bab 11.keputusan sepihak

  "Baik lah jika memang segitu yang dia butuhkan,akan aku berikan lebih dulu,yang penting Kiki bisa menikah secepatnya jadi ibu punya teman dirumah."Mita terlonjak matanya hampir keluar dari tempatnya, tidak percaya jika andi akan berkata seperti itu.Bisa bisanya dia mengambil keputusan sepihak tanpa berbicara sebelumnya pada Mita.

 Meskipun Mita tau semua uang yang ada padanya adalah hasil kerja keras dari Andi selama ini,tetapi itu kan untuk tabungan anak sekolah dan rencana membeli sebuah rumah sederhana untuk tempat berlindung mereka dimasa tuanya nanti.

  "Mita,besok kirim uang ke rekening kiki."Mendengar itu mita semakin shock.Kesal sungguh kesal hatinya,tapi yang dia lakukan hanya tersenyum, dia tidak mau menjatuhkan harga diri Andi didepan keluarganya.

"Ada uang kamu sebanyak itu yah?Mita akhirnya angkat bicara juga, dengan suara yang bergetar, ingin rasanya memberontak dan membantah ucapan suaminya kali ini.

 "Pakai duit motor itu dulu,nanti kan diganti mereka juga itu."Mita membuang wajah dari Andi,tau begitu dari kemarin dia beli emas saja langsung,dari pada disimpan simpan akhirnya begini, padahal kakak tertuanya memiliki banyak uang,kenapa tidak dia yang mendahulukan,kenapa mesti andi yang hidupnya saja sudah pas pasan punya anak tiga pula.

  "Ooo begitu, kalo masih kurang jual aja motor kamu itu sekalian."Sambil mulai mengendong Dirga yang semakin rewel.Bocah itu sudah terbiasa di ayun jadi saat mau tidur seperti ini membuat Mita kewalahan.

 Andi tau Mita marah, mengambil alih Dirga sambil mendendangkan shalawat seperti biasanya dengan dipangku sampai akhirnya benar benar tidur didekat Andi.

 "Tidak lama,uang kalian pasti kembali kok,dua hari setelah mereka menikah akan diadakan Martahi.Itu seperti arisan, setiap yang mengadakan acara pernikahan, pasti diadakan martahi, meskipun dibilang arisan tetapi jumlah uang tidak di tetapkan seberapa besar, mungkin jika di pesta umum, uang itu akan dimasukkan kedalam amplop untuk sumbangan.

Adat dan budaya kita memang berbeda-beda tetapi memang dengan tujuan yang sama, bahagia, aman tentram saat berdampingan.

"Lebih nanti mereka dapat itu,pasti kembali duit kalian, tenang saja,kamu tidak usah risau,kiki di sana ketua muda mudi, banyak yang akan datang dan menyumbang untuk acara itu yakin lah."Kakak iparnya sangat bangga pada adik bungsunya itu,dan sangat mendukung acara ini.Yang Mita sesalkan kenapa tidak menggunakan uang dia saja?

Bukan satu dua orang saja yang mengatakan kakak iparnya medit,tapi semua itu tidak Mita hiraukan,Mita orangnya sangat masa bodo, tidak perduli dengan pembahasan orang lain, meskipun orang menceritakan aib iparnya itu Mita tidak ambil pusing.terserah mereka mau bilang apa yang penting bagi Mita adalah masa depan keluarga nya bersama Andi.

Kesepakatan bersama,esok hari Mita akan mengirimkan uang sesuai permintaan pihak perempuan sebagai mahar.Kali ini Mita harus kembali mengalah, semoga saja harapan mereka tercapai,uang mereka bisa kembali dua hari setelah pernikahan.

"Kok kamu kelihatan tidak senang sih, kenapa? lagian itu kan uang hasil jual motor aku,bukan uang gaji yang aku berikan sama kamu dek, ngerti lah sedikit.Aku hanya ingin setelah kiki menikah ada teman ibu dirumah,aku tidak tega membayangkan dia sendirian tanpa teman padahal anaknya banyak.''

Mita terenyuh, selama ini memang andi sangat dekat dengan sang ibu, setiap nelpon mertuanya selalu menangis dan menginginkan mereka pulang,"aku rindu kalian,"kata kata yang selalu Mita dengar sambil berderai air mata.

"Tapi kan bisa pake uang kakak bang,duit mereka banyak, anaknya sudah bekerja, tanggungan dia tinggal satu orang,jika memang akan dikembalikan secepatnya kenapa tidak dia saja.Aku tahan semua keinginanku beli ini dan itu agar bisa mencicil tanah yang sudah kita sepakati bersama,jika uangnya tidak kembali bagaimana."Tangis mita luruh juga.

''Sudahlah, kayak kamu tidak tau bagaimana mereka sih dek jika mereka menganggap orang tua itu penting, mereka tidak akan seperti ini, sudah dia duluin.Doa kan saja aku panjang umur, sehat dan kuat bekerja supaya semua yang kita inginkan tercapai.lagian ya dek dosa jika pelit sama orang tua."Andi menarik mita kedalam pelukannya sambil mengusap kepala istrinya.

" Aku bukan pelit yah, selama ini jika untuk ibu aku juga tidak pernah protes kan.Tapi ini!kiki mau menikah,masa harus kita yang direpotkan, gimana mau ngasi anak orang makan nantinya.selama ini mau beli baju lebaran saja minta dari sini."ucapan Mita tidak terkontrol lagi, sebagian uneg unegnya tersalurkan juga.Dia tidak perduli andi tersinggung atau tidak yang jelas saat ini dia sangat kecewa dengan keputusan suaminya.

"Abang minta maaf, semua ini aku lakukan karena ibu dek, kasihan ibu sendirian tidak ada menemani,kita tidak akan miskin jika membantu orang tua sayang,bahkan kita akan melarat jika mengabaikan mereka, percaya tidak?

Mita diam, membayangkan dia kelak dimasa tuanya.Apakah nanti akan diperlakukan baik oleh anak anaknya atau sebaliknya.Tetapi apa yang membuat Mita tidak senang sekarang ini juga sangat masuk akal.Ada keluarga lebih mampu mengapa tidak membantu saudara yang lain.Saat ini bukan lagi waktunya untuk membahas senang atau tidak.Andi sudah ngambil keputusan dan harus bertanggung jawab terhadap yang dia ucapkan.Harapan mereka tentu semua akan berjalan baik,Kiki menikah dan ibunya ada yang menemani dan tidak merasa kesepian lagi padahal anaknya banyak,tetapi semua abai.

Mita menunjukkan foto transfer kepada Andi.Tak lama panggilan masuk dari nomor baru.Awalnya Mita tidak perduli dengan panggilan itu,hanya saja panggilan itu kembali berdering.Maraknya penipuan membuat Mita harus berulangkali berpikir untuk menerima panggilan masuk dari nomor yang belum tersimpan.

(Halo)ucap Mita tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.

(Halo kak, assalamualaikum ini Kiki, terimakasih banyak ya kak,bang Andi sudah mengirimkan bukti transfernya,nanti aku ambil, karena besok kami akan kerumah adik kakak.semoga kakak bisa pulang saat kami menikah nanti.)Mita membuang pandangan kearah lain, dia sedang duduk di emperan sebuah mini market tempat dia barusan melakukan transaksi.

Menyesap minum dingin sambil melihat Dirga berlari bolak balik kearahnya,tapi nyatanya hatinya tidak dingin meski minuman didalam cup itu sudah tandas dia sedot.

(Kakak bisa pulang saat kami nikahan nanti, calonku sangat ingin ketemu dengan kakak.)kiki melanjutkan perkataannya karena Mita tidak lagi membalas ucapannya.

(mana mungkin kami bisa pulang, duit dari mana?semua tabungan kami sudah aku kirim, belum lagi nanti tupak kami.) Terus terang lebih baik,dia tidak mau Kiki akan berharap mereka pulang.

(Maaf ya kak,jika Kiki ada salah,tapi aku berharap Kaka bisa pulang nanti.asalamualikum.)

"Waalaikumsallam"Ucap Mita dan memutuskan sambungan telepon.Dia membiarkan Dirga puas bermain disana sambil menenangkan diri.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!