Bab 10. Pasangan serasi

Dewi memilih mengundurkan diri, hm. Sepertinya dia ingin melihat grup Thamrin jatuh di tangan Kak Arman sehingga menuai protes dari anggota Dewan dan pada akhirnya jabatan itu kembali padanya. Kalau ada yang melihat tarikan kecil diujung bibir Dita, itu lebih dingin dari es di kutub Utara.

Dewi pikir dia bisa menyembunyikan kelicikan di hatinya, coba saja Yetty sulit diajak bekerjasama dan membodohi Kak Arman. Perempuan tua itu akan berhadapan denganku, Dita mengepal tangannya yang bebas di bawah meja.

Sementara fokus Arman bukan pada mengundurkan diri Dewi. Dua kata bercocok tanam lebih digaris bawahi oleh hatinya yang kian tambah panas seperti kawah gunung merapi.

"Kak sakit," lirih dita terkejut.

"Oh maaf," ucap Alan menyadari kesalahannya. Ternyata dia menggenggam tangan Dita terlalu erat seperti memeras jeruk untuk dijadikan jus.

Hm, Dita mendesah. Semudah itu Dewi menyerahkan jabatannya tapi kenapa Kak Arman tidak bahagia?

Para eksekutif tersenyum masam mendengar ke-vulgaran bahasa Dewi. Bercocok tanam, bukanlah bahasa yang formal disebutkan dalam sebuah rapat Dewan direksi. Adanya konotasi negatif, otak orang dewasa mana yang tidak akan traveling ke hal-hal berbau porno khususnya laki-laki.

Kekasih direbut, posisi direbut sampai harus resign dengan alasan mau keliling dunia. Sementara kebanyakan orang akan berusaha saling menjatuhkan bahkan ada yang sampai membunuh demi kekuasaan. Tapi Dewi merelakan nya begitu saja, "Jika Bu Dewi mengundurkan diri, bukankah salah satu jabatan penting akan kosong," kata seorang anggota dewan.

Dewi memandang orang itu kemudian berkata. "Semua yang hadir disini pasti mengerti, bahwa dengan bersatunya pemegang saham kedua dan ketiga, tidak mungkin lagi bagi saya untuk duduk di bangku Direktur. Saya hanya pantas menjadi wakil."

"Maka dari itu sekarang saya umumkan, bahwa mulai saat ini Bu Yetty akan menggantikan saya sementara sampai saya siap kembali ke perusahaan."

Kembali suara laler bergerombol saling diskusi, kebanyakan dari mereka mengangguk-anggukkan kepala. Di wajah mereka tidak terlihat ada yang keberatan, kecuali Arman.

Pantas saja si Yetty sombong dan angkuh, ternyata dia akan naik jabatan. Arman memandang sekretaris Dewi itu dengan muka masam.

"Apakah ada interupsi?" tanya Dewi memandang pada semua yang hadir tanpa melewatkan Arman dan Dita.

Arman menarik ujung bibirnya, ibu pasti bahagia mendengar berita ini, pikirnya. Tapi hatinya yang kosong semakin terasa hampa, hah! Tubuh Arman terkulai lemas.

Anggota dewan direksi sepakat menggeleng, "Sepertinya Bu Dewi sudah merencanakan jauh hari, saya setuju kalau aturannya seperti itu." Seorang anggota berkata.

"Ya."

"Tidak ada masalah."

"Bu Yetty adalah senior bahkan dia pantas menduduki jabatan Direktur utama."

Seseorang ingin menambah panas hati seseorang, hehe. Ingin menunjukkan betapa tidak kompetennya Arman jadi Wakil, apalagi jadi Direktur utama.

Beberapa anggota Dewan tersenyum memandang ke Arman, tapi tidak ada yang mengeluarkan statemen tambahan.

Arman tidak menanggapi, tunggu saja jabatan Direktur ada ditangannya. Siapa yang menentang kebijakannya, akan dibantai di tempat pemotongan daging, heh!

"Baiklah, sekian saja dari saya. Terimakasih atas dukungan bapak-bapak dan ibu-ibu, permisi."

.

.

Saat keluar dari ruangan meeting, "Yetty kamu pulang saja karena urusan sudah selesai." Dewi memerintah sekretarisnya sebelum dia kembali ke kamar tunggunya.

