Kekerasan?

Rafa, Roby, Hito, Kevin, Jake, Benny dan Malik sendiri sudah kenal sejak kecil bahkan mereka satu sekolah sejak sekolah dasar sampai SMA lalu mereka juga masuk ke kampus yang sama.

"Gue penasaran sama calon istri lo deh, sekelas Aura aja lo tolak. Jadi kan wajar kalau gue penasaran," ucap Jake.

"Itu calonnya Rafa," ucap Roby dengan menunjuk Kiara yang tengah membersihkan meja lain.

Semua teman Rafa pun melihat Kiara termasuk Rafa, mereka langsung saling pandang dan kembali melihat Rafa. "Lo yakin dia calon istri lo?" tanya Malik.

"Hem," jawab Rafa yang masih menatap lekat Kiara.

"Raf, kayaknya lebih cantikan Aura deh," ucap Jake.

"Terus?" tanya Rafa.

"Ya, masa lo sama dia sih, kurang Raf. Badannya kurus gitu terus juga badannya kayaknya gak kerawat deh banyak lukanya gitu, mendingan sama Aura lah, cantik, tubuhnya bagus dan dia juga kaya, ya setara lah sama lo," ucap Jake.

"Yaudah, kalau gitu lo sama Aura aja," ucap Rafa.

"Kok gue? Aura sukanya sama lo," ucap Jake.

"Gue gak suka Aura bagi gue, dia itu ganggu tau," ucap Rafa.

"Kalau udah bucin emang susah, Jake. Biarin aja lah, kita dukung aja Rafa," ucap Benny dan diangguki Jake.

"Tapi kok calon istri lo luka gitu ya Raf?" tanya Hito.

"Lo gak pukul dia kan?" tanya Benny.

"Lo yakin gue kayak gitu?" tanya Rafa.

"Hehehe, gak mungkin sih. Pasti bukan lo," ucap Benny.

Sore harinya, Kiara sudah selesai bekerja dan ia segera mengambil barang-barangnya lalu keluar dari restoran, namun Kiara cukup terkejut karena saat ia keluar dari restoran. Kiara melihat Rafa yang ada di depan restoran tengah menatap dirinya, Kiara pun menghampiri Rafa.

"Ka-kak Rafa belum pulang?" tanya Kiara.

"Masuk," ucap Rafa dan membukakan pintu mobilnya lalu Kiara pun masuk ke dalam mobil tersebut.

'Aku gapapa duduk disini, tapi bajuku kotor,'

Saat Kiara hendak membuka pintu mobil tersebut, Rafa sudah menguncinya terlebih dahulu. "Kak, aku keluar aja ya, bajuku kotor soalnya," ucap kiara.

"Kenapa wajahmu?" tanya Rafa.

"I-itu Kak, ke-kemarin aku gak sengaja kena pintu jadi kayak gini," ucap Kiara.

Kiara begitu gugup, ia takut jika Rafa menyadari wajahnya yang lebam, Kiara meremas tangannya dan berharap Rafa tidak membahas tentang wajahnya yang terluka. Namun, harapan Kiara harus pupus saat Rafa menarik pundaknya dan membuatnya berhadapan dengan Rafa, secara perlahan tangan Rafa membuka penutup pada mata Kiara, Kiara menahan tangan Rafa yang sudah berada di penutup tersebut.

"Aku gapapa Kak," ucap Kiara.

Rafa tidak merespon perkataan Kiara, ia justru membuka penutup tersebut hingga terlihatlah lebam pada mata Kiara, Kiara berusaha untuk menutupi matanya, namun Rafa menhaan tangannya.

"Siapa ngelakuin ini?" tanya Rafa.

"I-itu, kayak yang aku bilang tadi, a-aku kena pintu," ucap Kiara.

"Aku bukan anak kecil yang bisa ditipu dengan alasan yang gak masuk akal, bahkan orang gila tau kalau lebam ini karena dipukul," ucap Rafa.

Melihat Kiara yang hanya diam menbuat Rafa mengerti, lalu ia kembali menutup mata Kiara dan segera pergi meninggalkan restoran. Rafa melajukan mobilnya menuju rumah sakit, sesampainya di rumah sakit Rafa segera mendaftarkan Kiara untuk berobat.

Tak butuh wakti lama, Kiara pun segera di periksa oleh Dokter. Selama pemeriksaan, Rafa menunggu di luar ruangan, Dokter selesai mengobati Kiara lalu keluar dan menghampiri Rafa.

"Apa anda kerabat pasien?" tanya Dokter.

"Iya, saya calon suaminya," ucap Rafa.

"Apa anda tau mengenai kekerasan yang dialami pasien?" tanya Dokter.

"Kekerasan? maksud Dokter?" tanya Rafa.

"Jadi, setelah pemeriksaan, pasien mengalami kekerasan pada tubuhnya, banyak luka yang sepertinya sudah dilakukan sejak lama karena ada luka yang sudah tidak bisa di obati dan luka itu sudah membekas, sangat sulit untuk mengobatinya. Saya sudah bertanya pada pasien, tapi sepertinya pasien enggan untuk menjawabnya," ucap Dokter.

