Berpamitan Dari Rumah Tahfidz

Selain mengajar disekolah aku juga mengajar Tahfidz di mesjid dekat rumahku saat sore hari tapi kelihatannya aku tidak akan mengambilnya lagi karena sekarang aku sudah menikah dan aku akan dirumah saat suamiku pulang. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik walau kami belum mencintai satu sama lain.

Setelah pulang dari mengajar aku menemui pengurus tahfidz karena sudah janjian diawal. Aku langsung menuju rumahnya yang terletak tidak jauh dari mesjid tersebut.

"Assalamu'alaikum". Ucapku saat tiba dirumah beliau

"Waalaikumsalam, Ustazah Aurora, Silahkan masuk dulu!!". Ucap Ummu Habibah pemilik yayasan Tahfidz tempatku mengajar.

"Terima kasih Ummu". Aku masuk dengan sungkan

"Bagaimana kabarnya pengantin baru??, Kalian sudah pisah rumah dari orangtua??". Memandang ku dengan senyuman lembut.

"Alhamdulillah kami berdua sehat Ummu. Kami sudah tinggal dirumah sendiri berdua Ummu". Terangku dengan senyuman

"Alhamdulillah Ustazah.. Maaf Ustazah ada keperluan apa datang kemari kan kita akan bertemu nanti di mesjid seperti biasanya??". Tanyanya dengan penasaran.

"Begini Ummu aku ingin mengundurkan diri dari rumah tahfiz umm, karena waktunya itu bertepatan dengan pulangnya suamiku. Aku khawatir jika suamiku pulang aku tidak ada dirumah. Aku sudah bersyukur karena dia tidak membatasi ku beraktivitas hanya saja dia mengingatkan untuk tidak melupakan kewajibanku sebagai istri karena sekarang aku sudah menikah dan memang harus mengurangi kegiatan diluar". Ucapku menceritakan permasalahan yang terjadi.

"Suami Ustazah orang Awwam ya..?? Tanya Ummu Habibah lagi

Aku mengangguk membenarkan..

"Ya sudah tidak apa-apa Ustazah aku mengerti keputusan yang Ustazah ambil. Memang benar sebaik-baiknya perempuan yang betah dirumahnya dan memberikan pelayanan yang baik untuk suaminya dalam mencari Ridho Allah. Terima kasih atas dedikasinya selama ini untuk rumah Tahfidz kami. Tunggu sebentar!!"... Ummu masuk kedalam rumah.

Sambil menunggu aku mengirim pesan di aplikasi hijau kepada suamiku untuk bertanya apakah ada yang dia ingin makan dan jam berapa dia pulang. Karena kami masih baru dan tahap belajar untuk mengenal satu sama lain apalagi suamiku ini adalah orang Awwam bukan dari organisasi agama atau hal lain. Jadi kami betul-betul belajar memahami satu sama lain.

"Ini Silahkan diambil Ustazah gaji Ustazah bulan ini!!, aku memberikannya full sebagai ucapan terimakasih kami kepada ustazah selama 3 Tahun ini. Tolong diterima!!".. Ummu Habibah menyerahkan amplop tebal padahal aku baru mengajar sepekan

"Syukran Ummu, Maafkan saya jika saya ada banyak salah kepada Ummu dan Ustazah lainnya, Tolong sampaikan maafku kepada seluruh santri dan Tolong sampaikan rasa terima kasihku kepada mereka semua karena menerimaku dengan baik selama ini". Ucapku dengan mata berkaca-kaca.

Sungguh aku akan merindukan moment itu dengan mereka.

"Iya ustazah, insya allah disampaikan sebentar". Ucapnya mengangguk bersedia menyampaikan pesanku.

"Kalau begitu, saya pamit dulu Ummu, terima kasih sebelumnya. Assalamualaikum". Ucapku meninggalkan beliau

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh".

Akupun menjalankan motorku kembali kerumah. Aku sungguh beruntung rumah ini dilengkapi dengan seluruh perabotan rumah tangga. Katanya rumah ini adalah hadiah dari orangtuanya lengkap dengan semua yang ada didalamnya semuanya baru bahkan saat kami datang kesini barang-barang ini masih dibungkus dengan plastiknya. Jadilah kami berbenah terlebih dahulu saat baru menikah..

Setelah sampai aku membuka pesan suamiku yang mengatakan bahwa dia akan pulang lembur mungkin sekitar jam 7 baru pulang karena pekerjaannya menumpuk seusai cuti seminggu karena pernikahan. Dia juga mengatakan ingin makan ayam Rica-Rica. Aku pun mengecek kulkas apakah bahan ada atau tidak karena kami belum belanja.. Jadi aku mengirim pesan kepada suamiku untuk izin pergi belanja.. Karena isi kulkas kosong.

Setelah semuanya selesai aku bergegas menuju kepasar yang memang khusus sore hari. Aku belanja pesanan untuk memenuhi isi kulkas ku selama sepekan. Suamiku sudah mengirim ku uang bulanan yang sangat cukup untuk keperluan sebulan. Aku tak tau berapa gajinya tapi bagiku uang yang dia berikan kepadaku untuk sebulan sangat lebih dari cukup. Jika lebih nanti aku akan menyimpannya..

