Bab 8. nafkah bulanan

Ding dong!

Bel kamar berbunyi, Dewi berdiri hendak membuka pintu. Seharusnya itu sekretaris eksekutif yang datang. Dan benar saja. "Sore, Bu Dewi." Perempuan berusia 45 tahun itu menyapa.

Yetty telah menjadi sekretaris Direktur sejak ayah Dewi masih menjabat. Dan dia tetap loyal Mejadi sekretaris Dewi, meski saat kecelakaan itu terjadi nasib Grup Thamrin sedang diujung tanduk. Dengan kesabaran Yetty membimbing Dewi, bagaimana menjadi seorang Direktur yang jujur, adil dan berwibawa mulai dari nol lagi.

Sikap angkuh dan otoriter Dewi sedikit banyak hasil dari hasutan Yetty. Meskipun karyawan mengetahui itu dan membencinya, Yetty tidak masalah dirinya dikutuk. Asalkan perusahaan bisa berdiri kokoh tak tergoyahkan.

Kenapa begitu?

Karena Tuan Thamrin yang menampung Yetty saat dia dipecat dari perusahaan lama, disaat dia tidak tau harus kemana.

Perusahaan lama memblokir jalan baginya mendapatkan pekerjaan baru dengan memberi penilaian yang buruk terhadap kinerjanya. Tapi Thamrin grup tetap memberinya kesempatan yang sangat dia butuhkan demi untuk membiayai anaknya yang saat itu sedang sakit. Tuan Thamrin juga membantu biaya pengobatan putrinya, saat penghasilannya masih belum cukup, bahkan untuk membiayai hidup sehari-hari.

"Masuklah," kata Dewi, dia kembali duduk di kursinya di depan meja rias.

Yetty berjalan masuk, mau tidak mau dia melihat ke pria brewokan yang duduk di sofa, yang look-nya lebih tampan dari Arman. Tampang urakannya itu, bagaimana bisa terlihat lebih seksi dibandingkan penampilan rapi Arman. Kapan Bu Dewi mengenal pria ini, tanya dalam hati Yetty. Siapa mengkhianati siapa, sekarang?

Sedikitnya banyak Yetty telah mendengar gosipan para karyawan hotel saat ia baru sampai karena dihubungi mendadak oleh Dewi, mengenai kedatangan Arman dan Dewi secara terpisah.

"Maaf, Bu Yetti. Sabtu seharusnya Ibu libur tapi saya panggil untuk menghadap," ucap Dewi pada Yetty yang berdiri di depannya. Yang terbengong menatap Alan yang menunduk tidak terpengaruh dengan keributan yang mereka buat.

Dewi memang sengaja tidak melibatkan karyawan kantor dalam acara, lusa. Semua diserahkan pada karyawan Hotel dibantu oleh tenaga ahli. Parahnya lagi, tak satupun karyawan kantor yang diundang.

Yetty sepenuhnya menghadap Dewi sekarang, dengan tanda tanya besar di wajahnya. "Apa yang bisa saya lakukan untuk Bu Dewi."

"Saya tidak akan menikah dengan Arman karena dia lebih memilih Dita," kata Dewi, seketika dia menangkap raut tidak senang di kening Yetty.

"Tapi saya akan tetap menikah dengan dia di waktu yang sama, lusa juga." Dewi menunjuk Alan yang duduk di sofa yang telah ditatap Yetty dengan ekspresi berselera barusan.

Yetty memang gelisah melihat tampang macho Alan, tapi lebih gelisah lagi memikirkan nasib Dewi. Dengan bersatunya Arman dan Dita, apakah mungkin jabatan Presiden Direktur akan tetap dipegangnya?

Jelas-jelas Yetty tau kalau Arman sudah lama mengincar posisi ini. Dan Dewi tidak akan mungkin berada di perusahan lagi untuk diturunkan pangkatnya, kan! Siapa yang mau, "Bu Dewi akan mengundurkan diri?"

Seperti yang diharapkan, Yetty memang cepat dalam menanggapi situasi. "Hm, kamu atur prosedur paling lama satu minggu dari sekarang. Sekalian pengangkatan kamu menjadi wakil Direktur menggantikan saya."

"Bu Dewi!" seru Yetty terperangah. Menyadari Dewi akan mengundurkan diri, memang tidak ada gunanya lagi dia bertahan di Perusahaan. Apalagi anak gadisnya yang dulu sakit-sakitan kini sudah sehat dan mandiri. Tinggal di rumah tidak lagi masalah untuk Yetty saat ini, karena dia memiliki seorang cucu laki-laki yang tampan dan lucu untuk diajak main. Ternyata Dewi telah mempunyai rencana yang gemilang untuknya. Yetty senang dengan jabatan baru ini, tapi...

"Saya serius, Bu Yetty." Dewi tidak memberi kesempatan untuknya menolak. "Pada rapat sebentar lagi kita umumkan saja, segera. Karena saya yakin pada rapat pemegang saham Minggu depan, Arman akan mengajak Dita untuk kudeta."

