Bab 19

"Abah, Umi dan Ibrahim juga akan di temani Mamaku dan Papah. Mama dan Papah juga akan berangkat Umroh bersama Abah dan keluarga. Nanti akan berangkat menggunakan pesawat pribadiku agar tidak memakan banyak waktu perjalanan." kata Abi lagi membuat Aisyah terharu hampir meneteskan air matanya.

Aisyah yang menganggap suaminya itu dingin angkuh dan membenci keluarganya. Ternyata hatinya bak malaikat surga.

"Masyaallah mas Abi, semoga kebaikanmu akan mendapat balasan yang baik juga suatu saat nanti. Ais harap, mas Abi akan berubah menjadi imam yang lebih baik kedepannya." gumam Aisyah dalam hati sembari menatap suaminya lekat.

***

Semuanya sudah berada di rumah kiyai Yusuf, tapi Abah dan Abi masih ingin berbincang lebih lama di teras belakang rumah Abah. Sambil menatap langit di sore hari dan juga melihat Aisyah yang sedang menyirami bunganya. Abah Yusuf masih penasaran dengan perlakuan Abimana yang secara tiba-tiba ingin keluarga Abah Yusuf berangkat Umroh.

"Jadi tiga hari lagi Abah akan berangkat ke mekkah nak ?" tanya Abah Yusuf yang tak percaya akan secepat itu menuju ka'bah.

"Iya bah, Abah tenang saja. Semua sudah Abi siapkan. Dari mulai pakaian ikhrom dan lain sebagainya sudah di persiapkan. Abah, Umi dan Ibrahim tinggal berangkat saja membawa pakaian dari sini." sahut Abimana yang sudah merencanakan semuanya dengan matang.

"Lalu kau dan Aisyah ?" tanya lagi Abah Yusuf.

"Abah jangan khawatir. Aku akan menemani Aisyah disini sampai Abah kembali kerumah ini. Dan satu minggu setelah Abah dirumah, Aku dan Aisyah yang akan berangkat." sahut Abimana.

"Masyaallah, semoga kau selalu di beri keberkahan Dunia Akhirat nak." kata Abah Yusuf sembari menepuk bahu Abi.

"Insyaallah amin, bimbing aku terus untuk selalu ada di jalan Allah bah. Karena selama ini, aku hanya berada di jalur Duniawi saja. Bahkan untuk melaksanakan sholat saja aku tidak pernah." ujar Abimana yang entah kenapa hatinya begitu tenang jika melaksanakan ibadah saat bersama Aisyah.

***

*WARNING 21+*

Malam hari setelah makan malam, semuanya sudah berada di kamar masing-masing termasuk Aisyah dan Abimana. Abi yang seharian tidak melihat wajah Aisyah, kini ia sangat merindukannya. Bahkan bayang-bayang bibir Aisyah selalu nampak nyata di depan matanya.

Abi menunggu istrinya yang tak kunjung keluar dari kamar mandi. Saat hendak beranjak untuk mengetuk pintu kamar mandi, kini sudah terbuka lebih dulu. Nampak lah Aisyah menggunakan lingerie yang Abi belikan siang tadi di Mol. Lingerie yang berwarna putih tanpa lengan dan menampakan dada Aisyah yang begitu terpampang membuat Abi menelan ludahnya.

Kini Abi menatap Aisyah dari ujung rambut hingga kaki, lingerie yang hanya sampai di atas lutut membuat Aisyah terus menariknya ke bawah agar pahanya tidak begitu terlihat. Aisyah merasa risih dan malu memakai pakaian haram itu. Jika bukan kemauan suaminya mana mau Aisyah memakainya.

Abi yang sudah berada di hadapan Aisyah, mengusap bahu hingga lengan Aisyah dan membuatnya merasa geli. Abi meraih tangan Aisyah dan menariknya perlahan untuk sampai di sisi kasur. Abi duduk di tepi kasur dan menarik Aisyah untuk duduk di pangkuannya.

Aisyah terus menunduk malu dan terus membenarkan tali yang terikat di bahunya tapi tidak terlepas. Abi mengusap rambut Aisyah yang terurai dan mengenggam tangan Aisyah.

"Kamu sungguh sangat cantik sekali Aisyah." kata Abi lirih menempelkan bibirnya di telinga Aisyah hingga membuatnya merasa geli.

"Kau sangat pintar mengambil hatiku begitu cepat. Hingga membuatku tak bisa jauh darimu meski hanya sebentar saja." kata Abi lagi.

"Aisyah.."

"I-iya mas.." sahut Aisyah lembut menunduk tanpa berani menatap Abi.

"Aku sangat mencintaimu. Jangan pernah kau perlihatkan seluruh kecantikanmu ini pada siapapun selain keluarga kita." kata Abimana lagi.

"Bolehkah malam ini aku meminta hak ku sebagai suamimu Aisyah ?"

Aisyah hanya menjawab dengan anggukan pelan. Abi yang mendapat lampu hijau segera mengambil wudhu lebih dulu agar terhindar dari hal yang tidak di inginkan.

"Baiklah, aku akan mengambil air wudhu dulu. Kau tunggulah disini. Aku tidak lama." kata Abi lalu menyuruh Aisyah untuk berbaring di atas kasur lebih dulu.

Setelah selesai mengambil air wudhu, Abi mengambil ponselnya di meja rias dan mematikannya. Agar tidak ada lagi gangguan seperti di awal dirinya ingin melaksanakan malam indah bersama Aisyah.

