Pulang Kerumah

Melihat kembali orang yang kucintai membuatku sangat bimbang, jujur saja alau aku nyaman dengan istriku tapi kehadiran cinta dimasa lalu tetap membangkitkan kenangan indah dan rasa itu kembali.

"Bagaimana ini??, aku tidak mungkin mengingkari janjiku kepada Bunda apalagi Aurora baru melahirkan dan sangat membutuhkan aku sebagai suaminya".

Arman pulang kerumah dengan langkah berat dan penuh kebimbangan bahkan bayangan Rania yang semakin cantik dan seksi menarik perhatiannya kembali.

"Kamu darimana Arman, kenapa lama sekali??". Tegur sang bunda kepada anaknya itu.

" Maaf bunda, ternyata yang datang adalah teman lama dan dia mengucapkan selamat untuk pernikahan dan lahirnya anak-anak ku maka dari itu dia mau bertemu langsung karena dia hanya sebentar".

"Ya sudah tidak apa-apa, sekarang kamu mandi dan makan karena ini sudah malam".

" Iya bunda, aku ke kamar dulu".

Arman meninggalkan sang bunda yang menatap sang anak dengan sendu.

"Bunda sangat mengenalmu nak, bunda tahu kamu berbohong pada bunda". Ucapnya dalam hati.

Entah apa yang dipikirkan sang anak sampai berbohong seperti itu, dia harus mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.

" Kakak baru pulang?? ". Aurora telah berganti pakaian dan habis bersih-bersih.

" Iya dek, kakak mandi dulu yah".

Arman meninggalkan sang istri dengan tergesa-gesa, dia takut jika istrinya tahu jika dia gugup bertemu dengannya

"Apa yang terjadi dengan kak Arman??, kok dia kayak menghindari aku yah?? ". Monolognya dalam hati.

Aurora keluar dari kamar setelah menyiapkan keperluan sang suami kemudian dia pergi ke dapur untuk melihat apa yang bisa dia masak tapi sampai dirinya di dapur ternyata mertuanya tengah menata makanan yang telah beliau masak.

" Bunda masaknya banyak banget??

Mata Aurora berbinar melihat makanan yang ada di hadapannya ini, semua yang dimasak oleh mertuanya adalah makanan kesukaannya dan juga sang suami.

"Iya nak, bunda sengaja masak yang banyak biar kamu makan yang banyak,agar air susunya mengalir deras karena kamu harus menyusui dua anak sekaligus".

" Makasih yah bunda, maafkan Aurora merepotkan bunda". Aurora menunduk dalam karena merasa tak enak kepada mertuanya.

"Jangan sungkan seperti itu nak, bunda tidak suka. Kamu anak bunda juga setelah bunda menjadikanmu menantu, jadi wajarlah jika bunda sangat memperhatikan kamu". Bunda Arman mengelus kepala sang menantu dengan sayang

Sedangkan didalam kamar, Arman menatap nanar pakaian yang tergeletak diatas tempat tidur kamarnya, dia tak bisa berkutik karena Aurora sangat mengurus dirinya dengan baik walau dirinya sendiri belum bisa bergerak banyak.

Apakah dia sanggup mengecewakan perempuan baik dan taat serta istimewa itu??

Ditengah kekalutan dan kebimbangan dirinya, Aurora menghampiri sang suami yang tengah melamun sendirian.

"Kakak, kenapa bajunya tidak dipakai??, apa kakak mau pakai baju lain, nanti aku siapkan??

Arman terletak kaget mendapatkan tepukan halus dipundakknya oleh sang istri.

" Iya dek, ada apa??". Tanyanya lagi karena dia tidak mendengar apa yang dikatakan sang istri barusan.

"Kakak sedang melamunkan apa sampai aku panggil tak menyahut??

" Bukan apa-apa kok dek, tidak penting juga". Ucapnya berusaha mengalihkan pembicaraan

"Ya udah, kakak pakai bajunya, lalu kita turun untuk makan karena bunda sudah memanggil kita untuk makan bersama".

" Iya dek, kamu duluan saja, nanti kakak nyusul setelah memakai baju".

