebam gitu? bukannya sudah dikasih obat?" tanya Rafa.

"Ah, mungkin butuh beberapa hari Kak biar lebamnya hilang," ucap Kiara dan diangguki Rafa.

"Ekhem, siapa yang udah ngelakuin itu?" tanya Rafa.

Kiara benar-benar gugup, ia ingin sekali mengatakan jika orangtuanya lah yang melakukannya, namun mulutnya terasa kebas bahkan sebelum ia mengatakannya. Kiara merasa takut, jika orang-orang mengetahui bahwa Kiara terluka karena orangtuanya, Kiara trauma untuk memberitahukan semuanya pada orang lain karena pada akhirnya Kiara lah yang akan kena dampaknya.

Melihat Kiara yang hanya diam bahkan meremas celananya, membuat Rafa paham akan pertanyaannya yang terlalu sensitif.

"Mau makan dulu?" tanya Rafa.

"Ga-gak usah Kak, langsung pulang aja," ucap Kiara dan diangguki Rafa.

Namun, tak lama Rafa menghentikan mobilnya. "Kamu tunggu disini dulu," ucap Rafa.

Hingga beberapa saat kemudian, Rafa kembali dan membawa tiga kotak nasi, "Ini ambil, jangan lupa dimakan," ucap Rafa.

"Bu-buat Kiara Kak?" tanya Kiara.

"Iya," jawab Rafa.

"Makasih Kak, ha-harganya berapa Kak? biar aku ganti," tanya Kiara yang menyeluruh dompetnya.

"Gak usah diganti, cukup kamu makan aja," ucap Rafa.

"Tapi, gak enak Kak kalau aku gak ganti," ucap Kiara.

"Udah gak usah diganti, aku sendiri yang mau beliin kok, nanti kamu makan sama Ibu sama Ayah," ucap Rafa.

"I-iya Kak, terimakasih," ucap Kiara dan diangguki Rafa.

Tak lama setelah itu, Rafa pun menghentikan mobilnya karena ia sampai di rumah Kiara, "Titip salam buat Ibu, maaf aku gak bisa mampir. Aku masih ada urusan," ucap Rafa.

"I-iya Kak," jawab Kiara.

Kiara pun keluar dari mobil tersebut dan masuk ke dalam rumah, begitu ia masuk ke dalam rumah Ibu Ajeng merebut kotak makan yang dibawa Kiara.

"Mentang-mentang dapat cowok kaya jadi pulang-pulang bawa makanan," ucap Ibu Ajeng.

"I-itu Kak Rafa yang beliin, Bu," ucap Kiara.

"Jangan malu-maluin bisa gak sih, kalau dibeliin tolak. Udah miskin gak tau diri!" bentak Ibu Ajeng.

"Maaf, Bu," ucap Kiara.

"Huh, karena kamu sebentar lagi nikah jadi Ibu gak akan hajar kamu. Ibu masih baik ya, tapi kalau kamu menguji kesabaran Ibu maka siap-siap kamu kena sama Ibu," ucap Ibu Ajeng.

"Iya, Bu. Kiara ke kamar dulu, Bu," ucap Kiara.

Namun, baru saja Kiara hendak berjalan ke kamarnya, rambutnya sudah di tarik oleh Ibu Ajeng. "Enak aja main masuk kamar, ini bersihin dulu," ucap Ibu Ajeng dan menunjuk ruang tamu yang begitu kotor.

"Iya, Bu. Rencananya Kiara ganti baju dulu baru bersihin ini," ucap Kiara.

"Gak, bersihin ini dulu baru kamu boleh ke kamar," ucap Ibu Ajeng.

Mau tidak mau Kiara pun membersihkan ruang tamu, namun nyatanya Kiara tidak hanya membersihkan ruang tamu saja karena Kiara justru disuruh Ibu Ajeng membersihkan seluruh rumah mulai dari kamar orangtuanya, kamar mandi, dapur bahkan halaman sekalipun.

Jujur saja Kiara merasa lelah karena hampir setiap hari, ia harus membersihkan seluruh rumahnya apalagi pekerjaan di restoran cukup melelahkan, Kiara ingin membantah pun tidak mungkin dan jalan satu-satunya hanyalah menuruti apa yang dikatakan Ibu Ajeng.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Naufal Affiq

Naufal Affiq

aku gak sanggup baca penyiksaan kiara,kenapa lama kali menikahnya,biar kiara bisa pindah dari rumah macam neraka itu

