Bab 5. Hanya untuk menepati janji

Perempuan itu duduk dari baringnya menatap wajah Alan lekat-lekat, apakah ada keisengan disana. Sayangnya tidak ada. "Kenapa tiba-tiba mengajak saya menikah?" tanya Dewi.

"Jangan biarkan mereka bahagia diatas penderitaan kamu, atau kalau kamu mau aku menonjok si Arman itu sampai babak belur gak bisa bangun untuk menikah lusa. Manfaatkan saja saya, dengan senang hati saya akan bekerja sama."

"Balas dendam memang rencanaku," gumam Dewi, tapi kekerasan?Sungguh tak pantas dia membalas perlakuan Arman dengan kriminalitas. Bagaimanapun dia akan jadi orang yang bertanggung jawab pada kelangsungan hidup Dita selanjutnya. Adik lemahnya itu, sudah cukup dia mengurusnya selama ini.

"Lupakan! Aku bukan orang yang sentimentil." Dewi menepis ide itu. Dia terbiasa menggunakan otaknya daripada perasaannya. Bahkan jika itu bukan Dita, dia tidak akan berpikir dua kali untuk melepaskan Arman si bajingan itu jika ketahuan selingkuh olehnya.

"Mungkin kamu tidak sakit hati atas pengkhianatan mereka, tapi apa kamu tidak malu dipandang miris oleh tamu-tamu, besok lusa?" tanya Alan.

"Bagaimana posisi kamu disana sebagai kakak yang batal menikah karena pengantin pria lebih memilih adik calon istrinya yang lebih cantik."

"Dari aku?" tunjuk Dewi ke wajahnya. "Lebih cantik si Dita!" Dia tidak percaya.

"Tentu saja kamu lebih cantik, tapi itu dulu waktu kamu seusia Dita sekarang. Dan sekarang, Dita jelas lebih segar dan lebih cantik dari kamu."

Akh!

Keterusan terangan Alan menyakiti perasaan Dewi. Menghunjam ke dasar hatinya yang paling dalam. Dasar pria tidak berperasaan, cibirnya. "Lalu kenapa kamu mau menikahi aku?" Dia cemberut.

"Kan, saya bilang untuk balas dendam kalau kamu mau. Selain itu, saya telah berjanji pada orang tuamu untuk menjaga kalian seumur hidupku." Alan penuh dengan penyesalan mengingat kepergian Tuan Thamrin dan istrinya ke luar negeri tapi tidak bisa pulang hidup-hidup.

Dewi mengerut kening curiga, apakah kecemburuan Arman dulu benar bahwa Alan menyukai dirinya. "Apa kamu pernah mencintai saya?" tanya Dewi terus terang.

Pletak!

Keningnya dijepret pakai jari Alan, "Usah geer kamu!" Pria itu mendelikkan matanya namun hatinya berdebar. Dia memang pernah memikirkan itu tapi takut akan akibatnya hubungan jadi renggang. Jadi dia membuang jauh angan-angan itu. Bagaimanapun masalah hati tidak bisa dipaksakan.

Bagaimana kalau hubungan putus ditengah jalan, bukankah interaksi diantara mereka akan jadi canggung. Lalu bagaimana dia bisa menepati janjinya pada kedua orang tua anak-anak ini untuk menjaga mereka seumur hidupnya.

"Terus kita nikah mau ngapain kalau tidak ada perasaan?" tanya Dewi.

"Ya untuk status kamu sebagai perempuan yang tidak menyedihkan meskipun ditinggal calon suami menikah!"

Ck, decak Dewi.

"Kita tidak akan nina ninu, gitu?" tanya Dewi penasaran.

"Apa itu nina ninu?"

"Hubungan suami istri?"

Blush!

Meskipun dia sudah menduga arahnya kesana tak ayal Alan tersipu, membuang muka. "Jangan harap!" ujarnya pelan kayak sangsi apakah dia benar-benar tidak menginginkannya.

Alan kembali menatap Dewi, "Setelah kamu dapat selingkuhan yang mau menikah denganmu, dengan senang hati aku akan melepaskan kamu," terang Alan dengan tenang.

Hah!

Dewi pernah membaca novel tentang pernikahan setingan yang akhirnya langgeng sampai bab berakhir, tapi tidak menduga akan mengalaminya sendiri. Pucuk dicinta ulam tiba, ibarat kata pepatah. Patah tumbuh hilang berganti. Pergi satu masih banyak yang mengantri. Jangan dipaksa orang yang tak Sudi, itu artinya dia tidak pantas untuk memiliki. "Setuju," kata Perempuan itu.

Oh!

Semudah itu, pikir Alan.

"Kenapa? mau berubah pikiran!" tanya Dewi atas keterkejutan di wajah Alan.

"Tidak akan," jawab Alan yakin. "Sebentar, aku akan menghubungi seseorang." Dia bangkit dari duduknya untuk menelepon.

Dewi pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tidak ada waktu untuk meratapi nasib. Masih banyak yang harus diurus sebelum pengunduran dirinya.

Sebulan dari sekarang Dewi telah mengambil cuti bulan madu, sekalian dia akan meletakkan jabatannya. Yakin pada rapat pemegang saham bulanan minggu depan, Arman akan menyinggung masalah jabatan Direktur utama yang pantas dipegang oleh pemilik saham grup terbanyak. Siapa lagi kalau bukan dirinya yang telah mendapat dukungan saham dari Dita.

.

.

Lima belas menit kemudian, Alan dan Dewi turun dari lantai 2 menuju ruang tengah. Dewi telah bersiap dengan pakaian ala seorang Bos sebuah perusahaan. Dia berdiri di ruang tengah keluarga memandang semua orang yang menatapnya, disana. "Saya beritahu bahwa lusa akan ada 3 acara, selain lounching restoran baru serta pernikahan Arman dan Dita akan ditambah satu acara lagi,...." Dewi menjeda ucapannya mengitari pandangannya lagi.

"Saya akan tetap menikah dengan pengantin pria bernama Alan." Dewi menoleh, tersenyum ke Alan yang berdiri di sampingnya.

"......" Nyonya Bagyo dan Tuan Bagyo saling memandang.

Apa?

Arman terperangah akan imaginasinya barusan, yang ternyata benar. Sampah memang harus berkumpul bersama sampah, dia mencebikkan bibirnya. Nafasnya pendek-pendek seolah ada yang tersumbat menyesak di dadanya.

"Om Alan dan Kak Dewi menikah," lirih Dita melihat Alan dengan tidak senang.

Dewi menangkap rautnya. "Hm, kenapa? Kamu mau juga sama Alan?" sinis Dewi ke Dita.

"Oh, tidak tidak! Itu ketuaan," jawab adik kandung Dewi itu melambaikan tangannya.

Cis, dengus Dewi. "Silahkan keluar semua! Waktunya berangkat ke Hotel," perintahnya.

Mobil telah menunggu di halaman rumah dari tadi, barang-barang perlengkapan mereka juga telah disusun oleh asisten rumah tangga dan supir pribadi Dewi.

Keluarga Arman cuma sedikit, bahkan Dewi hanya punya Dita. Untungnya ada Alan pengganti orang tua mereka. Sedangkan keluarga besar Arman akan langsung ke hotel, dan lusa baru akan berkumpul di acara ijab kabul.

_____________

Episodes
1 Bab. 1 Si pencuri kekasih
2 Bab 2. Sebaiknya mengalah
3 Bab 3. Persetujuan terpaksa
4 Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5 Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6 Bab 6. Terganggu harga diri
7 Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8 Bab 8. nafkah bulanan
9 Bab 9. Bercocok tanam
10 Bab 10. Pasangan serasi
11 Bab 11 Pink star Diamond
12 Bab 12. Realistis dan egois
13 Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14 Bab 14. Gadis penjual keliling
15 Bab 15. Seolah bertemu harapan
16 Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17 Bab 17. Black pink
18 Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19 Bab 19. Mandi basah
20 Bab 20. Alan, please stop it
21 Bab 21. Jadi bahan fantasi
22 Bab 22. Aroma tikus mati
23 Bab 23. Mandi bersamaku
24 Bab 24. Rahasia Alan
25 Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26 Bab 26. Sah
27 Bab 27. Antagonist
28 Bab 28. Rencana tes genetik
29 Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30 Bab 30. Ketua dewan pingsan
31 Bab 31. Jati diri
32 Bab 32. Identitas
33 Bab 33. Batas Utara selatan
34 Bab 34. Jangan salah paham
35 Bab 35. Korban patah kaki
36 Bab 36. Siapa pelakunya
37 Bab 37. Belum morning kiss
38 Bab 38. Beri aku waktu
39 Bab 39. Satpam miskin
40 Bab 40. Paternity test
41 Bab 41. Rahasia
42 Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43 Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44 Bab 44. Sayang ibu
45 Bab 45. Rayuan Tuan besar
46 Bab 46. Bertemu ibu mertua
47 Bab 47. Dua wanita penting
48 Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49 Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50 Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51 Bab 51. Yu Ting penuh drama
52 Bab 52. Dark Dragon Junior
53 Bab 53. Ini istriku
54 Bab 54. Paternitas positif
55 Bab 55. Asal mau membuka hati
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab. 1 Si pencuri kekasih
2
Bab 2. Sebaiknya mengalah
3
Bab 3. Persetujuan terpaksa
4
Bab 4. Kamu menikahlah denganku
5
Bab 5. Hanya untuk menepati janji
6
Bab 6. Terganggu harga diri
7
Bab 7. Perawan untuk Perjaka.
8
Bab 8. nafkah bulanan
9
Bab 9. Bercocok tanam
10
Bab 10. Pasangan serasi
11
Bab 11 Pink star Diamond
12
Bab 12. Realistis dan egois
13
Bab 13. Masalah perempuan ngidam
14
Bab 14. Gadis penjual keliling
15
Bab 15. Seolah bertemu harapan
16
Bab 16. Reward pengunjung ke seratus
17
Bab 17. Black pink
18
Bab 18. Suara ikan asin digoreng
19
Bab 19. Mandi basah
20
Bab 20. Alan, please stop it
21
Bab 21. Jadi bahan fantasi
22
Bab 22. Aroma tikus mati
23
Bab 23. Mandi bersamaku
24
Bab 24. Rahasia Alan
25
Bab 25. Jangan berani menyentuh wanitaku
26
Bab 26. Sah
27
Bab 27. Antagonist
28
Bab 28. Rencana tes genetik
29
Bab 29. Bertemu Ketua Dewan
30
Bab 30. Ketua dewan pingsan
31
Bab 31. Jati diri
32
Bab 32. Identitas
33
Bab 33. Batas Utara selatan
34
Bab 34. Jangan salah paham
35
Bab 35. Korban patah kaki
36
Bab 36. Siapa pelakunya
37
Bab 37. Belum morning kiss
38
Bab 38. Beri aku waktu
39
Bab 39. Satpam miskin
40
Bab 40. Paternity test
41
Bab 41. Rahasia
42
Bab 42. Seluruh tubuhmu milikku
43
Bab 43. Jangan menempel pada istriku
44
Bab 44. Sayang ibu
45
Bab 45. Rayuan Tuan besar
46
Bab 46. Bertemu ibu mertua
47
Bab 47. Dua wanita penting
48
Bab 48. Sadis tanpa basa-basi
49
Bab 49. Bagaimana aku menghadapinya
50
Bab 50. Cinta tak mengenal usia
51
Bab 51. Yu Ting penuh drama
52
Bab 52. Dark Dragon Junior
53
Bab 53. Ini istriku
54
Bab 54. Paternitas positif
55
Bab 55. Asal mau membuka hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!