Bab 13

Saat baru setengah Aisyah menuruni tangga, dia terkejut melihat ada sosok pria yang ia kenal wajah nya.

"Astagfirullah.. Mas Abi."

Aisyah yang baru sadar itu suaminya langsung membalikan tubuhnya sesaat dan kembali berlari menaiki tangga menuju kamarnya.

***

Dengan tergesa-gesa Aisyah segera menutup kamar nya dan..

Braak

Ibrahim yang baru saja selesai membuat teh di dapur terjungkat kaget saat mendengar suara pintu yang tertutup keras.

"Astaghfirullah, suara pintu siapa itu ?" tanya Ibrahim pada diri sendiri dan segera membawa tiga cangkir teh di atas nampan.

Setelah sampai di ruang tamu, Ibrahim menanyakan suara apa yang ia dengar tadi pada Abimana, sambil sesekali menatap ke lantai dua.

"Apa kau tadi keluar mengambil sesuatu ?" tanya Ibrahim penasaran.

"Tidak, sejak tadi aku duduk disini. di temani supirku yang sudah tidur sejak tadi." sahut Abimana pura-pura tidak tahu dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. "Sepertinya aku mendengar suara pintu dari atas." tambah lagi Abimana.

"Oooh, apa Aisyah ya ?" katanya sambil berfikir. "Sebentar, aku cek dulu ke atas." kata Ibrahim lagi dan beranjak melangkah menuju tangga.

Saat baru satu langkah dirinya menaiki tangga, Abah Yusuf dan Umi Nissa memanggilnya.

"Ibrahim, ada apa ? Apa kau bertengkar dengan Aisyah ?" tanya Abah Yusuf khawatir.

Ibrahim yang akan menaiki tangganya ia urungkan, dan kembali turun menghampiri sang Abah setelah di tanya oleh Abah Yusuf.

"Tidak Bah, Aku tadi sedang berada di dapur membuatkan teh untuk Abimana." sahut Ibrahim dan menunjuk Abimana yang sudah berdiri setelah melihat kedua orangtua Aisyah.

"Loh, nak Abimana. Kapan datang ?" tanya Abah Yusuf menyambut menantu kesayangan nya itu.

"Assalamualaikum Bah, Umi. Saya datang baru saja setengah jam yang lalu." sahut Abimana menghampiri kedua orangtua Aisyah sambil menyalami mertuanya dengan sopan.

"Ibrahim, Panggil Aisyah. Suruh dia menyambut kedatangan suaminya." titah Abah Yusuf pada Ibrahim dan langsung di anggukinya berlalu menaiki tangga menuju kamar Aisyah.

"Masyaallah, Abah senang sekali akhirnya kau datang juga kerumah ini nak." ujar Abah Yusuf dan menghentikan langkahnya saat melihat ada seorang pria yang tertidur dengan pulasnya sambil mendengkur, seakan berada di rumah sendiri.

"Dia, dia siapa ?" tanya lagi Abah Yusuf merasa heran dengan sosok itu.

"Ah, dia supirku Bah. Maaf jika tidak sopan. Sepertinya dia lelah sekali." sahut Abi merasa tidak enak.

"Oooh, baiklah kita duduk saja di ruang tengah. Biar lebih nyaman. Biarkan saja dia tidur di situ." kata Abah Yusuf merangkul bahu Abi dan mengajaknya ke ruang tengah.

Sedangkan Ibrahim yang baru sampai di depan pintu kamar Aisyah, mengangkat tangan kanannya untuk mengetuk pintunya. Saat akan mengetuk pintu kamarnya, Ibrahim terkejut karena pintu kamar Aisyah langsung terbuka lebar dan tangan Ibrahim mengenai kepala Aisyah.

Tuk..

"Aaww.. Abang apaan sih. Kenapa kepala Ais di pentok !" kesal Ais yang lagi-lagi Abang nya membuat Aisyah mengerucutkan bibirnya.

"Ah, maaf Ais. Abang mau ketok pintu kamar kamu, tapi pintunya udah kebuka duluan. Jadi kepala kamu deh yang kepentok." ujar Ibrahim menjahili adiknya.

