Bab 3. Persetujuan terpaksa

Pernikahan akan diadakan di Restoran Hotel yang baru akan lounching, lusa. Peresmiannya disamakan dengan pernikahan Dewi dan Arman, yang diatur mendadak. Mengundang kolega serta tamu-tamu langganan mereka selama ini, agar hemat biaya. Bukankah sama dengan, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Dewi adalah yang mengusulkan agar mereka menikah secara sederhana. Tapi kenapa Arman malah membiarkan orang tuanya melamar Dita, disaat-saat terakhir? Apa mungkin selama ini, ibu bapak Arman tidak tau putra mereka mengencani dirinya?

"Apa kata para tamu jika pengantin wanitanya tidak sama dengan yang di email undangan?" tanya Dewi serak dengan bibir bergetar.

"Tidak apa-apa mereka bisik-bisik sebentar. Setelah itu juga akan diam dengan sendirinya jika kamu jelaskan, bahwa semula kedekatan kamu dan Arman hanya sebatas rekan kerja. Salahkan saja Arman dan Dita yang selama ini tidak jujur dengan hubungan mereka, makanya ada kesalahpahaman. Lagipula tidak ada skandal yang terekspos di permukaan antara kamu dan Arman, kan!" ujar Ibu Arman tidak mengindahkan kesakitan di wajah Dewi. Dia pantas mendapatkannya, pikir wanita baya itu.

Lalu nama baikku bagaimana, pikir Dewi. "Mau ditaruh dimana mukaku? Apa aku mau menahan malu sendirian!" teriaknya.

Saking kuatnya suara Dewi, semua orang tersentak kaget. "Dewi," desis Arman kasihan, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Ibunya telah mengancam agar jangan banyak bicara yang akan merugikan kedudukannya di perusahan.

"Apakah ini balasan kalian atas semua susah payahku?" Dewi menatap semua orang bergantian. Kemudian fokus ke Dita, si adik oon-nya.

"Kak," rengek gadis itu berjalan ke Arman, ketakutan. Duduk di samping prianya. Padahal kursi tunggal, dia menjejalkan dirinya menempel ke Arman. Arman memeluk pundaknya, mengusap ujung kepalanya. Entah apa yang dibisikkan Arman ke telinganya, Dita mengangguk kaku sambil melirik takut-takut ke Dewi.

Memangnya kamu saja yang bekerja keras di Perusahaan, sinis dalam hati Nyonya Bagyo. "Sudah, begitu saja! Arman menikah dengan Dita atau batalkan acara pernikahan. Toh niatnya pertama lounching restoran baru, kan!"

"Makanya urusan perusahaan jangan disangkut pautkan dengan urusan pribadi!" tegas Ibu Arman yang mungkin telah dipercayakan sebagai jubir pada kesempatan ini. "Apa kamu lebih suka adikmu yang menanggung malu, hamil gak ada suaminya?"

Bagaimana mungkin, pikir Dewi. Meskipun dia menyesal telah diambil perawannya tapi lebih menyesal lagi kenapa adiknya ini mau dimanfaatkan. Dewi tidak bodoh ada maksud terselubung, kenapa Ibu Arman kekeh mengambil Dita jadi menantu. Kalau putranya kompeten, dia pun akan dengan suka rela mengundurkan diri sebagai presiden direktur.

"Baik....," Dewi tak sanggup lagi membendung air matanya jatuh di pipi tirusnya.

Dewi memang kurus hampir tidak berdaging, matanya cekung seperti mata orang kurang tidur. Tapi semua demi siapa dia bekerja keras? Membesarkan nama perusahaan ditambah memanjakan rudal Arman. Dia rela kekurangan jam tidur dan meminum obat penambah tenaga yang sebenarnya tidak baik untuk kesehatan lambung.

"Kalau kamu memang ingin sekali menikahi lelaki bajingan ini, silahkan!" kata Dewi pada Dita, dia terpaksa menyerah pada keadaan.

"Kenapa kamu bilang putraku bajingan?" Ibu Arman bertanya marah.

"Apa kamu marah aku katai bajingan, Arman?" Dewi tidak mengindahkan wanita tua gak tau diri itu. Putranya lebih tau seperti apa dirinya.

"Bu, sudahlah!" Akhirnya ayah Arman buka suara mendelik ke istrinya. Mungkin merasa sesama bajingan, makanya dia tidak mau memperpanjang masalah bajingan.

"Kamu urus sendiri keperluan mu!" ketus Dewi pada Dita. Setelah itu dia naik ke lantai dua meninggalkan orang-orang yang saat ini paling dibencinya.

"Assalamualaikum." Suara seorang pria masuk ke ruang tengah.

"Om Alan," panggil Dita Lirih. Dia ingin lari ke pelukan pria itu karena kerinduan setelah tiga Minggu tidak berjumpa, tapi ada Arman serta calon mertuanya jadi diurungkannya niat itu. Dia udah gak bisa manja lagi kelaki-laki selain Arman.

