Bab 12. Realistis dan egois

Tidak menyangka Alan akan benar-benar sanggup membunuhnya. "Terimakasih my guardian angel," ucap Remi pada Hiro dengan suara bergetar. Wajahnya benar-benar pucat seperti darah di tubuhnya telah diperas hingga kandas.

Hiro membantu Remi berdiri, Designer itu susah payah menopang tubuhnya yang gemetar. "Bu Dewi saya hanya menyukai kejujuran jadi tolong berikan keadilan." Dia melirik Alan dengan ekor matanya dengan kemarahan yang tidak dapat disembunyikan.

Haih!

Dewi juga tidak tega melihat wajah Remi yang terlihat kehilangan jiwa. "Sepertinya Bapak Alan lebih suka memakai jasnya sendiri untuk acara besok, tapi saya tetap akan membeli jas hasil rancangan kamu sebagai dispensasi. Ketiga-tiganya dari yang terbaru, apakah pas di tubuh Alan?"

Untungnya ada hal baik. Alhamdulilah, ucap dalam hati Remi. Sekarang dia tau bahwa Alan bukan lah orang yang bisa diajak bercanda. Kekejamannya tidak akan berpikir dua kali untuk menganiaya makhluk bernyawa. "Memang pas," jawab Remi dengan perasaan marah yang terpaksa ditahan.

"Sekarang kamu keluar, bawa barang-barangmu ini sekalian!" Alan memerintah tegas. Dia tidak tahan lagi melihat wajah Remi walau semenit. Entah apa yang membuatnya marah, Alan sendiri pun bertanya-tanya. Kenapa tiba-tiba dia emosi melihat si Remi. Contoh bacaan ijab kabulnya tadi juga membuat Alan ingin menempeleng kepala si Remi, hanya Alan masih berusaha menahan dirinya. Dia aja belum mengucapkan, berani-beraninya si bencong ini melafalkan langsung dengan nama asli Dewi. Itu yang paling membuat Alan panas, kayaknya.

Hm!

Dengan perasaan haru, Remi meninggalkan tiga jas pesanan Dewi. Lalu dengan perasaan sedih, dia menarik troly panjang tempat sisa jas-jasnya digantung. Sambil melangkah dia berkata pada Hiro. "Tuan tampan! Karena anda adalah penyelamat saya, maka saya sekarang milik anda. Jangan lupa untuk merindukan saya kedepannya, saya juga akan merindukan anda."

"Hah!" Renald menekan rasa jijik hampir muntah mendengarnya.

Sementara Dewi menahan senyum diujung bibirnya. Barusan dia merasa kasihan, tapi sekarang hanya tinggal perasaan bersalah terhadap perlakuan Alan yang melampaui batas.

"Baiklah," jawab Hiro. "Saya akan mencari anda jika saya kepingin makan daging manusia."

Gleg!

Jakun Remi menggulung, wajahnya yang pucat semakin pias.

"Hahaha," tawa Renald pelan. Dia rasa Hiro bercanda karena pria itu tersenyum saat mengatakan nya.

Tapi bagi Remi, Hiro pasti serius. Dia dan Alan adalah dua manusia menyeramkan yang pernah ditemuinya selama dia hidup di dunia. Sebagai fashion designer yang telah go internasional, Remi dihormati para kalangan atas, selebrita lokal maupun internasional menyanjungnya. Tapi di depan kedua pria gahar ini, Remi benar-benar jatuh harga diri. "Kalau begitu saya tidak akan merindukan anda Tuan Hiro, permisi Bu Dewi." Cepat-cepat Remi keluar dari kamar itu, Renald mengantar nya ke pintu. "Hati-hati di jalan Remi."

"Terimakasih, Renald."

Karena dia yang suaranya paling rame sendiri, ruangan itu langsung senyap ditinggal Remi.

Dewi kian tertekan dirinya dihargai Alan semahal The Pink Star. Dia merasa tidak pantas menerima penghargaan ini. Diam-diam Dewi mengutuk masa lalunya dengan Arman yang terlewat batas. "Sebaiknya ini disimpan saja. Mas kawin cincin emas biasa masih sempat dibeli malam ini," katanya pada Alan sambil menunjuk perhiasan di tangannya.

"Jadikan mahar saja!" Alan memaksa, ada nada bekas marah pada intonasinya.

Dewi tiba-tiba merasa kalau Alan bukanlah sekedar sekuriti hotel murah dari pinggiran kota, sekarang. Siapa dia? Kemungkinan ada identitas lain. "Baiklah." Dewi pun tidak lagi membantah.

"Boleh kita ambil gambar sekarang?" Renald juga merasakan ketegangan, dia ingin cepat-cepat kelar urusan agar tidak terlibat masalah.

