Bab 9. Bercocok tanam

Rencananya, bulan depan Arman dan Dewi akan bulan madu. Setelah itu barulah mereka akan tinggal bersama, dengan Arman yang mengalah pindah ke mansion Thamrin. Tapi kini...haih, desah Dewi. Arman mungkin akan tetap ke Mansionnya tapi tidak tidur di kamarnya.

Di lantai sepuluh lift berhenti, Arman dan Dita masuk sambil berpegangan tangan dengan raut bahagia. Tentu saja mereka akan ke lantai dua belas menghadiri meeting.

"Kakak!" seru Dita membuka mata lebar kerena terkejut melihat Dewi. Perasaan bersalah masih menyelubungi hatinya. Gadis itu menunduk, dengan perlahan menarik jemarinya dari genggaman tangan Arman.

Namun Arman sengaja menahan tangan Dita semakin erat, biarkan Dewi sakit hati melihat betapa bahagianya mereka.

Dita melirik Dewi apakah ada raut marah di wajahnya, tidak ada. Tapi kecewa, Dita yakin pasti ada. Hanya saja dia menyimpannya di dalam hatinya, Dewi sangat ahli dalam hal itu.

Dewi adalah orang yang tertutup tentang masalah perasaan, baik itu pada Dita, Dewi tidak pernah curhat. Apakah dia bahagia ataukah sedih, sedang gembira atau tertekan, Dewi tidak akan menunjukkan nya di permukaan wajahnya.

Alan akan menikahi Dewi, dengan begitu akan ada seseorang yang mengobati rasa sakit hatinya. Dita menarik nafas pelan, terasa sesak satu ruangan yang sempit bersama Kakaknya yang kini semakin menjaga jarak dengannya.

Mau bagaimana lagi, Dita membutuhkan kasih sayang tapi hanya Arman yang bersedia memanjakan dirinya. Dia tidak mau kehilangan orang yang selama ini perduli padanya. Dita yang introvert sangat susah punya teman, karena dia hanya ingin dimengerti. Tidak bisa menebak pikiran orang jika orang itu tidak mengekpresikan nya.

Meski Dewi kakak kandungnya, tapi dianya fokus ke materi untuk membiayai hidup mereka. Bagi Dita itu tidak cukup. Dia butuh family time untuk menghabiskan waktu bersama dengan bahagia saling berbagi isi hati.

Hm... Sebenernya Dewi susah payah menekan rasa kesal dihatinya agar tidak ada raut yang diharapkan kedua orang ini muncul di wajahnya.

Arman menggertakkan rahangnya menanggapi sikap cuek Dewi, seolah mereka tidak ada disana. Bagaimanapun dia menekan frustasinya, Arman masih tidak bisa terima Dewi akan menikahi Alan si pria sampah itu.

Meskipun telah dibujuk hatinya bahwa Alan hanya akan mendapatkan bekasnya, tetap tidak bisa mendamaikan perasaan dongkolnya. Arman benar-benar tidak rela Dewi dimiliki oleh pria lain di saat masih ada perasaan sayang di hatinya. Apalagi dengan si Alan yang nyata-nyata menunjukkan sikap bersaing dengannya selama ini.

Dan Arman lebih kesal lagi karena tidak bisa memprovokasi Alan untuk menjelekkan nama baik Dewi, agar pria tidak punya tata krama itu mundur dari rencananya menikahi Dewi, akh! Arman curiga Dewi akan mengambil langkah mundur untuk maju tentang sesuatu yang akan disampaikan nya dalam meeting sesaat lagi, "Dewi kenapa kamu meminta rapat darurat?!" tanya Arman dengan suara sedikit keras.

Dita yang bertubuh lemah tetap terkejut, jantungnya berdetak lebih kencang. Keringat dingin mulai keluar dari pori-porinya.

Menyadari kesilapan nya segera Arman memeluk erat Dita, "Maaf sayang." dia mencium ubun-ubunnya. Biar Dewi tambah cemburu dan sakit hati melihat kemesraan mereka.

Dita yang merasa tertekan membenamkan tubuhnya ke Arman, meski ada rasa tidak enak pada Dewi.

Dengan erat ia melingkarkan lengannya mengelilingi pinggang Arman. Tubuh Arman tinggi, dan berukuran sedang enak-enaknya dipeluk. Looks like idol China berwajah bening. Kalau anda-anda mengenal Xiao Zhan, ya seperti itu.

"Menurut kesepakatan tidak akan melibatkan karyawan kantor dalam acara lusa, lalu kenapa Yetty berkeliaran di gedung ini!" Arman berkata lagi dengan menekan suara melalui giginya agar Dita tidak terkejut. Arman masih belum bisa meredakan emosinya mengingat Dewi yang dengan mudah menghapus dirinya dari hatinya.

