Episode 6

...✧❁❁❁✧✿✿✿✧❁❁❁✧...

Sheryn mengerjap-ngerjapkan mata dengan bingung. Daehyun cepat-cepat menjelaskan. Ia sangat menyadari alis gadis itu terangkat ketika mendengarkan ceritanya.

“Hanya berfoto. Bagaimana?” tanya Daehyun di akhir penjelasannya. Ia menatap Sheryn yang masih tercengang. Kenapa tiba-tiba ia merasa seolah sedang disidang di pengadilan? Ia sangat penasaran apa yang akan dikatakan gadis itu, apa jawabannya.

Kalimat pertama yang keluar dari mulut Sheryn adalah, “Kenapa aku?”

Pertanyaan yang bagus. “Tidak ada alasan khusus,” sahut Daehyun santai.

“Kupikir kau mungkin mau membantuku. Bagaimanapun kita sudah pernah difoto bersama walaupun tanpa sengaja.”

Sheryn masih terlihat bingung, tapi Daehyun melihat kening gadis itu berkerut, tanda sedang mempertimbangkan usul yang ia ajukan. Setidaknya Sheryn tidak langsung menolak mentah-mentah.

Daehyun cepat-cepat mengambil kesempatan itu untuk menambahkan, “Kalau kau mau, anggap saja aku menawarkan pekerjaan kepadamu. Tidak akan mengganggu pekerjaanmu yang sekarang. Kau masih kuliah? Kuliahmu juga tidak akan terganggu.”

“Memangnya aku terlihat seperti sedang butuh pekerjaan?” tanya Sheryn datar.

“Atau butuh uang?”

Daehyun terdiam. Ia memandang Sheryn dari kepala sampai ke ujung kaki. Tidak, gadis ini memang sudah punya pekerjaan dan dilihat dari cara berpakaiannya, ia tidak tampak seperti gadis yang kekurangan uang.

“Memang tidak,” Daehyun mengakui.

"Begini saja, aku akan memberimu apa pun yang kau inginkan kalau kau bersedia membantuku."

“Hanya untuk berfoto bersama?” tanya Sheryn memastikan.

“Begitulah rencananya,” jawab Daehyun pasti. Ia mulai merasa tidak percaya diri melihat tanggapan gadis itu. Apa yang sedang dipertimbangkannya? Yah, mungkin memang karena pada dasarnya Lee Hae-jin bukanlah salah satu penggemarnya.

Jadi, tidak aneh kalau gadis itu tidak antusias dengan gagasan ini. Tiba-tiba terdengar dering ponsel. Otomatis Daehyun merogoh saku bagian dalam jasnya. Pada saat yang sama Sheryn juga merogoh tas tangannya yang terletak di meja.

Ternyata yang berdering ponsel milik gadis itu. Daehyun baru ingat ponsel Sandy sama dengan ponsel miliknya. Bahkan nada deringnya juga persis sama. Mungkin salah satu dari mereka harus segera mengganti nada dering.

Sheryn menatap ponselnya, membuka flap-nya, tapi langsung menutupnya lagi tanpa dijawab terlebih dulu. Rasa ingin tahu Daehyun bertambah ketika ia melihat gadis itu melepaskan baterai ponselnya kemudian kembali menyimpan tas beserta baterainya itu ke tas.

Siapa yang meneleponnya tadi? Tidak tampak ekspresi apa pun diwajahnya. Tapi sepertinya Sheryn tidak berniat memberikan penjelasan atas tidakannya barusan.

“Mau membantu, kan?” Daehyun akhirnya membuka suara setelah mereka berdua terdiam beberapa saat.

Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap Daehyun. “Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat.”

Udara di sekeliling Daehyun jadi terasa lebih ringan. Ia mengembuskan napas pelan dan tersenyum lega. Meminta bantuan Sheryn ternyata tidak sesulit dugaannya. Tidak ada syarat yang aneh-aneh. Kalau sekadar merahasiakan identitas, ia bisa memaklumi itu. Gadis ini tentu saja tidak ingin berurusan dengan wartawan.

“Terima kasih. Kuharap kau tidak akan memberitahu orang lain tentang kesepakan kita ini, bahkan orangtuamu sekalipun. Aku tidak ingin menciptakan skandal yang lebih parah. Aku bisa memercayaimu, kan?”

“Mm, aku mengerti,” kata Sheryn menyanggupi. Tapi begitu melihat matanya yang agak menerawang, Daehyun jadi kurang yakin apakah gadis itu benar-benar memahami kata-katanya.

Pada saat itu pintu terbuka dan mereka berdua menoleh. Ternyata yang masuk Park Hyun-Shik. Sang manajer memandang mereka berdua dengan tatapan bertanya-tanya, lalu setelah beberapa saat wajahnya menjadi cerah.

“Oh, kau yang kemarin itu?” tanya Park Hyun-Shik sambil menghampiri Sheryn.

Daehyun tersenyum lebar. “Hyung, dia bersedia menjadi pacarku.”

Senyum manajernya langsung lenyap. “Maksudmu?”

“Yang Hyung katakan kemarin… soal foto… aku sudah memikirkannya,” kata Daehyun, masih tetap tersenyum.