"Oke." Akhirnya, Dewi yang bantu mengenakan jas pada Alan.

Dulu, dia paling suka bergelayut pada ayahnya ataupun kakeknya meski keduanya sedang mengenakan pakaian formal ala kantoran. Tapi Dewi belum pernah menyentuh di tubuh leluhurnya itu ada jas yang sehalus ini. Sedangkan Arman, sudan cukup keren baginya mendapatkan jas yang didesign oleh Remi.

Memang benar jas ini bukan jas mewah biasa. Alan yang tampan, sekarang tampak seperti tiran atau mafia muda yang mendominasi. Dewi baru ngeh kalau wajah Alan ternyata blasteran, asia campur timur tengah atau asia campur eropa. Entahlah,...

"Aku tau kamu tampan, Alan. Tapi tidak menyangka dengan setelah jas ini akan jadi sangat-sangat tampan." Dewi memuji dengan pandangan meleleh. Semakin menyesal kenapa dia membiarkan Arman menjamah tubuhnya sampai ke dalam-dalam, padahal belum tentu mereka berjodoh.

"Thanks anyway," ucap Alan. "Kamu juga sangat cantik." Akhirnya mood pria itu sedikit membaik.

Bukannya tidak senang tapi Dewi merasa hambar dirinya dipuji. Apalah artinya kecantikan fisik jika sudah tidak punya kesucian lagi yang bisa dibanggakan.

Dewi merasa dilema, apakah berterus terang saja sekarang atau nanti setelah sah menikah? Tapi aku perlu menjaga nama baikku, pikirnya. Biarlah, apa yang terjadi nanti tidak usah dipikirkan sekarang. Dewi putuskan untuk bersikap realistis meski sedikit egois.

"Saya tunggu di luar, Bos." Hiro yang berdiri didekat mereka menyambung masuk dalam komunikasi.

"Baik, bukalah dua kamar untuk istirahat malam ini!" Perintah Alan.

"Alan, aku sudah memesan kamar untuk kamu di lantai 4." Dewi memotong cepat. Dia segan jika Alan harus keluar uang lagi hanya untuk membuka kamar. Dia dan teman-temannya telah mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli The pink star.

"Aku akan merubahnya sekarang, kamu akan menginap di kamar sebelah. Bagaimana kalau kamar di lantai 4 kasi teman-teman saja. Apakah kamu keberatan Hiro?" Dewi bertanya.

Seharusnya kamar di sebelahnya hendak dia berikan pada Arman tapi entah mengapa Dewi terlalu enggan. Bisa dipastikan orang tuanya akan berkumpul di kamar itu, dia tidak terlalu suka berdekatan dengan mereka. Bukan apa, Dewi bingung mau basa-basinya. Bawaannya serba salah. Sikapnya yang kaku selalu jadi bahan nasehat ibu Arman yang membosankan bagi Dewi. Dari pada hati panas telinga panas, lebih baik tidak usah saja. Sekarang syukurlah ada Alan.

"Tidak." Hiro mengangguk setuju.

Dewi masuk ke kamar tidur, mengambil dua kunci pas. "Ini bawalah," katanya pada Hiro. "Mintalah teman-teman semua yang tidak berhalangan untuk hadir. Jangan masalahkan mengenai kamar, lantai 4 akan jadi milik kalian untuk 2 hari ini. Sampai seminggu juga tidak apa-apa."

"Thanks," ucap Hiro.

"Saya akan menghubungi mereka segera!" Dia mengangguk pada Alan guna meminta persetujuan.

"Hm," balas Alan mengangguk juga, kemudian Hiro keluar dari kamar itu.

Renald yang belum puas memandang Alan, menyahut. "Baiklah, tuan dan Nyonya. Pertama-tama, akan saya ambil gambar perorangan. Kemudian photo berdua untuk beberapa. Anda berdua tidak prewed, jadi anggap saja ini gantinya. Tanpa make-up pun kalian terlihat mengagumkan, tapi saya akan poles sedikit biar terlihat hidup di layar kamera." Renald menyiapkan alat riasnya, karena dia adalah Wedding Organizer serba bisa. Tapi untuk hari H, Dewi akan tetap dirias oleh penata profesional.

Untuk satu jam berikutnya, Alan dan Dewi disibukkan dengan acara sesi photo-photo.

.

.

Selesai photo, Alan dan Dewi tinggal sendirian. Jam telah menunjukkan waktu makan malam. "Aku lapar," kata Dewi yang telah mengganti gaunnya. Aura yang tadi ditunjuk Alan membuatnya jadi agak segan pada pria itu, tidak seperti sebelumnya yang bisa dia suruh dan perintah.

