Bab 9

"Jaga istri gue. Sesekali tanyakan apa dia ingin makan atau minum. Karena bibirnya susah sekali untuk bicara jika tidak di tawari. Paham." Abi berbisik di telinga Ricko agar Aisyah tidak mendengarnya.

"Tenang aja bro. Istri lo aman di tangan gue. Gue bakal kabarin kalo istri lo udah sampe. Oke !" sahut Ricko di angguki oleh Abi.

Kemudian Ricko mulai menyalakan mobilnya dan berlalu pergi. Sedangkan Abi masih terpaku melihat mobil yang ditumpangi Aisyah berlalu begitu saja. Ada perasaan berat saat dirinya di tinggal oleh Aisyah.

***

Kini Abimana sudah tiba di bandara di sambut oleh Pras yang sudah menunggu nya selama satu jam. Niat awal, Pras akan kerumah Abi lebih dulu dan pergi ke bandara bersama. Namun karena akan memakan waktu, Pras memutuskan untuk menunggu Abi di bandara.

"Gimana semuanya ? Apa sudah beres ?" tanya Abi setelah berhadapan dengan Pras.

"Beres lah. Pesawat yang udah mau terbang cuma nungguin lo doang tau. Yo buruan." sahut Pras masih dengan wajah kesalnya.

Sambil menarik koper, jas yang digunakan Abi ia selampirkan di lengan kirinya. Berjalan tegak dengan langkah lebar Abi mengikuti Pras dari belakang.

***

Di pondok Pesantren Alfuzha, ada sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam memasuki halaman luas yang berada di sana. Semua mata tertuju pada mobil yang kini sudah berhenti di tengah halaman itu. Para santriwati yang mendengar ada mobil datang berhambur ke arah jendela dikelas mereka, dan memandang pria gagah yang baru saja keluar dari pintu kemudi mobil di balik jendela seketika semuanya terpesona.

"Subhanallah.. Nabi jaman modern datang dari mana ? Tampan sekali." ujar salah satu santriwati di balik jendela yang berkumpul melihat ke arah mobil itu.

"Nabi jaman modern ? Itu malaikat surga yang datang tanpa sayap." kata santriwati yang lain.

"Eeheem.."

Semua santriwati yang berada di situ langsung berhambur ke tempat duduk masing-masing kala mendengar suara berdehem dari guru wanitanya.

"Jaga pandangan ! Ingat dia bukan mahram kalian !" tegas guru wanita yang terkenal galak yang bernama Farhanah di pesantren itu.

Setelah semuanya tenang, bu Farhanah yang penasaran melihat ke arah mobil yang berada di halaman itu dan sama saja ikut terpesona dengan ketampanan Ricko. Namun lamunan nya buyar saat salah satu santri berteriak kecil padanya.

"Jaga pandangan Bu.. bukan mahram.." ujar salah satu santriwati di dalam kelas membuat bu Farhana terjungkat kaget dan membentak nya.

Santriwati yang mendengar ucapan dari salah satu teman nya saling melirik sambil tertawa kecil tanpa suara karena berhasil membuat gurunya merasa malu.

"Diam kalian ! Siapa tadi yang berteriak !" suara tegas itu bergema di dalam kelas tersebut dan tak ada yang berani mengacungkan dirinya.

Sedangkan Aisyah yang sudah keluar dari mobil langsung melangkah lebar menuju rumah yang sudah ia rindukan sejak pernikahan nya bersama Abimana. Ricko yang merasa di tinggalkan begitu saja merasa kesal.

"Istri dan suami sama saja ! Selalu meninggalkan ku begitu saja jika sudah tidak dibutuhkan ! Huftt.." umpat Ricko kesal.

Aisyah yang sudah masuk ke dalam rumah mengucapkan salam nya.

"Assalamualaikum.."

"Waalaikumsalam.." sahut seseorang dari dalam dan keluar untuk melihat siapa yang datang.

Setelah melihat sosok pria yang keluar dari dalam Aisyah langsung berlari kecil dan menghambur ke pelukan nya.

"Abang.."

Pria itu juga membalas pelukan Aisyah dengan eratnya. Seakan kerinduan selama beberapa bulan terasa seperti beberapa tahun bagi mereka berdua.