Alan mengerut kening karena merasa suasana yang agak mencekam. Dia mengenal Arman sebagai salah satu pemegang saham sekaligus wakil direktur di perusahaan yang Dewi pimpin. Dan kehadirannya juga dipanggil oleh Dewi untuk jadi saksi pernikahannya, lusa. Tapi kenapa Dita yang duduk di samping Arman, dan kenapa wajah semua orang cemberut.

"Mana Dewi, Dit?" tanya Alan pada Dita.

"Di lantai atas lihat saja di kamarnya," jawab Dita. Tidak mungkin dia meninggalkan calon suami serta calon mertuanya di ruang tengah kayak orang yang tidak dihargai demi untuk mengantar Alan ke Dewi.

Rencananya mereka akan berangkat bareng setelah lamaran ini, ke hotel untuk bersiap-siap. Tapi gak tau apakah Dewi akan ikut bersama atau berangkat sendirian. Atau malah gak hadir, tapi gak mungkin. Sebagai Direktur utama seharusnya dia hadir, setidaknya untuk acara Lounching restoran baru, kan.

__________

Episodes
1 Bab. 1 Si pencuri kekasih
2 Bab 2. Sebaiknya mengalah
3 Bab 3. Persetujuan terpaksa
4 Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5 Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6 Bab 6. Terganggu harga diri
7 Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8 Bab 8. nafkah bulanan
9 Bab 9. Bercocok tanam
10 Bab 10. Pasangan serasi
11 Bab 11 Pink star Diamond
12 Bab 12. Realistis dan egois
13 Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14 Bab 14. Gadis penjual keliling
15 Bab 15. Seolah bertemu harapan
16 Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17 Bab 17. Black pink
18 Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19 Bab 19. Mandi basah
20 Bab 20. Alan, please stop it
21 Bab 21. Jadi bahan fantasi
22 Bab 22. Aroma tikus mati
23 Bab 23. Mandi bersamaku
24 Bab 24. Rahasia Alan
25 Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26 Bab 26. Sah
27 Bab 27. Antagonist
28 Bab 28. Rencana tes genetik
29 Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30 Bab 30. Ketua dewan pingsan
31 Bab 31. Jati diri
32 Bab 32. Identitas
33 Bab 33. Batas Utara selatan
34 Bab 34. Jangan salah paham
35 Bab 35. Korban patah kaki
36 Bab 36. Siapa pelakunya
37 Bab 37. Belum morning kiss
38 Bab 38. Beri aku waktu
39 Bab 39. Satpam miskin
40 Bab 40. Paternity test
41 Bab 41. Rahasia
42 Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43 Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44 Bab 44. Sayang ibu
45 Bab 45. Rayuan Tuan besar
46 Bab 46. Bertemu ibu mertua
47 Bab 47. Dua wanita penting
48 Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49 Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50 Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51 Bab 51. Yu Ting penuh drama
52 Bab 52. Dark Dragon Junior
53 Bab 53. Ini istriku
54 Bab 54. Paternitas positif
55 Bab 55. Asal mau membuka hati
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab. 1 Si pencuri kekasih
2
Bab 2. Sebaiknya mengalah
3
Bab 3. Persetujuan terpaksa
4
Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5
Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6
Bab 6. Terganggu harga diri
7
Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8
Bab 8. nafkah bulanan
9
Bab 9. Bercocok tanam
10
Bab 10. Pasangan serasi
11
Bab 11 Pink star Diamond
12
Bab 12. Realistis dan egois
13
Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14
Bab 14. Gadis penjual keliling
15
Bab 15. Seolah bertemu harapan
16
Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17
Bab 17. Black pink
18
Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19
Bab 19. Mandi basah
20
Bab 20. Alan, please stop it
21
Bab 21. Jadi bahan fantasi
22
Bab 22. Aroma tikus mati
23
Bab 23. Mandi bersamaku
24
Bab 24. Rahasia Alan
25
Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26
Bab 26. Sah
27
Bab 27. Antagonist
28
Bab 28. Rencana tes genetik
29
Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30
Bab 30. Ketua dewan pingsan
31
Bab 31. Jati diri
32
Bab 32. Identitas
33
Bab 33. Batas Utara selatan
34
Bab 34. Jangan salah paham
35
Bab 35. Korban patah kaki
36
Bab 36. Siapa pelakunya
37
Bab 37. Belum morning kiss
38
Bab 38. Beri aku waktu
39
Bab 39. Satpam miskin
40
Bab 40. Paternity test
41
Bab 41. Rahasia
42
Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43
Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44
Bab 44. Sayang ibu
45
Bab 45. Rayuan Tuan besar
46
Bab 46. Bertemu ibu mertua
47
Bab 47. Dua wanita penting
48
Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49
Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50
Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51
Bab 51. Yu Ting penuh drama
52
Bab 52. Dark Dragon Junior
53
Bab 53. Ini istriku
54
Bab 54. Paternitas positif
55
Bab 55. Asal mau membuka hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!