Andi berangkat kerja setelah Mita memaksanya makan pun hanya beberapa suap nasi.Mita tidak mau sakit yang Andi derita semakin parah, kebiasaan minum kopi di pagi hari tanpa makan nasi terlebih dulu sebenarnya tidak baik untuk kesehatan.tetapi karena Andi sudah kebiasaan hal itu susah untuk di hilangkan.
Seperti biasanya, Mita menyelesaikan pekerjaan rumah selagi Dirga masih tidur.Kesempatan seperti itu setiap hari Mita lakukan.Jika Dirga sudah bangun,semua yang dia lakukan akan diganggu,sehingga bukan selesai akan malah semakin berantakan.
Sebenarnya Mita ingin juga kembali bekerja seperti ibu ibu yang lain,bisa membantu ekonomi keluarga, apalagi anak mereka juga sudah besar besar,tetapi setelah hamil dan melahirkan keinginan itu hanya menjadi angan-angan saja.
Sekarang Mita hanya mengambil pekerjaan apapun yang bisa dilakukan di rumah.Andi juga melarang Mita melakukan pekerjaan saat ini tapi karena Mita sudah berjanji tidak akan mengganggu pekerjaan lain dan anak anak akhirnya Andi memilih diam.
Sejak pagi seekor burung bertenggernya di pohon mangga belakang rumah, berkicau pergi dan pergi.Hal itu bukan hanya sekali saja, berulang sampai sore,aneh saja melihat burung berparuh melengkung dengan warna gelap bercampur biru dibagian dadanya.
"Kenapa sih kamu disitu terus, pertanda apa yang ingin kamu sampaikan,jika kabar baik Alhamdulillah,tapi semoga kedatangan kamu bukan ingin menyampaikan kabar buruk."
Tah kenapa Mita berpikiran aneh hari ini.firasatnya mengatakan ada sesuatu.
"Allah, lindungi keluargaku, orang tuaku,dan seluruh anggota keluargaku yang lain, jagalah kami dimanapun kami berada."Terucap sebuah doa dan harapan dari bibir Mita.Berusaha membuang jauh pikiran buruk yang mengganggu aktivitas yang dia lakukan.
Ah mungkin saja dia sedang mencari pasangan, dengan dia berkicau seperti itu pasti dia berharap agar pasangan atau yang dia tunggu akan datang menghampiri setelah mendengar suara nyanyian nya Mita membatin.
Layaknya manusia yang akan memanggil seseorang dengan berteriak atau menggunakan alat canggih sebagai alat komunikasi, tetapi lain halnya dengan burung, mereka akan berkicau sambil terbang kian kemari agar suaranya terdengar oleh yang lain.Dan memang begitulah mereka berkomunikasi.
"Mita, belum selesai juga tugas negara mu, tumben lambang, memangnya Andi masih sakit?kamu bilang mulai kerja dia hari ini.!
kak Asih datang dengan keranjang yang berisi pekerjaan mereka.
"Sudah berangkat kak,tapi tadi aku yang lama mulai kemas,Dirga tidur baru aku mulai.tapi sudah siap masak kok,hanya tinggal menjemur saja."Mita mengangkat kain yang sudah dibilas,lalu segera menjemur agar tidak ada pekerjaan yang tertunda hari ini.
Rasa lelahnya hilang setelah berbaring sebentar.sambil terus mendengarkan Asih bercerita.Dengan begitu Mita sedikit terhibur dan setelah lelahnya hilang dia juga mengambil barang dan ikut bergabung mengerjakan proses demi proses agar waktu yang mereka lalui bisa menghasilkan uang.hasil yang mereka dapatkan bisa ditabung atau malah bisa menambah keuangan keluarga.
Dikota besar semua waktu harus dimanfaatkan, waktu adalah uang, pepatah itu dari kecil sudah Mita dengar sejak sekolah.Akan tetapi kendala yang dia hadapi saat mencari uang adalah izin dari sang suami. Mungkin karena selama ini Mita jarang mengeluh dengan berapa pun gaji yang Andi berikan,pada hal sebenarnya Mita hanya tidak ingin dianggap matre karena selalu memikirkan uang dan uang.
"MIT,kamu jadi tidak mau jual barang elektronik dengan cara diangsur."Asih menarik paksa lamunannya dari Andi bersama polemik keluarganya.Belakangan ini sering sekali Mita melamun.
"Kenapa kak,ada yang mau dibeli ya."
Sambil berdiri,Dirga sudah bangun dan hendak turun dari ayunan.Daripada nanti dia jatuh dan menyebabkan luka atau benjolan, lebih baik Mita langsung menurunkan dia dari sana.Andi akan marah jika ada anaknya yang lecet kecil karena suatu kelalaian.
"Bagaimana hitungannya,aku mau lah ambil TV."Akhirnya yang Mita inginkan selama ini berhasil juga,ada pemasukan yang lain diluar gaji yang dia terima dari Andi.Asih setuju setelah mereka berdua berembuk masalah harga.
"Kenapa tidak dari dulu saja kamu buat seperti itu,jadikan tetangga di sini pada ambil sama kamu saja , tidak pergi dan mencari tempat utangan disana."Asih malah ceramah pada Mita dengan tangan yang terus bekerja menyelesaikan kerjaan mereka.sedangkan Mita masih harus menemani Dirga bermain sebentar sampai bayi itu membiarkan Mita melanjutkan pekerjaan bersama Asih.
Perlahan tapi pasti.sambil bekerja Mita juga mengawasi anaknya bermain, dengan begitu sedikit demi sedikit uang akan terkumpul, keinginannya untuk mempunyai sebuah rumah impian semakin membuat dia semangat,dan berharap agar kedepannya apa yang mereka lakukan bisa sukses termasuk usaha yang sedang Mita jalani.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments