Dominasi Lucian

Gambar diatas adalah ilustrasi bagaimana Lucian ingin mendominasi kehidupan Amelie

...************...

Ting Tong….

Suara bel Appartemen berbunyi. Amelie masih malas untuk beranjak dari tempat tidurnya yang nyaman.

Ting Tong…

Untuk kedua kalinya bel berbunyi. Amelie segera turun dari peraduannya dan dengan langkah malas bergegas menuju pintu Apaprtemen nya. Di lihatnya melalui lubang intai. Nampak seorang petugas Apartemen sedang membawa Bouqet mawar merah  yang lumayan besar. Bergegas dibukanya pintu Appartemen.

“Selamat pagi nona, anda mendapat kiriman bouqet mawar besar. Mohon diterima,” ujar petugas delivery.

Amelie menandatangani tanda terima paket Bouqet, lalu mengambilnya dari tangan petugas. Setelah mengucapkan terimakasih, amelie menutup pintu dan membawa Bouqet Mawar merah tersebut serta meletakkannya di meja ruang tamu. Dibacanya kartu kecil yang menyertai Bouqet, disana tertera tulisan,” Dengan penuh cinta, Lucian”. 

Amelie tersenyum masam, lalu meletakkan kartu tersebut didekat Bouqet mawar. Lalu berjalan menuju jendela Apartemen mewahnya. Pemandangan Kota Paris di pagi hari yang sibuk. Ingin rasanya dia tinggal saja di Apartemen dan tidak bekerja hari itu. Diraihnya ponsel dan menelepon sekretaris pribadinya.

“Halo Eve, aku sepertinya kurang enak badan. Mungkin aku stay at home aja hari ini. Katakan pada Lucian atau siapa saja yang mencariku, aku lagi tidak minat untuk bekerja hari ini,” ujar Amelie. 

“Baiklah Amelie, akan aku sampaikan pada Bos,” jawab Eve dari seberang sana. 

Beberapa saat sebelum  Amelie masuk ke dalam Apartemennya yang hangat dan kemudian mematikan Ponselnya, Tanpa sengaja dia melirik ke arah parkir mobil di seberang Apartemennya.  Dii sana dilihatnya Lucian, sedang memandang ke arahnya dengan bersandar di mobilnya sambil melambaikan tangan

Amelie bergumam perlahan, “Sialan, kenapa bajingan itu sudah ada di depan apartemenya?’ 

Tanpa memperdulikan Lucian yang melambai padanya, Amelie tetap berjalan masuk ke dalam Apartemennya dan mengunci pintu Jendela. Tanpa pikir panjang dia masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Tak berapa lama, dia keluar dari kamar mandi dan betapa terkejutnya amelie, ketika dilihatnya Lucian sudah ada di ruang duduk santai persis di depan kamar mandi. 

“Oh…kau…bagaimana kau bisa masuk ke unit ku? Mau apa kau?” tanya Amelie ketus. 

Lucian mendekati Amelie yang hanya mengenakan kimono handuk. Amelie mundur selangkah setiap kali Lucian maju selangkah, hingga dia terjebak di sudut ruangan dan Lucian mengunci langkahnya sehingga sekarang tepat dirinya ada dalam penguasaan Lucian. 

“Amelie, jangan takut darling. Aku tidak bermaksud jahat. Bos mu ini cukup ditakuti di dataran Eropa sayang, kalau hanya untuk masuk ke Unit Appartemenmu ini, sangat mudah dan bisa aku lakukan kapanpun aku mau,” jawab Lucian dengan desahan yang menghembus di pipi dan telinga Amelia.

“Stop melecehkan aku Lucian, stop,” Amelie mendorong tubuh Lucian menjauh.

Lucian tidak sabar, diraihnya tangan Amelie, dan dikembalikannya tempatkannya tubuh Amelie berbalik menghadap tembok. Kali ini Lucian persis ada di belakangnya dan kembali berbisik di telinganya, ”Aku bukan orang jahat Amelie, aku hanya ingin memastikan, pagi ini kau masuk kerja dan mendampingiku rapat dengan beberapa pejabat penting kota Paris. Kecuali jika kau ingin mengulang kejadian di mobil malam kemarin, aku siap melayanimu sampai malam anti.”

“Lepaskan alu Lucian, lepaskan,” teriak Amelie sambil mulai berurai air mata. 

“Kau sungguh keterlaluan, aku bukan pelacur yang bisa kau bayar, kau nikmati semaumu lalu kau campakkan,” kembali amelie berteriak dengan keras. 

“ Tidak ada yang menganggapmu pelacur sayang, aku hanya ingin mengendalikan dan bukan dikendalikan. Mungkin selama ini kau terbiasa menggunakan laki laki untuk kepentingan pekerjaan jabata, atau uang. Tapi tidak denganku Amelie, kau harus patuh padaku, dan bukan sebaliknya. Segera pakai bajumu, aku tunggu dibawah. Kita akan melakukan meeting dengan beberapa pejabat penting kota paris, untuk kepentingan bisnis kita. Aku tunggu kau dalam 20 menit.” Ujar Lucian. 

Tak lama Lucian membiarkan amelie masuk dan berganti baju, sementara dia beranjak keluar dari Apartemen amelie, menuju mobil yang sudah menunggunya di area parkir. 

****

Meeting dengan para pejabat penting Kota paris terkait bisnis Real Estate perusahaan Lucian berjalan dengan lancar. Waktu menunjukkan pukul 12 siang ketika Lucian dan Amelie meninggalkan balai kota. Berdua mereka meluncur kembali kekantor. 

Sesampainya di Kantor, Lucian bersikap dingin dan cuek pada Amelie. Bahkan sepanjang perjalanan menuju kantor pun Lucian asyik berbicara lewat ponselnya, tanpa memperdulikan Amelie sedikitpun. 

Eve sangat terkejut, ketika meliha Amelie berjalan di koridor kantor dengan langkah Gontai dan segera menuju ke ruang pribadinya. 

Eve berlari kecil mengikuti langkah Amelie, menuju ke ruang kerja Amelie. Belum sempat dia bertanya pada Amelie, mengapa dia masuk kerja setelah pagi tadi menyatakan ijin, Amelie sudah menganggkat tangannya tanda tidak ingin diganggu. 

“Jangan ganggu aku Eve. aku capek dan tidak mood untuk berbicara apapun. Buatkan aku teh hangat dan keluar lah dari ruanganku,” Ujar Amelie dengan nada dingin. 

Eve yakin, pasti ada sesuatu yang terjadi, sehingga bosnya tampak tidak mood dan datang justru bersama CEO yang baru, Lucian Beaumont. Dalam benaknya dia bisa memperkirakan, hal buruk sedang terjadi. 

Amelie membanting dirinya di kursi kerjanya yang mewah. Kursi kerja yang aerodinamis, mengikuti lekuk tubuh. Dipejamkannya matanya sejenak, untuk mengusir segala kepenatan yang menggantung di kepalanya hari itu. 

Baru saja dia dia merasa rileks, ponselnya kembali berdenting, tanda ada pesan singkat masuk. Dilihatnya sekilas pesan singkat itu. Dari Lita. Dengan menghela nafas panjang, Amelie membuka pesan masuk dari lita, “ Nanti malam pukul 19.00 pimpnan Temple Of lucifer, bersedia menemuimu. Segera Amelie duduk dan membalas Pesan Lita, “Oke siap, berikan saja alamatnya, aku segera meluncur ke sana nanti malam,” balas Amelie.

Setelah itu amelie mencatat semua detail alamat dari Temple of Lucifer. Kemudian dia kembali bersandar dan mencoba memejamkan mata. Tak lama Eve masuk membawa teh hangat pesannanya,” Amelie, ini teh hangat pesananmu, apakah ada hal lain lagi yang bisa aku bantu? ‘Tanya Eve. 

“Ada Eve, tolong kau ambilkan kunci Mobilku yang aku tinggal semalam di sini. Aku lupa memintanya pada security semalam,” jawab Amelie singkat. 

“Ah ok baik lah Amelie, aku akan ambikan untukmu,” jawab Eve. 

****

Pukul 19.30 waktu Paris, Amelie sudah berada di dalam ruang tunggu tamu temple of Lucifer. Tak berapa lama Andrew suami Lita datang. Setelah bersalaman, Andrew kemudian berkata pada Amelie,” Aku sudah menceritakan semua tentang mimpimu iu pada Tuan Crowley. Dia adalah pimpinan pendeta Temple of Lucifer di Paris. 

Amelie mengangguk pelan tanpa suara. Baru saja Amelie hendak berbicara, Tuang Crowley sudah memasuki ruangan dan menyapa mereka. Setelah berbasa basi sebentar, Tuan Crowley lalu melhat ke arah Amelie. 

“Berapa lama kau selalu bermimpi tentang simbol itu Nona Amelie?” tanya Tuan Crowley.

“Sejak aku masih kecil. Mimpi yang sama dan berulang ulang. Dulu mimpi itu berulang sebulan sekali. Namun belakangan, mimpi itu semakin intens dan berulang hampir setiap hari. Aku hanya ingin tahu makna dari simbol itu Tuan,” tanya Amelie

Seperti tidak menjawab langsung pertanyaan Amelie, tuan crowley berkata, “ Beberapa waktu lalu aku dan Andrew, membicarakan kemungkinan dirimu menjadi pilihan pengantin Lucifer. Namun mohon maaf, kau jauh dari kriteria. Usiamu sudah lebih dari 30 tahun. Walaupun kau masih single. Sepertinya kau hanya terlalu tersugesti dengan hal hal berbau Daemonology. Mungkin orang tuamu pernah punya gambar atau buku yang memuat gambar itu, dan tanpa kau sadari, memory bawah sadar mu merekamnya.”

“Hemm bisa jadi Tuan. Aku bersyukur jika mimpi ku itu bukanlah hal penting seperti yang barusan anda katakan. Intinya aku tidak akan terlibat dan masuk dalam berbagai hal terkait symbology Lucifer itu bukan?” tanya Amelie. 

“Sepertinya kemungkinan itu terlalu kecil Amelie. Aku rasa kau bisa menghubungi Psikolog untuk membantumu. Aku pastikan kau bukan lah calon pengantin Lucifer untuk wilayah Eropa ini,” jawab tuan Crowley

Amelie merasa sedikit lega. Walaupun masih banyak pertanyaan yang ingin diajukannya, tetapi waktu juga yang membatasi pertemuan mereka. Segera Amelie pamit dan undur diri. Setelah mengucapkan terimakasih pada andrew, amelie segera keluar dan menuju area parkir tempat dimana mobilnya berada. 

Baru saja dia masuk ke dalam mobilnya, Sebuah suara menyambutnya dengan lembut.

“Apa yang kau cari di Temple Of Lucifer Amelie?” ujar suara itu. 

Amelie terkejut setengah mati dan segera menoleh ke arah kursi penumpang di bagian belakang. Ternyata Lucian sudah duduk di sana dengan santai sambill tersenyum penuh makna. 

“Lucian, bisakah kau biarkan aku dengan urusan hidupku, dan jangan menggangguku lagi. Kita sudah impas. Maafkan aku salah melanggar batasanmu, Namun aku sudah membayarnya dengan menuruti semua kemauanmu bukan? So, Please jangan ganggu aku diluar hal terkait pekerjaan,” Ujar Amelie. 

Tanpa babibu, Lucian turun dari Mobil Amelie. Segera dia berjalan menuju tempat Amelie duduk, membuka pintunya dan mempersilahkan Amelie Turun. 