"Abang kapan pulang ? Kok gak kasih tau Ais ?" kata Aisyah setelah melepaskan pelukan nya.

"Abang pulang minggu lalu dek." sahut Ibrahim Chezian Zafeer kakak Aisyah yang biasa di panggil bang Ibra dengan senyum manisnya setelah melihat adik kesayangan nya.

"Abang mau ngabarin siapa ? Orang ponsel kamu gak aktif." kata Ibrahim.

"Iyaa ponsel Ais ketinggalan di sini. Ais gak bawa ponsel waktu ke jakarta." kata nya manja dan kembali memeluk sang abang.

"Abah sama Umi mana bang ? Kok sepi ?" tanya Aisyah setelah melepas pelukan nya lagi.

"Abah sama Umi lagi menghadiri acara pernikahan putri Kiyai Hasan, sebentar lagi juga pulang." sahut Ibrahim.

"Kamu pulang sama siapa Ais ? Mana suamimu ?" tanya Ibrahim setelah sadar Aisyah hanya seorang diri.

Sedangkan Ricko kembali masuk ke dalam mobilnya tak lupa menghubungi Abi sesuai janjinya. Namun beberapa kali Ricko menghubungi Abi, ponselnya tidak aktif.

"argh.. Kemana sih ni orang ! Bisanya bikin kesel ajah !" kesal Ricko bicara dengan dirinya sendiri.

Sedangkan Aisyah yang ditanya Ibrahim masih bungkam tanpa berani menatap sang kaka.

"Ais.. Abang tanya, kamu pulang sama siapa ?" tanya lagi Ibrahim dengan tatapan penuh tanya.

"A-Aku pulang sama asisten nya mas Abi bang." sahut Aisyah lembut.

"Loh. Suami mu mana ? Terus kalian cuma berdua di dalam mobil ?" Aisyah sudah menebak, Abang nya pasti akan menanyakan hal itu.

"I-iya bang." sahut Aisyah takut abang nya marah.

"Kenapa suami mu menyerahkan kamu bersama pria lain yang jelas jelas bukan mahram kamu Ais ! Terus kenapa kamu bersedia ! Kamu kan sudah tau itu di larang !" Ibrahim semakin murka mendengar jawaban Aisyah.

"Mana pria itu ? Abang mau bicara !" tambah nya lagi melangkah keluar untuk mencari pria yang di bilang asisten Abimana.

Namun Aisyah yang tahu Abang nya marah dan melangkah keluar Aisyah berusaha menahan nya.

"Bang. Jangan salahkan dia. Dia hanya mematuhi perintah mas Abi bang." Aisyah berusaha menahan namun tak digubris oleh Ibrahim.

Setelah keluar, Ibrahim mengetuk pintu mobil agar Ricko keluar dari mobilnya.

Tok..Tok..

Ricko langsung keluar setelah melihat Ibrahim dan Aisyah lalu kembali menutup pintu mobil nya.

"Siapa kamu !" tegas Ibrahim karena berusaha menahan emosinya.

"Ah perkenalkan, saya Ricko. Asisten sekaligus sahabat Abimana Satya Nugraha." ujar Ricko sopan dan memberikan senyuman sambil mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.

Namun uluran tangan Ricko tak di gubris oleh Ibrahim. Ricko yang mendapat perlakuan seperti itu langsung menatap Aisyah yang berada di belakang Ibrahim untuk meminta penjelasan. Namun Aisyah hanya menunduk setelah melihat tatapan Ricko.

"Mana suami adikku !" Ibrahim langsung menanyakan inti dari kemarahan nya.

"Abi ? Dia sedang keluar kota. Ada urusan pekerjaan yang sangat penting dan harus berangkat hari ini juga." kata Ricko menjelaskan secara detail agar tidak ada kesalah fahaman.

"Panggil dia ! Aku ingin bicara dengan nya ! Dengan alasan apapun harusnya dia yang wajib mengantar istrinya pulang ! Bukan pria lain !" ujar Ibrahim lagi semakin tak kuasa menahan emosinya.

