Rania kerumah Arman 2

Melihat tingkah dan gerak-gerik Rania, Aurora tahu jika gadis itu sangat cemas dan khawatir, dia sedikit lega karena sudah memprediksi jika gadis ini tidak pernah disukai oleh kedua mertuanya itulah sebabnya Arman dinikahkan dengan orang lain.

"Tut.. Tut.. Tut.. Hallo Asslamu alaikum nak??

" Waalaikumsalam bunda, apakah bunda sedang sibuk?? ". Tanyanya dengan sopan.

" Tidak juga nak, kamu kenapa??, butuh bantuan??, atau butuh sesuatu?? ". Tanyanya dengan beruntun dan khawatir.

Aurora tersenyum dan tertawa kecil mendapatkan pertanyaan beruntun dari mertuanya itu.

" Maaf yah bunda, bisakah bunda kerumah, aku sedang butuh bantuan, kalau bisa ajak ayah juga sekalian yah!! ". Ucapnya dengan lembut.

" Ya sudah nak, bunda kesana sekarang yah, kebetulan bunda sama ayah sudah selesai meeting-nya jadi sudah tidak ada jadwal lagi". Ucap Bunda Arman itu menenangkan sang menantu.

"Terima kasih bunda, maaf jika Aurora merepotkan bunda". Ucapnya dengan tulus.

Aurora tidak tahu sejak tadi percakapannya didengar dan diperhatikan oleh Rania, Rania mengepalkan tangannya karena bunda Arman itu terdengar sangat menyayangi Istri Arman itu, sedangkan padanya dulu jangankan disambut baik tapi hanya tatapan sinis dan tidak bersahabat yang dia terima.

"Ya udah yah bunda, aku tutup telponnya dulu, aku tunggu kedatangan bunda dan ayah karena sekalian ada yang mau aku bahas juga". Ucapnya dengan sayang".

" Iya nak, tunggu bunda dan ayah yah nak. Assalamualaikum". Ucap bunda Arman menutup telponnya.

"Waalaikum salam". Ucap Aurora

Dia tidak diam tapi langsung menelpon Arman untuk pulang dan berdiskusi masalah Yang ada dihadapannya.

" Tut. Tut.. Assalamualaikum dek, kenapa?? Tanya Arman dari seberang telpon.

"Waalaikum salam, maaf kak, apakah kakak sibuk??

" Tidak juga dek, aku baru selesai dengan kerjaan dan akan makan siang, kenapa memang??

"Kakak bisa izin pulang dulu?? Ada yang akan aku bahas dan butuhkan dari kakak, boleh?? ". Tanyanya dengan lembut.

" Penting banget yah dek, sampai kakak disuruh pulang kerumah??

"Iya kak karena ada bunda dan ayah juga kok, dan kita ada tamu penting juga, jadi boleh yah??

" Baiklah dek, kebetulan kakak juga tidak punya pekerjaan setelah ini jadi bisa memenuhi keinginanmu itu". Ucap Arman lagi

"Terima kasih kakak, aku tunggu yah dirumah, kakak hati-hati berkendara, Assalamualaikum". Aurora menutup telponnya dan kini berhadapan dengan Rania yang sejak tadi menatapnya dengan intens.

" Baiklah mbak, kita tunggu mereka karena mereka akan kesini sebentar lagi". Aurora kembali duduk dan memainkan handphone nya dan mengambil leptopnya untuk mengerjakan pekerjaannya yang akan dia serahkan kepada guru pengganti selama dirinya tidak bekerja.

"Dilihat-lihat kau ternyata orang bekerja yah?? ". Tanya Rania meremehkan.

" Yah, alhamdulillah, saya sedang mengambil masa cuti karena saya baru saja melahirkan jadi saya libur". Ucap Aurora memandang Rania sekilas kemudian kembali mengetik pada leptopnya.

"Boleh juga selera bunda Arman, tapi penampilan kamu itu sungguh memuakkan!! ". Ucap Rania merendahkan Aurora karena penampilannya.

Aurora tersenyum kecil mendapatkan ejekan itu, baginya sudah biasa.