Jantung Aisyah semakin berdegup kencang setelah melihat Abi semakin mendekat. Berarti waktunya melaksanakan malam pertama sudah semakin dekat.

Duduklah Abi di sebelah Aisyah, di raihnya dagu Aisyah untuk menghadap Abi. Namun Aisyah masih menunduk malu.

"Sudah siap sayang ?" tanya Abi dengan suara lirihnya.

"Insyaallah Ais siap mas." sahut Aisyah tanpa menatap Abi di sampingnya.

Dan setelah melihat bibir Aisyah yang berwarna pink asli tanpa polesan sudah membuat Abi tak kuat menahan ga-ir-ahnya. Di kecupnya lembut bibir Aisyah.

Perlahan ciu-mann itu semakin lama semakin dalam, lalu Abi menggiring Aisyah untuk berbaring tanpa melepas ciu-mannya.

Abi mulai menyentuh leh-her Aisyah dan mengusapnya dengan pelan. Ada gelenyar aneh yang di rasakan Aisyah. Ini adalah sentuhan pertama bagi Aisyah saat Abi menjam-mah tubuhnya. Kemudian Abi kembali men-ciumm bibir Aisyah yang kini sudah berada di bawah kungkungannya.

Aisyah yang sudah mulai terbawa suasana mulai menyentuh dan mengusap bagian tengkuk Abimana. Tanpa di duga hal itu membuat Abi semakin berga-ir-rah.

Keduanya mulai terengah dan melepas cium-man itu perlahan. Kini keduanya saling menatap dan sudah mulai terbakar ga-ir-rah dalam dirinya. Seakan Aisyah ingin Abi melakukannya dengan lebih lagi.

Abi mulai melihat kebawah dan di tatapnya lekuk tubuh Aisyah yang begitu sempurna di matanya. Kemudian di tatapnya lagi Aisyah yang sudah menahan malu karena terlihat bagian in-timmnya meski masih memakai pakaian dalam.

"Tubuh mu indah dan sempurna Aisyah." lirih Abi menatap kedua netra Aisyah yang mulai sayu tertutup ga-ir-rah.

Abi kini perlahan mulai men-nyen-tuh bagian dadda Aisyah.

"M-mas.."

"Boleh ?" tanya Abi sebelum membuka pakaian dalam bagian dadda Aisyah.

"I-iya mas boleh." sahut Aisyah sambil mengangguk menatap Abi di atasnya.

Kini Abi mulai membuka pakaian dalam di bagian dadda Aisyah. Setelah terbuka dan terlihat Abi begitu terpesona.

"Subhanallah.. Indah sekali." melihat pemandangan itu mata Abi tak teralihkan.

Abi mulai mengecupi seluruh bagian dad-da Aisyah yang sudah terbuka dengan lembut membuat Aisyah mer-rin-tih merasakan nikmat yang luar biasa.

Abi sangat menikmati semua bagian dari bagian tubuh Aisyah. Hingga saat Abi akan mulai menyentuh bagian inti Aisyah, ia dengan cepat menahan tangan Abi.

"Kenapa ?" Abi menatap Aisyah heran.

"Yang a-aku tahu, saat pertama kali melakukannya akan terasa begitu sakit ?" kata Aisyah nampak ragu.

"Iyaa, itu akan terasa sakit saat pertama kali. Tapi aku akan melakukannya dengan lembut dan perlahan. Agar kamu tidak merasakan sakit." sahut Abi dengan tatapan yang sudah berkabut ga-ir-rah.

"Jangan takut, remas bahuku jika sakitnya tak tertahan." kata Abi lagi dan Aisyah mengangguk patuh seakan terhipnotis perkataan suaminya.

Abi kembali melakukan kegiatannya perlahan. Dan kini Aisyah sudah tidak lagi memakai pakaian sehelai pun. Abi yang masih memakai celana kini juga mulai melepaskan semuanya. Kini keduanya sudah seperti bayi yang baru lahir tanpa memakai apapun.

Abi yang sudah memulai pemanasan, kini mulai perlahan menekan pedangnya ke goa Aisyah yang masih begitu rapat. Dan akhirnya dengan sekali hentakkan Abi berhasil lolos ke dalam goa Aisyah membuat Aisyah begitu kuat meremas punggung Abi hingga mendapat beberapa luka cakaran di sana.

Air mata Aisyah mulai mengalir deras karena merasakan sakitnya. Abi mengecup singkat bibir Aisyah dan seluruh wajahnya.

"Terimakasih sayang.. Maaf jika rasanya sakit sekali. Aku sangat mencintaimu Aisyah."

Kini kenikmatan surga dunia sudah mulai di rasakan oleh keduanya di malam ini yang begitu indah. Malam yang di tunggu-tunggu kedua pasangan pengantin tersebut terlaksana sudah. Tak ada lagi drama pertengakaran dan jarak di antara keduanya sekarang.

...----------------...

Bersambung...

***

Hay para pembaca setia.. Terimakasih sudah mau menemaniku sampai tahap Abi dan Aisyah di adegan 21+ nya. Terus dukung dan support aku sampai lolos kontrak ya say.. Jangan lupa jempol dan komen positifnya.. Besok Author akan kembali up lagi insyaallah jika tidak ada halangan yaa..

See you.. Iloveu sekebon buat kalian semua..

🥰🤗😘

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

alhmdllah akhirx buka segel juga ya abi

2025-03-26

1

Nur Azizah

Nur Azizah

semangat kak author ayo di lanjut

2025-03-15

1

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂

terima kasih Thor sudah update dan kk hadiah secawan kopi ya...

2024-10-03

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!