Keluarga Aurora Berkunjung

Aku kekantor dengan wajah berseri-seri mungkin karena habis mendapatkan asupan nafkah bathin entahlah tapi aku sangat bersyukur. Wanita pilihan orangtuaku memang sangat baik walau sikapku selama ini ketus kepadanya dia tetap melayani ku dengan baik tidak pernah protes apapun.

Dia juga tak pernah menanyakan soal gaji dan lainnya. Dia juga sangat jujur perihal keluarganya. Saat penyatuan itu aku tau dia masih perawan tinting dan tidak pernah terjamaah oleh lelaki manapun karena dia bahkan sangat gemetaran ketika aku sentuh.

Dia sangat wangi dan memabukkan. Apakah ini tandanya aku jatuh cinta kepada istriku??, Aku tidak tau tapi membayangkannya saja langsung membuat hasratku naik kembali. Astaga mungkin ini karena menjamaah tubuh seorang gadis apalagi saat memakai pakaian rumah di sangat seksi padahal baju yang dia kenakan tidak seksi. Mungkin karena memang lekuk tubuhnya yang sempurna. Dia putih bersih dan ya memiliki ukuran dada yang sempurna pula.

"Astaghfirullah.. Astaghfirullah"..

Aku malah membayangkannya lagi.. Aku menoleh kebawah.

"Ya dia malah bangun masih pagi juga". Ucapku dengan kesal.

Aku mencoba mengatur nafas agar bisa mengendalikan gejolak nafsu yang tiba-tiba datang itu. Mungkin efek penyatuan kami sangat besar kepadaku begitupun dengannya. Dia juga sudah tidak canggung dalam hal skinship denganku dan aku baru tau dia orang yang seru diajak ngobrol bahkan dia tidak menceramaiku hanya menyampaikan nya dengan baik tanpa menghakimiku. Ini lah membuatku mulai nyaman dengannya, dia tidak menggurui ku karena lebih paham dengan agama malah memberitahu dengan cara yang santun dan sederhana.

Aku punya sampai dikantor dengan menenteng bekal yang disiapkan oleh istriku selain dia pandai dalam agama, pengurusan rumah dia juga sangat pandai memasak apalagi makanan yang dia masak selalu enak dan pas di lidahku.

Aku sangat bersemangat dalam beraktifitas pagi ini. Setelah jam makan siang aku mengirim pesan pada istriku ternyata belum dibalas mungkin dia sedang mengatur siswanya untuk sholat berjama'ah karena sudah waktu sholat.

Setelah makan, aku bergegas kemesjid untuk sholat dhuhur. Aku sudah berjanji akan berusaha menjadi imam yang baik untuk istri dan anakku kelak dan ya harus dimulai dari pribadiku dulu.

Setelah sholat aku langsung menuju ruangan ku. aku bekerja dsini sebagai meneger keuangan. Aku tidak memberitahu istriku tentang jabatan ku yang dia tau aku hanya bekerja disini. Aku melihat notif dari istriku yang membalas chatku ternyata dia baru mau makan siang karena sudah sholat berjamaah di mesjid bersama siswa dan guru lainnya.

Akupun membalas dan kami saling berbalas pesan layaknya suami istri pada umumnya. Setelah itu aku kembali mengerjakan rutinitas ku karena istriku juga akan mengajar kembali.

Aku pun kembali kerumah seperti biasanya. Ternyata dirumah sudah ada istriku yang menyambutmu dengan penampilan cantik dan wangi astaga melihatnya seperti ini membangkitkan hasratku yang tadi.. Aku langsung menyerangnya walau dengan lembut.

Tapi seperti sebelumnya dia menyuruhku wudhu terlebih dahulu barulah Kami kembali bergerumul dalam penyatuan melupakan jam makan malam kami. Bahkan kami harus mengkodo' sholat kami yaitu menggabungkan sholat magrib dan isha karena hasratku ini.. Aku betul-betul menghajarnya habis-habisan sampai aku puas.. Kami menikmatinya dalam suasana panas.

Setelah selesai akupun mandi bersama istriku ya tentu saja aku kembali menghajarnya dikamar mandi.. Hehehehe

Selalu mandi dan sholat berjamaah aku tidak memesan makanan karena istriku sudah memasak makanan. Kami makan setelah jam 9 malam. Istriku yang kelelahan setelah aku menghajarnya diranjang pun tertidur pulas.

Dia sangat kecapean menghadapi ku.. Aku pun menggantikan tugas istriku untuk bersih-bersih rumah to dia begitu karena ulahku. Jadi apa salahnya aku yang membereskan rumah.

Setelah beres aku pun masuk untuk bersih-bersih dan tidur disamping istriku ini dan memeluknya dengan sayang. Dia bahkan lupa berwudhu saking lelahnya. Aku memakluminya karena menghajarnya tanpa ampun tadi.

Keesokan subuhnya aku terbangun dalam keadaan badan remuk. Aku tidak menyangka kak Arman betul-betul menghajarku habis-habisan. Kelihatannya dia sangat menahan hasratnya sejak tadi, barulah dia menumpakannya saat melihatku. Aku tau karena tatapannya saat masuk rumah sangat berbeda.

