Bab 11

"Sudah malam. Saya pamit pulang dulu." ujar Ricko membalikkan tubuhnya menuju mobil sambil mengusap air matanya yang sejak tadi tidak mau berhenti.

"Mari semua Assalamualaikum." pamit Ricko yang sudah menyalakan mobilnya dan berlalu pergi.

***

Esok harinya, seperti biasa Aisyah bangun jam dua pagi untuk melaksanakan sholat tahajudnya. Sambil menunggu adzan subuh berkumandang, Aisyah melantunkan sholawat dengan khusuk dan merdu membuat Ibrahim semakin menyayangi adik kesayangan nya itu.

Jam tujuh pagi, semua sarapan sudah siap di meja makan. Kini tinggal menunggu Abah Yusuf untuk duduk di kursi yang biasa beliau duduki. Setelah yang ditunggu sudah datang, barulah semuanya ikut duduk. Dan seperti biasa, Abah Yusuf mengajak putra putrinya berbincang di sela sela sarapan paginya.

"Gimana Ais ? Apa yang akan kau lakukan selama satu bulan kedepan ?" tanya Abah Yusuf.

"Entah lah Bah, mungkin berkuda seperti biasanya." sahut Aisyah.

"Kamu sudah menikah nak, tidak bagus untuk kandungan mu jika terlalu banyak berkuda."

"Tapi Bah, hanya itu yang ingin Ais lakukan, sebelum Ais punya anak nanti." kata Aisyah lagi yang masih ingin bermain dengan kudanya.

"Baiklah Abah ijinkan, tapi Abah mohon jangan sampai kelelahan ya nak ?" ujar Abah Yusuf lembut.

Aisyah yang jago berkuda, dan selalu mendapat juara satu tingkat internasional itu, pasti akan sangat merindukan kuda kesayangan nya. Jika dilarang justru membuat dirinya semakin uring uringan. Ibrahim yang tahu adiknya rindu dengan kudanya, mengajaknya bermain.

"Boleh abang temani main kuda ?" tawar Ibrahim membuat Aisyah bersemangat.

"Boleh. Habis sarapan kita main ya bang ?" sahut Aisyah antusias.

"Oke siaaap.."

Dan benar saja, setelah selesai sarapan Aisyah dengan langkah lebar di temani Ibrahim di sampingnya menuju tanah berkuda. Sebelum itu Ibrahim sudah menyuruh pawang kuda untuk melakukan pemanasan pada kuda-kuda yang akan di naiki, agar tidak cedera nantinya.

Setelah sampai, Aisyah berlari kecil menghampiri kuda putih miliknya yang sudah ia rindukan sejak beberapa minggu kemarin.

"Haay.. Assalamualaikum Blizzard." sapa lembut Aisyah pada kuda nya, sambil mengusap kepala kuda.

"Hay Stormy. Apa kau sudah siap ?" sapa Ibrahim pada kuda hitam nya, sambil menepuk punggung dan lehernya.

Yaa, kuda putih Aisyah diberi nama Blizzard. Dan nama kuda hitam Ibrahim di beri nama Stormy Velvet. Aisyah lebih menyukai kuda putih, dan Ibrahim lebih menyukai kuda hitam. Dari kecil mereka suka sekali balap kuda jika sedang berada dirumah. Namun jika Aisyah pergi dengan waktu yang lama, maka Ibrahim akan kacau dan melampiaskan kekacauan nya untuk berkuda. Begitu juga dengan Aisyah, jika Abang nya pergi untuk waktu yang lama, maka ia akan melampiaskan kekacauan nya dengan berkuda.

Namun jika keduanya berkumpul, sudah pasti balapan berkuda akan mereka lakukan untuk kesenangan mereka berdua yang sudah tertanam sejak kecil.

"Sudah siap Ais ?" tanya Ibrahim pada Aisyah.

"Siap bang." sahut Aisyah dan langsung menaiki punggung kudanya dengan lihai.

Kini keduanya sudah siap di garis start untuk memulai balapan.

"Cetaaakk.."

