Rania Kerumah Arman 4

Rania membulatkan matanya karena melihat istri Arman itu seperti membelanya walau dengan menghinanya. Dibalik amarahnya dia masih bersimpati kepada nya bahkan membelanys dari Arman.

"Maaf". Arman menundukkan kepalanya karena menyesal atas apa yang dia lakukan dan dia sangat khawatir atas perkataan Aurora barusan.

" Sekarang kita duduk dan bicarakan yang tenang agar dapat pemecahan yang bagus, dan kau Rania harusnya dirimu mengerti jika lelaki dihadapanmu itu adalah pria beristri sekarang, tidak kah kau berpikir rasional untuk tidak mengganggu lelaki itu??, kau sendiri yang bilang bukan jika kamu lebih cantik, lebih berpendidikan dan lebih segalanya dari ku kan, carilah lelaki yang lebih baik dari Arman, setidaknya lelaki yang tidak pernah menyentuh perempuan". Nasehat Aurora menatap tajam Rania yang membeku mendapatkan tatapan seperti itu.

Dia menelisik penampilan Aurora tanpa cadar dan pakaian longgar itu. Kini dia sadar jika perempuan dihadapannya sangat cantik, putih dan tinggi. Ditambah dengan sikapnya anggun tapi tertutup oleh cadarnya.

Dia menunduk seakan tertampar dengan bangganya tadi dia menghina fisik istri Arman itu tanpa tahu jika dia bahkan lebih cantik dan sempurna dibanding dirinya.

"Tapi dia lelaki yang kucintai". Cicitnya dengan pelan.

Aurora menghela nafas mendengar penuturan perempuan dihadapannya itu. Bisa-bisanya dia membahas tentang cinta disaat seperti ini.

" Dengar Rania, kamu itu sudah dewasa dan tahu yang mana benar dan salah. Lelaki yang kau cintai itu adalah seorang suami dan ayah dari 2 anak kembar. Berpikirlah jika seandainya ada perempuan datang kerumahmu seperti yang kau lakukan menurutmu, tindakan apa yang perlu aku lakukan??

Rania menatap Aurora dengan dalam, perempuan dihadapannya ini sangat tenang, tapi sangat garang jika ada yang kurang ajar pada orangtua bahkan Arman yang notabennya suaminya juga mendapatkan hadiah tamparan.

"Sudahlah Rania, cari saja orang lain karena sampai mati pun saya tidak akan pernah merestui kamu dengan anak saya, saya hanya punya satu menantu dan itu Aurora bukan kamu". Kini ayah Arman mengeluarkan suaranya karena dia sudah capek melihat pertengkaran tidak jelas itu.

"Tapi aku mencintai anak kalian, dan dialah lelaki yang pertama menyentuh ku, aku tidak bisa membiarkan hal begitu saja dan membuatnya lepas dari tanggung jawab nya seenaknya". Kekehnya tanpa peduli apapun.

" Jadi bagaimana keinginanmu sekarang??

"Aku mau dia menikahi aku, aku tak perduli menjadi yang kedua".

Aurora menatap Arman kini, tatapan mereka bertemu, dia sangat tahu jika istrinya itu sangat marah dan terluka.

" Apa benar, kakaklah yang melakukan dengannya pertama kali?? Tanya nya dengan menuntut kejujuran.

Arman menganggukkan kepalanya, dia bisa melihat jika mata istrinya berkaca-kaca begitu dia mengangguk.

"Dek". Rengek Arman

Aurora mengangguk dengan terluka, matanya kini berkaca-kaca siap menumpahkan tangis, hatinya sangat sakit dan terluka.

" Nak". Bu Marwah ingin mendekati sang menantu yang berkaca-kaca.

"Kakak sudah memastikan jika ada bercak darah saat kalian melakukannya?? ". Tanyanya dengan bibir bergetar hebat.

" Maaf". Ucap Arman menunduk membenarkan perkataan istrinya itu.