"Ish, ngeselin banget sih. Awas !" kesal Aisyah menggeser posisi Ibrahim dan berlalu pergi menuruni tangga.

"Hey kau mau kemana Ais, hey pelan-pelan. Di bawah ada Abimana, suami kamu." dengan suara perlahan namun bisa di dengar, Ibrahim memberitahu pada Aisyah agar tidak terkejut setelah melihat suaminya.

"Ais sudah tahu !" ketus Aisyah.

"Eh kamu tahu dari mana Ais ? Bukan nya sejak tadi kau ada di kamar ?" tanya Ibrahim penasaran mengimbangi langkah Aisyah yang menuruni tangga. "Oooh, jadi tadi kamu yang gebrak pintu ya ?" tambah Ibrahim mulai curiga pada tingkah Aisyah.

Aisyah yang merasa melakukan itu seketika menghentikan langkahnya menatap Ibrahim sesaat.

"Ish, apaan sih bang. Udah deh, jangan jahilin Ais terus. Ais aduin sama Abah loh." sahut Aisyah dan kembali melangkah menuruni tangga.

"Iiih, udah punya suami masih ngadu sama orangtua. Malu Ais." ujar Ibrahim lagi semakin senang menjahili Aisyah.

Aisyah kemudian menghentikan langkah nya lagi dan dengan cepat Aisyah mencubit perut Ibrahim sekuat tenaganya.

"Aaaw.. Sakit Ais, aaw lepas. Iya, iya Abang nggak jahilin Ais lagi janji." ujar Ibrahim sambil meringis kesakitan.

Setelah mendengar abangnya menyerah, Aisyah melepaskan cubitannya dan kembali melangkah menuju ruang tengah. Namun Ibrahim yang masih merasakan sakit, mengusap perutnya dan mengikuti langkah Aisyah menuju ruang tengah. Setelah keduanya sampai di ruang tengah, Abi terkejut dan menatap Aisyah begitu lekat. Aisyah yang di tatap hanya menundukan pandangan nya dan duduk di samping Umi nya.

"Looh, cium tangan suami mu nak. Sambut dia dengan lembut." kata Abah Yusuf menasehati Aisyah yang tiba-tiba datang langsung duduk di samping Uminya.

"Assalamualaikum mas." ujar Aisyah mengulurkan tangannya mencium tangan Abi, membuat lamunan Abi buyar yang sedari tadi menatapnya.

"Ah iya, Waalaikumsalam." sahut Abi gugup menyambut uluran tangan Aisyah.

Keduanya yang baru saja saling bersentuhan ada rasa berdesir di tubuh mereka berdua. Dengan cepat Aisyah melepaskan tangannya karena merasakan ada hal aneh yang ia rasakan ditubuhnya. Saat Aisyah kembali duduk di samping Uminya, Abah Yusuf kembali mengajak Abimana bicara.

"Nak Abi, istirahatlah lebih dulu. Nanti subuh kita sholat berjamaah di masjid pondok." kata Abah Yusuf di angguki oleh Abi. "Ais, bawa suami mu ke kamar mu nak." tambah Abah Yusuf dan di angguki oleh Aisyah.

Aisyah kemudian beranjak dari duduknya dan mengajak Abi untuk ke lantai dua menuju kamar Aisyah. Bibir Abimana masih saja tak sanggup mengeluarkan kata-kata sejak melihat Aisyah tanpa menggunakan penutup. Otaknya begitu sulit melupakan saat dirinya melihat Aisyah. Setelah sampai di kamar, Aisyah mempersilahkan suaminya itu masuk.

"Silahkan masuk mas." ujar Aisyah membuyarkan lamunan Abi yang masih menatap lekat punggung Aisyah.

"Ah, koper saya masih di bawah. Saya ambil dulu sebentar." sahut Abi dan langkah nya di hentikan oleh Aisyah.

"Biar aku saja yang ambilkan. Mas Abi membersihkan diri saja lebih dulu. Nanti Aku siapkan pakaian ganti." kata Aisyah dan di angguki oleh Abi.

Abimana kini sudah berada di kamar mandi yang berada di dalam kamar Aisyah. Aisyah yang sudah mengambil koper Abimana di bawah, menyiapkan baju ganti nya dan menaruhnya di atas kasur.