Pecut sudah dihentakan oleh pawang kuda, dan itu pertanda kuda sudah berlari. Dengan lihai keduanya balapan dengan senyum menyeringai seakan menunjukkan kebahagiaan bagi keduanya yang sudah sangat mereka rindukan.

***

Di luar kota tentunya di daerah Surabaya. Abimana dan Pras sedang sibuk mengurus proyeknya yang di jangkau satu bulan harus jadi. Saat sedang mengatur pembangunan, ponsel Abi berbunyi. Abi yang melihat siapa yang menelfon, dan setelah tau siapa yang telfon, Abi langsung menekan tombol hijau di ponselnya.

"Hallo mah.." ujar Abi setelah menerima telfon dari sang mama.

"Abi, apa kamu bersama Aisyah ?" tanya sang mama yang tak mendengar kabar dari Aisyah sejak kemarin.

Abi yang merahasiakan keberadaan Aisyah di pesantren merasa bingung harus menjawab apa.

"Eem itu mah, aaa Aisyah di hotel. Iya di hotel." jawab Abi sedikit panik.

"Kamu sedang berada di mana sekarang ?" tanya lagi mama Vina.

"Aku di lokasi proyek mah."

"Oooh, ya sudah. Mama tidak punya nomer ponselnya. Nanti tolong kirim nomer ponsel Aisyah ya Bi ?" ujar mama Vina membuat Abi memijat tengkuk hidungnya yang merasa sakit.

"Abi.. Abimana, hallo Bi."

"Ah iya mah ada apa ?" terkejut Abi karena melamun memikirkan bagaimana caranya dia memberikan nomer ponsel Aisyah. Sedangkan dia sendiri sebagai suaminya juga tidak punya nomernya.

"Kamu dengar mama tidak sih ?" kesal mama Vina.

"Iya mah. Nanti aku kirimkan nomer Aisyah yaa.." sahut Abi mencoba untuk sabar menghadapi mama nya.

"Ya sudah mama tunggu. Mama sudah sangat merindukan menantu mama. Jangan lama-lama."

"Iya mah."

Abimana kemudian memutuskan telfon nya secepat mungkin, agar sang mama tidak banyak bertanya lagi tentang Aisyah. Pras yang paham raut wajah Abi mulai tidak enak di lihat, menanyakan pada sahabat nya itu.

"Kenapa Bi ?" tanya Pras menghampiri Abimana.

"Mama, mama minta nomer ponsel Aisyah. Tapi bagaimana caraku memberikan nya ? Sedangkan nomer Aisyah saja aku tidak punya." sahut Abi.

"Bagaimana bisa ? Kamu kan suaminya ? Masa tidak punya nomer ponsel istrimu sendiri ? Aneh. Makanya, jadi lelaki jangan terlalu kaku sama perempuan. Begini kan jadinya ?" ujar Pras yang sudah tahu kelakuan sahabatnya itu dari dulu.

Namun saat Abi dan Pras sedang mengobrol, ada seorang wanita dari kejauhan berlari dan berteriak memanggil nama Abimana.

"Abiii.."

Abi yang namanya di panggil langsung menoleh kebelakang, wanita itu langsung memeluk Abi tanpa aba-aba.

Brugh

Pelukan itu terasa sangat kencang hingga membuat Abi hampir jatuh kehilangan keseimbangan. Namun tak membalas pelukan nya.

"Abi, aku sangat merindukanmu." kata wanita itu yang masih memeluk Abi.

Pras yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena merasa heran dengan sahabat kaku nya itu.

"Gila, cowok seperti kulkas dua pintu kayak lo, bisa mendapatkan wanita cantik dua sekaligus. ck..ck..ck.. Keren lo Bi." ujar Pras sambil menepuk bahu Abi dan meninggalkan mereka berdua yang membutuhkan privasi.

Abi yang masih terkejut kedatangan wanita itu, langsung melepaskan pelukan nya.

"Kamu tau dari mana aku ada disini Bel ?" tanya Abi penasaran.

"Dari mama." sahut Bella tak merasa bersalah.

"Mama kamu tau dari siapa ?" tanya lagi Abi karena penasaran.

