Bab 13. Masalah perempuan ngidam

Seyogianya ada restoran yang telah lama beroperasi di lantai 7 yang lebih dekat dengan kamar tunggu mereka, namun Dita ingin makan malam di restoran lantai satu yang baru akan lounching besok.

Untuk menunjukkan kasih sayangnya, Arman menuruti kehendak Dita. Lagipula mereka penguasa, siapa pun tidak ada yang boleh meremehkan.

Menu untuk acara besok bahkan disiapkan di restoran lantai 7 serta lantai 13, tapi koki dipaksa menyiapkan hidangan di lantai satu. Bukankah ini namanya cari gara-gara, mana mintanya menu sea food kepiting lobster besar pula itu. Minyak dan saos akan mengotori alas meja makan baru, tapi siapa yang peduli. Itu adalah derita mereka sebagai karyawan untuk membersihkannya, agar bisa dipakai lagi besok dalam keadaan bersih. Nona kedua dan Tuan Arman adalah pemilik hotel, cari masalah namanya kalau ada yang berani membantah.

Dewi dan Alan yang akan keluar melalui lobby tentu saja akan melewati restoran lantai satu. Bukan tidak bisa langsung ke parkiran khusus mobilnya, tapi dia sekalian mau inspeksi sudah sejauh mana persiapan untuk acara besok.

"Apa yang mereka lakukan di dalam sana?" Dewi terkejut saat melihat dari kaca transparan kehebohan yang terjadi di salah satu meja makan utama.

Alan tentu saja sudah melihatnya, "Bukankah mereka sedang makan?"

Kalau itu aku juga tau tapi kenapa para koki mengijinkan. Apakah mereka tidak punya mulut untuk menjawab, bahwa belum ada yang dibolehkan menggunakan fasilitas restoran lantai satu. "Aku akan menegur mereka," kata Dewi geram.

Diikuti Alan, Dewi masuk ke dalam restoran. "Apa kalian tidak tau peraturan?"

"Ah, Kak! Ayo makan, ini enak sekali." Dita sepertinya tidak mendengar teguran Dewi. Dia asik makan dengan lancar karena Arman dengan baik hati mengopek cangkang kepiting lobster untuknya. Bagitu juga calon mertuanya sangat memanjakan Dita, semua keinginannya dipenuhi terlebih dahulu.

Melihat tegurannya tidak diindahkan, "Arman! Sebagai eksekutif apa kamu lupa pada aturan. Restoran ini belum boleh digunakan sebelum acara lounching, besok." Dewi menegur Arman masih menjaga intonasinya. Si Dita, si kurang akal ini mana lemah jantung lagi. Bisa pingsan jika dia langsung membentak.

Fokus Arman bukan pada Dewi tapi Alan yang berdiri sangat dekat di samping wanitanya. Arman merasa ingin melempar piring kepiting lobster yang berisi cangkang kosong ke wajah pria itu tapi dia terpaksa menahan diri. Bisa kegeeran si Dewi kalau dia tau betapa Arman masih sangat mencintainya. "Memangnya apa yang terjadi kalau makan disini sebelum lounching?" tanya Arman. Ekspresinya masam seolah direndam air cuka.

"Arman, peraturan adalah peraturan! Apa kata karyawan kalau kita sebagai pimpinan justru yang melanggar!"

"........" Arman belum membuka mulutnya.

Prang!

Nyonya Bagio meletakkan tang pembuka cangkang seafood ke piring di depannya sehingga menimbulkan bunyi yang keras. "Si Dita yang kepingin. Apa kamu tidak tau kalau ibu hamil harus dituruti maunya, agar tidak ileran serta keterbelakangan mental setelah anaknya lahir." Nyonya Bagio menjawab dengan suara keras. Bahkan jantungnya ikut meledak-ledak menahan amarah.

Suaranya terdengar sampai ke dapur. Para koki dan pelayan yang berdiri agak jauh pun terkejut, apalagi Dita yang duduk tepat di sampingnya. Arman mendekatkan kursinya ke arah Dita agar dia bisa memeluk gadis lemah itu.

"Bu, sabar!" tegur Tuan Bagio menepuk-nepuk punggung istrinya.

