Bab 6. Terganggu harga diri

Dalam perjalanan ke Hotel Thamrin sebagai tempat acara, di dalam mobil Dita duduk di belakang bersama Nyonya Bagyo. Tuan Bagyo duduk di depan bersama Arman, sedang Arman bertindak sebagai supir.

"Beruntung kamu memilih Dita, Man." sinis Ibu Arman sembari menggenggam tangan Dita dan mengusapnya lembut. Dita yang duduk disampingnya tersenyum senang dipuji oleh calon ibu mertuanya.

"Lihatlah betapa cepatnya wanita pilihan kamu semula itu, Man. Mengambil laki-laki lain sebagai pengganti kamu, kontan gak pake nunggu sehari pun. Sudah bagus kamu menuruti nasehat orang tua. Kaca mata orang tua itu lebih tajam memandang yang terbaik untuk anaknya. Dengan bersatunya kamu dan Dita, posisi kamu di perusahaan bisa diperjuangkan biar tidak terus di bawah telunjuk Dewi."

Tapi bukan itu yang dirunsingkan oleh Arman. Dia lebih terganggu harga dirinya sebagai laki-laki yang pernah menikmati tubuh Dewi. Pria itu menggenggam stir dengan erat, dari tadi giginya terkatup rapat. Sejak Dewi mengumumkan pernikahan dirinya dengan Alan hanya dalam hitungan menit sejak ibunya memilih Dita untuk dijadikan istrinya, Arman susah payah mengontrol emosinya.

Apa yang membuat Arman panas adalah, ternyata dia tidak bisa terima saat membayangkan nanti Dewi akan ditiduri oleh Alan setelah mereka sah jadi suami istri. Sebagai parlente urakan, gak mungkin Alan perduli dengan kesucian seorang perempuan karena dia juga jelas udah gak perjaka. Apalagi selama ini dia cinta mati sama Dewi. Bisa dibayangkan Dewi akan bahagia menjalani hari-harinya bersama Alan, karena itu Arman cemburu.

Tidak bisa dipungkiri, sebenarnya dia belum bosan dengan aroma kenikmatan tubuh Dewi. Kelihaian Dewi menjadi lawan tanding yang sempurna untuk bercinta bagi Arman. "Sudah ada Dita kenapa aku belum move on," keluh dalam hatinya.

"Arman lihat depan!" tegur Tuan Bagyo tiba-tiba mengejutkan Arman.

Oh, sh!t!

Arman hampir saja menabrak seorang pengendara motor kalau dia tidak segera nge-rem, padahal laju mobilnya cukup pelan karena kemacetan. Namanya juga melamun, ...

"Akh!"

"Akh!"

Bersamaan terdengar suara terkejut dari jok belakang saking kerasnya Arman menginjak rem. Itu Dita dan Nyonya Bagyo yang menjerit bareng.

"Arman hati-hati mengemudi!" pekik Nyonya Bagyo kesal karena dirinya hampir terlempar. Kening Dita bahkan telah kejedut ke sandaran kursi di depannya. Tubuhnya yang lemah tidak kuat menahan hentakan.

"Maaf Bu," ucap Arman melirik keduanya dari spion depan. "Sebaiknya kalian juga pakai sabuk pengaman." Pria itu menarik nafas panjang sebelum meneruskan perjalanan.

Dia sempat senang melihat keputusasaan Dewi yang patah hati dan menderita dicampakkan olehnya. Tapi si kunyuk Alan merubah keadaan 180°, Dewi akan tersenyum bahagia lusa saat acara pernikahan kembar mereka. Dan dia, apakah dia akan bahagia melihat kebahagiaan Dewi?

Dita lebih muda dan segar, cantik melebihi Dewi tapi kenapa aku tidak bisa menghilangkan gejolak asmara saat bersama Dewi. Bayang-bayang Dewi saat terpuaskan di bawah kungkungannya tak bisa ditepis Arman. Come on Man, sekarang bukan saatnya merindukan Dewi.

Dita yang duduk di belakang juga terganggu jiwanya. Apakah benar perbuatannya merebut calon suami kakaknya hanya karena dia lebih disukai keluarganya. Bagaimana kalau Kak Arman tidak bisa move on dari Dewi?

Tapi Dewi juga akan jadi milik Om Alan. Kak Arman dan Dewi akan benar-benar putus. Semula Dita khawatirkan memang tentang itu. Meski dia mendapatkan raga Arman tapi bagaimana dengan hatinya? Dan sekarang kekhawatiran itu tidak diperlukan lagi. Syukurlah, Dita menarik nafas lega.

.

.

Supir yang membawa mobil Dewi dan Alan tiba di parkiran VIP Hotel Thamrin. Perempuan itu langsung mendapat sambutan dari beberapa Manager yang menunggu kedatangannya.

"Meeting dalam 1 jam," ujarnya sambil melewati barisan Manager.

"......" Para Manager saling melirik dengan ekor mata mereka. Meeting dadakan sangat jarang tejadi. Apakah ada hal yang urgent?

Mereka semua mengangguk hormat. Memang sudah ada perasaan aneh sejak Arman, calon mempelai pria datang lebih dulu bersama Dita, si Nona kedua Grup Thamrin. Lalu siapa pria kusut brewokan yang bersama Dewi, ini pertama kali pihak eksekutif melihatnya.

Dengan Alan disampingnya, Dewi melangkah penuh percaya diri. "Kita langsung ke kamar tunggu pengantin," ujarnya pada Alan.

Hm, angguk Alan mengikuti Dewi, mengindahkan tatapan para Manager yang memandang heran padanya.

