Bab 17. Black pink

Waitress pria berjas rapi itu mempersilahkan mereka masuk ke dalam lift. Melihat interior lift yang sangat mewah, Dewi jadi minder mengingat Hotelnya yang belum bisa upgrade selevel kemewahan Dragonasse tower.

Dewi pernah kemari menghabiskan dana hampir 500 juta sekedar untuk mencicipi menu terbaru khusus pelanggan VIP level 5 ke atas. Itu juga karena dia mendapat kupon diskon 50%, makan Kaviar Almas serta berbagai varian menu dari daun emas. Kejadiannya sudah 3 tahun yang lalu saat dia baru punya keberanian berfoya-foya.

7 tahun lalu Alan masih sebagai kepala keamanan Menara Citra, perusahaan terbaik saat itu hanya setinggi 52 lantai.

Sementara Menara Citra yang dulu termegah di ibu kota, saat ini telah dikalahkan oleh Dragonasse yang memiliki ketinggian sebanyak 72 lantai. Ditambah lagi fasilitas eksterior dan interior lebih maju sekarang serta lebih inovatif.

Dewi menoleh ke pria dewasa yang berdiri di sampingnya. Apakah kagum atau justru merasa rendah diri diajak ke tempat semewah Dragonasse?

Hm, biasa aja.

Tidak ada riak ekspresi yang ditunjukkan wajahnya yang tampak bersih, segar dan bersinar. Apa dia tidak pernah terpapar Matahari, kenapa warna kulitnya bisa putih? Jangan bilang dia pake skincare glowing seperti kebanyakan remaja pria generasi Z.

Ditatap Dewi, Alan balik menatapnya. Tersenyum sedikit dengan menarik ujung bibir tipisnya yang lembab merah jambu.

Tatapan yang mempesona, seolah kamu melihat galaksi di dalam bola matanya yang teduh. Dilihat dari dekat ternyata iris mata Alan berwarna coklat kemerahan. Keindahan seperti mata Dewa dipadu dengan ketajaman mata iblis yang keluar dari neraka.

Dewi bertanya-tanya, apakah menikahi Alan termasuk nasib baik atau malah sebaliknya. Dewi takut sesuatu yang lebih parah menyakiti hatinya sedang menunggu di masa depan.

Dalam beberapa saat lift mewah itu akhirnya berhenti. Setelah pintu terbuka, "Silahkan, Bapak dan Ibu." Dengan hormat waitress menunggu mereka keluar, sambil meletakkan jemarinya menahan tombol hold di depan pintu.

Lift langsung ke, "VVIP Private Room!" Dewi tak dapat menutupi rasa kagetnya.

Kamar hotel paling mewah di tanah air, yang pernah Dewi survey untuk perbandingan kemajuan hotelnya, masih kalah dengan ruangan yang terpampang di depan matanya kini.

Nuansa merah muda keemasan yang dominan, garis hitam yang halus di setiap partisi interior dan perabot, merupakan perpaduan antara kelembutan dan ketegasan seorang wanita mandiri.

Dewi jadi ingat kata-kata gadis penjual keliling, Independent women. Perasaannya yang sempat tertekan karena pengkhianatan seketika menjadi lega, beban di hati Dewi terasa plong tidak lagi menyesakkan dada.

Waitress ber-name tag Willie Budjana itu berkata. "Silahkan Bapak dan Ibu bersantai sejenak, saya akan mengambil menu sesuai promo dari Basement Restoran."

"Tunggu sebentar!" tahan Dewi sebelum pelayan meninggalkan mereka.

"Iya, Bu?" Waitress menoleh.

"Kenapa kami mendapat fasilitas ini?" tanya Dewi penasaran. President suit yang pernah dibooking nya dengan harga fantastis pun tak semewah ini.

Oh.

Waitress oriental look itu tersenyum segan melirik ke Alan.

"Dilihat dari kedatangan yang terpantau CCTV, anda berdua merupakan pelanggan ke 200 selang waktu 2 jam promo diluncurkan. Reward makan gratis dengan fasilitas Super VVIP diberikan, cek!"

"Apa!"

Mata hazel Dewi membelalak, mulutnya terbuka lebar sehingga sangat mampu menelan sebiji telur angsa rebus. Tapi pastikan untuk mengupas kulitnya biar tidak nyangkut di tenggorokan.

"Satu lagi reward gratis?" Dewi menggeleng pada Alan dengan raut tak percaya.

"Dua kali berturut-turut kita dapat reward gratis, do you believe that?" Ekspresinya menunggu penjelasan yang logis.

Alan tersipu, mulutnya merat merot sebelum berkata. "Bukankah kamu menginginkannya tadi? Ucapan itu adalah doa maka nikmati saja," jawabnya sesantai mungkin, seolah itu tidak ada kena mengena dengan dirinya.

