Bab 14. Gadis penjual keliling

Alan mengikuti Dewi berjalan ke lobby tanpa berkata-kata, Toyota Alphard varian tertinggi telah menunggu. Dewi dan Alan segera masuk, duduk di jok belakang. Mereka akan ke barber shop terlebih dahulu sebelum makan malam.

Supir pribadi Dewi yang mengemudi. Tanpa sepengetahuannya, Regar (nama supir itu) juga merupakan anak buah Alan dari Kesatuan Two D yang dititipkan, saat Dewi mencari supir baru 7 tahun yang lalu.

Supir kepercayaan ayah Dewi tiba-tiba menghilang setelah tabrakan 7 tahun silam. Cukup lama Dewi mencari keberadaannya hingga kini tidak tau apakah dia masih hidup ataukah sudah mati. Padahal ada yang ingin Dewi tanyakan padanya.

Regar melirik Alan melalui spion depan. Barusan Hiro menyampaikan kabar, bahwa semua anggota Dark Dragon diundang ke nikahan Big Bos.

Bagaimana dengan besok?

Dewi tidak mengundangnya, sebagai supir pribadi Regar harus standby di mobil. Tapi jika dia ikut meramaikan acara besok atas nama anggota kesatuan Two D, maka statusnya yang selama ini dirahasiakan bisa terekspos.

Alan berpura-pura tidak perduli pun tidak bisa, diam-diam dia mengirimi Regar pesan Line, "Minta Hiro mengajak kamu makan satu meja. Besok hari besar, ibu negara tidak mungkin memperhatikan semuanya secara detail."

Regar tersenyum membaca pesan. "Yes!" sorak dalam hatinya. Dia sudah lama tidak berkumpul dengan anggota sejak ditugaskan sebagai supir.

Dewi kerja 24/7 a week nonstop, kapan dia pernah menikmati hari libur. Alasannya karena dia jomblo jadi Dewi selalu memaksa Regar lembur menemani mereka, maksudnya Dewi dan Arman yang juga sering lembur berdua di kantor ataupun di tempat lain saat jumpa klien.

Regar tau kalau Arman dan Dewi pacaran, dan dia tidak memiliki bukti adanya hubungan diluar batas. Sekarang setelah dia mendengar gosipan para asisten rumah tangga yang mengatakan bahwa Nona kedua hamil anak tuan muda Arman, Regar jadi bingung sendiri. Memang benar Nona kedua manja pada Tuan Arman tapi tidak seperti sikap mesranya ke Nona pertama. Dimana silapnya? Siapa yang pacaran siapa yang hamil?

Di mobil, Dewi diam seribu bahasa. Aura sepat di wajahnya tak dapat disembunyikan. Dia memikirkan Dita yang seolah sengaja menentangnya.

Padahal selama ini Dewi selalu bersikap lunak padanya, apalagi dia orangnya jantungan. Mana Dewi berani meninggikan suaranya. Dia usahakan menuruti semua kemauan Dita asalkan itu tidak membahayakan. Untuk Dita juga Dewi bekerja keras selama ini, kan! Agar mereka tidak gelandangan meskipun telah ditinggal kedua orang tua.

Yang membuat bingung adalah setiap kali diperiksa ke dokter, jantung dan pembuluh darah Dita cukup Aman dan normal sebagaimana orang sehat pada umumnya. Apa penyebab dia ketakutan setiap kali mendengar suara kencang?

Kata dokter kemungkinan trauma yang terpendam di memori otaknya. Tapi bahkan Dita sendiri, tidak tau kapan dia pernah mengalami kejadian yang menakutkan. Kecuali berita kematian kedua orang tua mereka, Dita memang mengalami kejang kemudian kolaps selama 3 hari.

Sejak saat itu juga sikap introvert nya semakin tidak tertolong. Karena tidak mau berangkat ke sekolah, terpaksa dia didaftarkan home schooling.

"Dewi," panggil Alan.

"Ya," saut Dewi, dia terhenti dari lamunan. Ternyata mereka telah sampai di tujuan dalam waktu 15 menit.

Suasana ibu kota malam Minggu cukup ramai orang berjalan kaki menghabiskan weekend. Ada yang berpasangan, ada yang bersama keluarga. Sohib dan besti-an juga ada, kali. Penduduk ibu kota kebanyakan jomblo, kayaknya.

Di perusahaan Dewi sendiri, 70% karyawan memilih single. Yang single karena belum nikah, yang single parents karena becerai paling banyak. Single out? Setahun sekali belum tentu ada yang mengirimkan surat undangan nikah padanya.