"Baik, Bu Dewi. Apakah lusa saya boleh datang ke acara nikahan?"

Dewi mengerut kening, berpikir bahwa Bu Yetty banyak berjasa padanya. "Baiklah, bawa keluarga Bu Yetty kalau mereka juga mau ikut."

"Terimakasih kasih, Bu Dewi." Yetty tersenyum senang. Dia telah menganggap Dewi sebagai anaknya diam-diam di hatinya tapi Dewi terlalu kaku dan menjaga jarak jadi dia tidak berani sok akrab.

Dewi turun cepat-cepat ke lantai sembilan, dia tidak mau berbagi lift dengan dua orang yang akan membuat moodnya down. Dia masuk ke kamarnya tanpa hambatan, melihat Alan telah ditemani dua pria. Satu dari tim Wedding Organizer yaitu Renald dan satu lagi Designer yang tadi dia pesan.

"Bu Dewi," sapa mereka.

"Hm, sudah pilih jas?" Dewi duduk di sofa lebih dekat kepada Alan. Tatapannya pada sederet setelan jas yang tergantung di rak berjalan yang dibawa oleh Designer.

"Saya bawa sepuluh set terbaik. Kabar baiknya lagi, ada 3 setel jas keluaran baru yang baru saja tiba pagi ini. Menurut saya akan sangat cocok dikenakan Bapak Alan saat dipadukan dengan set kebaya Bu Dewi yang di Manekin itu." tunjuknya. "Bagaimana kalau coba sekarang saja?" tanya Designer yang bernama Remi itu dengan gemulai.

"Silahkan." Dewi menyuruh Alan dengan lirikan.

Si Designer dengan semangat berdiri untuk memilih jas yang dimaksud, "Bapak Alan telah memberitahu saya ukuran pakaiannya. Standard model pria internasional. Bu Dewi paling pintar memilih suami. Pak Alan bisa jadi model catwalk saya, kapan-kapan." Designer mengerjabkan matanya pada Alan.

"Berani berapa?" tanya Wedding Organizer bercanda. Dia juga terpukau saat pertama kali melihat suami pengganti Dewi, Alan. Hasil gambarnya juga photo genik. Arman ganteng tapi ini lebih ganteng dan seksi, tante-tante arisan pasti histeris gila jika disuguhi tubuh berotot Alan di balik kaos ketatnya yang tertutup jaket.

"Kamu kenapa masih disini?" tanya Dewi melotot Renald. "Apa kamu tidak ada kesibukan lain?"

Renald cemberut. Dia masih betah memandang Alan, sekarang harus diusir. Dasar si Dewi pelit. "Bu Dewi, saya perlu memastikan pakaian Pak Alan agar bisa mengatur fotografer saat mengambil kontras saat ijab kabul."

Tiba-tiba dia memiliki ide agar bisa berlama-lama di dekat Alan. "Bagaimana kalau Dewi juga sekalian coba kebayanya. Saya ambil photo baru aja, biar cantik photo kalian berdua di buku nikah, oke!"

Cis! Dewi mendengus. "Alasan."

"Hehe." Renald tertawa. "Ayo silahkan ibu yang terhormat."

Mau tak mau Dewi juga mencoba kebayanya, agar bisa disesuaikan dengan setelah jas Alan.

Alan berpikir kalau jas yang dipesannya juga cocok jika dipadukan dengan set kebaya Dewi, tapi ya lihat saja nanti. Sebentar lagi juga Hiro sampai, maka dia dengan patuh mengenakan satu set jas pertama yang Remi pasang ke tubuhnya.

"Oh, no way. Please help, I am in love with you Alan!" seru Remi.

Renald mendengus jijik tapi mau bagaimana lagi, dia yang straight aja kagum pada sosok Alan apalagi Remi yang setengah-setengah.

Dewi keluar dari kamar ganti dengan balutan kebaya di tubuhnya, "OHH, you look so beautiful Dewi." Kembali Remi berseru.

Renald yang siaga dengan kameranya juga berdecak, "Pasangan serasi," gumamnya.

"Ini belum make over, kalian sudah mencuri perhatian. No way, benar-benar pasangan yang membuat iri." Remi tak kuasa menahan liur di sudut bibirnya.. Matanya berbinar, "Aku mau photo wedding kalian terpampang satu yang paling gede, di Butik Saya."