Aku berharap ayahku tidak bertindak aneh-aneh apalagi sampai meminta uang kepada menantunya itu karena dia berpikir kalau suamiku dan keluarganya orang kaya. Saat aku tinggal bersama mereka saja hampir 3/4 gajiku diambil oleh mereka sekarang mereka tidak bisa lagi. Aku akan bicarakan ini kepada suamiku karena mereka sangat banyak mengambil uang panaik yang dibawah oleh keluarga suamiku sedangkan erang-erang yang di bawah aku bawah kesini beserta dengan perhiasan ku takut mereka akan menjualnya.

Aku bukan suudzon kepada keluargaku hanya saja, mereka selalu memperlakukanmu secara tidak adil apalagi semenjak aku memakai cadar. Ya tingkah mereka makin seenaknya. Bahkan aku harus kuliah dengan biaya ku sendiri.

Aku tidak ingin mereka memanfaatkan kekayaan mertuaku dan harta suamiku. Karena aku mendengar sendiri mereka mengatakan kalau mereka senang jika berbeda-beda dan memiliki menantu kaya karena bisa mereka manfaatkan untuk kepentingan pribadi mereka.

Aku tau ayah pasti mendapatkan uang tidak sedikit dengan menerima pinangan keluarga suamiku karena aku tau beliau dan istrinya itu akan memanfaatkan keadaaan sebaik mungkin apalagi didepan mata mereka ada tambang emas yang bisa mereka keruk..

"Astaghfirullah.. Semoga Allah selalu melindungi kami dari orang yang suka iri dan tamak". Doaku dalam hati.

Setelah selesai aku punya merapikan barang belanjaan ku agar lebih rapi. Aku baru tau kalau suamiku itu manusia rapi dan paling tidak suka kotor dan berantakan. Itulah sebisa mungkin aku membersihkan semuanya dan bisa membuatnya nyaman.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

nice 👍

2025-02-13

0

lihat semua
Episodes
1 perkenalan cerita
2 Pernikahan Dingin
3 Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4 Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5 Perubahan Baru Arman
6 Keluarga Aurora Berkunjung
7 Orangtua yang tega
8 Aktivitas keagamaan Istriku
9 Hamil
10 Istri Hebat
11 Protective Keluarga
12 Melahirkan Caesar
13 Rania Kembali
14 Pulang Kerumah
15 Rania Datang Kerumah Arman 1
16 Rania kerumah Arman 2
17 Rania ke rumah Arman 3
18 Rania Kerumah Arman 4
19 Cuma 2 Pilihan
20 Menipu Aurora
21 Berubah
22 Aksi Aurora
23 Pergi dari Rumah
24 Persidangan
25 Melaporkan Arman dan Rania
26 Dijemput Polisi
27 Terungkapnya sifat Asli Rania
28 Akhirnya Bercerai
29 Jalan Hidup Ke Kairo
30 Berangkat Kekairo
31 Kehidupan Baru Kairo
32 Lelaki Aneh
33 Dua Perempuan Senasib
34 Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35 Berkunjung Kekairo
36 Pertengkaran Bisma dan Arman
37 Ketegasan Aurora
38 Niat Terselubung Arman
39 Gara-gara Warisan
40 Kemarahan Aurora
41 Penghinaan Orangtua Bisma
42 Hampir Dipecat
43 Pulang dengan Tangan Kosong
44 Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45 Jodoh Untuk Aurora 1
46 Bertemu Ayah kembali
47 kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48 Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49 Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50 Kedatangan Bisma
51 Bisma Kalah
52 Ketegasan Aurora
53 Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54 Keributan Di hari Pernikahan
55 Mantan Mertua
56 akhir
Episodes

Updated 56 Episodes

1
perkenalan cerita
2
Pernikahan Dingin
3
Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4
Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5
Perubahan Baru Arman
6
Keluarga Aurora Berkunjung
7
Orangtua yang tega
8
Aktivitas keagamaan Istriku
9
Hamil
10
Istri Hebat
11
Protective Keluarga
12
Melahirkan Caesar
13
Rania Kembali
14
Pulang Kerumah
15
Rania Datang Kerumah Arman 1
16
Rania kerumah Arman 2
17
Rania ke rumah Arman 3
18
Rania Kerumah Arman 4
19
Cuma 2 Pilihan
20
Menipu Aurora
21
Berubah
22
Aksi Aurora
23
Pergi dari Rumah
24
Persidangan
25
Melaporkan Arman dan Rania
26
Dijemput Polisi
27
Terungkapnya sifat Asli Rania
28
Akhirnya Bercerai
29
Jalan Hidup Ke Kairo
30
Berangkat Kekairo
31
Kehidupan Baru Kairo
32
Lelaki Aneh
33
Dua Perempuan Senasib
34
Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35
Berkunjung Kekairo
36
Pertengkaran Bisma dan Arman
37
Ketegasan Aurora
38
Niat Terselubung Arman
39
Gara-gara Warisan
40
Kemarahan Aurora
41
Penghinaan Orangtua Bisma
42
Hampir Dipecat
43
Pulang dengan Tangan Kosong
44
Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45
Jodoh Untuk Aurora 1
46
Bertemu Ayah kembali
47
kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48
Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49
Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50
Kedatangan Bisma
51
Bisma Kalah
52
Ketegasan Aurora
53
Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54
Keributan Di hari Pernikahan
55
Mantan Mertua
56
akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!