Barber shop berada di sebrang sebuah bangunan tertinggi dan terluas nomor satu di ibu kota, Dragonasse Hotel. Di sampingnya juga ada salon kecantikan untuk semua gender yang cukup ramai dikunjungi, bahkan Dewi sudah menjadi langganan disana.

Tapi dia tidak akan membawa Alan ke tempat dimana hairstylist nya kayak si Remi, gender setengah-setengah. Dewi trauma, jangan sampai ada satu bencong lagi yang jadi korban. Siapa yang dapat menahan mulut orang berkomentar tapi Dewi juga tidak bisa mengendalikan Alan saat dia marah gak jelas.

"Di depan ada restoran baru viral, letaknya di basement Hotel. Kita makan disana setelah kamu pangkas rambut." Dewi sambil melangkah ke barbershop menunjuk Dragonasse Hotel.

"Baik," jawab Alan yang juga melirik sekilas dengan smirk diujung bibirnya.

Bukan dia tidak tau, Dragonasse Hotel menjadi acuan Dewi dalam menetapkan aturan layanan untuk tamu- tamu di Hotelnya sendiri. Dia selalu mampir setiap kali ada menu baru, serta menginap juga sesekali untuk mendapatkan referensi bagaimana sebuah hotel besar membangun kepercayaan pelanggan.

Dewi mengejar Alan masuk ke barber shop dengan langkahnya yang besar, mereka disambut seorang pria tegap. Namanya salon khusus pria, tentu saja Alan yang akan jadi pasiennya, "Silahkan, Bos!"

Hm, Alan mengangguk, "Kamu tunggu aku." Dia berkata pada Dewi.

"Oke."

Kemudian Pria itu membawa Alan ke ruangan dalam yang dapat dilihat melalui kaca transparan. Pria tegap itu menarik satu bangku kosong di depan cermin untuk Alan.

Dewi akan menunggu Alan sambil duduk di kursi pijat relaksasi yang disediakan di ruang tunggu. Servis barbershop akan memakan waktu setengah sampai satu jam, daripada bengong lebih baik mendengar musik sambil membaca majalah.

Tok tok tok!

Seorang gadis kurus kering mengetuk kaca disamping Dewi sambil menunjuk jajanan yang dibawanya. Melihat bungkus jajanan di kemas dengan aluminium foil, Dewi mengangguk.

Ada aturan tidak boleh masuk bagi penjual keliling. Tapi jika pelanggan memanggil, diperbolehkan. Gadis itu kegirangan segera masuk menghampiri Dewi. "Ibu mau cemilan kacang atau kripik? Ada juga buah kering."

Dewi menilai gadis itu mungkin berumur 17 tahun tapi tidak malu jualan keliling. Mana karung bawaannya gede lagi. Tapi wajahnya ini terlihat familiar bagi Dewi, seolah pernah jumpa dimana gitu. "Kamu jual berapa sebungkus?" tanyanya setelah menyerah mengingat orang yang mirip gadis penjual ini.

"Serba 20 puluh ribu."

"Beri saya sepuluh bungkus, campuran."

"Baik," gadis itu mengambil satu beg plastik untuk mengemas jualannya.

"Apa kamu sekolah?" tanya Dewi. Dia telah dibuat penasaran oleh wajah si gadis.

"Sudah tidak, Bu. Saya sempat SMA tapi ibu saya ingin menjual saya pada seorang tua bangka demi uang, saya kabur dari rumah dan hidup di jalanan..hehe." Dia tertawa.

"Memangnya kamu tidak punya saudara?"

Gadis itu menggeleng, "Saya anak tunggal tapi ibu tidak menyayangi saya seolah saya bukan anak yang dia lahirkan sendiri."

"Tidak dikasi makan kadang-kadang kalau saya nakal. Tapi demi sekolah saya bertahan. Sudah 2 tahun saya keluar dari rumah, eh malah bertemu dengan anak pengemis yang ditinggal mati orang tuanya. Dan saya tidak tega mengirimnya ke panti asuhan."

"Jadi kamu mengadopsinya," tebak Dewi.

"Adopsi?" Gadis itu bertanya pada diri sendiri.

"Tidak ada surat resmi mana bisa dikatakan adopsi. Saya KTP aja nggak punya, gimana mau ngurus kartu keluarga?"

Hm, Dewi manggut-manggut tandanya dia serius mendengarkan. "Dimana kamu tinggal?"

Gadis itu melihat kiri kanan baru berani bicara, "Di bawah jembatan layang di pinggiran sungai besar."

Astaghfirullah, ucap dalam hati Dewi. "Adik pungut kamu umur berapa?" tanya Dewi lagi.

"Sekarang 6 tahun, waktu orang tuanya meninggal dia baru 4 tahun. Tak terasa sudah 2 tahun kami habiskan waktu bersama. Saya ingin dia sekolah tapi nggak punya surat-surat."

"Kamu umur berapa?" Dewi tambah prihatin.

"Menjawab ibu, saya lahir 4 Desember 2004."

Hampir 20 tahun, seusia Dita bahkan tanggal lahirnya sama. Dewi menghela nafas pelan. "Saya kasi identitas, mau?"

Hah!

Gadis itu tercengang sesaat, tidak percaya dengan pendengarannya, "Orang bodoh mana yang nggak mau," jawabnya.

__________

Terpopuler

Comments

Greenindya

Greenindya

jadi curiga jangan-jangan ini adek kandungnya sementara dita bukan

2024-10-23

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Si pencuri kekasih
2 Bab 2. Sebaiknya mengalah
3 Bab 3. Persetujuan terpaksa
4 Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5 Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6 Bab 6. Terganggu harga diri
7 Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8 Bab 8. nafkah bulanan
9 Bab 9. Bercocok tanam
10 Bab 10. Pasangan serasi
11 Bab 11 Pink star Diamond
12 Bab 12. Realistis dan egois
13 Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14 Bab 14. Gadis penjual keliling
15 Bab 15. Seolah bertemu harapan
16 Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17 Bab 17. Black pink
18 Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19 Bab 19. Mandi basah
20 Bab 20. Alan, please stop it
21 Bab 21. Jadi bahan fantasi
22 Bab 22. Aroma tikus mati
23 Bab 23. Mandi bersamaku
24 Bab 24. Rahasia Alan
25 Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26 Bab 26. Sah
27 Bab 27. Antagonist
28 Bab 28. Rencana tes genetik
29 Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30 Bab 30. Ketua dewan pingsan
31 Bab 31. Jati diri
32 Bab 32. Identitas
33 Bab 33. Batas Utara selatan
34 Bab 34. Jangan salah paham
35 Bab 35. Korban patah kaki
36 Bab 36. Siapa pelakunya
37 Bab 37. Belum morning kiss
38 Bab 38. Beri aku waktu
39 Bab 39. Satpam miskin
40 Bab 40. Paternity test
41 Bab 41. Rahasia
42 Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43 Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44 Bab 44. Sayang ibu
45 Bab 45. Rayuan Tuan besar
46 Bab 46. Bertemu ibu mertua
47 Bab 47. Dua wanita penting
48 Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49 Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50 Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51 Bab 51. Yu Ting penuh drama
52 Bab 52. Dark Dragon Junior
53 Bab 53. Ini istriku
54 Bab 54. Paternitas positif
55 Bab 55. Asal mau membuka hati
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab. 1 Si pencuri kekasih
2
Bab 2. Sebaiknya mengalah
3
Bab 3. Persetujuan terpaksa
4
Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5
Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6
Bab 6. Terganggu harga diri
7
Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8
Bab 8. nafkah bulanan
9
Bab 9. Bercocok tanam
10
Bab 10. Pasangan serasi
11
Bab 11 Pink star Diamond
12
Bab 12. Realistis dan egois
13
Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14
Bab 14. Gadis penjual keliling
15
Bab 15. Seolah bertemu harapan
16
Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17
Bab 17. Black pink
18
Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19
Bab 19. Mandi basah
20
Bab 20. Alan, please stop it
21
Bab 21. Jadi bahan fantasi
22
Bab 22. Aroma tikus mati
23
Bab 23. Mandi bersamaku
24
Bab 24. Rahasia Alan
25
Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26
Bab 26. Sah
27
Bab 27. Antagonist
28
Bab 28. Rencana tes genetik
29
Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30
Bab 30. Ketua dewan pingsan
31
Bab 31. Jati diri
32
Bab 32. Identitas
33
Bab 33. Batas Utara selatan
34
Bab 34. Jangan salah paham
35
Bab 35. Korban patah kaki
36
Bab 36. Siapa pelakunya
37
Bab 37. Belum morning kiss
38
Bab 38. Beri aku waktu
39
Bab 39. Satpam miskin
40
Bab 40. Paternity test
41
Bab 41. Rahasia
42
Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43
Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44
Bab 44. Sayang ibu
45
Bab 45. Rayuan Tuan besar
46
Bab 46. Bertemu ibu mertua
47
Bab 47. Dua wanita penting
48
Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49
Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50
Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51
Bab 51. Yu Ting penuh drama
52
Bab 52. Dark Dragon Junior
53
Bab 53. Ini istriku
54
Bab 54. Paternitas positif
55
Bab 55. Asal mau membuka hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!