Bab 16

"Ayo Aisyah." Abimana langsung menarik pergelangan tangan Aisyah untuk naik ke lantai dua menuju kamar Aisyah.

Umi Nisa hanya tersenyum melihat pasangan pengantin baru itu melangkah pergi. Aisyah hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah Abi dengan sedikit berlari karena mengimbangi langkah Abimana yang lebar. Sedangkan Ainun yang tak sengaja melihat Aisyah dan Abimana naik ke atas merasa kecewa karena dirinya tak bisa kembali menatap Abimana yang tampan bak artis turki yang tampan.

***

Kini keduanya sudah berada di dalam kamar. Abimana terus menggenggam tangan Aisyah dan mendudukkannya di tepi kasur. Abi juga duduk di sebelah Aisyah. Aisyah terus menunduk di tatap begitu lekat oleh suaminya. Abimana yang sudah mulai terpesona akan kecantikan Aisyah, belum puas memandang istrinya sampai lama.

"Aisyah.." lirih Abimana sembari menggenggam tangan Aisyah.

"Iya mas.." sahut Aisyah tanpa berani menatap Abi.

"Maafkan ucapkan ku waktu malam itu. Saat itu aku.." ucap Abi terhenti dan mengambil nafas sesaat lalu kembali bicara. "Saat itu aku belum siap untuk menikah. Papa memaksaku untuk segera menikah. Sedangkan aku masih ingin fokus mengejar karirku. Yang seharusnya hari itu aku ke luar negri untuk mendapatkan tender, tapi justru aku harus menikah denganmu. Aku sangat emosi hari itu. Sekali lagi, aku mohon maafkan aku Aisyah. Dan beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Setelah mengenal mu dan keluargamu, rasanya aku begitu dekat dengan kalian. Apa kau mau memberiku kesempatan itu ?" jelas Abimana panjang lebar pada Aisyah mengakui penyesalannya selama ini.

"Tidak ada kesempatan pertama, kedua dan ketiga bagi sebuah pernikahan mas. Asalkan kita saling menerima dan saling memaafkan, maka ikatan pernikahan tidak akan pernah goyah." sahut Aisyah membuat Abi semakin menatap lekat Aisyah.

"Boleh aku meminta sesuatu darimu Aisyah ?" tanya Abi.

"Boleh, mas ingin minta apa dariku ?" sahut Aisyah lembut balik bertanya.

"Kalau aku minta kamu membuka pakaianmu yang tertutup ini saat di depanku, apa kamu mau ?" tanya Abi dengan ragu mengutarakan keinginannya.

"Jika itu membuat mas Abi senang, aku akan melakukannya." sahut Aisyah masih menunduk malu di tatap oleh suaminya dengan begitu dekat.

Perlahan Abi membuka tali cadar Aisyah dan kini terlihat wajah Aisyah yang selalu terbayang di depan mata Abimana. Dengan mengangkat dagu Aisyah, Abi ingin melihatnya secara jelas meski sudah pernah di lihatnya. Abi melihat setiap inci keindahan di wajah Aisyah.

Abi mengusap Alis Aisyah yang tebal dan asli, mata yang begitu menyala disertai hidung yang mancung dan bibir tipis yang mungil juga sexy. Abimana mengusap dan membelai wajah Aisyah secara keseluruhan.

Jantung Abi bagai gendang benderang yang di tabuh sekeras mungkin. Abi berusaha mengontrol jantungnya sembari mengambil dan menghembuskan nafasnya sesekali. Baginya, mengusap dan membelai wajah Aisyah terasa seperti sedang berolahraga di malam hari.

"Kamu adalah wanita terhormat yang mampu menjaga segala keindahanmu Aisyah. Sekarang aku mengerti, kenapa kau berpakaian seperti ini." kata Abimana terus memuji Aisyah.

Abimana menarik dagu Aisyah, dan mendekatkan bibirnya. Kali ini kecupan yang singkat, menjadi kecupan yang begitu dalam dan hangat. Ada desiran aneh yang di rasakan Aisyah. Keduanya juga nampak kaku karena memang ini kali pertama bagi Abimana dan Aisyah. Namun keduanya bisa saling membawa ciu-man itu menjadi semakin panas. Aisyah tanpa di duga kedua tangannya dengan reflek mengusap leher Abi, dan hal itu membuat adegan ciu-man semakin lama semakin dalam.

Keduanya terengah setelah ciu-man itu terlepas. Kini keduanya sudah mulai terbakar gelora seakan ingin melakukan hal yang lebih dari itu. Abimana menatap mata Aisyah begitu lekat. Di angkatnya dagu Aisyah membuat ia malu dan bersemu merah di wajahnya.

"Kamu sangat cantik Aisyah.." Abimana tak henti-hentinya memuji Aisyah.

Kini Abi mulai meraba ingin membuka resleting gamis Aisyah yang berada di punggungnya. Seketika Aisyah langsung menghentikannya.

"M-mas.." lirih Aisyah yang tahu kemana arah Abimana sekarang.

"Kenapa ?" tanya Abi mengernyitkan dahinya.

"Jika ingin melakukannya, kita harus sholat malam pertama lebih dulu. Tujuannya agar kita di karuniai anak keturunan yang sholeh dan sholehah." kata Aisyah yang sudah paham.

Abimana yang tak mendalami agama, tentunya hal seperti ini tak dapat ia pahami.