"Ya udah, aku tunggu dibawah ya". Aurora mengalah membiarkan suaminya berganti pakaian, dia tidak ingin membuat suaminya tertekan karena banyaknya tuntutan darinya.

Aurora meninggalkan sang suami untuk bersiap, sedangkan Arman hanya menatap nanar sang istri yang telah keluar dari kamar itu.

"Aku tidak bisa seperti ini terus-menerus, aku tidak boleh kembali kepada Rania, istriku terlalu baik untuk ku sakiti, apalagi aku yakin jika aku kembali pada Rania ibundaku akan kecewa dan amarah padaku". Arman menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mau berbuat kesalahan lagi.

Kini dia sudah menjadi suami dan seorang ayah maka dia harus bertanggungjawab dan mencintai keluarga kecilnya, Rania hanya masalalu sedangkan istri dan anaknya adalah masa depannya.

Dia bergegas memaki pakaiannya dan menyusul sang istri untuk makan bersama dengan kedua orangtuanya.

"Apa kamu sudah mendapatkan pembantu yang kamu cari nak?? Tanyanya dengan Khawatir

" Iya bunda, lusa beliau akan datang dan tinggal disini".

"Memang berapa usianya nak?? Tanya bunda Arman penasaran.

" Dia seumuran bunda kayaknya".

"Apa kamu mengenal orang ini sebelumnya sampai kamu yakin memperkerjakan nya??

" Iya bunda, dia ibu sebatang kara karena anak dan suaminya meninggal dalam kecelakaan dan hidupnya bergantung pada hasil mengumpulkan barang rongsokan untuk dijual, beliau sangat baik dan juga pembersih walau pekerjaannya berurusan dengan kotoran".

"Benarkah nak??

" Iya bunda, bahkan tempat untuk menjual barang-barang bekas itu sering bertanya mengapa dia membersihkan barang dagangannya padahal itu bisa dijual langsung, tapi beliau bilang saya tidak ingin merepotkan jika yang saya jual kotor jadi saya membersihkan nya lebih dulu baru dijual".

"Bagaimana kamu bisa mengenal orang seperti itu nak??

" Dia mengajar di panti bersamaku bunda, selain bekerja seperti itu, dia juga mendedikasikan dirinya mengajar di panti yang bahkan dia tidak bisa mendapatkan gaji tapi dengan ikhlas dia melakukannya ".

" Hebat yah, ditengah hidup susah dia bahkan masih bisa berbagi kepada orang lain tanpa mengharap imbalan".

"Itulah sebabnya aku memintanya bekerja disini bunda, daripada dia bekerja seperti itu lebih baik dia bekerja dengan kita, Apa kalian setuju??

" Boleh nak, kita akan lihat kinerjanya nanti jika bekerja disini, kita akan memberinya gaji yang pantas karena bunda yakin dia juga akan memberikannya kepada anak panti sebagian apalagi seluruh makan dan biaya hidupnya kita tanggung".

"Terima kasih atas pengertiannya bunda, bagaimana dengan kak Arman, kakak setuju dengan pilihanku??

" Tentu dek, aku yakin pilihanmu tidak salah, kamu pasti sudah mempertimbangkan baik buruknya sebelum menerimanya ".

" Iya kak, terima kasih".

Acara makan malam bersama pun kembali dilanjutkan dan mereka berbincang ringan dan berbagai nasehat. Setelah selesai Aurora menghampiri sang bunda untuk membantu tapi dengan sigap suami dan ayah mertuanya melarangnya.

"Biar kami yang membantu bunda, ingat kata dokter, ade belum bisa bergerak banyak takutnya jahitannya bermasalah nanti".

" Kakak yakin itu tidak apa-apa??

"Tentu dek, kamu harus banyak istirahat dan tidak boleh banyak bergerak karena baru pulang dari rumah sakit".

" Baiklah jika kakak berkata seperti itu".

Aurora memandang dengan senyum Haru keluarga barunya itu, dia beruntung diberikan mertua yang sangat baik dan menyayanginya ditambah lagi suami yang mulai perhatian kepadanya".