" Penampilan seperti apa yang mbak maksud??, saya adalah seorang muslimah dan begini lah pakaian yang seharusnya muslimah pakai berdasarkan hadis dan alquran, kalaupun dia memakai pakaian biasa, itupun dia harus memakai kerudung sedada bahkan sepinggang dengan pakaian longgar. Barulah dikatakan jika dia seorang muslimah".

"Tapi pakaianmu seperti ninja dan pencuri yang mengendap-endap untuk maling". Ejeknya lagi dengan nada merendahkan

" Hahahaha, mbak ini lucu sekali, itu artinya mba bahkan tak pernah membaca Alquran dan hadits yah, bisa jadi mbak juga tidak tahu tentang hukum pernikahan dalam agama dan negara sampai bertindak sejauh ini". Aurora menggelengkan kepalanya masih tertawa kecil.

"Apa maksudmu berkata padaku seperti itu, ha!! ". Hardiknya dengan keras.

" Dengar mba, lelaki yang disarankan poligami itu adalah lelaki mampu dari segala sisi dan Kak Arman itu tidak memenuhinya, lagian mbak saya tidak memiliki kekurangan yang menjadikan suami saya bisa seenaknya menikah lagi. Lelaki yang bisa poligami sangat banyak syaratnya, jadi dia tidak sembarangan bisa menikah, dan itu disahkan dan dilindungi oleh negara". Ucapnya lagi dengan tenang menatap langsung mata Rania dibalik cadarnya.

"Hahaha, memang apa bagusnya kau itu, kau bahkan tidak lebih cantik dariku dan tidak lebih seksi dan memuaskan dariku". Ejeknya lagi dengan nada sarkas.

" Maaf yah mba, jika masalah itu mba bisa tanya kak Arman masalah service, lagian mba tidak pernah melihatku bukan begitu juga dengan badan saya kan??

Aurora menggelengkan kepalanya merasa lucu pada perempuan yang ada dihadapannya, bisa-bisanya mengatakan seperti itu padahal tidak pernah melihatnya.

"Lagian yah mba, saya bukan seperti mba yang sepeti ikan di pasar bisa ditawar dan dipilih sesuka hati karena penampilannya yang menarik, saya menjaga diri saya dari ujung kaki sampai kepala hanya untuk yang halal dan disatukan dalam ikatan suci pernikahan, seorang perempuan bermartabat itu akan menjaga kesuciannya dan dirinya karena itulah harga mati dan harga diri seorang perempuan, sekarang berkaca lah mbak, apakah mba sudah menjaganya??

Mendengar perkataan Aurora, dia sangat tersinggung, apalagi dia disamakan dengan ikan di pasar.

"Tentu saja, saya wanita berkelas dengan pendidikan tinggi dan pekerjaan serta gaji yang bagus, memang itukan dibutuhkan oleh lelaki??

" Ya itu benar jika lelakinya hanya lelaki yang tak punya iman dan lelaki sampah yang sangat menyukainya ".

"Kau". Tunjuknya dengan murka.

" Jika perempuan suka memberikan tubuhnya kepada para lelaki dengan gratis bukankah dia lebih hina dari PSK yang menjajahkan tubuhnya tapi dia di bayar dengan mahal??

"Apa maksudmu mengatai aku seperti itu sialan, jika aku hina maka suamimu lebih hina karena dia melakukan hal menjijikkan bersamaku!! ". Murkanya dengan menggebrak meja.

" Mbak, mbak, lelaki itu seperti kucing yang siap memakan ikan, lagian mba menyodorkan diri tentu sajalah dimakan". Aurora menggelengkan kepalanya dengan senyum walau dibalik cadarnya.

"Assalamualaikum, apa-apa an ini??". Murka bunda Arman begitu melihat Rania berdiri di hadapan sang menantu dengan berteriak dengan lantang sampai suaranya terdengar sampai di pintu rumah.

Dia masuk dengan tergesa-gesa karena mendengar teriakan itu, dia sangat takut terjadi sesuatu pada menantunya, tidak jauh berbeda dengan Arman dan ayahnya.