Ding dong!

"Siapa?" tanya Renald.

"Tanya sana biar tau!" ketus Dewi. "Lihat orang lagi tes baju bukannya inisiatif."

Ck, dengan cemberut Renald ke pintu. "Siapa?"

"Hiro, asisten Pak Alan." Kata Pria di balik pintu yang wajahnya dapat dilihat di layar pemantauan.

__________

Episodes
1 Bab. 1 Si pencuri kekasih
2 Bab 2. Sebaiknya mengalah
3 Bab 3. Persetujuan terpaksa
4 Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5 Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6 Bab 6. Terganggu harga diri
7 Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8 Bab 8. nafkah bulanan
9 Bab 9. Bercocok tanam
10 Bab 10. Pasangan serasi
11 Bab 11 Pink star Diamond
12 Bab 12. Realistis dan egois
13 Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14 Bab 14. Gadis penjual keliling
15 Bab 15. Seolah bertemu harapan
16 Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17 Bab 17. Black pink
18 Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19 Bab 19. Mandi basah
20 Bab 20. Alan, please stop it
21 Bab 21. Jadi bahan fantasi
22 Bab 22. Aroma tikus mati
23 Bab 23. Mandi bersamaku
24 Bab 24. Rahasia Alan
25 Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26 Bab 26. Sah
27 Bab 27. Antagonist
28 Bab 28. Rencana tes genetik
29 Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30 Bab 30. Ketua dewan pingsan
31 Bab 31. Jati diri
32 Bab 32. Identitas
33 Bab 33. Batas Utara selatan
34 Bab 34. Jangan salah paham
35 Bab 35. Korban patah kaki
36 Bab 36. Siapa pelakunya
37 Bab 37. Belum morning kiss
38 Bab 38. Beri aku waktu
39 Bab 39. Satpam miskin
40 Bab 40. Paternity test
41 Bab 41. Rahasia
42 Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43 Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44 Bab 44. Sayang ibu
45 Bab 45. Rayuan Tuan besar
46 Bab 46. Bertemu ibu mertua
47 Bab 47. Dua wanita penting
48 Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49 Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50 Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51 Bab 51. Yu Ting penuh drama
52 Bab 52. Dark Dragon Junior
53 Bab 53. Ini istriku
54 Bab 54. Paternitas positif
55 Bab 55. Asal mau membuka hati
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab. 1 Si pencuri kekasih
2
Bab 2. Sebaiknya mengalah
3
Bab 3. Persetujuan terpaksa
4
Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5
Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6
Bab 6. Terganggu harga diri
7
Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8
Bab 8. nafkah bulanan
9
Bab 9. Bercocok tanam
10
Bab 10. Pasangan serasi
11
Bab 11 Pink star Diamond
12
Bab 12. Realistis dan egois
13
Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14
Bab 14. Gadis penjual keliling
15
Bab 15. Seolah bertemu harapan
16
Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17
Bab 17. Black pink
18
Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19
Bab 19. Mandi basah
20
Bab 20. Alan, please stop it
21
Bab 21. Jadi bahan fantasi
22
Bab 22. Aroma tikus mati
23
Bab 23. Mandi bersamaku
24
Bab 24. Rahasia Alan
25
Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26
Bab 26. Sah
27
Bab 27. Antagonist
28
Bab 28. Rencana tes genetik
29
Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30
Bab 30. Ketua dewan pingsan
31
Bab 31. Jati diri
32
Bab 32. Identitas
33
Bab 33. Batas Utara selatan
34
Bab 34. Jangan salah paham
35
Bab 35. Korban patah kaki
36
Bab 36. Siapa pelakunya
37
Bab 37. Belum morning kiss
38
Bab 38. Beri aku waktu
39
Bab 39. Satpam miskin
40
Bab 40. Paternity test
41
Bab 41. Rahasia
42
Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43
Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44
Bab 44. Sayang ibu
45
Bab 45. Rayuan Tuan besar
46
Bab 46. Bertemu ibu mertua
47
Bab 47. Dua wanita penting
48
Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49
Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50
Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51
Bab 51. Yu Ting penuh drama
52
Bab 52. Dark Dragon Junior
53
Bab 53. Ini istriku
54
Bab 54. Paternitas positif
55
Bab 55. Asal mau membuka hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!