"Mama tau dari tante Vina. Katanya kamu lagi ada di surabaya. Bahkan mama Vina menyuruh kamu untuk tinggal dirumahku." katanya lagi yang bicara seperti anak kecil.

"Tapi kan, tidak ada yang tahu lokasi proyek ku ? Siapa yang memberitahu mu ?"

"Ooh, sekertaris mu yang mengirim lokasinya padaku, atas perintah mama Vina." jelas nya lagi.

Abi yang mendengar itu merasa geram dengan mama nya. Bagaimana bisa dia harus tinggal dirumah keluarga Redorick ? Mati matian Abi menghindari Bella, malah sang mama lah yang membawanya ke lubang sampah.

"Eem, bella. Kamu sebaiknya pulang sekarang. Karena ini lokasi berbahaya untuk wanita." ujar Abi pada Bella yang sedikit mengusirnya secara halus.

"Aku tidak mau. Aku mau pulang sama kamu." sahut Bella keras kepala.

"Nanti aku akan pulang kerumahmu jika urusan proyek sudah selesai." ujar Abi agar Bella segera pulang.

"Janji ?" kata Bella menunjuk Abi dengan jari telunjuknya.

"Iyaa.." sahut Abi datar karena sudah malas dengan wanita manja seperti Bella.

"Baiklah kalau begitu aku tunggu kamu dirumah. Cup.. Baay." Bella mengecup pipi kiri Abi dengan singkat, dan berlalu pergi melambaikan tangan nya.

Ya, Bella adalah mantan kekasih Abi yang tidak pernah Abi cintai. Mereka berdua di jodohkan oleh mama Vina dan mama Lisa. Lisa dan Vina bersahabat sejak SMA. Mereka berdua selalu menjodohkan Abi dan Bella sejak mereka berdua duduk di bangku SMP. Abi tidak menyukai Bella yang manja dan suka hura-hura. Dia hanya menuruti sang mama untuk mengantar Bella kemanapun Bella mau.

Tapi tidak ada cinta di hati Abimana untuk Bella. Namun, perjodohan mereka berdua gagal begitu saja setelah papa Adam memutuskan pernikahan Abimana dan Aisyah bulan depan. Tak ada musyawarah atau saling bertukar pikiran. Mama Vina tak terima keputusan papa Adam yang diam-diam memutuskan pernikahan Abimana secara sepihak.

Namun keputusan papa Adam tidak bisa di ganggu gugat. Jadi mau tidak mau mama Vina harus menerima keputusan nya. Saat papa Adam membawa mama Vina untuk bertemu keluarga Aisyah, mama Vina melihat secara langsung wajah Aisyah yang sangat cantik bak bidadari syurga. Disitulah mama Vina mulai luluh dan ikut menerima keputusan suaminya.

Setelah kepergian Bella, Abi menghapus bekas kecupan singkat dari Bella di pipinya.

"Dasar ! Menjijikan." kata Abi yang merasa tidak suka dirinya di cium seenaknya oleh wanita seperti Bella.

...----------------...

Bersambung...

***

Hay para pembaca setia.. Pantengin terus cerita Abimana dan Aisyah yaa.. Kasih semangat dan dukunganya untuk Author, biar lebih semangat lagi nulisnya.

jangan lupa jempol dan ratingnya..

Iloveu sekebon buat kalian semua

🥰😘🤗

Terpopuler

Comments

Widia Aja

Widia Aja

Cowok plin plan kayak Abimana, dibuang kelaut aja biar berenang ama ubur2 gatal seperti Bela...

2025-03-07

2

Mamah dini

Mamah dini

kalau benar mmah vina yg ngasih tau Bella , heran kok aneh kan udah tau Abi udh punya istri ini malah di kasih tau anak NY LGI di mana , mmh Vina juga begitu sayang sm Ais , ah agak aneh .

2025-01-11

1

Uthie

Uthie

Ogtu alasan penerimaan mama Vina tohhhh....
Tapi tetep aja salah sihhhh.. kasih info sembarangan pada wanita yg pernah di jodoh kan dengan Abi gtu...

2024-11-30

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!