2025-02-06

2

Putri

Putri

Nungguin rafa tau kalo ayah dan ibu kiara itu jahat

2025-02-06

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

kenapa sih si Kiara lemah sekali jadi orang

2025-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Kiara
2 Dipecat
3 Bertamu
4 Rencana Rachel
5 Tidur Bersama
6 Dasar Bodoh!
7 200 Juta
8 Kekerasan?
9 Gak Tau Diri!
10 Pernikahan
11 Rafa Marah?
12 Kakak Ipar
13 Belanja
14 Yolanda
15 Maaf Untuk Apa?
16 Aku Kerja Apa?
17 Menjenguk
18 Siapa Yang Gak Setuju?
19 Mama Kenapa?
20 Kemarahan Rafa
21 Tidur
22 Tidak Tenang
23 Beli Baju?
24 Kalian Memang Jahat!
25 Kurang Ajar!
26 Bagaimana Keadaanmu?
27 Orangtua Terburuk
28 Tangisan Kiara
29 Mama Bahagia Banget
30 Istriku Sakit
31 Mual
32 Gak Penting
33 Bantuan Rafa
34 Siapa Yang Menyesal?
35 Dadah Om Ganteng
36 Mimpi!
37 Beruntung
38 Kamu Itu Ganteng
39 Tidak Sadarkan Diri
40 Siluman Ular?
41 Istri?
42 Balas
43 Duduknya Nyaman?
44 Kamu Bangunnya Lama
45 Bercerita
46 Wajar
47 Sup Kentang?
48 Kamu Mau Nikah?
49 Dasar Bocil
50 Anak Durhaka!
51 Saya Menantunya
52 Kabar Baik?
53 Kiara Hamil?
54 Ganteng Atau Jelek?
55 Kejutan?
56 Siapa Perempuan Ini?
57 Gak Penting?
58 Suka Sama Aku?
59 Siapa Dia?
60 Kurang Romantis!
61 Kevin Kaya
62 Kamu Gak Menyesal?
63 Sesuai Perintah
64 Jangan Pernah Kamu Memakainya
65 Cantikan Istri Saya
66 I Love You
67 Kenapa Senyum-senyum?
68 Hadiah Dari Papa
69 Aku Akan Mulai
70 Kamu Itu Cantik Sayang
71 Putus?
72 Sabrina
73 Besok Kita Lanjutin
74 Tanah Longsor!
75 Bercandanya Gak Lucu
76 Kepikiran
77 Aku Ini Nenekmu
78 Reuni
79 Setan?
80 Mau Gue Bantu?
81 Makasih Pujiannya
82 Bekal
83 Keluh Kesah Rachel
84 Mampus
85 Kamu Tenang Ya
86 Kesiangan
87 Assalamualaikum Gus Faiz
88 Harus Waspada
89 Caranya?
90 Hamil
91 Mas Rafa
92 Makasih Kiara
93 Cantik Banget Kiara
94 Menjalankan Aksinya
95 Mana Gue tau
96 Dalang Dibalik Semuanya
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Kiara
2
Dipecat
3
Bertamu
4
Rencana Rachel
5
Tidur Bersama
6
Dasar Bodoh!
7
200 Juta
8
Kekerasan?
9
Gak Tau Diri!
10
Pernikahan
11
Rafa Marah?
12
Kakak Ipar
13
Belanja
14
Yolanda
15
Maaf Untuk Apa?
16
Aku Kerja Apa?
17
Menjenguk
18
Siapa Yang Gak Setuju?
19
Mama Kenapa?
20
Kemarahan Rafa
21
Tidur
22
Tidak Tenang
23
Beli Baju?
24
Kalian Memang Jahat!
25
Kurang Ajar!
26
Bagaimana Keadaanmu?
27
Orangtua Terburuk
28
Tangisan Kiara
29
Mama Bahagia Banget
30
Istriku Sakit
31
Mual
32
Gak Penting
33
Bantuan Rafa
34
Siapa Yang Menyesal?
35
Dadah Om Ganteng
36
Mimpi!
37
Beruntung
38
Kamu Itu Ganteng
39
Tidak Sadarkan Diri
40
Siluman Ular?
41
Istri?
42
Balas
43
Duduknya Nyaman?
44
Kamu Bangunnya Lama
45
Bercerita
46
Wajar
47
Sup Kentang?
48
Kamu Mau Nikah?
49
Dasar Bocil
50
Anak Durhaka!
51
Saya Menantunya
52
Kabar Baik?
53
Kiara Hamil?
54
Ganteng Atau Jelek?
55
Kejutan?
56
Siapa Perempuan Ini?
57
Gak Penting?
58
Suka Sama Aku?
59
Siapa Dia?
60
Kurang Romantis!
61
Kevin Kaya
62
Kamu Gak Menyesal?
63
Sesuai Perintah
64
Jangan Pernah Kamu Memakainya
65
Cantikan Istri Saya
66
I Love You
67
Kenapa Senyum-senyum?
68
Hadiah Dari Papa
69
Aku Akan Mulai
70
Kamu Itu Cantik Sayang
71
Putus?
72
Sabrina
73
Besok Kita Lanjutin
74
Tanah Longsor!
75
Bercandanya Gak Lucu
76
Kepikiran
77
Aku Ini Nenekmu
78
Reuni
79
Setan?
80
Mau Gue Bantu?
81
Makasih Pujiannya
82
Bekal
83
Keluh Kesah Rachel
84
Mampus
85
Kamu Tenang Ya
86
Kesiangan
87
Assalamualaikum Gus Faiz
88
Harus Waspada
89
Caranya?
90
Hamil
91
Mas Rafa
92
Makasih Kiara
93
Cantik Banget Kiara
94
Menjalankan Aksinya
95
Mana Gue tau
96
Dalang Dibalik Semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!