Episode 5

...➴➵➶➴➵➶➴➵➶➴➵➶➴➵➶...

Sheryn mendorong rak beroda yang nyaris terisi penuh pakaian di sepanjang koridor. Masih dengan perasaan sebal, ia berjalan menuju lift. Di tengah jalan Sandy berpapasan dengan penjaga butik yang sudah kenal baik dengannya dan diberitahu Choi Daehyun sudah menunggu di lantai dua.

Sesampainya di depan pintu ruang peragaan lantai dua yang memancarkan kesan elite itu, ia berhenti beberapa saat. Ia ragu. Kenapa ia harus bertemu Choi Daehyun lagi? Apa yang harus ia katakan kepadanya? Apa yang harus ia lakukan? Apakah laki-laki itu sudah tahu tentang foto-foto yang dimuat di tabloid itu?

Sheryn mendesah dan menggigit bibir. Mungkin saja Choi Daehyun malah tidak ingat padanya lagi. Sheryn mengangguk. Benar, Choi Daehyun pasti sudah lupa padanya.

Artis-artis pasti sulit mengingat wajah karena setiap hari mereka harus bertemu begitu banyak orang baru. Pasti begitu. Mana mungkin mereka ingat setiap orang yang mereka temui dalam waktu singkat, kan?

Dengan keyakinan itu, Sheryn mendorong pintu kaca besar di hadapannya dan melangkah masuk. Ia menarik napas dalam-dalam dan memaksa kakinya terus berjalan. Sheryn berdiri di depan pintu putih salah satu kamar peragaan dan kembali menarik napas.

"Baiklah, ini saatnya. Lakukan dan selesaikan secepatnya! Tidak usah cemas. Orang itu tidak akan ingat padamu. Kerjakan saja tugasmu." batin Sheryn sebelum ia meraih pegangan pintu dan membukanya.

“Salah seorang anak buahnya akan mengantarkan pakaian-pakaian itu ke sini,” kata Park Hyun-Shik sambil menutup flap ponsel.

Daehyun mengembuskan napas keras-keras dan menghempaskan diri ke sofa empuk yang diletakkan di tengah-tengah kamar peragaan. “Sudah kubilang, seharusnya kita tidak usah datang secepat ini.” Ia melirik jam tangannya.

“Ah, aku salah, ternyata bukan kita yang datang terlalu cepat. Mereka yang terlambat. Hhh… harus menunggu berapa lama?”

Park Hyun-Shik baru akan menjawab ketika ponselnya berdering untuk kesekian kalinya dalam dua jam terakhir. Daehyun menatap manajernya yang sedang berbicara dengan bahasa formal di ponsel. Sepertinya telepon dari produser atau semacamnya.

Park Hyun-Shik memberi isyarat akan keluar sebentar. Daehyun mengangguk tak acuh dan Park Hyun-Shik keluar dari ruangan itu. Daehyun merebahkan kepala ke sandaran sofa, mencoba mendapatkan kenyamanan. Baru saja ia merasa damai dan hampir terlelap ketika ia mendengar bunyi pintu dibuka dan suara seorang wanita.

“Selamat siang. Maaf membuat Anda menunggu lama.”

Sheryn membuka mata. Gadis berambut sebahu dan bertopi merah memasuki ruangan sambil mendorong rak pakaian beroda. Gadis itu membungkuk hormat. Daehyun berdiri dan membungkuk sedikit untuk membalas sapaannya.

“Mister Kim meminta saya membawakan pakaian-pakaian ini untuk Anda. Silakan dicoba.” Gadis itu mendorong rak hingga ke ujung ruangan, ke dekat bilik ganti.

Ia mengeluarkan salah satu pakaian dari gantungan dan mengulurkannya kepada Daehyun. “Silakan dicoba di sana,” katanya sambil menunjuk ke arah bilik yang tertutup tirai tebal.

Ada perasaan janggal yang mengusik Daehyun, tapi ia tidak tahu apa yang membuatnya merasa seperti itu. Ia menerima pakaian yang disodorkan dan beranjak ke bilik ganti.

Selesai mengenakan pakaian, Daehyun menyibakkan tirai. Tepat pada saat itu ia melihat gadis yang membawakan pakaian tadi sedang duduk di kursi bulat di samping sofa. Topi merahnya dilepas dan gadis itu sedang menyisir rambutnya yang agak ikal dengan jari-jari tangan. Daehyun tertegun dan menatap gadis itu. Itulah kali pertama ia melihat jelas wajah si gadis sejak ia masuk bersama rak pakaian.

Tiba-tiba gadis itu menoleh dengan wajah terkejut, sepertinya ia menyadari sedang diperhatikan. Ia cepat-cepat mengenakan kembali topinya dan berdiri. “Bagaimana?Apakah pakaiannya cocok? Anda suka?”

Bukankah ia gadis yang kemarin ditemuinya. Tidak salah lagi. Daehyun masih ingat wajah gadis itu. Wajah yang lelah dan pucat. Gadis yang berdiri di hadapannya ini memang gadis yang kemarin. Wajahnya masih terlihat lelah dan pucat. Tapi kenapa gadis ini tidak mengatakan apa-apa? Apakah ia tidak mengenalinya?

