"Andi bisa kerumah sebentar,ada yang perlu dibicarakan, sekarang ya? semuanya sudah berkumpul tinggal menunggu kalian saja."Panggilan dari ponsel Andi membuat mereka terkejut.Bagaimana tidak selama ini tidak ada pernah kejadian dadakan seperti ini.Setiap akan ada pertemuan keluarga pasti sudah diberitahu dari beberapa hari sebelumnya.
"Kenapa ya dek, kalian ikut tidak,Dirga sudah mau tidur tuh."Melihat kearah Dirga yang sudah mulai menggaruk kepalanya sambil menghabiskan sisa susu dari botol nya.
"Tidurkan dulu dia yah,baru kita ke sana,kan ada AIDA dan roy yang menjaga, lagian jika dibawa sudah seperti ini takutnya dia rewel disana.kalo tidak ya pergilah,kami tidak usah ikutan."mendengar itu Andi menoleh pada Mita dengan tatapan seakan menahan marah.Selama ini Mita bukannya tidak mau ikut campur dalam masalah keluarga,hanya saja dia tau diri,dia hanya seorang istri pendapat nya juga kadang tidak akan didengarkan.
Andi menunggu Dirga tidur dengan gelisah, matanya selalu melihat kearah jam dinding, hampir sekian menit berlalu bocah itu belum juga tidur,dia seolah sadar dengan kecemasan yang dirasakan oleh ayahnya, sehingga matanya juga enggan untuk terpejam.
"Gimana ini dek, belum mau tidur dia bawa aja yuk."Perasaan yang tidak menentu ditambah lagi dengan tidak adanya informasi sedikitpun apa yang akan dibahas, sehingga andi seperti cacing kena panas Matahari, tidak bisa tenang.
Melihat Andi seperti itu, rasa kasihan timbul dihati Mita,dia juga takut jika ada suatu masalah yang mendesak atau sangat perlu,tapi mereka malah lama datang sedangkan yang lain sudah semuanya berkumpul.Lagian siapa suruh datang dadakan Mita membatin sambil membawa Dirga dalam dekapan.
"Lama sekali kalian datang, seperti nungguin orang penting saja,kami sudah dari sejak habis magrib disini."Adik andi protes,Jika cepat masalah ini dibicarakan kan,kita pun bisa cepat pulang."Ucapnya lagi.Andi mana tau mereka datang sejak magrib, sedang dia saja baru ditelpon beberapa menit yang lalu.
Yang lain hanya diam,andi juga tidak mau menanggapi ucapan adiknya, hatinya belum juga tenang sebelum tau apa yang akan dibahas malam ini, sehingga keempat saudara termasuk istri dan suami Masing-masing dikumpulkan dirumah kakak paling tua.
"Begini dek,kiki mau menikah."sang kakak menjeda kalimatnya.Karena kakaknya tetap diam, seorang lagi menimpali dengan ucapan yang menurut Mita lucu.
"Biar lah dia menikah kalo ada uangnya,berarti kan sudah mampu dia memberi makan anak orang sehingga bisa dia mengambil keputusan seperti itu."Betul sekali yang dia ucapkan,Mita juga setuju,tapi tidak berucap cukup dengan senyum saja sebagai tanda setuju.
Sudah sepantasnya memang, seorang laki-laki yang sudah siap menikah dan berkeinginan melaksanakan pernikahan mempunyai modal untuk berumah tangga.hanya saja yang masih ada dipikiran Mita saat ini adalah dari mana uang nya?
Bukan mau merendahkan,selama ini setiap bulan andi sering mengirimkan uang untuk adik dan ibunya dengan berbagai alasan.Salah satunya,jika kiki sudah menelpon dengan menyebut ibu sakit,andi tidak akan tinggal diam,dia akan mencari uang meskipun dengan cara berhutang agar bisa secepatnya sang ibu bisa berobat.