"Dengan tidak adanya penanggung jawab yang kompeten, para eksekutif dan ekslusif akan mencari perusahaan lain yang lebih stabil." Para petinggi perusahaan tau bahwa Yetty adalah seorang guru pembimbing yang loyal baginya. Sehingga menurut Dewi, mereka tidak akan meragukan kinerja Yetty. Bagaimanapun, Thamrin grup adalah kerja keras orang tuannya sampai kehilangan nyawa. Kalau Dewi sempat bilang biar saja bangkrut, itu hanya emosi sesaat. "Saya tidak mau ada keributan yang dapat mempengaruhi minat pemegang saham gabungan untuk tetap bertahan di Thamrin grup."

"Baik." Yetty paling mengerti hal ini, makanya dia tidak berani membantah lagi. Yetty tidak bisa egois hanya karena membenci kelakuan Arman dan Dita, jadi ikutan meninggalkan perusahaan terbengkalai di tangan kedua orang itu. Dia juga punya andil dalam memajukan perusahaan. Thamrin grup, Yetty sudah anggap sebagai pencapaian kariernya yang perlu dipertahankan.

"Kamu ke ruang meeting sekarang! Lihat bagaimana persiapan mereka," titah Dewi.

"Baik." Setelah mengangguk, Yetty mengundurkan diri sambil menepis jauh keinginannya untuk melirik Alan sekali lagi. Jelas-jelas yang ini lebih ganteng dan wibawa, pikirnya. Jadi Yetty di dalam hatinya percaya bahwa Dewi yang berubah pikiran, makanya dia mengalah dan rela melepaskan jabatannya.

.

.

Setelah kepergian Yetty, Alan mengangkat wajahnya. Tersenyum manis pada Dewi. "Kamu telah memperhitungkan dengan tepat dan akurat," puji pria itu.

Dewi mendengus, "Saya akan segera punya suami. Apakah suami saya akan menafkahi saya dengan UANG bulanan?" Dia menekan kata uang bulanan, agar tidak disalahartikan dengan nafkah lainnya.

"Berapa kamu mau sebutkan saja," jawab Alan menyeringai.

"Kamu mampunya berapa?" tantang Dewi memandang Alan dengan tatapan mengejek.

Alan tidak marah, dia tau Dewi memandang dirinya dari penampilan luarnya saja. "Sebanyak gaji kamu sebagai Direktur apakah cukup?" tanya Alan.

Heg!

Tatapan meng-henyek tak dapat disembunyikan, "150 juta?" seru Dewi. "Kenapa saya tidak tau kalau gembel ini sebenarnya sultan?"

Setahunya, Alan luntang lantung sejak 7 tahun yang lalu. Profesi paling hebatnya sebagai sekuriti sebuah hotel murah di pinggir kota. Beberapa kali Dewi menawarkan agar mengambil posisi Kepala keamanan Thamrin grup, setiap kali pula dia menolak. Dewi tidak tau kenapa Alan menyia-nyiakan bakatnya, lebih memilih hidup menggelandang tak tentu arah. Alan memiliki sebuah mobil karavan yang telah direnovasi menjadi sebuah hunian, karena itu dia tidak punya tempat tinggal yang tetap.

Memandang wajah cuek Alan, "Aku akan menanggung biaya hidupku sendiri. Kamu juga harus pindah ke Mansion tinggal bersamaku. Tidak boleh lagi hidup dijalanan. Karena kamu yang menyerahkan dirimu padaku jadi kamu harus ikut aturanku. Mengerti!" tegas Dewi melotot pada pria bertampang berantakan itu.

"Aku harap kamu tidak keberatan kalau penampilan kamu akan diubah sepenuhnya pada acara besok," sambungnya.

Alan tersenyum geli di dalam hatinya. "Okey."

"Baiklah, aku keluar dulu. Satu jam lagi designer jas akan datang. Kalau aku belum keluar meeting, kamu minta mereka tunggu." Dewi sambil berdiri mengambil tas kecilnya lalu keluar dari kamar.

Seharusnya dia akan menginap malam ini, di kamar ini bersama Dita. Sementara Arman telah membooking kamar pengantinnya sendiri. Apakah mereka akan sekamar atau Dita telah memesan kamar lain, Dewi bertanya-tanya.

Kamar yang dipesan Dewi berada di lantai sembilan, gedung perkantoran di lantai dua belas. saat dia menunggu lift naik terbuka, "Bu Dewi!" seseorang yang keluar dari kotak persegi itu menyapanya.

Dia adalah perwakilan EO yang mengatur jalannya acara, lusa. Dia tau apa yang ingin ditanyakan nya tentulah sesuai dengan perubahan jadwal yang diinfokan mendadak, jadi Dewi segera menjawab. "Renald! Atur pernikahan Arman dengan saudari Dita dilaksanakan terlebih dahulu sesuai jadwal. Saudara Maulana tetap akan menjadi salah satu saksi menikah mereka. Kemudian atur saksi baru untuk pernikahan saya dengan saudara Maulana, selanjutnya."