Dewi terperangah, anaknya belum resmi jadi Direktur Utama kenapa ibunya sudah berlagak di depannya. Pakai alasan kehamilan Dita, apakah dia masih tidak bertoleransi? Mana suaranya kencang, lagi. Apakah urat malunya sudah putus. Tidak mikir apa kalau karyawan semua punya telinga yang bisa mendengar dan punya mulut yang bisa bergosip. Si Dita hamil sebelum menikah, Astagfirullah, ucap dalam hati Dewi. "......" Dia kehilangan berkata-kata.

"Peraturan dibuat untuk karyawan, tapi Dita pemilik saham dan masih saudara. Dia memang tidak pernah menganggap kita sebagai keluarganya." Nyonya Bagio mengusap wajahnya yang berkeringat karena keseruan makan. Kepiting lobster yang sangat lezat tapi kerena teguran Dewi, dia jadi hilang selera. Kalau dilihat dari jauh sepertinya dia menangis, Nyonya Bagio mengusap hidungnya yang keluar ingus karena kepedasan, seolah dia terisak.

Tidak bisa dihindari bahwa drama ini akan dilihat oleh Koki dan karyawan, seolah Dewi telah menindas orang yang sedang makan. Setahunya orang ngidam ingin makan sesuatu memang wajar tapi tidak ada yang ngidam harus makan di suatu tempat. Dan harus di tempat itu tidak bisa dirubah ke tempat lain. Aneh bin ajaib, hamil apa dia? Anak siluman, kah!

Tapi Dewi tidak mungkin memperbesar masalah ini, dia masih punya urat malu. Dewi melihat sekeliling, ada 5 karyawan serta 2 koki.

Berita mengenai Dita yang ingin makan lobster kemungkinan telah tersebar ke karyawan restoran lantai 7 dan 13, namun apa yang terjadi tidak boleh sampai bocor. "Jika ada pembicaraan di ruangan ini yang tersebar ke luar apalagi ke pihak media. Maka kalian semua akan diberhentikan secara tidak hormat!" tegas Dewi.

Karyawan berbaris di depan Dewi, tidak ada yang berani bersuara. Seorang koki yang menjadi kepala bagian dapur maju bicara. "Ibu Dewi, jangan khawatir. Kita masih butuh pekerjaan ini untuk menghidupi keluarga. Mereka semua adalah orang yang saya asuh, kesetiaan mereka sudah terjamin."

"Apalagi kita digaji lebih mahal daripada di tempat lain. Meski begitu, bagi kita reputasi lebih penting dari pada uang. Kita tidak akan mengkhianati Bos di tempat kita mencari makan," sambung koki kedua memberi jaminan.

"Baik, saya pegang janji kalian." Tanpa permisi pada Arman dan keluarganya, Dewi mengajak Alan pergi. Kalau masalahnya pada perempuan hamil yang lagi ngidam, Dewi menyerah.

*

"Are you, okey?" Arman bertanya pada Dita dengan suara lembut.

Hm, Dita mengangguk. Dia dan Arman sama-sama tau kalau Dita tidak hamil. Tapi alasan ini sangat ampuh menundukkan keotoriteran si Dewi, sebelah ujung bibir Dita terangkat samar.

"Masih mau makan lagi?" tanya Arman.

"Ibu?" tanya Dita pada Nyonya Bagio. "Apakah masih selera?"

Nyonya Bagio tersentuh dengan perhatian Dita. "Tidak sia-sia kita memilih kamu, nak. Lembut dan baik hati. Lihat itu Arman! Ibu beruntung kamu jadi anak yang penurut. Ayo makan lagi! Jangan biarkan ada yang tersisa walaupun itu cuma secuil daun bawang. Jilat semua sampai bersih," katanya.

Dita tersenyum senang, Ibu mertua satu server dengannya. Akan mudah mendapatkan hati Arman kedepannya, karena Dita tau Arman belum bisa move on dari Dewi.

Memang benar pikiran si Dita, Arman tidak perduli istri lembut dan baik hati. Yang penting baginya, istri yang bisa membuatnya puas dalam urusan seks. Dewi telah menunjukkan kemampuannya, ditambah Arman masih tidak bisa melupakannya. Hah, dia mendesah dalam hati.