"Baiklah, bertanggungjawab lah jika memang seperti itu, aku tidak akan menghalangi tapi tolong ceraikan aku setelah masa nifas ku selesai". Ucap Aurora bangkit kemudian berjalan memasuki kamar anak-anak nya.

Arman dan kedua orangtuanya mematung mendengar perkataan sang istri dan menantu mereka itu.

Sebelum Aurora sampai di tangga dia berbalik dan melihat mereka semua kini memandangnya.

"Aku tidak suka dan tidak mau bersentuhan dengan laki-laki yang murah dan bisa memberikan tubuhnya kepada orang lain karena aku tak pernah melakukan dan disentuh orang lain selain suamiku". Ucapnya dengan dingin dan tatapan tajam.

Kemudian berbalik meninggalkan mereka semua yang diam tak berkutik.

"Ayah dan bunda jangan membela apalagi ikut campur karena anak kalianlah yang bersalah".

Kata-kata yang dikeluarkan Oleh Aurora itu menembus jantung Arman dan juga kedua orangtuanya. Sedangkan Rania merasa tersinggung karena dia juga melakukannya.

" Bagaimana ini bunda, aku tidak mungkin menceraikan Aurora, anak kami baru lahir dan masih membutuhkan kedua orangtuanya!! ". Panik Arman begitu sadar dengan keterkejutan nya.

" Bunda akan berusaha membujuk Aurora nak, sekarang kita biarkan dia tenang dulu".

"Pergilah Rania, aku tak akan menikahi kamu, aku sudah menikah dan tidak mungkin meninggalkan istriku!! ". Hardik Arman dengan keras menarik kasar Rania untuk keluar dari rumahnya.

" Lepasin Arman, apa-apa an kamu!! ". Rania berusaha melepaskan cengkraman dan tarikan Arman pada tangannya.

" Keluar sekarang juga, aku tidak mau bertemu denganmu, kau sudah meninggalkan aku dan aku tiadak akan mungkin kembali pada orang seperti mu!! ". Arman menghempaskan tangan Rania dengan kasar begitu mereka sampai di pintu ruang tamu.

" Kau harus menikahi aku Arman, kau yang pertama kali menyentuhku dan tidak ada yang bisa menyangkal itu. Aku tidak perduli dengan kondisi istrimu itu". Teriaknya sambil menampar pipi Arman dengan keras.

"Ya itu memang benar, tapi kau sendiri yang meninggalkan aku, bukan aku yang menyuruhmu pergi dan sekarang kau kembali tidak mungkin kau tidak berhubungan dengan lelaki lain selain diriku!! ". Murkanya, dia tidak terima dirinya ditampar.

Dia yang dicampakkan dan ditinggal kan, tapi perempuan ini merasa paling tersakiti. Apalagi dia pasti berhubungan dengan banyak lelaki selain dirinya.

" Tapi aku mencintai kamu Arman, aku hanya pergi sementara untuk mengembangkan karier ku dan juga sekolahku, kamu saja yang tak mau bersabar dan menungguku". Tangis Rania pecah seketika.

Dia mengumpulkan sumpah serapahnya dalam hati karena tidak berhasil meyakinkan Arman untuk kembali kepadanya padahal dia sangat membutuhkan uang sampai merendahkan harga dirinya.

"Pergilah Rania, maaf aku tidak bisa meninggalkan istri dan juga anakku. Aku sudah melepaskan dan mengikhlaskan mu saat kamu meninggalkanku lebih dulu". Arman mendorong Rania keluar dari rumahnya dan menutup pintunya.

"Arman, Arman, buka pintunya, kamu harus menikahi aku seperti janjimu saat kau mengambil keperawananku, aku tidak terima kau perlakukan aku seperti ini". Teriaknya menggedor-gedor pintu rumah Arman dengan brutal sampai tenaganya terkuras.

" Maafkan aku Rania, aku memang mencintai kamu tapi aku tidak mungkin meninggalkan anak dan istriku, apalagi dia baru melahirkan". Monolognya memegang dadanya yang terasa sesak.

"Aku akan membalasmu Arman, aku tidak terima kamu perlakukan aku seperti ini". Dia sangat tidak menyangka jika semua ini akan berakhir seperti ini.