Baru kali ini dia mengalami kejadian seperti ini selama 10 tahun berkarir sebagai Wedding Organizer, "Baik, Bu." Renald meringis. "Tapi saya butuh photo Bapak Maulana ukuran paspor."

"Pergilah ke kamar tunggu saya."

Renald tau kamarnya dimana dan tujuannya naik ke lantai sembilan memang untuk bertemu Dewi dan calon pengantin pengganti. "Baiklah permisi."

"Oh, iya. Apakah kamu bertemu Pak Arman?" tanya Dewi menahan langkah Renald yang akan pergi bertemu Alan.

Barusan Renald ke lantai delapan untuk bertemu Arman terlebih dahulu, tapi dia diminta ke lantai sepuluh. Disana dia bertemu dengan Nona kedua Grup Thamrin bersama dengan Arman dan keluarganya. Kelihatan sangat harmonis dan bahagia. Semoga info ini bermanfaat, pikiran. "Pak Arman di lantai sepuluh, Bu." Dia menjawab pelan.

Kenapa aku bisa lupa kalau kamar di lantai sepuluh adalah favorit Dita. Jadi benar mereka telah merencanakan pemberontakan ini diam-diam, pikir Dewi. "Baik," ucapnya segera masuk ke dalam lift.

___________

Episodes
1 Bab. 1 Si pencuri kekasih
2 Bab 2. Sebaiknya mengalah
3 Bab 3. Persetujuan terpaksa
4 Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5 Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6 Bab 6. Terganggu harga diri
7 Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8 Bab 8. nafkah bulanan
9 Bab 9. Bercocok tanam
10 Bab 10. Pasangan serasi
11 Bab 11 Pink star Diamond
12 Bab 12. Realistis dan egois
13 Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14 Bab 14. Gadis penjual keliling
15 Bab 15. Seolah bertemu harapan
16 Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17 Bab 17. Black pink
18 Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19 Bab 19. Mandi basah
20 Bab 20. Alan, please stop it
21 Bab 21. Jadi bahan fantasi
22 Bab 22. Aroma tikus mati
23 Bab 23. Mandi bersamaku
24 Bab 24. Rahasia Alan
25 Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26 Bab 26. Sah
27 Bab 27. Antagonist
28 Bab 28. Rencana tes genetik
29 Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30 Bab 30. Ketua dewan pingsan
31 Bab 31. Jati diri
32 Bab 32. Identitas
33 Bab 33. Batas Utara selatan
34 Bab 34. Jangan salah paham
35 Bab 35. Korban patah kaki
36 Bab 36. Siapa pelakunya
37 Bab 37. Belum morning kiss
38 Bab 38. Beri aku waktu
39 Bab 39. Satpam miskin
40 Bab 40. Paternity test
41 Bab 41. Rahasia
42 Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43 Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44 Bab 44. Sayang ibu
45 Bab 45. Rayuan Tuan besar
46 Bab 46. Bertemu ibu mertua
47 Bab 47. Dua wanita penting
48 Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49 Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50 Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51 Bab 51. Yu Ting penuh drama
52 Bab 52. Dark Dragon Junior
53 Bab 53. Ini istriku
54 Bab 54. Paternitas positif
55 Bab 55. Asal mau membuka hati
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab. 1 Si pencuri kekasih
2
Bab 2. Sebaiknya mengalah
3
Bab 3. Persetujuan terpaksa
4
Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5
Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6
Bab 6. Terganggu harga diri
7
Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8
Bab 8. nafkah bulanan
9
Bab 9. Bercocok tanam
10
Bab 10. Pasangan serasi
11
Bab 11 Pink star Diamond
12
Bab 12. Realistis dan egois
13
Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14
Bab 14. Gadis penjual keliling
15
Bab 15. Seolah bertemu harapan
16
Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17
Bab 17. Black pink
18
Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19
Bab 19. Mandi basah
20
Bab 20. Alan, please stop it
21
Bab 21. Jadi bahan fantasi
22
Bab 22. Aroma tikus mati
23
Bab 23. Mandi bersamaku
24
Bab 24. Rahasia Alan
25
Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26
Bab 26. Sah
27
Bab 27. Antagonist
28
Bab 28. Rencana tes genetik
29
Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30
Bab 30. Ketua dewan pingsan
31
Bab 31. Jati diri
32
Bab 32. Identitas
33
Bab 33. Batas Utara selatan
34
Bab 34. Jangan salah paham
35
Bab 35. Korban patah kaki
36
Bab 36. Siapa pelakunya
37
Bab 37. Belum morning kiss
38
Bab 38. Beri aku waktu
39
Bab 39. Satpam miskin
40
Bab 40. Paternity test
41
Bab 41. Rahasia
42
Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43
Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44
Bab 44. Sayang ibu
45
Bab 45. Rayuan Tuan besar
46
Bab 46. Bertemu ibu mertua
47
Bab 47. Dua wanita penting
48
Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49
Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50
Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51
Bab 51. Yu Ting penuh drama
52
Bab 52. Dark Dragon Junior
53
Bab 53. Ini istriku
54
Bab 54. Paternitas positif
55
Bab 55. Asal mau membuka hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!