"Saya tidak tau mengenai kekerasan yang dialami calon istri saya Dok, apa keadaannya baik-baik saja?" tanya Rafa.

"Utnuk sekarang pasien sudah membaik, tapi yang saya takutkan jika nanti pasien mengalaminya kekerasan kembali, mungkin dia memang fisiknya kuat, taoi saya tidak yakin dengan mental dari pasien. Saat saya masuk dan mengobati pasien, pasien tampak takut, entah apa yang dia takutkan," ucap Dokter.

"Terimakasih Dok, saya akan berbicara dengannya setelah ini," ucap Rafa dan diangguki Dokter

Dokter pun pergi meninggalkan Rafa, lalu saat Rafa akan masuk ke ruangan tersebut tiba-tiba pintu terbuka diaman Kiara yang membuka pintu tersebut, "Mau kemana kamu?" tanya Rafa.

"A-aku mau pulang Kak, udah hampir malam," ucap Kiara.

"Gak bisa, kamu harus istirahat dulu," ucap Rafa.

"Kak, aku mohon," ucap Kiara.

Rafa yang melihat wajah memelas Kiara pun akhirnya luluh, "Sebentar, kita ambil obat dulu," ucap Rafa.

"Gak usah Kak, aku udah mendingan kok," ucap Kiara.

Rafa hanya diam dan mengambil obat yang sudah di resepkan Dokter. Setelah itu, Rafa pun membawa Kiara masuk ke dalam mobil dan ia mengendarai mobilnya ke rumah Kiara.

Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di rumah tersebut dimana sudah ada Ibu Ajeng yang berdiri di halaman rumah tersebut. Rafa keluar dari mobil dan membantu Kiara, lalu ia pun menuntun Kiara untuk berjalan sampai di hadapan Ibu Ajeng.

"Kiara kenapa nak Rafa?" tanya Ibu Ajeng.

"Kayaknya ada yang mukul Kiara, Bu," ucap Rafa.

Rafa memang tidak tau apa-apa pasalnya keluarganya tidak pernah memberitahu masalah yang dihadapi Kiara dengan keluarganya sehingga Rafa berpikir jika Kiara baik-baik saja dengan keluarganya. Rafa bukan tipe orang yang mencampuri urusan orang sehingga ia tidak tau banyak mengenai masalah yang dihadapi oleh orang lain termasuk Kiara, perempuan yang batu saja ia temui beberapa hari yang lalu, jangankan Kiara, Rafa pun tidak tau semua masalah yang dihadapi keluarganya.

"Astaga anak Ibu, makasih ya Rafa," ucap Ibu Ajeng.

"Iya, Bu. Kalau gitu, saya pamit dulu," ucap Rafa lalu menyalami Ibu Ajeng dan pergi dari rumah tersebut

Tanpa Rafa tau, Ibu Ajeng sudah mencengkram kuat tangan Kiara hingga kuku panjang Ibu Ajeng menancap pada kulit Kiara. Ibu Ajeng segera menarik rambut Kiara dan masuk ke dalam rumah, saat masuk ke dalam rumah Ibu Ajeng dengan tega mencekiki leher Kiara.

"Apa kau mengaduh hah iya!" bentak Ibu Ajeng.

"Ga-gak Bu, Kiara gak bilang apa-apa," ucap Kiara.

Ibu Ajeng melihat obat yang ada di tangan Kiara pun langsung merampas obat itu dan menginjaknya hingga hancur, "Siapa rusuh kau mengobati lukamu hah!" bentak Ibu Ajeng.

"Ma-maaf, Bu," ucap Kiara.

"Maaf, kau bilang! Sini ikut Ibu," ucap Ibu Ajeng dan membawa Kiara ke kamar mandi.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Rumini Rumi

Rumini Rumi

semangat Thor up nya , di tunggu bab selanjutnya 👍

2025-02-05

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

yah ternyata si Rafa bukan orang yang peka, walo dia mengantar si Kiara pulang tapi dia ga mau cari lebih lanjut siapa yang sudah melakukan kdrt sama calon istrinya,,

2025-02-24

0

Giandra

Giandra

moga aja Rafa balik lagi bagusnya duo iblis itu di sekap g usah dikasih makan siksa sampai untuk hidup pun segan