Arman masuk kedalam rumah dengan gontai seakan tubuhnya tidak memiliki tenaga, dia tidak tahu bagaimana caranya untuk menyakinkan sang istri yang kini sangat marah padanya.

"Bagaimana caraku untuk membuat Aurora kembali bersamaku sedangkan dia bahkan tak mau dekat apalagi bersentuhan denganku seperti katanya tadi". Ucapnya pada dirinya sendiri

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

sukurin 😡

2025-02-13

0

lihat semua
Episodes
1 perkenalan cerita
2 Pernikahan Dingin
3 Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4 Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5 Perubahan Baru Arman
6 Keluarga Aurora Berkunjung
7 Orangtua yang tega
8 Aktivitas keagamaan Istriku
9 Hamil
10 Istri Hebat
11 Protective Keluarga
12 Melahirkan Caesar
13 Rania Kembali
14 Pulang Kerumah
15 Rania Datang Kerumah Arman 1
16 Rania kerumah Arman 2
17 Rania ke rumah Arman 3
18 Rania Kerumah Arman 4
19 Cuma 2 Pilihan
20 Menipu Aurora
21 Berubah
22 Aksi Aurora
23 Pergi dari Rumah
24 Persidangan
25 Melaporkan Arman dan Rania
26 Dijemput Polisi
27 Terungkapnya sifat Asli Rania
28 Akhirnya Bercerai
29 Jalan Hidup Ke Kairo
30 Berangkat Kekairo
31 Kehidupan Baru Kairo
32 Lelaki Aneh
33 Dua Perempuan Senasib
34 Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35 Berkunjung Kekairo
36 Pertengkaran Bisma dan Arman
37 Ketegasan Aurora
38 Niat Terselubung Arman
39 Gara-gara Warisan
40 Kemarahan Aurora
41 Penghinaan Orangtua Bisma
42 Hampir Dipecat
43 Pulang dengan Tangan Kosong
44 Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45 Jodoh Untuk Aurora 1
46 Bertemu Ayah kembali
47 kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48 Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49 Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50 Kedatangan Bisma
51 Bisma Kalah
52 Ketegasan Aurora
53 Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54 Keributan Di hari Pernikahan
55 Mantan Mertua
56 akhir
Episodes

Updated 56 Episodes

1
perkenalan cerita
2
Pernikahan Dingin
3
Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4
Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5
Perubahan Baru Arman
6
Keluarga Aurora Berkunjung
7
Orangtua yang tega
8
Aktivitas keagamaan Istriku
9
Hamil
10
Istri Hebat
11
Protective Keluarga
12
Melahirkan Caesar
13
Rania Kembali
14
Pulang Kerumah
15
Rania Datang Kerumah Arman 1
16
Rania kerumah Arman 2
17
Rania ke rumah Arman 3
18
Rania Kerumah Arman 4
19
Cuma 2 Pilihan
20
Menipu Aurora
21
Berubah
22
Aksi Aurora
23
Pergi dari Rumah
24
Persidangan
25
Melaporkan Arman dan Rania
26
Dijemput Polisi
27
Terungkapnya sifat Asli Rania
28
Akhirnya Bercerai
29
Jalan Hidup Ke Kairo
30
Berangkat Kekairo
31
Kehidupan Baru Kairo
32
Lelaki Aneh
33
Dua Perempuan Senasib
34
Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35
Berkunjung Kekairo
36
Pertengkaran Bisma dan Arman
37
Ketegasan Aurora
38
Niat Terselubung Arman
39
Gara-gara Warisan
40
Kemarahan Aurora
41
Penghinaan Orangtua Bisma
42
Hampir Dipecat
43
Pulang dengan Tangan Kosong
44
Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45
Jodoh Untuk Aurora 1
46
Bertemu Ayah kembali
47
kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48
Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49
Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50
Kedatangan Bisma
51
Bisma Kalah
52
Ketegasan Aurora
53
Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54
Keributan Di hari Pernikahan
55
Mantan Mertua
56
akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!