"Dek,aku turun, bangun nanti buatin ayah kopi ya."Seperti biasa Andi akan pergi ke masjid melakukan sholat subuh.Dia rajin sholat subuh setelah tau Mita positif hamil anak ketiga, biasanya dia sholat subuhnya hanya dirumah saja.Jarak antar anak kedua dan ketiga sangat jauh yakni sebelas tahun, mereka saja tidak menyangka akan diberi lagi kepercayaan untuk memiliki anak ketiga.
Membuat sarapan sambil membangunkan kedua anaknya, mereka harus berangkat sekolah,tentu tak lupa dengan pesanan Andi, secangkir kopi menghangatkan paginya.Dari dulu memang jarang sarapan,hal itu sering membuat Mita kesal,sehingga Mita mencari alternatif lain membuat pisang goreng, membeli roti, terkadang membeli kue dipinggir jalan saat mengantar anaknya kesekolah,itu dilakukan tentunya agar Andi berangkat kerja tidak dalam keadaan perut kosong.
Pagi ini,saat menunggu waktu berangkat kerja Andi dan Mita duduk berdua di teras rumahnya."Aku berhenti saja ya dari sana, capek banget.Mana ada sopir kerja nya kupas dan bakar kabel."Mita yang dari tadi sibuk dengan ponselnya menatap Andi lekat, rasanya aneh banget,tumben tumbenan dia bicara seperti itu selama ini dia sangat jarang mengeluh saat bekerja, menceritakan masalah sedikit saja pun dia tidak mau, apa lagi masalah besar,Andi akan menyimpan sendiri.
Bahkan dulu tangan telunjuk nya hampir putus terkena serpihan mata gerinda yang pecah dia tidak mengeluh,ditanya sakit saja dia bilang tidak.telapak kaki sering terkelupas terlalu lama menggunakan sepatu Septi, tak jarang air mata Mita menetes saat menarik kulit mati dikaki suaminya.
Dia tidak tega melihat tubuh Andi luka dan terkelupas demi dia dan anak-anak, meski dia tau itu memang sudah kewajiban dan tanggung jawab seorang kepala keluarga.Tapi saat Andi mengatakan ingin berhenti kerja,kali ini Mita keberatan dan tidak ingin hal itu terjadi.
"Jangan dong yah, tidak lama lagi lebaran,jika berhenti kita tidak akan dapat THR, walaupun ayah dapat kerja baru belum tentu dapat THR di sana, biasanya kan enam bulan kerja dulu baru THR Emangnya kenapa disana, tidak ada masalah kan?"Mita menatap suaminya dengan tatapan menyelidik.Dia sangat yakin ada sesuatu sekarang,sejak Andi menerima panggilan telepon tadi malam sikapnya berubah.
"Tidak ada, lagian gudang itu juga akan pindah kelokasi lain,aku jadi jauh kerjanya dek."Andi menyebutkan letak gudang baru mereka dan itu memang sangat jauh, hampir satu jam menggunakan motor.Mita yakin bukan itu alasan utamanya, namanya kerja pasti akan ada resikonya, salah satunya adalah jarak.saat ini dari rumah ketempat andi sekarang hanya sekitar lima belas menit, seandainya dia ikut pindah ke gudang baru waktu dia habiskan diperjalanan dua jam pulang pergi.
"Terserah lah, ayah yang kerja kok nanti ayah bilang pula kok aku yang ngatur, tapi kalo bisa sih coba deh bertahan sampai lebaran saja."Mita memberi saran pada andi.namanya juga perempuan pasti menginginkan uang lebih, kesempatan mendapatkan bonus itu hanya sekali dalam satu tahun.Aneh saja andi tidak berpikiran sampai sana.padahal utang mereka bertambah setelah Andi meminjam kepada sang Abang untuk biaya kehidupan mereka yang pas pasan selama ini.Jika dia berhenti sekarang, pekerjaan apa lagi yang dia inginkan.Jika memang sudah mendapatkan yang baru apa tidak sayang meninggalkan yang lama karena bonus akan hilang.