“Turunlah, masuk ke Limosinku. Ada beberapa hal yang harus kita bicarakan,” ujar Lucian

“No, aku tidak mau…” 

Belum selesai Amelie berbicara, Lucian sudah menariknya keluar dari dalam Mobil, dan memaksanya memasuk ke dalam Mobil Lucian. Lalu beberapa Bodyguard Lucian segera mengambil alih mobil amelie dan membawanya pergi.

“Kau bawa kemana Mobilku Lucian?” ujar Amelei

“Masuklah ke dalam Limosinku, masuk!” perintah Lucian pada Amelie.

Lalu tanpa memberi kesempatan Amelie berbicara, Lucian segera mendorong Amelie masuk ke dalam Mobilnya. Di dalam Mobil Lucian mendekap Amelie, dan kembali mencium bibir Amelie dengan Buas. 

“Kau bisa menjelaskan semuanya terkait Temple Of Lucifer, begitu kita sampai di kepulauan Bahama. Malam ini kau dampingi aku ke sana. Kita mengadakan pertemuan dan pesta pantau dengan beberapa orang penting. Sekarang diamlah dan jangan banyak mulut,” ujar Lucian

Amelie terhenyak di Kursi penumpang. Ingin rasanya dia berteriak. Tapi memang Kantornya sedang mengadakan acara di Kepulauan Bahama, hanya dia tidak terpikir, dirinyalah yang akan terbang ke sana mendampingi Lucian. Karena acara itu bukan dari devisi Amelie. Namun apa daya, Sang CEO baru ini selalu melibatkannya dalam banyak urusan. 

“Kau tidak perlu khawatir tentang baju dan segala perlengkapan yang kau butuhkan. Eve sudah menyiapkan segalanya, kau tenang saja. Kau dampingi aku ke Kepulauan Bahama, dan tolong, bersikaplah manis,” ujar Lucian dengan nada dingin. 

Mobil mereka melaju disuasana malam Kota paris, menuju hanggar Privat Jet milik Lucian.  Dalam hati Amelie hanya bisa bertanya, “Pengalaman dan peristiwa apa lagi yang menantiku di kepulauan Bahama?”