Sudah biasa Dewi melihat kemanjaan Dita ke Arman. Tapi mengingat persekongkolan mereka di belakangnya untuk merebut kekuasaan, tak ayal Dewi kesal. Bukan karena dia dikhianati perasaannya tapi lebih ke bodohnya Dita yang lebih memihak orang lain dari pada saudara kandungnya sendiri.

Namun Dewi tidak mau menunjukkan perasaan marah itu dipermukaan wajahnya. "Bagiku Yetty bukan karyawan biasa," jawabnya pelan, seolah dia tidak terpengaruh dengan pemandangan menjijikkan di depannya.

"Tapi barusan sikapnya sangat angkuh dan sombong! Sebaiknya kamu jelaskan padanya kalau semua ini telah disepakati semua pihak yang terlibat dengan baik-baik agar tidak menimbulkan salah paham, oke!" Bagaimanapun Yetty akan jadi sekretarisku nanti, pikir Arman. Berani si Yetty tidak hormat, jangan salahkan kalau aku menindasnya dengan segunung pekerjaan.

Hm.

Dewi menghela nafas pelan seiring dengan pintu lift terbuka di lantai 12, dia pun melangkah keluar. Yetty telah menunggunya di pintu ruang meeting.

Dewi masuk setelah pintu dibuka oleh Yetty untuknya, kemudian sekretaris Dewi itu menutup pintu tidak menunggu Arman dan Dita yang datang mendekat.

Meski Arman tidak membawa sekretarisnya di kantor perwakilan Direktur, tapi Farouq teman merangkap asisten pribadinya yang tidak terikat dengan Thamrin grup, tetap datang untuk melayaninya.

"Silahkan Bu," ujar Farouq tersenyum ramah pada Dita tapi pada Arman dia memasang tampang jutek.

Bagaimana tidak?

Saat Arman memutuskan menikah dengan Dewi, dia sudah berangan-angan akan menjadi pelipur lara buat Dita. Sekalian dia pedekate untuk mendapatkan cintanya, tapi sekarang si Arman brengsek ini telah membuyarkan mimpi indahnya.

Bukannya Arman tidak tau itu. Cis, dia mencibir pada Farouq yang memasang sikap bermusuhan padanya.

.

.

Di ruang meeting, para eksekutif dan ekslusif telah hadir. Sedikit banyak mereka sudah tau apa yang akan disampaikan Dewi pada rapat dadakan ini. Jabatan Direktur utama sedang dipertanyakan. Mereka semua bukanlah orang bodoh yang tidak tau kemana arah bersatunya hubungan antara Arman dan Dita.

Beberapa kelompok berbisik-bisik apakah akan tinggal menjadi bawahan Arman atau meninggalkan Thamrin grup jika solusinya tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Dewi masuk terlebih dahulu, Yetty mengambil tempat berdiri di belakang kursi yang diduduki Dewi.

Berikutnya Arman dan Dita (si pemilik saham terbesar kedua) untuk pertama kali ikut hadir. Dia duduk di samping Arman yang protektif.

Bukan maksud untuk berlebihan tapi barusan Dita jantungan waktu di lift dan belum bisa meredakan debarannya. Wajahnya juga terlihat pucat seperti orang sakit.

Kebanyakan dari yang hadir tau bahwa kesehatan Nona kedua Grup Thamrin tidak terlalu bagus, dan Arman adalah orang yang perduli pada Dita, tempat gadis itu bermanja. Mungkinkah karena itu Dewi mengalah?

Dewi tidak memperdulikan reaksi yang hadir, dia segera berdiri untuk memulai meeting. "Sore, Bapak ibu semuanya." Dewi menyapa agar tidak berlama-lama.

"Selamat sore, Bu Dewi. Para eksekutif dan ekslusif membalas sapaannya.

"Saya akan langsung ke inti permasalahannya, bahwa saya dan Bapak Arman akan tetap menikah tapi dengan pasangan kami masing-masing."

Suara gemuruh terdengar seperti segerombolan laler yang mengerubungi kotoran. Saling diskusikan dengan orang disamping mereka.

"Jadi benar."

"Sepertinya begitu."

"Mereka ini memang lebih cocok."

"Ku rasa pun."

"Nona kedua memang butuh seorang seperti Pak Arman yang ikhlas menyayanginya."

Dewi mendengar diskusi semua orang kerena dia tidak congek-an.

"Bapak-bapak dan ibu-ibu tidak perlu khawatir, Thamrin grup sekarang dalam posisi stabil. Makanya kita harus bersatu mempertahankan kestabilan ini," lanjut Dewi agar para hadirin kembali fokus.