“Kita lakukan saja. Dia juga sudah bersedia membantu. Memang tidak persis seperti rencana yang Hyung usulkan kemarin.”

Park Hyun-Shik terlihat bingung. “Soal yang kemarin…?” Ia terdiam sebentar, lalu, “Astaga, kau serius?”

“Akan ku jelaskan lebih lanjut pada Hyung nanti,” kata Daehyun sambil menepuk-nepuk pundak manajernya.

“Kita lanjutkan pekerjaan kita dulu. Bukankah kita ke sini karena aku harus mencoba semua pakaian ini?”

Sheryn keluar dari tempatnya bekerja dengan langkah gamang seolah setengah sadar. Tugasnya mencocokkan pakaian Choi Daehyun sudah selesai, tapi otaknya seakan masih tertinggal sebagian di butik itu. Ia berjalan dengan langkah lambat, membelok di ujung jalan, lalu langkah kakinya terhenti.

“Apa yang sudah kulakukan?” ia bertanya pada dirinya sendiri sambil memegang pipi dengan sebelah tangan.

Sheryn harus berusaha keras menenangkan diri karena jantungnya berdebar kencang sekali. Sejak tadi ia berjuang supaya rasa gugupnya tidak terlihat oleh kedua pria itu.

Perasaan canggung saat Choi Daehyun menjelaskan rencananya kepada si manajer sementara pria itu mencoba pakaian tadi bahkan masih bisa ia rasakan hingga kini.

Si manajer agak bimbang. Ia banyak bertanya pada Sheryn, selain itu juga berulang kali menekankan bahwa masalah ini tidak boleh sampai diketahui orang lain. Tentu saja Sheryn mengerti. Diam-diam, sambil mendengarkan pesan Park Hyun-Shik, Sheryn mengamatinya.

Pria yang satu itu benar-benar memiliki daya tarik. Cara bicaranya menyenangkan, senyumnya menawan, dan matanya ramah. Sheryn tahu Hyun-Shik bertanya-tanya kenapa ia mau begitu saja membantu Choi Daehyun, tapi ia pura-pura bodoh.

Pada awalnya Sheryn memang agak ragu dengan tawaran Daehyun, tapi akhirnya rasa penasaran-nyalah yang menang. Ia meyakinkan dirinya ini jalan yang tepat. Ini mungkin kesempatan yang telah lama dinantinya untuk mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sudah lama menghantui….

Lagi pula menurutnya pekerjaan yang ditawarkan kepadanya tidak susah. Ia hanya perlu difoto bersama Choi Daehyun. Bukan masalah. Ia pasti bisa melakukannya. Ia sadar kesepakatan ini akan membuatnya sering bertemu Daehyun, tapi ini bukan masalah, toh ia tidak merasakan apa-apa terhadap artis itu.

Nilai tambah lain, kalau ia sering bersama Choi Daehyun, ia akan tahu dan mengerti kenapa teman dekatnya juga banyak wanita lain bisa tergila-gila pada pria itu.

“Baiklah,” katanya pada dirinya sendiri.

“Aku pasti bisa melakukannya. Ah, astaga! Aku lupa minta tanda tangan Daehyun untuk Minjie.”

Sheryn merogoh tasnya untuk mencari ponsel, tapi kemudian berhenti.

"Apakah sebaiknya aku tidak memberitahu Minjie aku bertemu Daehyun tadi? Dia pasti kesal karena aku lupa meminta tanda tangan lagi. Tapi ia pasti bakal jadi lebih kesal kalau tahu aku menyembunyikan soal pertemuan ini…" pikir Sheryn

Sheryn melanjutkan mencari ponselnya di tas tangannya dan menemukan baterai ponsel yang tadi ia lepas. Mendadak ia jadi teringat Han Eunho tadi meneleponnya.

Mudah-mudahan Han Eunho bisa mengerti kenapa ia tidak bisa menerima telepon tadi. Eh… tunggu dulu, kalau dipikir-pikir lagi, kenapa ia harus merasa bersalah? Mana ada orang yang bisa menjawab telepon kalau sedang berada dalam situasi seperti tadi? Lagi pula sepanjang pengalamannya, kalau Han Eunho yang menelepon, pasti bukan karena ada hal penting.

Kenapa Han Eunho masih terus menghubunginya? Bukankah pria itu sendiri yang meminta putus hubungan? Orang aneh!

Sheryn memasang baterai ponselnya kembali dan baru akan menghubungi Minjie ketika ia teringat janjinya.

"Aah… benar juga, aku sudah berjanji pada Park Hyun-Shik ssi tidak akan menceritakan masalah ini pada orang lain. Ah, bagaimana ini?" pikir Sheryn lagi.

Yah… apa boleh buat… Ia kembali memasukkan ponsel itu ke tas tangannya, lalu ia mendongak menatap langit yang biru dan bergumam, “Baiklah, Sheryn, Semoga keputusanmu ini ada gunanya. Aja aja, fighting!”

Sekarang ia harus pulang dan tidur dulu untuk mengumpulkan tenaga. Ia sudah berjanji akan menemui kedua pria itu nanti malam

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!