Berulang kali andi menghembuskan asap rokok dengan kasar.Begitu berat kan beban yang kamu pukul yah, tidak kah kamu mau berbagi dengan ku walaupun hanya bercerita, meskipun aku tidak tau bisa membantu atau tidak,batin Mita dengan tatapan yang begitu sendu.Atau kami lah beban mu yang sesungguhnya.Mita terpejam "Apa yang bisa aku bantu yah?"Bersandar pada bahu Andi.
"Tidak ada, doakan ayah sehat selalu dan panjang umur."Dari kemarin andi selalu bicara seperti itu.Istri mana yang tidak mendoakan suaminya,hanya orang bo doh yang tega seperti itu.Sudah berkorban demi keluarga malah tidak mendoakan untuk kesehatan dan keselamatan suami saat bekerja.
"Kami pasti doakan yang terbaik yah,mana lah mungkin kami berdoa yang tidak tidak,aneh lah.Nanti sore cepat pulang ya,kami tunggu dibawah,susu dedek sudah habis."Pagi pagi sudah di buat galau Mita membatin.Dengan alasan susu habis, mereka bisa melupakan sejenak masalah yang membuat paginya berubah sendu, padahal hari ini begitu cerah.Matahari saja sudah memperlihatkan sinar yang terang, seharusnya bisa membakar semangat Andi pagi ini.
"ok deh,nanti telpon saja jika sudah di sana,Aku malas jika nungguin kalian dibawah sana, banyak Mak Mak kepo."Mita tertawa mendengar ucapan suaminya,dia tidak tau saja jika istrinya juga memiliki tingkat kepo yang tinggi.
"ihh, ayah klo sudah pulang ya tidak usah nongkrong,kami jam lima sudah di bawah pokoknya, tidak ada telpon telponan,aku gak bawa HP."perdebatan kecil seperti itu sering terjadi bahkan selalu, terlebih lagi jika kelompok mereka lengkap Mita sangat bawel.semua akan salah Ditambah lagi,tadi hatinya sudah dibuat galau oleh Andi.
"Ini bibir semakin cerewet banget ya sekarang,kamu tadi makan apa sih"Tangan andi yang lebar menutup wajah Mita yang tirus.Geram juga melihat Mita bawel seperti itu.Dulu Mita memang banyak diam, sekarang sudah berubah pengalaman hidup terkadang harus memaksa kita untuk banyak bicara dan sesekali memberontak.
"Namanya juga mak mak,mana ada yang tidak cerewet,"bibir Mita meruncing membalas perbuatan andi pada nya dengan mengigit lengannya.Hanya itu yang Mita bisa lakukan, tangan kecilnya tidak akan mempan untuk melawan tenaga Andi, sekeras apapun Mita memukul atau mencubit Andi tidak akan merasakan sedikitpun.Lain dengan jika saat Mita mengigit, Andi akan berteriak minta ampun sambil mengepalkan tangan, tandanya dia sudah sangat merasa kesakitan.
"awww, sakit dek.gigi kamu itu tajam banget seperti gigi vampir,dah ah aku mau pigi, bangunin dedek gih."mendorong pundak mita agar membawa Dirga ke teras.Mita tentu tidak mau, Dirga akan rewel jika tidurnya terganggu.Dia saja yang sudah tua akan marah saat diganggu saat tidur, apalagi Dirga yang masih bocil.
Mengabaikan permintaan sang suami,malah berbaring diperutnya,Andi menggeleng, tidak banyak yang dia lakukan jika Mita sudah seperti itu kecuali ikut diam.Hari semakin merangkak naik sinar matahari yang lansung masuk kedalam rumah mereka membuat mata silau, dengan begitu jam pasti sudah lebih dari setengah delapan pagi."Awas lah,aku mau berangkat sudah siang, takut telat," Karena Andi akan laporan kekamar mandi sebelum berangkat dan menghabiskan sebatang rokok disana.Terkadang Mita sampai berteriak dari ruang tamu apa yang sedang Andi lakukan disana.Dengan entengnya Andi akan berkata"bising". Mendengar itu Mita akan tertawa sampai Andi benar benar keluar dari kamar mandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Minatrigan gan
Selamat pagi semuanya.
2024-10-02
1