"Baik, kita makan di bawah atau kamu mau ke tempat lain?" Alan juga telah berganti dengan pakaiannya semula.

"Kita makan di luar, sekalian aku mau bawa kamu ke salon rambut." Dewi takut-takut apakah Alan keberatan dirinya diatur-atur. Hanya dia tidak tahan dengan rambut gondrong serta jambang Alan yang panjang nggak teratur. Bukannya Dewi tidak suka pria brewokan, tapi harus rapi dan ada nilai estetika nya.

Hm, Alan mengangguk dengan matanya. "Terserah kamu saja." Dia memang berniat mau merapikan diri meskipun hanya jadi saksi nikah, tapi besok dia akan jadi mempelai. Hehe, ...

___________

Terpopuler

Comments

🤩😘wiexelsvan😘🤩

🤩😘wiexelsvan😘🤩

ternyata bang alan ketua mafia TWO D 😉🤩🤩
waahhh makin seru nich thorrr 😍😘

2024-10-22

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Si pencuri kekasih
2 Bab 2. Sebaiknya mengalah
3 Bab 3. Persetujuan terpaksa
4 Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5 Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6 Bab 6. Terganggu harga diri
7 Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8 Bab 8. nafkah bulanan
9 Bab 9. Bercocok tanam
10 Bab 10. Pasangan serasi
11 Bab 11 Pink star Diamond
12 Bab 12. Realistis dan egois
13 Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14 Bab 14. Gadis penjual keliling
15 Bab 15. Seolah bertemu harapan
16 Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17 Bab 17. Black pink
18 Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19 Bab 19. Mandi basah
20 Bab 20. Alan, please stop it
21 Bab 21. Jadi bahan fantasi
22 Bab 22. Aroma tikus mati
23 Bab 23. Mandi bersamaku
24 Bab 24. Rahasia Alan
25 Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26 Bab 26. Sah
27 Bab 27. Antagonist
28 Bab 28. Rencana tes genetik
29 Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30 Bab 30. Ketua dewan pingsan
31 Bab 31. Jati diri
32 Bab 32. Identitas
33 Bab 33. Batas Utara selatan
34 Bab 34. Jangan salah paham
35 Bab 35. Korban patah kaki
36 Bab 36. Siapa pelakunya
37 Bab 37. Belum morning kiss
38 Bab 38. Beri aku waktu
39 Bab 39. Satpam miskin
40 Bab 40. Paternity test
41 Bab 41. Rahasia
42 Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43 Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44 Bab 44. Sayang ibu
45 Bab 45. Rayuan Tuan besar
46 Bab 46. Bertemu ibu mertua
47 Bab 47. Dua wanita penting
48 Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49 Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50 Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51 Bab 51. Yu Ting penuh drama
52 Bab 52. Dark Dragon Junior
53 Bab 53. Ini istriku
54 Bab 54. Paternitas positif
55 Bab 55. Asal mau membuka hati
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab. 1 Si pencuri kekasih
2
Bab 2. Sebaiknya mengalah
3
Bab 3. Persetujuan terpaksa
4
Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5
Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6
Bab 6. Terganggu harga diri
7
Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8
Bab 8. nafkah bulanan
9
Bab 9. Bercocok tanam
10
Bab 10. Pasangan serasi
11
Bab 11 Pink star Diamond
12
Bab 12. Realistis dan egois
13
Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14
Bab 14. Gadis penjual keliling
15
Bab 15. Seolah bertemu harapan
16
Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17
Bab 17. Black pink
18
Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19
Bab 19. Mandi basah
20
Bab 20. Alan, please stop it
21
Bab 21. Jadi bahan fantasi
22
Bab 22. Aroma tikus mati
23
Bab 23. Mandi bersamaku
24
Bab 24. Rahasia Alan
25
Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26
Bab 26. Sah
27
Bab 27. Antagonist
28
Bab 28. Rencana tes genetik
29
Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30
Bab 30. Ketua dewan pingsan
31
Bab 31. Jati diri
32
Bab 32. Identitas
33
Bab 33. Batas Utara selatan
34
Bab 34. Jangan salah paham
35
Bab 35. Korban patah kaki
36
Bab 36. Siapa pelakunya
37
Bab 37. Belum morning kiss
38
Bab 38. Beri aku waktu
39
Bab 39. Satpam miskin
40
Bab 40. Paternity test
41
Bab 41. Rahasia
42
Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43
Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44
Bab 44. Sayang ibu
45
Bab 45. Rayuan Tuan besar
46
Bab 46. Bertemu ibu mertua
47
Bab 47. Dua wanita penting
48
Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49
Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50
Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51
Bab 51. Yu Ting penuh drama
52
Bab 52. Dark Dragon Junior
53
Bab 53. Ini istriku
54
Bab 54. Paternitas positif
55
Bab 55. Asal mau membuka hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!