2025-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 Kiara
2 Dipecat
3 Bertamu
4 Rencana Rachel
5 Tidur Bersama
6 Dasar Bodoh!
7 200 Juta
8 Kekerasan?
9 Gak Tau Diri!
10 Pernikahan
11 Rafa Marah?
12 Kakak Ipar
13 Belanja
14 Yolanda
15 Maaf Untuk Apa?
16 Aku Kerja Apa?
17 Menjenguk
18 Siapa Yang Gak Setuju?
19 Mama Kenapa?
20 Kemarahan Rafa
21 Tidur
22 Tidak Tenang
23 Beli Baju?
24 Kalian Memang Jahat!
25 Kurang Ajar!
26 Bagaimana Keadaanmu?
27 Orangtua Terburuk
28 Tangisan Kiara
29 Mama Bahagia Banget
30 Istriku Sakit
31 Mual
32 Gak Penting
33 Bantuan Rafa
34 Siapa Yang Menyesal?
35 Dadah Om Ganteng
36 Mimpi!
37 Beruntung
38 Kamu Itu Ganteng
39 Tidak Sadarkan Diri
40 Siluman Ular?
41 Istri?
42 Balas
43 Duduknya Nyaman?
44 Kamu Bangunnya Lama
45 Bercerita
46 Wajar
47 Sup Kentang?
48 Kamu Mau Nikah?
49 Dasar Bocil
50 Anak Durhaka!
51 Saya Menantunya
52 Kabar Baik?
53 Kiara Hamil?
54 Ganteng Atau Jelek?
55 Kejutan?
56 Siapa Perempuan Ini?
57 Gak Penting?
58 Suka Sama Aku?
59 Siapa Dia?
60 Kurang Romantis!
61 Kevin Kaya
62 Kamu Gak Menyesal?
63 Sesuai Perintah
64 Jangan Pernah Kamu Memakainya
65 Cantikan Istri Saya
66 I Love You
67 Kenapa Senyum-senyum?
68 Hadiah Dari Papa
69 Aku Akan Mulai
70 Kamu Itu Cantik Sayang
71 Putus?
72 Sabrina
73 Besok Kita Lanjutin
74 Tanah Longsor!
75 Bercandanya Gak Lucu
76 Kepikiran
77 Aku Ini Nenekmu
78 Reuni
79 Setan?
80 Mau Gue Bantu?
81 Makasih Pujiannya
82 Bekal
83 Keluh Kesah Rachel
84 Mampus
85 Kamu Tenang Ya
86 Kesiangan
87 Assalamualaikum Gus Faiz
88 Harus Waspada
89 Caranya?
90 Hamil
91 Mas Rafa
92 Makasih Kiara
93 Cantik Banget Kiara
94 Menjalankan Aksinya
95 Mana Gue tau
96 Dalang Dibalik Semuanya
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Kiara
2
Dipecat
3
Bertamu
4
Rencana Rachel
5
Tidur Bersama
6
Dasar Bodoh!
7
200 Juta
8
Kekerasan?
9
Gak Tau Diri!
10
Pernikahan
11
Rafa Marah?
12
Kakak Ipar
13
Belanja
14
Yolanda
15
Maaf Untuk Apa?
16
Aku Kerja Apa?
17
Menjenguk
18
Siapa Yang Gak Setuju?
19
Mama Kenapa?
20
Kemarahan Rafa
21
Tidur
22
Tidak Tenang
23
Beli Baju?
24
Kalian Memang Jahat!
25
Kurang Ajar!
26
Bagaimana Keadaanmu?
27
Orangtua Terburuk
28
Tangisan Kiara
29
Mama Bahagia Banget
30
Istriku Sakit
31
Mual
32
Gak Penting
33
Bantuan Rafa
34
Siapa Yang Menyesal?
35
Dadah Om Ganteng
36
Mimpi!
37
Beruntung
38
Kamu Itu Ganteng
39
Tidak Sadarkan Diri
40
Siluman Ular?
41
Istri?
42
Balas
43
Duduknya Nyaman?
44
Kamu Bangunnya Lama
45
Bercerita
46
Wajar
47
Sup Kentang?
48
Kamu Mau Nikah?
49
Dasar Bocil
50
Anak Durhaka!
51
Saya Menantunya
52
Kabar Baik?
53
Kiara Hamil?
54
Ganteng Atau Jelek?
55
Kejutan?
56
Siapa Perempuan Ini?
57
Gak Penting?
58
Suka Sama Aku?
59
Siapa Dia?
60
Kurang Romantis!
61
Kevin Kaya
62
Kamu Gak Menyesal?
63
Sesuai Perintah
64
Jangan Pernah Kamu Memakainya
65
Cantikan Istri Saya
66
I Love You
67
Kenapa Senyum-senyum?
68
Hadiah Dari Papa
69
Aku Akan Mulai
70
Kamu Itu Cantik Sayang
71
Putus?
72
Sabrina
73
Besok Kita Lanjutin
74
Tanah Longsor!
75
Bercandanya Gak Lucu
76
Kepikiran
77
Aku Ini Nenekmu
78
Reuni
79
Setan?
80
Mau Gue Bantu?
81
Makasih Pujiannya
82
Bekal
83
Keluh Kesah Rachel
84
Mampus
85
Kamu Tenang Ya
86
Kesiangan
87
Assalamualaikum Gus Faiz
88
Harus Waspada
89
Caranya?
90
Hamil
91
Mas Rafa
92
Makasih Kiara
93
Cantik Banget Kiara
94
Menjalankan Aksinya
95
Mana Gue tau
96
Dalang Dibalik Semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!