Ya aku melihat tatapan nafsu membara dimatanya. Aku bersyukur dia malah menghajarku karena dia menumpakannya kepada yang halal bukan kepada hal yang negatif seperti orang lain tentu saja aku akan melayaninya sepenuh hati dan aku berharap disini segera tumbuh calon buah hati kami aku sungguh sangat mengharapkan nya.

Setelah mandi aku membangunkan suamiku untuk sholat berjamaah bersama seperti sebelumnya. Aku melihat perubahan baik pada suamiku aku sangat bersyukur kepada Allah. Kami kembali melakukan rutinitas kami sebagai pekerja. Tentu saja kami bekerjasama untuk membersihkan rumah sebelum pergi kerja masing-masing.

Drt... Drt..

"Hallo assalamu alaikum". Ucapku dengan malas karena tahu siapa yang menelpon

"Waalaikum salam kamu dimana?? Tanya ayahku dengan berteriak.

"Tentu saja disekolah yah. Ayah kenapa ??, ada yang bisa dibantu?? Basa-basi karena aku taju Ayahku menelpon hanya untuk meminta uang dan aku saat menghapal karakternya itu

"Nanti malam kami mau kerumah kamu". Ucapnya

"Mau ngapain ayah?? Tanyaku tidak suka

"Silaturahmi lah. Memang kenapa?? Mentang-mentang sudah menikah jadi melupakan keluargamu hah!!". Teriaknya lagi

"Tidak kok ayah. Aku hanya bertanya saja". Ucapku jengkel

"Alah.. Ayah tidak mau tau, ayah akan datang kerumahmu sebentar malam !! ".

Tanpa menjawab salam ayahku mematikan sambungan telponnya.

Huft.. Aku segera menelpon suamiku memberitahu jika keluargaku mau kerumah. Jadilah suamiku juga mengajak kedua orangtuanya untuk bisa menjadi saksi jika ada apa-apa nantinya.

Episodes
1 perkenalan cerita
2 Pernikahan Dingin
3 Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4 Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5 Perubahan Baru Arman
6 Keluarga Aurora Berkunjung
7 Orangtua yang tega
8 Aktivitas keagamaan Istriku
9 Hamil
10 Istri Hebat
11 Protective Keluarga
12 Melahirkan Caesar
13 Rania Kembali
14 Pulang Kerumah
15 Rania Datang Kerumah Arman 1
16 Rania kerumah Arman 2
17 Rania ke rumah Arman 3
18 Rania Kerumah Arman 4
19 Cuma 2 Pilihan
20 Menipu Aurora
21 Berubah
22 Aksi Aurora
23 Pergi dari Rumah
24 Persidangan
25 Melaporkan Arman dan Rania
26 Dijemput Polisi
27 Terungkapnya sifat Asli Rania
28 Akhirnya Bercerai
29 Jalan Hidup Ke Kairo
30 Berangkat Kekairo
31 Kehidupan Baru Kairo
32 Lelaki Aneh
33 Dua Perempuan Senasib
34 Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35 Berkunjung Kekairo
36 Pertengkaran Bisma dan Arman
37 Ketegasan Aurora
38 Niat Terselubung Arman
39 Gara-gara Warisan
40 Kemarahan Aurora
41 Penghinaan Orangtua Bisma
42 Hampir Dipecat
43 Pulang dengan Tangan Kosong
44 Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45 Jodoh Untuk Aurora 1
46 Bertemu Ayah kembali
47 kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48 Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49 Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50 Kedatangan Bisma
51 Bisma Kalah
52 Ketegasan Aurora
53 Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54 Keributan Di hari Pernikahan
55 Mantan Mertua
56 akhir
Episodes

Updated 56 Episodes

1
perkenalan cerita
2
Pernikahan Dingin
3
Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4
Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5
Perubahan Baru Arman
6
Keluarga Aurora Berkunjung
7
Orangtua yang tega
8
Aktivitas keagamaan Istriku
9
Hamil
10
Istri Hebat
11
Protective Keluarga
12
Melahirkan Caesar
13
Rania Kembali
14
Pulang Kerumah
15
Rania Datang Kerumah Arman 1
16
Rania kerumah Arman 2
17
Rania ke rumah Arman 3
18
Rania Kerumah Arman 4
19
Cuma 2 Pilihan
20
Menipu Aurora
21
Berubah
22
Aksi Aurora
23
Pergi dari Rumah
24
Persidangan
25
Melaporkan Arman dan Rania
26
Dijemput Polisi
27
Terungkapnya sifat Asli Rania
28
Akhirnya Bercerai
29
Jalan Hidup Ke Kairo
30
Berangkat Kekairo
31
Kehidupan Baru Kairo
32
Lelaki Aneh
33
Dua Perempuan Senasib
34
Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35
Berkunjung Kekairo
36
Pertengkaran Bisma dan Arman
37
Ketegasan Aurora
38
Niat Terselubung Arman
39
Gara-gara Warisan
40
Kemarahan Aurora
41
Penghinaan Orangtua Bisma
42
Hampir Dipecat
43
Pulang dengan Tangan Kosong
44
Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45
Jodoh Untuk Aurora 1
46
Bertemu Ayah kembali
47
kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48
Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49
Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50
Kedatangan Bisma
51
Bisma Kalah
52
Ketegasan Aurora
53
Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54
Keributan Di hari Pernikahan
55
Mantan Mertua
56
akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!