"Aku berterima kasih kepadamu Ya Allah, semoga ini tidak berakhir dan lindungilah rumah tangga dan keluarga kecil kami ini kelak.

Episodes
1 perkenalan cerita
2 Pernikahan Dingin
3 Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4 Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5 Perubahan Baru Arman
6 Keluarga Aurora Berkunjung
7 Orangtua yang tega
8 Aktivitas keagamaan Istriku
9 Hamil
10 Istri Hebat
11 Protective Keluarga
12 Melahirkan Caesar
13 Rania Kembali
14 Pulang Kerumah
15 Rania Datang Kerumah Arman 1
16 Rania kerumah Arman 2
17 Rania ke rumah Arman 3
18 Rania Kerumah Arman 4
19 Cuma 2 Pilihan
20 Menipu Aurora
21 Berubah
22 Aksi Aurora
23 Pergi dari Rumah
24 Persidangan
25 Melaporkan Arman dan Rania
26 Dijemput Polisi
27 Terungkapnya sifat Asli Rania
28 Akhirnya Bercerai
29 Jalan Hidup Ke Kairo
30 Berangkat Kekairo
31 Kehidupan Baru Kairo
32 Lelaki Aneh
33 Dua Perempuan Senasib
34 Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35 Berkunjung Kekairo
36 Pertengkaran Bisma dan Arman
37 Ketegasan Aurora
38 Niat Terselubung Arman
39 Gara-gara Warisan
40 Kemarahan Aurora
41 Penghinaan Orangtua Bisma
42 Hampir Dipecat
43 Pulang dengan Tangan Kosong
44 Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45 Jodoh Untuk Aurora 1
46 Bertemu Ayah kembali
47 kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48 Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49 Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50 Kedatangan Bisma
51 Bisma Kalah
52 Ketegasan Aurora
53 Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54 Keributan Di hari Pernikahan
55 Mantan Mertua
56 akhir
Episodes

Updated 56 Episodes

1
perkenalan cerita
2
Pernikahan Dingin
3
Berpamitan Dari Rumah Tahfidz
4
Tinggal Bersama Tapi tak Hidup Bersama
5
Perubahan Baru Arman
6
Keluarga Aurora Berkunjung
7
Orangtua yang tega
8
Aktivitas keagamaan Istriku
9
Hamil
10
Istri Hebat
11
Protective Keluarga
12
Melahirkan Caesar
13
Rania Kembali
14
Pulang Kerumah
15
Rania Datang Kerumah Arman 1
16
Rania kerumah Arman 2
17
Rania ke rumah Arman 3
18
Rania Kerumah Arman 4
19
Cuma 2 Pilihan
20
Menipu Aurora
21
Berubah
22
Aksi Aurora
23
Pergi dari Rumah
24
Persidangan
25
Melaporkan Arman dan Rania
26
Dijemput Polisi
27
Terungkapnya sifat Asli Rania
28
Akhirnya Bercerai
29
Jalan Hidup Ke Kairo
30
Berangkat Kekairo
31
Kehidupan Baru Kairo
32
Lelaki Aneh
33
Dua Perempuan Senasib
34
Pesan Aurora Sebelum Kekairo
35
Berkunjung Kekairo
36
Pertengkaran Bisma dan Arman
37
Ketegasan Aurora
38
Niat Terselubung Arman
39
Gara-gara Warisan
40
Kemarahan Aurora
41
Penghinaan Orangtua Bisma
42
Hampir Dipecat
43
Pulang dengan Tangan Kosong
44
Bertemu Dengan Nyonya Fatimah
45
Jodoh Untuk Aurora 1
46
Bertemu Ayah kembali
47
kedekatan Keluarga Ammar dan Aurora
48
Lamaran Resmi Keluarga Ammar
49
Rencana Pernikahan Aurora dan Ammar
50
Kedatangan Bisma
51
Bisma Kalah
52
Ketegasan Aurora
53
Pernikahan Ammar dan Aurora dan Ammar
54
Keributan Di hari Pernikahan
55
Mantan Mertua
56
akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!