"Oooh jadi Bapak ini mengira aku selingkuh dengan Aisyah ? Iya ?" sahut Ricko membuat Aisyah memejamkan matanya karena Ricko menyalah artikan ucapan Ibrahim.

"Maaf, aku bukan pria yang suka merebut milik sahabatku." katanya lagi membuat Aisyah menepuk jidatnya.

"Bapak.. Bapak. Aku bukan bapakmu !" kata Ibrahim yang tak terima dirinya di panggil bapak.

Saat Ricko akan kembali bicara, mobil si pemilik pesantren tersebut datang. Aisyah yang tau itu Abah dan Uminya berlari kecil menghampiri pasangan yang sudah tidak muda lagi tentunya.

"Assalamualaikum Umi." Aisyah menyalami uminya yang sudah keluar dari mobil dan langsung memeluknya erat.

Tak lama saling membalas pelukan, Aisyah menghampiri sang Abah dan menyalaminya dengan lembut.

"Abah.. maafin Aisyah.." kata Aisyah takut terkena marah untuk yang kedua kalinya.

Memang seharusnya sang suami lah yang harus mengantar istrinya pulang, agar tidak ada fitnah yang seharusnya terjadi. Tapi apa daya, pekerjaan yang mendesak membuat Abi tak bisa mengantar Aisyah secara langsung. Dan akhirnya selama perjalanan menuju bandara, Abi memutuskan untuk lebih dulu menelfon orangtua Aisyah sebelum Aisyah sampai di pesantren, agar tidak terjadi salah faham.

"Minta maaf untuk apa nak ?" tanya Abah Yusuf tak tau maksud anak tercintanya.

"Ais.. Ais pulang tanpa mas Abi." sahut Aisyah menahan rasa takutnya.

"Oooh itu, tidak apa-apa. Tidak masalah, suamimu sudah menelfon Abah soal ini nak. Jadi jangan khawatir." kata Abah Yusuf bijaksana sambil memeluk bahu Aisyah.

Aisyah yang mendengar suaminya sudah memberikan penjelasan pada orangtua nya bernafas lega. Dan kini Abah Yusuf mengajak Aisyah melangkah menuju dua pria yang masih berdiri diam menunggu sang Abah.

"Bah ! Dia.."

"Sudah Ibra, Suami Aisyah sudah memberi penjelasan lebih dulu sama Abah di telfon. Jangan salahkan dia." ujar Abah Yusuf menunjuk pada Ricko dan memotong ucapan Ibrahim.

"Tapi bah.."

"Sudah.. Sudah.. tidak perlu di besar besarkan." ujar Abah Yusuf yang lagi lagi memotong ucapan Ibrahim.

Abah Yusuf kemudian menatap Ricko dengan senyuman hangat menyambut kedatangan nya.

"Mm maaf pak, saya hanya di perintah." ujar Ricko sambil menyilangkan kedua tangan nya di depan perutnya.

"Tidak apa-apa, siapa namamu nak ?" tanya Abah Yusuf.

"Saya Ricko pak." sahut Ricko dengan sopan.

"Ah nak Ricko, perkenalkan ini Ibrahim kakak Aisyah. Dan ini Umi Aisyah." ujar Abah Yusuf memperkenalkan keluarganya pada Ricko.

Ricko yang merasa di hargai menempelkan tangan nya di dada menunduk sopan pada Umi Aisyah. Sedangkan Ibrahim masih sedikit kesal melihat Ricko. Entah apa kesalahan nya, sejak pertama Ibrahim melihatnya merasa tidak suka dengan Ricko.

"Ayo masuk nak Ricko, kita ngobrol dulu." ajak Abah Yusuf dan langsung di angguki oleh Ricko.

...----------------...

Bersambung...

***

Jangan lupa rating dan jempolnya yaa..

See you.. 😘

Terpopuler

Comments

Nur Azizah

Nur Azizah

bikin sebucin"nya Abi kak author sama Aisyah biar si beruang kutub itu sadar

2025-03-15

1

Mamah dini

Mamah dini

mudah2an mmh Vina nlpon Abi dn mau bicara sm Ais , JDI ketahuan , istri NY GK di bawa .

2025-01-11

2

David Vians

David Vians

semakin keren nih kisah nya

2024-09-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!