Suara adzan sudah berkumandang, Abimana belum menyempatkan untuk memejamkan matanya meski hanya satu jam. Setelah selesai mandi, Aisyah sudah tidak ada di kamarnya. Aisyah memilih untuk menyiapkan sarapan lebih awal untuk suaminya.

Setelah mengganti pakaiannya, Abi baru teringat bahwa dirinya tak membawa sarung untuk sholat. Abimana kategori pria yang suka sekali meninggalkan kewajibannya sebagai umat muslim. Pekerjaan yang mengharuskan ia memeras otaknya, tak berfikir sedikitpun untuk melaksanakan ibadah sholat.

"Aduh gimana ini ?" gumam Abimana bingung.

Abi mondar mandir di dalam kamar Aisyah masih dengan kaos oblong dan celana pendeknya.

Tiba-tiba Aisyah masuk membawa perlengkapan sholat untuk suaminya. Dan betapa terkejutnya Aisyah tat kala melihat Abi hanya menggunakan celana pendek yang lebih tepatnya daleman setelah celana dalam.

"Astaghfirullah hal'adzim." Aisyah kaget dan langsung membalikan tubuhnya.

"Maaf, bukan maksudku, cuma, ini, eem, itu. Aku tidak membawa perlengkapan sholat." kata Abi terbata-bata karena menahan malunya.

"I-ini su-sudah aku pinjamkan pakaian bang Ibra." sahut Aisyah tak kalah gugupnya dari Abimana.

Setelah Abi menerima pakaian tersebut, Aisyah langsung keluar dan menutup kamarnya kembali tanpa membalikan tubuhnya menghadap Abi. Setelah di depan pintu kamar Aisyah menghembuskan nafasnya kasar sambil menutup mata.

"Hufft.. Hampir saja ak.."

"Kenapa dek ?"

"Astaghfirullah.." kembali Aisyah jantung nya di pacu kencang setelah melihat Ibrahim berada di hadapannya.

"Bang Ibra, bikin Ais kaget saja." sahut Ais sedikit kesal. Hari ini bagaikan olahraga jantung secara bertubi-tubi bagi Aisyah.

"Kau kenapa ? Kau hampir kenapa Ais ?" tanya Ibrahim yang tak juga di jawab oleh Aisyah.

"Nggak apa-apa bang, cumaa.."

Ceklek

Brugh

Abimana menabrak Aisyah yang berada di depan pintu hampir saja membuat Aisyah kejengkang ke belakang dan Abimana langsung menangkap pinggang Aisyah secepat mungkin agar Aisyah tidak terjatuh.

"Allahu Akbar.." ujar Ibrahim yang terkejut melihat keduanya seperti berada dalam sinetron.

Ibrahim yang melihat pengantin baru itu secara langsung, bengong dengan mulut menganga lebar menatap mereka berdua secara bergantian.

"Hadeeh.. Drama pengantin baru ada-ada saja. Masih subuh woy ! nanti malam saja main dramanya. Jangan pagi buta begini." ujar Ibrahim kemudian berlalu pergi menuruni tangga meninggalkan mereka begitu saja.

Abimana lalu membenarkan posisi Aisyah untuk berdiri dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Aisyah yang sudah membenarkan posisi berdirinya justru hanya menunduk dan berbalik lari menuruni tangga karena malu.

...----------------...

Bersambung...

***

Hay semuanya, gimana ceritanya? Seru nggak? Jangan lupa jempol dan rating tertingginya yaa..

Episode berikutnya akan semakin seru tentunya. Pantengin terus cerita Abi dan Aisyah.

Iloveu sekebon buat kalian.

🥰😘🤗

see you

Terpopuler

Comments

Mamah dini

Mamah dini

mmh Vina NY gimana ni.... kan nanyain no Ais ,masa nunggu no hp lama banget , senggol Thor mmh Vina ny

2025-01-11

1

Mukmini Salasiyanti

Mukmini Salasiyanti

kurang seru thor...
ntah gmn hidup pernikahan yg seperti itu..

wkwkwk

2024-11-05

1

Yune Z

Yune Z

dih malu2 tp mau🤣🤣🤣

2025-03-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!