"Tapi aku jarang sholat Aisyah." sahut Abi.

"Tapi mas Abi bisa melafalkan ayat alquran kan ?" tanya Aisyah lagi dengan tatapan penuh tanya.

"Yaa sedikit, cuma ayat pendek saja." sahut Abi yang sedikit malu.

"Tidak masalah, yang penting mas Abi bisa dan hafal." kata Aisyah lagi dan mengajak Abi untuk berwudhu.

***

Kini keduanya sudah selesai melaksanakan sholat sunnah dua rakaat. Aisyah juga sudah menggunakan daster kesayangannya. Abi tak henti-hentinya menatap Aisyah yang nampak mulus dan sexy di matanya.

Perlahan Abi merebahkan Aisyah dengan ciu-man di bibirnya. Tangannya mulai menggerayangi bagian sensitif di tubuh Aisyah. Namun saat akan membuka pakaian Aisyah secara menyeluruh, tiba-tiba ponsel Abi berdering. Abi yang sudah berada dalam gairah yang tinggi, tak memperdulikan suara telfon itu sampai mati dengan sendirinya. Saat akan kembali mulai dengan posisi yang sama. ponsel Abi kembali berdering membuat Aisyah yang mendengarnya jadi tidak tenang.

"Mas, angkat dulu telfonnya. Siapa tahu penting." kata Aisyah membuat Abi semakin kesal.

"Biarkan saja. Palingan Ricko kasih kabar kantor." sahut Abi masih ingin meneruskan kegiatannya.

Namun ponsel itu kembali berdering untuk yang ketiga kalinya. Membuat Abi kesal dan emosi bukan main.

"Siapa sih ! Mengganggu saja !" gerutu Abimana turun dari kasur menuju meja rias Aisyah. Karena ponselnya iya letakkan disana.

"Hah, mamah ? Mau apa mama telfon di jam malam begini ?" gumam Abi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Tak habis pikir bagi Abi, di jam dua belas malam mama Vina menelfon di jam yang sudah waktunya jam istirahat. Mau tak mau Abi harus mengangkatnya.

"Ya hallo mah." sahut Abi setelah menerima telfon dari mama Vina.

"Kamu kemana saja sih Abi ? Beberapa hari ponsel kamu nggak aktif ! Mama khawatir tahu nggak !" teriak mama Vina hingga membuat Abi menjauhkan ponsel nya dari telinga.

"Iyaa maaf mah. Abi butuh waktu sendiri." sahut Abi.

"Dimana kamu sekarang ?"

"Di kamar mah. Kenapa ?" sahut Abi tak tahu maksud sang mama.

"Iyaa di kamar. Tapi kamu sekarang ada di kota mana ?" kesal mama Vina yang tak mengerti kenapa otak Abimana tiba-tiba bleng.

"Ooh, aku di rumah Aisyah mah." sahut Abi yang baru mengerti.

"Mana Aisyah, mama mau bicara sama mantu kesayangan mama." ketus lagi mama Vina.

"Kok cuma Aisyah yang di tanyain ? Abi nggak di tanyain mah ?"

"Nggak ! Mama cuma kangen sama Aisyah ! Mana cepat berikan pada Aisyah Abi." mama Vina semakin kesal karena Abi menghalangi dirinya ingin bicara dengan menantu kesayangannya.

Abi kini menyerahkan ponselnya pada Aisyah, Aisyah juga menerimanya dan menempelkan benda pipih itu di telinganya.

"Assalamualaikum mah.." ucap Aisyah dengan suara lembutnya.

"Waalaikumsalam sayang. Gimana kabarmu nak ?" tanya mama Vina dengan lembut dan memanjakan Aisyah.

Pengeras suara di ponselnya Abi aktifkan, membuat Abi bisa mendengar apapun yang mamanya bicarakan dengan Aisyah. Abi berdecak kesal pada mamanya yang tak memperdulikan dirinya.

"Ck, giliran sudah punya mantu, anaknya di cuekin. Huft.." kesal Abi hanya bisa mendengarkan obrolan Aisyah dan mama Vina.

Kini obrolan mereka semakin asyik hingga melupakan waktu. Aisyah yang masih terus di ajak ngobrol dan bercanda merasa tidak enak jika ingin menyudahi pembicaraan tersebut. Abimana yang sudah menunggunya selama satu jam, membuat dirinya ketiduran di samping Aisyah yang masih mengobrol dengan mertuanya.

Terpaksa adegan malam ini di tunda hanya karena mama Vina yang mengganggu keduanya di malam pertama mereka.

...----------------...

Bersambung..

***

Hay para pembaca setia.. Kali ini adegan antara Aisyah dan Abimana di tunda dulu ya.. Biar semakin panas ceritanya.. 😁😁

sebagai gantinya aku akan kasih satu cover pemeran Abimana yang seperti beruang kutub dan Aisyah yang cantik jika tanpa cadar. Ini hanya cerita fiktif saja yaa.. Jadi cover tanpa cadar tidak masalah.

Abimana

Aisyah

Oke see you. Selamat membaca 🥰🤗😘

Terpopuler

Comments

ir

ir

seharusnya yakin kan dulu hatimu Abi, baru buka segel

2024-11-01

1

Nurul Olivia

Nurul Olivia

visual Abi kurang author,,
klo Aisyah nya👍👍

2024-11-03

1

Nur Azizah

Nur Azizah

kan mulai bucin kamu abi

2025-03-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!