“Kita pernah bertemu,” kata Daehyun. Ia tidak sedang bertanya. Ia benar-benar yakin, karena itu ia ingin melihat reaksi si gadis.

Gadis itu tertegun, lalu perlahan-lahan mengangkat kepala dan memandang Daehyun dengan ragu-ragu. Tatapan yang ragu-ragu itu tidak salah lagi sama dengan tatapan gadis yang kemarin datang ke rumahnya. Daehyun menunggu si gadis mengatakan sesuatu.

Setelah hening beberapa detik, gadis itu hanya bergumam, “Oh?”

Daehyun kecewa karena gadis itu tidak menunjukkan reaksi apa pun. Ia hanya menatapnya dengan matanya yang besar. Gadis itu bodoh atau benar-benar tidak ingat lagi kejadian kemarin malam?

Bukannya sombong, tapi Daehyun tidak habis pikir bagaimana seseorang bisa melupakan artis yang baru ia temui kemarin malam? Daehyun kesal karena justru dirinyalah yang ingat pada si gadis, sementara si gadis tampaknya sama sekali tidak ingat padanya. Bagaimana bisa? Atau sebenarnya ia tidak sepopuler yang ia kira? Apakah dunia sudah berubah tanpa sepengetahuannya?

“Kau datang ke rumahku kemarin malam karena ponselku tertukar dengan ponselmu,” kata Daehyun datar dan cepat, berusaha membantu ingatan gadis itu. Demi Tuhan, memangnya gadis ini menderita amnesia?

Baiklah, ia tidak bisa mengelak lagi. Sheryn memaksakan seulas senyum. “Oh, ya, benar. Apa kabar?”

Hanya itu yang bisa dipikirkannya. Sheryn memarahi dirinya sendiri dalam hati. Choi Daehyun memandangnya dengan tatapan aneh, lalu memalingkan wajah dan mendengus pelan.

“Ternyata ingat juga,” gumamnya.

Sandy mengangkat alis. “Ya?”

Choi Daehyun kembali menatapnya dan berkata, “Jadi kau bekerja di sini?”

“Ya… bisa dibilang begitu,” jawab Sheryn. Ia lega sekarang. Setidaknya ia tidak perlu menundukkan kepala lagi. Tidak perlu menyembunyikan wajah lagi.

“Foto di tabloid itu… Kau sudah melihatnya?” tanya Choi Daehyun.

Sheryn menelan ludah. Ini dia. Apakah Choi Daehyun menyangka ia berada di balik semua ini?

“Sudah…,” sahutnya ragu, lalu cepat-cepat menambahkan sambil menggoyang -goyangkan tangan, “tapi bukan aku. Maksudku, aku tidak ada hubungannya dengan itu. Sungguh.”

Choi Daehyun tertawa kecil. “Kami juga berpikir begitu. Lagi pula sebenarnya fotofoto itu malah membantuku.”

Sheryn tidak mengerti.

“Kau sering membaca tabloid?” tanya Daehyun.

Sherynmenggeleng. Ia tidak punya waktu untuk itu. Lagi pula ia sama sekali tidak perlu membaca tabloid untuk tahu gosip seputar artis. Temannya, Na Minjie, adalah tabloid berjalan. Na Minjie tahu semua yang terjadi dalam dunia artis.

Apa pun yang ia ketahui pasti akan diceritakannya kepada Sheryn, tidak peduli Sheryn sebenarnya mau tahu atau tidak.

Choi mengangguk-angguk. “Hm, berarti kau tidak tahu-menahu soal gosip tentang diriku.”

“Gosip gay itu?” kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Sheryn tanpa diproses di otaknya terlebih dahulu.

Choi Daehyun menatapnya. “Bukannya kau tadi bilang kau tidak membaca tabloid?”

Sheryn memiringkan kepala dengan salah tingkah. “Temanku yang menceritakannya padaku.”

“Ternyata banyak orang yang sudah tahu.” Choi Daehyun mendesah.

“Bagaimanapun, foto-foto itu sudah membantuku mengatasi gosip.”

Sheryn hanya mengangguk-angguk tidak acuh, namun ia terkejut ketika laki-laki di hadapannya itu mendadak berpaling ke arahnya dengan wajah berseri-seri.

“Lee Hae-jin ssi—namamu Lee Hae-jin bukan?” tanyanya cepat.

Tanpa menunggu jawaban Sheryn, ia meneruskan, "Karena kau sudah membantuku satu kali, bagaimana kalau kau membantuku lagi?”

Sheryn mundur selangkah. “Bantu… apa?”

“Jadi pacarku.”

“A-apa?!”

Daehyun agak kaget mendengar pekikan gadis itu, tapi ia bisa memakluminya.

“Begini, biar ku ganti kalimat permintaanku,” katanya sambil berkacak pinggang dan berpikir-pikir. Kemudian ia mengangkat wajah dan menatap Sheryn.

“Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku.”

Terpopuler

Comments

🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐

🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐

singkat, padat, "jadi pacarku" 😭

2025-02-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!