"Haha." Dewi tertawa hambar. Dia adalah orang yang realistis, setiap pencapaian harus didapat dengan kerja keras dan ketekunan.

Reward gratis?

"Benar-benar terkabul? My wish, menjadi kenyataan padahal tidak sedang meniup lilin ulang tahun!"

"Permisi, saya akan ke dapur basement." Buru-buru the waitress masuk kembali ke dalam lift saat mendapat tatapan tajam dari Alan.

Dengan santai pria itu duduk di sofa kulit merah muda keemasan yang diliris dengan garis hitam, seolah dia sudah biasa melakukannya. Alan membiarkan Dewi mengagumi apa yang dilihatnya.

Private room terluas dan ter-aesthetic yang pernah dimasukinya. Setiap bagian dibatasi oleh kaca transparan sehingga bisa melihat ke seluruh ruangan terjauh. Ada area untuk mandi lengkap bathtub dan jakuzzi, mini kitchen dan meja makan luxury. "Sofa bersantai dengan LED selebar dinding." Dewi melirik sekilas ke Alan yang tidak terpengaruh.

"Kasur pink and black itu....", jika lampu dipadamkan, siapapun tidak akan mampu melawan godaan setan. Seperti mimpi rasanya melihat kemewahan ini ada di ibu kota Konoha.

"Jika aku berbaring di sana, apakah akan ada biaya tambahan?" Dia bertanya pada Alan, menunjuk ke kasur yang seolah memanggilnya untuk datang.

Alan yang sedang memeriksa email di ponselnya mendongak, "Kalau mereka berani membawa kita ke ruangan ini, bukankah itu artinya semua fasilitas bisa kita nikmati?"

Dewi sangat-sangat suka dengan jawaban Alan karena itu membangkitkan rasa percaya dirinya. Tanpa ragu-ragu lagi, dia mendorong pintu kamar kaca itu perlahan.

Dewi melepas jaket Alan dari pundaknya. Meletak nya dengan rapi di sofa hitam yang ada di bagian kaki kasur biar tidak kusut saat dibawa berbaring. "Ya Tuhan." Dia berseru.

Jemari kecilnya meraba permukaan kasur pink keemasan, dengan rasa haru Dewi menjatuhkan tubuhnya di atas spring bed.

Water bed? Dengan mata terpejam, Dewi meresapi kelembutan menyentuh kulitnya.

"Ehm, wangi ini?" Dewi mengerut kening mencium aroma yang telah mengganggu ketenangan batinnya, dia mengendus-endus setiap bagian atmosfer dengan hidung mungilnya.

Mungkinkah? Oh, hampir saja aku mengira ini kamar pribadi Alan.

Tapi saat ternampak deretan sampel koleksi parfum dengan merk ternama dunia di atas nakas bahkan ada banyak lagi di dalam buffet kaca, Dewi menepis jauh pikirannya. Sekuriti mana yang hobby koleksi parfum?

Hm, shumukh...CC no.1...DKNY, bukankah ini merk Parfum dengan botol paling indah dan termahal sedunia? "Yang mana dari botol-botol parfum ini yang mirip dengan bau Alan?"

Karena penasaran Dewi membuka tutup botol pertama untuk mencium aromanya. "Bau ini,..." Untuk lebih meyakinkan perasaannya, dia menyemprot pelan di punggung tangannya, "Ehm, nyegrak!" Dewi menyipitkan lubang hidungnya. Ternyata dia terlalu kuat menekan hingga semprotannya keluar melebihi dosis.

"Kadang-kadang bau Alan juga seperti ini, tapi hari ini bukan yang ini." Dewi membuka lagi botol yang lain. Begitulah hingga satu persatu dia mencobai semua aroma botol Parfum yang ada disitu. Hampir semua aroma parfum yang dihidunya, pernah tercium di tubuh Alan.

Dari kaca transparan, Dewi menatap calon suaminya. Tanpa jaket, tubuh berototnya lebih terlihat. Huh! Pantesan tadi cewek-cewek pada ileran.

Alan melirik acuh pada Dewi yang menatapnya. Senyuman getir ditarik di sudut bibir tipisnya. "Apakah perempuan ini telah menyadarinya?"

.

.

Pelayan datang dengan membawa troli penuh makanan lezat serta minuman segar, kemudian menyusunnya di atas meja bulat berwarna senada dengan ruangan. "Silahkan dinikmati, Bos." kata pelayan menatap Alan takut-takut.

"Hm, ambil ini!" Alan menjawab dingin sambil memberi pelayan itu tips sepuluh ribu perak.

The waitress meremas uang kertas itu dengan muka masam, segera melangkah mundur sebelum dipeletotin lagi sama si Alan.

