Pernikahan Dingin

Setelah pernikahan dan kami tinggal seatap, kami seperti orang tak saling mengenal. Aku memahami karena kami memang dasarnya hanya bertemu saat dipelaminan itu. Pernikahan yang didasari perjodohan tidak selamanya indah seperti yang dialami teman-temanku. Saat aku mendengar cerita mereka tentang khitbah dan lainnya aku selalu berdoa pada Allah untuk diberikan Jodoh yang baik secara Agama dan akhlaknya.

Ternyata lelaki yang dinikahkan denganku adalah lelaki biasa tanpa pengetahuan agama yang cukup. Jangankan sholat berjamaah untuk sholat dirinya sendiri pun harus aku ingatkan walau hanya bentakan yang keluar dari mulutnya. Aku akan berusaha sabar karena inilah ujianku. Menikah dengan orang yang pemahaman agamanya standar pada umumnya.

Lelaki ini tak pernah sekalipun menunaikan kewajibannya sebagai suamiku kecuali masalah nafkah lahir karena dia lelaki yang mapan secara finansial. Masalah Nafkah bathin kami tidak pernah melakukannya karena kami baru beberapa hari menikah belum lagi kesibukan kami masing-masing diluar rumah. Aku bersyukur dia tidak membatasi aku dalam kegiatan selama kewajiban sebagai istri dirumah terpenuhi katanya.

Aku sangat ingat saat hari kami pertama kali serumah.. Tidak ada sapaan hangat apalagi bermesraan layaknya pengantin baru. Kami seolah dua manusia asing yang kebetulan tinggal satu atap.

"Kak bolehkah kita bicara sebentar??..

"Ya katakan apa yang kamu inginkan??". Arman berucap Dingin

"Boleh tidak, aku tetap bekerja dan mengurus kepengurusan organisasi seperti biasa serta Tarbiyah??

"Organisasi? Tanyaku dengan heran.

"Iya, kan kakak tau aku dari organisasi Wahdah islamiyah, aku juga mengajar di sekolah SD Wahdah serta mengikuti pengajian Rutin pekanan. Aku berbicara kepada kakak untuk meminta izin tetap melakukan rutinitas harianku sebelumnya, dan sambil mengurus rumah itupun jika kakak mengijinkan. Bagaimana boleh??..

"Ya terserah padamu saja, asal tidak melupakan kewajibanmu saja sebagai seorang istri mengurus ku dan rumah. Aku tidak suka dengan perempuan yang tidak pandai mengurus rumah dan menyenangkan suaminya. Dan itu yang kuinginkan saat menikah".

"Walau aku tidak pernah mencintai mu kamu adalah istriku, tanggungjawab ku. Aku menikahi kamu karena permintaan kedua orang tuaku. Karena mereka yang sangat menginginkan kamu jadi menantunya, maka dari itu Kita hanya perlu belajar untuk saling mengenal dan memahami dari sekarang".

"Iya kak Terima kasih atas pengertian nya, tolong akunya ditegur jika memang melakukan kesalahan dan melalaikan kewajibanku sebagai seorang istri. Aku akan belajar memahami kakak mulai dari sekarang. Mari sama-sama belajar dan menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kakak mau kan?? Harapku sambil menatapnya

"Mmm". Ucapnya dengan deheman

Hari-hari kujalani dengan semangat karena izin dari suamiku kak Arman. Sebenarnya dia lelaki yang baik hanya saja, mungkin cara orangtua yang kesannya sangat memaksa menikah inilah yang menjadi awal dia enggan bersamaku dan menyentuhku. Aku berusaha memahaminya. Aku akan berusaha membuat suamiku mencintai dan menyayangiku selayaknya pasangan suami istri sebenarnya.

Pagi ini setelah menunaikan sholat malam aku bertadarrus serta menambah hapalan alquran sambil menunggu sholat shubuh. Aku membangunkan suamiku ketika terdengar suara azan..

"Kak bangun yuk,.. Ini sudah azan sholat subuh. Kita berjamaah yuk!!". Anakku lagi

"Apasih berisik banget, sholat aja jika mau tidak usah membangunkanku dan mengganggu tidurku!!". Arman berteriak jengkel dibangunkan di subuh buta seperti ini.

"Tapi kak ini sudah adzan, sebagai muslim kita wajib menunaikan sholat apalagi kakak sudah punya istri untuk jadi imam sholat.

"Aku tidak mau, dengar ga sih, berisik!!". Jengkel ku membentaknya

"Baiklah.. Ucapku pasrah..

Aku sholat sendrian kemudian menunaikan zikir pagi setelah itu aku memasak dan membersihkan rumah serta menyiapkan pakaian kerja suamiku serta bekal kami berdua. Saat akan masuk kekamar aku melihat suamiku sudah siap bekerja.

"Kak sarapannya sudah aku sediakan begitupun dengan bekalnya. Jika kakak mau makan duluan silahkan. Aku akan mandi dan bersiap dulu!!". Ucapku memasuki kamar mandi.

"Iya aku akan sarapan saja dan langsung berangkat kamu naik motor aja sendiri, bisakan??

"Iya kak insya allah".. Aku menyalimi suamiku dengan takzim. Hati-hati kak jika berangkat

"Mmm". Aku hanya berdehem kemudian meninggalkannya.

Aku pun mandi dan bersiap untuk pergi mengajar sebelumnya aku sarapan pagi dan mencuci bekas makan kami dan mengambil bekal lalu berangkat kesekolah menggunakan motorku yang se hari-hari kugunakan

Hari ini hari pertamaku masuk mengajar setelah seminggu diberi cuti pernikahan oleh sekolah tempatku mengajar. Sekolah dimana aku juga menimba ilmu agama. Menjadi pengurus sekaligus tenaga pendidik.

Aku pertama kali masuk kesekolah ini sebagai guru pengganti karena aku belum menyelesaikan kuliahku jadilah menjadi guru sementara. Dan saat aku selesai dengan ujianku aku diangkat menjadi guru tetap sekolah. Aku menjadi guru pengganti Murobbiyahku sebelumnya karena beliauberpindah ke tanah kelahiran suaminya.

Setelah menikah aku bersyukur karena diberi izin untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasa hanya saja aku akan tau diri karena sekarang sudah menikah. Tidak melakukan aktivitas yang banyak diluar rumah kecuali izin darinya.

Sedangkan suamiku Dia bekerja di sebuah perusahaan swasta yang cukup terkenal yaitu Mandala Finance. Lelaki yang berperakawan tampan dan tinggi itu adalah anak tunggal orangtua nya yang seorang pegawai senior direktorat pajak terbesar di Makassar sedangkan ibunya adalah seorang dosen Universitas Hasanuddin Makassar.

Tentu saja dengan latar belakang keluarga yang seperti itu ayah langsung menerima pinangan itu tanpa protes dan banyak bertanya. Apalagi mengetahui uang panaik serta yang lainnya orangtuaku yang sederhana akan langsung bersyukur karena anaknya akan mengangkat derajat keluarga berteman dan mendapat menantu berasa keturunan Andi.

Aku mengajar mulai jam 8 pagi karena anak-anak akan diarahkan oleh guru yang memang ditugaskan untuk mengatur sholat anak-anak. Guru ini memang tidak mengajar di kelas tapi mereka mengajar tahfidz jika selesai sholat dhuha berjamaah di mesjid. Jadi pelajaran dimulai tepat pukul 8 pagi. Dimulai dari murajaah hapalan setelah itu baru belajar nanti pukul 09.30 barulah mereka istirahat.

Sekolah ini sangat berbeda jam pulangnya dengan sekolah lain yang rata-rata pulangnya jam 10.00 sedangkan disni bahkan untuk kelas 1 jam pulangnya 11.15 sedangkan anak-nak kelas 3 sampai Kelas 6 pulangnya sekitar jam 2 siang dengan jadwal 2 kali istirahat.. Aku mengajar siswa kelas 4 makanya pulangnya saat jam 2 siang 

Episodes
1 perkenalan cerita
2 Pernikahan Dingin
3 Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4 Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5 Perubahan Baru Arman
6 Keluarga Aurora Berkunjung
7 Orangtua yang tega
8 Aktivitas keagamaan Istriku
9 Hamil
10 Istri Hebat
11 Protective Keluarga
12 Melahirkan Caesar
13 Rania Kembali
14 Pulang Kerumah
15 Rania Datang Kerumah Arman 1
16 Rania kerumah Arman 2
17 Rania ke rumah Arman 3
18 Rania Kerumah Arman 4
19 Cuma 2 Pilihan
20 Menipu Aurora
21 Berubah
22 Aksi Aurora
23 Pergi dari Rumah
24 Persidangan
25 Melaporkan Arman dan Rania
26 Dijemput Polisi
27 Terungkapnya sifat Asli Rania
28 Akhirnya Bercerai
29 Jalan Hidup Ke Kairo
30 Berangkat Kekairo
31 Kehidupan Baru Kairo
32 Lelaki Aneh
33 Dua Perempuan Senasib
34 Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35 Berkunjung Kekairo
36 Pertengkaran Bisma dan Arman
37 Ketegasan Aurora
38 Niat Terselubung Arman
39 Gara-gara Warisan
40 Kemarahan Aurora
41 Penghinaan Orangtua Bisma
42 Hampir Dipecat
43 Pulang dengan Tangan Kosong
44 Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45 Jodoh Untuk Aurora 1
46 Bertemu Ayah kembali
47 kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48 Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49 Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50 Kedatangan Bisma
51 Bisma Kalah
52 Ketegasan Aurora
53 Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54 Keributan Di hari Pernikahan
55 Mantan Mertua
56 akhir
Episodes

Updated 56 Episodes

1
perkenalan cerita
2
Pernikahan Dingin
3
Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4
Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5
Perubahan Baru Arman
6
Keluarga Aurora Berkunjung
7
Orangtua yang tega
8
Aktivitas keagamaan Istriku
9
Hamil
10
Istri Hebat
11
Protective Keluarga
12
Melahirkan Caesar
13
Rania Kembali
14
Pulang Kerumah
15
Rania Datang Kerumah Arman 1
16
Rania kerumah Arman 2
17
Rania ke rumah Arman 3
18
Rania Kerumah Arman 4
19
Cuma 2 Pilihan
20
Menipu Aurora
21
Berubah
22
Aksi Aurora
23
Pergi dari Rumah
24
Persidangan
25
Melaporkan Arman dan Rania
26
Dijemput Polisi
27
Terungkapnya sifat Asli Rania
28
Akhirnya Bercerai
29
Jalan Hidup Ke Kairo
30
Berangkat Kekairo
31
Kehidupan Baru Kairo
32
Lelaki Aneh
33
Dua Perempuan Senasib
34
Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35
Berkunjung Kekairo
36
Pertengkaran Bisma dan Arman
37
Ketegasan Aurora
38
Niat Terselubung Arman
39
Gara-gara Warisan
40
Kemarahan Aurora
41
Penghinaan Orangtua Bisma
42
Hampir Dipecat
43
Pulang dengan Tangan Kosong
44
Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45
Jodoh Untuk Aurora 1
46
Bertemu Ayah kembali
47
kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48
Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49
Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50
Kedatangan Bisma
51
Bisma Kalah
52
Ketegasan Aurora
53
Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54
Keributan Di hari Pernikahan
55
Mantan Mertua
56
akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!