Dita lemah ditambah ada masalah dengan jantungnya, bisa-bisa sekali genjot langsung pingsan. Apa dia tega menggaulinya?

____________

Episodes
1 Bab. 1 Si pencuri kekasih
2 Bab 2. Sebaiknya mengalah
3 Bab 3. Persetujuan terpaksa
4 Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5 Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6 Bab 6. Terganggu harga diri
7 Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8 Bab 8. nafkah bulanan
9 Bab 9. Bercocok tanam
10 Bab 10. Pasangan serasi
11 Bab 11 Pink star Diamond
12 Bab 12. Realistis dan egois
13 Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14 Bab 14. Gadis penjual keliling
15 Bab 15. Seolah bertemu harapan
16 Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17 Bab 17. Black pink
18 Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19 Bab 19. Mandi basah
20 Bab 20. Alan, please stop it
21 Bab 21. Jadi bahan fantasi
22 Bab 22. Aroma tikus mati
23 Bab 23. Mandi bersamaku
24 Bab 24. Rahasia Alan
25 Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26 Bab 26. Sah
27 Bab 27. Antagonist
28 Bab 28. Rencana tes genetik
29 Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30 Bab 30. Ketua dewan pingsan
31 Bab 31. Jati diri
32 Bab 32. Identitas
33 Bab 33. Batas Utara selatan
34 Bab 34. Jangan salah paham
35 Bab 35. Korban patah kaki
36 Bab 36. Siapa pelakunya
37 Bab 37. Belum morning kiss
38 Bab 38. Beri aku waktu
39 Bab 39. Satpam miskin
40 Bab 40. Paternity test
41 Bab 41. Rahasia
42 Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43 Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44 Bab 44. Sayang ibu
45 Bab 45. Rayuan Tuan besar
46 Bab 46. Bertemu ibu mertua
47 Bab 47. Dua wanita penting
48 Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49 Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50 Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51 Bab 51. Yu Ting penuh drama
52 Bab 52. Dark Dragon Junior
53 Bab 53. Ini istriku
54 Bab 54. Paternitas positif
55 Bab 55. Asal mau membuka hati
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab. 1 Si pencuri kekasih
2
Bab 2. Sebaiknya mengalah
3
Bab 3. Persetujuan terpaksa
4
Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5
Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6
Bab 6. Terganggu harga diri
7
Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8
Bab 8. nafkah bulanan
9
Bab 9. Bercocok tanam
10
Bab 10. Pasangan serasi
11
Bab 11 Pink star Diamond
12
Bab 12. Realistis dan egois
13
Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14
Bab 14. Gadis penjual keliling
15
Bab 15. Seolah bertemu harapan
16
Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17
Bab 17. Black pink
18
Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19
Bab 19. Mandi basah
20
Bab 20. Alan, please stop it
21
Bab 21. Jadi bahan fantasi
22
Bab 22. Aroma tikus mati
23
Bab 23. Mandi bersamaku
24
Bab 24. Rahasia Alan
25
Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26
Bab 26. Sah
27
Bab 27. Antagonist
28
Bab 28. Rencana tes genetik
29
Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30
Bab 30. Ketua dewan pingsan
31
Bab 31. Jati diri
32
Bab 32. Identitas
33
Bab 33. Batas Utara selatan
34
Bab 34. Jangan salah paham
35
Bab 35. Korban patah kaki
36
Bab 36. Siapa pelakunya
37
Bab 37. Belum morning kiss
38
Bab 38. Beri aku waktu
39
Bab 39. Satpam miskin
40
Bab 40. Paternity test
41
Bab 41. Rahasia
42
Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43
Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44
Bab 44. Sayang ibu
45
Bab 45. Rayuan Tuan besar
46
Bab 46. Bertemu ibu mertua
47
Bab 47. Dua wanita penting
48
Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49
Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50
Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51
Bab 51. Yu Ting penuh drama
52
Bab 52. Dark Dragon Junior
53
Bab 53. Ini istriku
54
Bab 54. Paternitas positif
55
Bab 55. Asal mau membuka hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!