"Setelah menikah saya akan mengundurkan diri dari jabatan Direktur, karena ingin menghabiskan waktu dengan suami saya bulan madu keliling dunia. Sudah waktunya bagi saya punya keturunan, jadi prioritas saya kedepannya adalah bercocok tanam."

"Bapak-bapak dan ibu-ibu, Do'ain saya agar tahun depan sudah punya momongan."

Arman memandang Dewi dengan perasaan benci. Hatinya benar-benar panas sampai bisa memanggang seekor ayam, satu menit langsung matang.

___________

Terpopuler

Comments

Happy Kids

Happy Kids

ah ternyata naif jg alias bego wkwkwk. dimanfaatin arman dan klg ga nyadar. lama lama dia ditendang mreka. klg arman cm butuh saham dita aja /CoolGuy/

2024-11-03

2

Happy Kids

Happy Kids

bego emg. hrsnya kl mau disayanv sayang y ngomongke kakanya. kakanya kerja jg buat dia

2024-11-03

2

Happy Kids

Happy Kids

elu si jd adik gatau diri

2024-11-03

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Si pencuri kekasih
2 Bab 2. Sebaiknya mengalah
3 Bab 3. Persetujuan terpaksa
4 Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5 Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6 Bab 6. Terganggu harga diri
7 Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8 Bab 8. nafkah bulanan
9 Bab 9. Bercocok tanam
10 Bab 10. Pasangan serasi
11 Bab 11 Pink star Diamond
12 Bab 12. Realistis dan egois
13 Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14 Bab 14. Gadis penjual keliling
15 Bab 15. Seolah bertemu harapan
16 Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17 Bab 17. Black pink
18 Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19 Bab 19. Mandi basah
20 Bab 20. Alan, please stop it
21 Bab 21. Jadi bahan fantasi
22 Bab 22. Aroma tikus mati
23 Bab 23. Mandi bersamaku
24 Bab 24. Rahasia Alan
25 Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26 Bab 26. Sah
27 Bab 27. Antagonist
28 Bab 28. Rencana tes genetik
29 Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30 Bab 30. Ketua dewan pingsan
31 Bab 31. Jati diri
32 Bab 32. Identitas
33 Bab 33. Batas Utara selatan
34 Bab 34. Jangan salah paham
35 Bab 35. Korban patah kaki
36 Bab 36. Siapa pelakunya
37 Bab 37. Belum morning kiss
38 Bab 38. Beri aku waktu
39 Bab 39. Satpam miskin
40 Bab 40. Paternity test
41 Bab 41. Rahasia
42 Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43 Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44 Bab 44. Sayang ibu
45 Bab 45. Rayuan Tuan besar
46 Bab 46. Bertemu ibu mertua
47 Bab 47. Dua wanita penting
48 Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49 Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50 Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51 Bab 51. Yu Ting penuh drama
52 Bab 52. Dark Dragon Junior
53 Bab 53. Ini istriku
54 Bab 54. Paternitas positif
55 Bab 55. Asal mau membuka hati
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab. 1 Si pencuri kekasih
2
Bab 2. Sebaiknya mengalah
3
Bab 3. Persetujuan terpaksa
4
Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5
Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6
Bab 6. Terganggu harga diri
7
Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8
Bab 8. nafkah bulanan
9
Bab 9. Bercocok tanam
10
Bab 10. Pasangan serasi
11
Bab 11 Pink star Diamond
12
Bab 12. Realistis dan egois
13
Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14
Bab 14. Gadis penjual keliling
15
Bab 15. Seolah bertemu harapan
16
Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17
Bab 17. Black pink
18
Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19
Bab 19. Mandi basah
20
Bab 20. Alan, please stop it
21
Bab 21. Jadi bahan fantasi
22
Bab 22. Aroma tikus mati
23
Bab 23. Mandi bersamaku
24
Bab 24. Rahasia Alan
25
Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26
Bab 26. Sah
27
Bab 27. Antagonist
28
Bab 28. Rencana tes genetik
29
Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30
Bab 30. Ketua dewan pingsan
31
Bab 31. Jati diri
32
Bab 32. Identitas
33
Bab 33. Batas Utara selatan
34
Bab 34. Jangan salah paham
35
Bab 35. Korban patah kaki
36
Bab 36. Siapa pelakunya
37
Bab 37. Belum morning kiss
38
Bab 38. Beri aku waktu
39
Bab 39. Satpam miskin
40
Bab 40. Paternity test
41
Bab 41. Rahasia
42
Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43
Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44
Bab 44. Sayang ibu
45
Bab 45. Rayuan Tuan besar
46
Bab 46. Bertemu ibu mertua
47
Bab 47. Dua wanita penting
48
Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49
Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50
Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51
Bab 51. Yu Ting penuh drama
52
Bab 52. Dark Dragon Junior
53
Bab 53. Ini istriku
54
Bab 54. Paternitas positif
55
Bab 55. Asal mau membuka hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!