Dasar si bos pelit, galaknya cuma berani sama anak buah. Sama perempuan lemah malah takut, beh! Pelayan itu menggerutu. Dia adalah yang paling junior di kesatuan dari angkatan tahun lalu.

Two D merekrut anggota 2 tahun sekali, bersifat umum namun rahasia. Bukan melamar, tapi dilamar jika ada mahasiswa yang nilai kreditnya istimewa di perguruan tinggi.

Yang masih sekolah menengah juga kadang direkrut jika ketahuan kredit siswa itu spectacular, dan itu hanya ada satu sepanjang sejarah Dark Dragon dibentuk. Orang itu adalah senior Willie yang dipanggil Jade. Kabarnya itu hanya gelar, tidak ada yang tau nama asli anggota misterius itu.

Dewi keluar dari ruang kaca dengan beraneka macam bau di tubuhnya. Benar saja, tidak ada teguran untuknya meski waitress terlihat meliriknya saat guling-guling di kasur.

____________

Terpopuler

Comments

Greenindya

Greenindya

curiga kl sebenarnya yg punya Alan

2024-10-26

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Si pencuri kekasih
2 Bab 2. Sebaiknya mengalah
3 Bab 3. Persetujuan terpaksa
4 Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5 Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6 Bab 6. Terganggu harga diri
7 Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8 Bab 8. nafkah bulanan
9 Bab 9. Bercocok tanam
10 Bab 10. Pasangan serasi
11 Bab 11 Pink star Diamond
12 Bab 12. Realistis dan egois
13 Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14 Bab 14. Gadis penjual keliling
15 Bab 15. Seolah bertemu harapan
16 Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17 Bab 17. Black pink
18 Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19 Bab 19. Mandi basah
20 Bab 20. Alan, please stop it
21 Bab 21. Jadi bahan fantasi
22 Bab 22. Aroma tikus mati
23 Bab 23. Mandi bersamaku
24 Bab 24. Rahasia Alan
25 Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26 Bab 26. Sah
27 Bab 27. Antagonist
28 Bab 28. Rencana tes genetik
29 Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30 Bab 30. Ketua dewan pingsan
31 Bab 31. Jati diri
32 Bab 32. Identitas
33 Bab 33. Batas Utara selatan
34 Bab 34. Jangan salah paham
35 Bab 35. Korban patah kaki
36 Bab 36. Siapa pelakunya
37 Bab 37. Belum morning kiss
38 Bab 38. Beri aku waktu
39 Bab 39. Satpam miskin
40 Bab 40. Paternity test
41 Bab 41. Rahasia
42 Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43 Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44 Bab 44. Sayang ibu
45 Bab 45. Rayuan Tuan besar
46 Bab 46. Bertemu ibu mertua
47 Bab 47. Dua wanita penting
48 Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49 Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50 Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51 Bab 51. Yu Ting penuh drama
52 Bab 52. Dark Dragon Junior
53 Bab 53. Ini istriku
54 Bab 54. Paternitas positif
55 Bab 55. Asal mau membuka hati
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab. 1 Si pencuri kekasih
2
Bab 2. Sebaiknya mengalah
3
Bab 3. Persetujuan terpaksa
4
Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5
Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6
Bab 6. Terganggu harga diri
7
Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8
Bab 8. nafkah bulanan
9
Bab 9. Bercocok tanam
10
Bab 10. Pasangan serasi
11
Bab 11 Pink star Diamond
12
Bab 12. Realistis dan egois
13
Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14
Bab 14. Gadis penjual keliling
15
Bab 15. Seolah bertemu harapan
16
Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17
Bab 17. Black pink
18
Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19
Bab 19. Mandi basah
20
Bab 20. Alan, please stop it
21
Bab 21. Jadi bahan fantasi
22
Bab 22. Aroma tikus mati
23
Bab 23. Mandi bersamaku
24
Bab 24. Rahasia Alan
25
Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26
Bab 26. Sah
27
Bab 27. Antagonist
28
Bab 28. Rencana tes genetik
29
Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30
Bab 30. Ketua dewan pingsan
31
Bab 31. Jati diri
32
Bab 32. Identitas
33
Bab 33. Batas Utara selatan
34
Bab 34. Jangan salah paham
35
Bab 35. Korban patah kaki
36
Bab 36. Siapa pelakunya
37
Bab 37. Belum morning kiss
38
Bab 38. Beri aku waktu
39
Bab 39. Satpam miskin
40
Bab 40. Paternity test
41
Bab 41. Rahasia
42
Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43
Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44
Bab 44. Sayang ibu
45
Bab 45. Rayuan Tuan besar
46
Bab 46. Bertemu ibu mertua
47
Bab 47. Dua wanita penting
48
Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49
Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50
Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51
Bab 51. Yu Ting penuh drama
52
Bab 52. Dark Dragon Junior
53
Bab 53. Ini istriku
54
Bab 54. Paternitas positif
55
Bab 55. Asal mau membuka hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!