.

.

Ceklek, pintu dibuka.

Di dalam kamar tunggu pengantin sudah ada Dita dan Arman beserta Tuan dan Nyonya Bagyo. Mereka memandang sinis dengan kehadiran Dewi yang pongah.

"Maaf, kalian harus buka kamar lain karena kamar ini saya yang order," kata Dewi saat berada lima langkah di dalam kamar.

"Tidak usah kamu bilang kita juga udah booking kamar baru!" balas Arman tak kalah jutek, "Ayo sayang." Lalu dia mengandeng tangan Dita keluar dari kamar dengan sengaja menabrak bahu Alan yang menyumpal di depan pintu bagian luar.

Arman hanya menunggu Dewi, apa mau menggunakan kamar ini atau tidak. Ternyata dia mau disini, ya sudah Arman bawa calon istri dan keluarganya ke kamar yang telah dipesannya jauh hari dengan nama samaran.

Sebelum menyusul Putra serta calon menantunya, "Dewi, bisa kan kamu bicara baik-baik. Bagaimanapun hubungan kita akan naik ke level keluarga. Sebagai kakak tertua, sebaiknya kamu menunjukkan contoh yang baik pada adikmu bagaimana caranya menghormati orang tua," sinis Nyonya Bagyo. "Ayo, Pak!" Dia menggandeng tangan suaminya keluar.

Hah!

"Mereka boleh menindas saya, kenapa saya harus bersikap baik pada mereka!" Dewi meradang.

"Sudahlah! Baik juga nasehat ibu itu." Alan masuk ke kamar mencari posisi aman untuk duduk.

"Ih!" Dewi menepuk pundah Alan yang lewat di depannya. "Kamu dipihak siapa sebenarnya?"

__________

Episodes
1 Bab. 1 Si pencuri kekasih
2 Bab 2. Sebaiknya mengalah
3 Bab 3. Persetujuan terpaksa
4 Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5 Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6 Bab 6. Terganggu harga diri
7 Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8 Bab 8. nafkah bulanan
9 Bab 9. Bercocok tanam
10 Bab 10. Pasangan serasi
11 Bab 11 Pink star Diamond
12 Bab 12. Realistis dan egois
13 Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14 Bab 14. Gadis penjual keliling
15 Bab 15. Seolah bertemu harapan
16 Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17 Bab 17. Black pink
18 Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19 Bab 19. Mandi basah
20 Bab 20. Alan, please stop it
21 Bab 21. Jadi bahan fantasi
22 Bab 22. Aroma tikus mati
23 Bab 23. Mandi bersamaku
24 Bab 24. Rahasia Alan
25 Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26 Bab 26. Sah
27 Bab 27. Antagonist
28 Bab 28. Rencana tes genetik
29 Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30 Bab 30. Ketua dewan pingsan
31 Bab 31. Jati diri
32 Bab 32. Identitas
33 Bab 33. Batas Utara selatan
34 Bab 34. Jangan salah paham
35 Bab 35. Korban patah kaki
36 Bab 36. Siapa pelakunya
37 Bab 37. Belum morning kiss
38 Bab 38. Beri aku waktu
39 Bab 39. Satpam miskin
40 Bab 40. Paternity test
41 Bab 41. Rahasia
42 Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43 Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44 Bab 44. Sayang ibu
45 Bab 45. Rayuan Tuan besar
46 Bab 46. Bertemu ibu mertua
47 Bab 47. Dua wanita penting
48 Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49 Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50 Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51 Bab 51. Yu Ting penuh drama
52 Bab 52. Dark Dragon Junior
53 Bab 53. Ini istriku
54 Bab 54. Paternitas positif
55 Bab 55. Asal mau membuka hati
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab. 1 Si pencuri kekasih
2
Bab 2. Sebaiknya mengalah
3
Bab 3. Persetujuan terpaksa
4
Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5
Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6
Bab 6. Terganggu harga diri
7
Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8
Bab 8. nafkah bulanan
9
Bab 9. Bercocok tanam
10
Bab 10. Pasangan serasi
11
Bab 11 Pink star Diamond
12
Bab 12. Realistis dan egois
13
Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14
Bab 14. Gadis penjual keliling
15
Bab 15. Seolah bertemu harapan
16
Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17
Bab 17. Black pink
18
Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19
Bab 19. Mandi basah
20
Bab 20. Alan, please stop it
21
Bab 21. Jadi bahan fantasi
22
Bab 22. Aroma tikus mati
23
Bab 23. Mandi bersamaku
24
Bab 24. Rahasia Alan
25
Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26
Bab 26. Sah
27
Bab 27. Antagonist
28
Bab 28. Rencana tes genetik
29
Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30
Bab 30. Ketua dewan pingsan
31
Bab 31. Jati diri
32
Bab 32. Identitas
33
Bab 33. Batas Utara selatan
34
Bab 34. Jangan salah paham
35
Bab 35. Korban patah kaki
36
Bab 36. Siapa pelakunya
37
Bab 37. Belum morning kiss
38
Bab 38. Beri aku waktu
39
Bab 39. Satpam miskin
40
Bab 40. Paternity test
41
Bab 41. Rahasia
42
Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43
Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44
Bab 44. Sayang ibu
45
Bab 45. Rayuan Tuan besar
46
Bab 46. Bertemu ibu mertua
47
Bab 47. Dua wanita penting
48
Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49
Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50
Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51
Bab 51. Yu Ting penuh drama
52
Bab 52. Dark Dragon Junior
53
Bab 53. Ini istriku
54
Bab 54. Paternitas positif
55
Bab 55. Asal mau membuka hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!