Mereka bertiga bertemu didepan rumah karena bersamaan sampai di halaman.

"Rania??, apa yang kau lakukan dirumahku?? ". Ucap Arman terbata-bata.

" Sayang istrimu itu kurang ajar padaku!! ". Aduhnya dengan sok manja.

Arman mendorong Rania dan menghindari pelukannya, dia kikuk karena melihat kilatan amarah dari ketiga orang dihadapannya itu.

" Astaga, bagaimana ini, mampus aku jika seperti ini, sialan Rania malah datang kesini". Umpatnya dalam hati

Dia sangat khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya,

Episodes
1 perkenalan cerita
2 Pernikahan Dingin
3 Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4 Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5 Perubahan Baru Arman
6 Keluarga Aurora Berkunjung
7 Orangtua yang tega
8 Aktivitas keagamaan Istriku
9 Hamil
10 Istri Hebat
11 Protective Keluarga
12 Melahirkan Caesar
13 Rania Kembali
14 Pulang Kerumah
15 Rania Datang Kerumah Arman 1
16 Rania kerumah Arman 2
17 Rania ke rumah Arman 3
18 Rania Kerumah Arman 4
19 Cuma 2 Pilihan
20 Menipu Aurora
21 Berubah
22 Aksi Aurora
23 Pergi dari Rumah
24 Persidangan
25 Melaporkan Arman dan Rania
26 Dijemput Polisi
27 Terungkapnya sifat Asli Rania
28 Akhirnya Bercerai
29 Jalan Hidup Ke Kairo
30 Berangkat Kekairo
31 Kehidupan Baru Kairo
32 Lelaki Aneh
33 Dua Perempuan Senasib
34 Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35 Berkunjung Kekairo
36 Pertengkaran Bisma dan Arman
37 Ketegasan Aurora
38 Niat Terselubung Arman
39 Gara-gara Warisan
40 Kemarahan Aurora
41 Penghinaan Orangtua Bisma
42 Hampir Dipecat
43 Pulang dengan Tangan Kosong
44 Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45 Jodoh Untuk Aurora 1
46 Bertemu Ayah kembali
47 kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48 Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49 Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50 Kedatangan Bisma
51 Bisma Kalah
52 Ketegasan Aurora
53 Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54 Keributan Di hari Pernikahan
55 Mantan Mertua
56 akhir
Episodes

Updated 56 Episodes

1
perkenalan cerita
2
Pernikahan Dingin
3
Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4
Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5
Perubahan Baru Arman
6
Keluarga Aurora Berkunjung
7
Orangtua yang tega
8
Aktivitas keagamaan Istriku
9
Hamil
10
Istri Hebat
11
Protective Keluarga
12
Melahirkan Caesar
13
Rania Kembali
14
Pulang Kerumah
15
Rania Datang Kerumah Arman 1
16
Rania kerumah Arman 2
17
Rania ke rumah Arman 3
18
Rania Kerumah Arman 4
19
Cuma 2 Pilihan
20
Menipu Aurora
21
Berubah
22
Aksi Aurora
23
Pergi dari Rumah
24
Persidangan
25
Melaporkan Arman dan Rania
26
Dijemput Polisi
27
Terungkapnya sifat Asli Rania
28
Akhirnya Bercerai
29
Jalan Hidup Ke Kairo
30
Berangkat Kekairo
31
Kehidupan Baru Kairo
32
Lelaki Aneh
33
Dua Perempuan Senasib
34
Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35
Berkunjung Kekairo
36
Pertengkaran Bisma dan Arman
37
Ketegasan Aurora
38
Niat Terselubung Arman
39
Gara-gara Warisan
40
Kemarahan Aurora
41
Penghinaan Orangtua Bisma
42
Hampir Dipecat
43
Pulang dengan Tangan Kosong
44
Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45
Jodoh Untuk Aurora 1
46
Bertemu Ayah kembali
47
kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48
Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49
Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50
Kedatangan Bisma
51
Bisma Kalah
52
Ketegasan Aurora
53
Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54
Keributan Di hari Pernikahan
55
Mantan Mertua
56
akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!