"Nah itu dia,kita berkumpul di sini untuk membahas itu.duit tidak ada sama sekali,Kiki terus mendesak ibu agar mengusahakan uang secepatnya, lagian kalian berpikir lah.seandainya Kiki menikah mereka kan tinggal disana,ada yang akan menjaga ibu, mengurus ibu,teman ibu juga.lihat lah sekarang,jika kiki keluar rumah tidak ada yang menemani dia dirumah.seandainya terjadi sesuatu padanya bagaimana?
Semuanya diam, tempat ini jadi hening,helaan napas juga tidak terdengar. Dirga sudah mulai membalikkan tubuh berulangkali,rasa kantuk membuat dia menjadi rewel.ini sudah waktunya dia tidur, sudah terbiasa di ayun sehingga saat seperti ini akan sedikit repot, ditempat kakak iparnya tidak ada ayunan.
Semilir angin berhembus menerpa wajah mereka, semuanya berpikir bagaimana caranya bisa mengumpulkan uang untuk pernikahan Kiki.
"Terus mau nya bagaimana."Andi bertanya sambil melihat kakak,abang dan adiknya bergantian.tanganya mengetuk kelantai dekat kakinya, meskipun tidak menghasilkan bunyi yang keras tetapi berhasil menarik perhatian yang berada di sana.
Jika terus diam seperti ini, rasanya tidak akan ada hasil dari pertemuan malam ini.Tetapi jika dibiarkan,maka sang ibu akan terus kepikiran pada keinginan anak bungsu yang selalu mendesak agar menikah kan dia dengan pujaan hatinya.
Ternyata menjadi anak bungsu membuat dia manja.Keinginannya selalu terpenuhi menyebabkan dia malas bekerja, padahal ada kebun yang akan digarap,pernah juga mau berangkat merantau ,andi terpaksa mengirim uang untuk ongkosnya.Alasan kasihan pada ibu,dia kembali ke kampung halaman padahal baru sebulan.Sekarang malah ingin dinikahkan dengan modal tampang dan dengkul.
Mita bukan tidak senang suaminya membantu sang ibu atau adiknya selama ini,tetapi mengingat kelakuannya yang malas bekerja membuat Mita tidak respek lagi padanya.Selalu mengatas namakan ibu agar mendapatkan uang dari sini, setelah dia terima dia akan nongkrong bersama teman temannya diwarung kopi, begitu kabar yang Mita dengar.
"Bagaimananya,mau nikah tapi duit gak ada,terus maksudnya kita mau membiayai pernikahan dia,makan saja kami sudah bersyukur.Kami saja menikah modal sendiri kok,mana ada bantuan sedikit pun dari ibu."Udin menatap kakak tertuanya dengan pandangan tidak senang.Yang dikatakan Udin memang benar adanya, mereka menikah tidak ada bantuan dari pihak manapun, bekerja dan menabung sendiri untuk masa depan mereka.
"Lagian,kiki ada ada saja, mendadak banget mau menikah,selama ini dia ngapain saja,kerja gak pernah taunya minta duit saja sekarang malah mau menikah."Aldo ikut geram dengan tingkah adik bungsunya.
Mereka semua tidak menyangka sedikitpun,Apa yang mereka bahas kali ini benar benar rumit karena berurusan dengan masalah uang.Gara gara uang kita bisa memiliki banyak teman dan akan dianggap saudara,tetapi jika kita tidak memiliki uang,kita tidak akan pernah dianggap sama sekali.
Jika begini sepertinya malam ini tidak akan menemukan kata sepakat,udin sudah mengatakan tidak memiliki uang, sedang aldo baru beberapa bulan lalu menikah sehingga uang tabungannya sudah habis.
Mita tidak bisa berkata-kata.Dirga sudah semakin gelisah.Sudah mencoba menggendong agar dia bisa tertidur, tapi bayi itu tetap tidak terpejam malah semakin rewel.
"Sudahlah,besok besok kita bicarakan lagi, kasian Dirga, sudah mau tidur, disinii tidak ada ayunan."
"Kapan lagi selesainya bang, mereka sudah mengiakan bahkan sudah Mita mahar diantar paling lama Minggu depan."Mereka semua saling pandang dan menggeleng.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments