Sebagai ibu rumah tangga biasa,Mita juga memiliki kegiatan lain tentunya menghasilkan uang walaupun tidak seberapa, tetapi untuk jajan cukup dan sangat bersyukur, apalagi dia memiliki balita tentu hasil yang dia dapatkan tidak maksimal,tugas itu juga dia kerjakan saat Dirga tidur saja,saat Andi pulang Mita tidak pernah melanjutkan pekerjaan itu, suaminya akan marah jika Mita tetap melanjutkan pekerjaannya saat Andi dirumah, dengan begitu Andi akan terabaikan.Padahal dia lebih sering mengabaikan Mita dengan pergi kewarung tetangga.
Kehidupan di perantauan tidaklah gampang,Andi yang sekolah menengah saja tidak tamat sangat beruntung bisa menjadi seorang sopir.Lika liku perjuangan dia juga tidak mudah,banyak pekerjaan yang dia lakukan,mulai dari tukang ojek, bongkar muat,tukang bangunan, loper koran, terakhir kernet.Sejak itu Andi belajar membawa mobil, melihat kegigihan andi juga keseriusannya dalam bekerja sopir yang baik hati mengajarkan Andi membawa mobil sampai bisa.
Berawal dari cara memanaskan lori, memindahkan disekitar lokasi proyek, hingga berani membawa kejalan raya.Kegigihan Andi membuahkan hasil,dia menjadi mahir dan dianjurkan mengurus Surat Ijin Mengemudi secepatnya, kebetulan ada mobil yang belum memiliki sopir.
Mita harus rela menjual perhiasannya agar bisa membayar biaya untuk mengurus SIM yang tentunya sangat mahal, sangat beruntung dulu semasa gadis Mita sering membeli emas sebagai investasi jangka panjang, seperti saat terdesak bisa dijual saat membutuhkan.
"Mmm...anak mama sudah harum sudah ganteng, sekarang kita pergi tunggu ayah dibawah yuk."Sambil menggandeng tangan kecil nan imut milik Dirga.Kelincahan Dirga membuat dia banyak disapa ibu ibu tetangga, menanyakan kemana dia akan pergi.
"Hei ganteng banget mau kemana sih dedek, boleh pinjam topinya lah?"Seorang ibu yang duduk santai didepan rumahnya menyapa bocil yang berjalan sendiri tanpa mau digandeng oleh ibunya.
"Gak boleh"dengan menggoyang jari telunjuk kearah ibu yang menyapanya.Tingkah nya yang lucu membuat mereka geram dan mengejar hanya untuk mencium dan mengelus pipi mochinya.Semakin Dirga teriak semakin senang pula si ibu menciumnya.
Resiko punya bayi comel adalah saat banyak yang menyapa,tapi yang disapa tidak menghiraukan,hal itulah yang membuat bayi itu semakin menggemaskan dimata mereka.Sang ibu harus berbesar hati melihat anaknya menangis,bahkan sampai tantrum saat di ganggu oleh ibu lain.Ada yang berani dan melarang orang lain melakukan hal seperti itu pada anaknya,dan ada yang hanya dia karena segan pada mereka.padahal sebenarnya sangat kesal melihat kelakuan orang tersebut.
"Jangan bo*oh"Dirga menepuk wajah ibu yang semakin geram dengan kelakuannya.mita saja sampai terkejut saat mendengar putranya berkata seperti itu.Selama ini baik dirumah maupun diluar, tidak pernah mengucapkan kata-kata kasar seperti itu
"Ya ampun, lihat ini kelakuan anak Andi,kasar banget siapa yang ngajarin,"ibu itu tidak terima karena sebutan Dirga padanya.Dia tidak sadar, karena perbuatannya lah Dirga jadi kesal terhadap nya.
"lah kan ibuk yang ganggu duluan,"Ada juga yang membela Dirga, sedangkan Dirga sudah naik kedalam dekapan Mita,disana dia tidak akan berani lagi menggangguku pikir Dirga.
"Kami duluan kak Andi sudah nungguin di bawah,"Mita berlalu meninggalkan sekelompok ibu yang hobi membuat bayi marah itu dengan kesal.mungkin mereka mengira itu adalah ajaran Mita ataupun Andi, padahal Mita saja terkejut mendengar itu.
"Hei kemana Dirga,wah sudah ganteng pasti nungguin Andi ya kan, ayah kamu masih di kantin lagi ngobrol.Wanita yang kerja di kantin tempat Andi bekerja menyapa keduanya.Oya mit, ternyata Andi suka dengan sayur daun ubi tumbuk ya, sampai tambah tambah dia makan, tadi itu aku masak daun ubi tumbuk sama sambal ikan teri tawar,rame yang makan di kantin."Begitu semangat dia bercerita seolah olah masakan dia sangat enak dibandingkan masakan Mita.Dia masih terus berceloteh dengan ibu ibu disebelahnya tanpa memperhatikan perubahan sikap Mita.
Mita tau masakan dia tidak enak, kadang asin terkadang juga hambar.Selama ini Andi juga tidak pernah memuji masakan dia,sama sekali tidak pernah,jika ditanyakan enak atau tidak,Andi akan menjawab tidak.Mita hanya diam menanggapi ucapan perempuan didepannya ini, padahal disana banyak ibu ibu yang sedang menemani anaknya bermain.
Sungguh kesal hatinya mendengar kata-kata wanita yang terus nyerocos seperti mulut kambing yang sedang memamah biak."Kalian mau kemana Mita?"menatap Mita serius seakan kami pergi menggunakan uang Lagian mau kemana pun mereka bukan urusanmu.mita membatin.
"Kemana mana kak,yang penting tidak di sini,buntu otak tiap hari di sini."Mita juga bisa bicara dengan lebih ketus lagi, meskipun lawan bicaranya hampir setengah abad. Untuk apa juga menghargai orang yang tidak menganggap perasaan orang penting.
"Yayahhh,Dirga melompat sambil menari dan memutar tubuhnya, sehingga ibu ibu dan anak lebih besar darinya tertawa terbahak bahak."maa,,Yayah"menunjuk andi yang mendekat dengan sepeda motor.Begitu bangga dia pada ayahnya, sampai sampai belum lagi tiba sudah disambut dengan tarian selamat datang ala Dirga.
Andi membuka baju kerja dan memasukkan kedalam jok motor, setelah itu baru menyambar tubuh mungil yang tetap melompat sambil mengangkat tangannya.
"Ini lah ya,padahal cowok biasanya dekat dengan ibunya, kejauhan jarak dia dengan Roy, jadinya seperti anak pertama rasanya.Sudah sepi tadi orang di kantin ndi?aku buru buru mau kesini makanya aku tinggal saja warung,kan ada abang mu di sana."Mita menghela napas kasar, sungguh tidak bisa diam Wanita ini batin Mita.
"Yuk yah, keburu magrib."Mita meraih Dirga dan gegas naik ke boncengan andi.tanpa menghiraukan wajah wanita yang berbuah masam itu.
"Masih rame kak,aku Karena mau nganterin bos kecil, jadi langsung pulang."Andi menyalakan motor dan mengangguk sebentar sebagai tanda menyudahi obrolan mereka ditempat itu.
"Masakan kakak itu enak ya yah?Baru saja motor keluar dari simpang menuju jalan raya Mita sudah mulai melempar bola panas pada Andi.
"Dek,apa yang kamu dengar dari luar jangan semua kamu anggap benar, apalagi dia yang bicara, sepuluh katanya hanya tiga yang benar.Apa pun yang dia ceritakan sebaiknya disaring dulu,jangan semua kamu telan.Kami ditempat kerja sebenarnya malas makan ditempat itu,tadi karena sudah mendekati jam masuk kerja makanya ayah tidak pulang, makanan habis saja sudah bersyukur."Mita terdiam,dia sangat merasa bersalah pada andi kali ini.Hanya mendengar ucapan seperti itu sudah mulai terpancing emosi.Kesal sekali rasanya."Kita kemana dulu nih?"Andi menyentuh kaki Mita yang masih kesal pada buk kantin.
"Beli susu saja yah, baru pulang,nanti gak dapat magrib."Suara Mita melunak.Dia merasa bersalah kepada Sanga suami, Andi benar dia terlalu cepat mempercayai ucapan orang, sebelum mencari tau kebenarannya terlebih dahulu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Minatrigan gan
mohon dukungannya teman teman,
boleh kasi saran, dengan senang hati akan diperbaiki jika ada yang salah.
2024-10-08
1