****

Episodes
1 Amelie
2 Mimpi yang menakutkan
3 Lucian
4 Pesta Dansa
5 Malam Yang Panas
6 Dominasi Lucian
7 Harbour Island
8 Ancaman Lucian
9 Hari Terakhir di Kepuluan Bahama
10 Kecemburuan Amelie
11 Hasrat Iblis
12 Surat Resign
13 Castile Pendragon
14 Pengawasan Melekat
15 Mawar Merah
16 Janji Temu Rahasia
17 L'Ordine del Serpente Nero
18 Siasat Amelie
19 Pertemuan di Kynance Cove
20 Pertikaian Sengit
21 I am The Boss
22 Selamat Datang Amelie
23 Terimalah Realita dengan Lapang Dada
24 Mengenali Kemunculan Lucifer
25 The Black Rose Atrum
26 Lihatlah Ke Jendela
27 Catedral Of The Fallen Light
28 Pengajaran Pertama
29 Maximus Cafe
30 Baku Tembak di Pemakaman
31 Jangan Bertindak Bodoh
32 Rencana Matang di Cafe Mulassano
33 Hukuman yg Pedih
34 Bersamaku Atau Dominic
35 Bertemu dengan Lucifer
36 Persiapan Black Covenant
37 Kau Milikku
38 Kapel Del Dragon Nero
39 Black Covenant
40 Pernikahan Lucian dan Amelie
41 Kau Milikku
42 Jacuzzi
43 Janji The Master
44 Red Room
45 Cara Memberi Makan Singa
46 Aku Tidak Akan Melakukan Itu Padamu
47 Membangun Kekuatan
48 Rencana Licik Fernando
49 Rahasia Gelap Fernando
50 Rencana Pengamanan
51 Bermain dengan Singa
52 Sampai Ajal Menjelang
53 Selamat Tinggal Del Dragon
54 Keyakinan Fernando
55 Perangkap Fitnah
56 Perpisahan
57 Pengkhianatan
58 Keraguan Fernando
59 Permainan Dominic
60 Jawaban Dingin Amelie
61 Pelarian Amelie
62 Kuil Lilith
63 Belajarlah Untuk Diam
64 Isola Serenita Headquarters
65 Kau Bukan Suami Yang Baik
66 Tragedi Masa Lalu Kekuarga Ferrara
67 Kesuksesan Palsu
68 Awal Kehancuran
69 Siasat yang berhasil
70 Singa yang sedang Terluka
71 Tamatnya Riwayat Fernando
72 Dunia Terlalu Kejam Bagimu Amelie
73 Kau Mafia Lemah
74 Pergantian CEO
75 Lorenzo Castellani
76 Fatale Female
77 Semua akan baik baik saja
78 Leonardo Beaumont Castellani
79 I Love You Baby
80 Pulanglah Bersamaku
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Amelie
2
Mimpi yang menakutkan
3
Lucian
4
Pesta Dansa
5
Malam Yang Panas
6
Dominasi Lucian
7
Harbour Island
8
Ancaman Lucian
9
Hari Terakhir di Kepuluan Bahama
10
Kecemburuan Amelie
11
Hasrat Iblis
12
Surat Resign
13
Castile Pendragon
14
Pengawasan Melekat
15
Mawar Merah
16
Janji Temu Rahasia
17
L'Ordine del Serpente Nero
18
Siasat Amelie
19
Pertemuan di Kynance Cove
20
Pertikaian Sengit
21
I am The Boss
22
Selamat Datang Amelie
23
Terimalah Realita dengan Lapang Dada
24
Mengenali Kemunculan Lucifer
25
The Black Rose Atrum
26
Lihatlah Ke Jendela
27
Catedral Of The Fallen Light
28
Pengajaran Pertama
29
Maximus Cafe
30
Baku Tembak di Pemakaman
31
Jangan Bertindak Bodoh
32
Rencana Matang di Cafe Mulassano
33
Hukuman yg Pedih
34
Bersamaku Atau Dominic
35
Bertemu dengan Lucifer
36
Persiapan Black Covenant
37
Kau Milikku
38
Kapel Del Dragon Nero
39
Black Covenant
40
Pernikahan Lucian dan Amelie
41
Kau Milikku
42
Jacuzzi
43
Janji The Master
44
Red Room
45
Cara Memberi Makan Singa
46
Aku Tidak Akan Melakukan Itu Padamu
47
Membangun Kekuatan
48
Rencana Licik Fernando
49
Rahasia Gelap Fernando
50
Rencana Pengamanan
51
Bermain dengan Singa
52
Sampai Ajal Menjelang
53
Selamat Tinggal Del Dragon
54
Keyakinan Fernando
55
Perangkap Fitnah
56
Perpisahan
57
Pengkhianatan
58
Keraguan Fernando
59
Permainan Dominic
60
Jawaban Dingin Amelie
61
Pelarian Amelie
62
Kuil Lilith
63
Belajarlah Untuk Diam
64
Isola Serenita Headquarters
65
Kau Bukan Suami Yang Baik
66
Tragedi Masa Lalu Kekuarga Ferrara
67
Kesuksesan Palsu
68
Awal Kehancuran
69
Siasat yang berhasil
70
Singa yang sedang Terluka
71
Tamatnya Riwayat Fernando
72
Dunia Terlalu Kejam Bagimu Amelie
73
Kau Mafia Lemah
74
Pergantian CEO
75
Lorenzo Castellani
76
Fatale Female
77
Semua akan baik baik saja
78
Leonardo Beaumont Castellani
79
I Love You Baby
80
Pulanglah Bersamaku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!