Bab 8

"Argh.. mama apaan sih bicara begitu di depan Aisyah. Bikin malu saja."

Abi kesal bukan main dengan kelakuan sang mama yang terang-terangan di hadapan Aisyah menjulukinya beruang kutub. Karena dirinya sudah tidak ada yang menemani, Abi langsung mematikan TV nya dan beranjak pergi menuju kamarnya menyusul Aisyah yang sudah lebih dulu pamit untuk istirahat.

***

Kini Abi sudah masuk ke dalam kamarnya. Melihat Aisyah sudah menutup matanya, dengan posisi meringkuk tanpa melepas cadar nya dan tidak memakai selimut. Abi lalu mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur. kemudian ia keluar kamar menuju balkon yang berada di luar kamarnya.

Disana Abi mendudukkan tubuhnya di kursi santai kesayangan nya sambil menghisap rokok yang selalu ia bawa di dalam saku nya.

Tak terasa sudah sampai tiga jam Abi duduk di balkon hingga Aisyah terbangun. Tapi karena Aisyah sedang berhalangan dan tidak melaksanakan sholat tahajud, ia hanya bangkit dan duduk untuk menetralkan dirinya setelah bangun.

Aisyah mengedarkan pandangan nya ke seluruh kamar mencari suaminya yang tidak ada batang hidung nya disana. Kemudian ia beranjak dan melangkah perlahan mencari sosok suami yang ia cintai dalam diam.

"Mas Abi kemana ? Apa dia tidur di ruang TV?atau karena ada aku yang tidur di kasurnya ?" gumam Aisyah bertanya pada diri sendiri.

Perlahan Aisyah mencari dan melihat ada kursi di tengah balkon, dilihatnya ada sosok yang duduk di kursi itu. Setelah melihat itu suaminya Aisyah merasa lega. Lalu ia menuju kamar mandi untuk sekedar buang air dan ingin melanjutkan tidurnya. Saat membuka pintu kamar mandi Aisyah terjungkat kaget.

"Astaghfirullah..!"

Aisyah terkejut karena melihat Abi berdiri di depan pintu kamar mandi dengan baju tidur yang serba putih.

"Kenapa ? Kamu kira aku hantu ?" Abi tak terima Aisyah terkejut melihat dirinya.

"Ma-maaf mas, aku ki.."

"Aah sudah minggir. Aku mau ke kamar mandi."

Abi tak mendengar jawaban Aisyah sampai selesai bicara dia sudah lebih dulu masuk. Aisyah yang dapat perlakuan seperti itu hanya mengelus dada dan menghembuskan nafasnya kasar.

"Hufft.. Astaghfirullah. Ya Allah, kenapa Abah begitu membanggakan menantunya yang seperti itu ? Apa yang di lihat dari suami seperti dia ? Pantas saja di juluki beruang kutub sama mama Vina." kata Aisyah kesal.

Aisyah kemudian duduk di sofa sambil melihat buku kecil yang ia bawa dan bersholawat dengan suara merdu nya. Abimana yang masih di kamar mandi lagi-lagi terpesona mendengar suara indah Aisyah. Dengan menempelkan telinganya di pintu dalam kamar mandi, sambil menutup mata menikmati suara indah itu.

Karena sudah lama di dalam kamar mandi tak juga keluar hingga adzan subuh, Aisyah khawatir suaminya itu tertidur di kamar mandi atau semacam nya. Aisyah yang masih bersholawat melangkah perlahan memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi.

Tok..Tok..

"Mas Abi.." panggil Aisyah dari luar.

Abi yang mendengar pintu nya di ketok persis di telinga yang ia tempelkan terjungkat kaget hingga terpeleset.

Brugh

"Aaww.. ssttt.."

Aisyah yang mendengar suara gaduh semakin khawatir dan langsung membukanya tanpa menunggu Abi.

"Loh mas Abi kenapa ? Kenapa bisa jatuh ?"

Aisyah panik melihat suaminya yang terduduk di lantai sambil mengelus pantat nya yang terasa sakit.

Abi yang menahan malu langsung bangun dan pasang wajah jutek kemudian merasa dirinya baik-baik saja.

"Aku tidak apa-apa. Panggil mbak surti ! Suruh dia membersihkan, kamar mandinya sudah licin."

Aisyah yang diperintah suaminya langsung melangkah lebar menuju lantai bawah mencari art yang ditugaskan bagian membersihkan rumah. Namun Abi yang melihat Aisyah sudah pergi dari kamarnya kembali meringis kesakitan mengelus pantat nya yang sangat nyeri.

"Ssst aaww.. Bisa bisanya aku jatuh. Lagi-lagi aku di buat bodoh jika mendengar suaranya." gumam Abi kemudian melangkah ke arah balkon untuk mengambil ponsel sembari mengelus pantatnya.

Kemudian Abi menekan tombol kontak dan memanggil seseorang di sana.

"Hallo pras, Aku tidak bisa ikut keluar kota. Kamu urus bareng aja sama Bram." kata Abi memberi perintah pada asisten nya itu.

"Loh nggak bisa gitu dong Bi. Proyek disana harus bersangkutan langsung sama lo Bi. Jangan cari gara-gara deh." sahut Pras di seberang telfon nya.

"Gue belum siapin semuanya. Bisa ketinggalan pesawat Pras."

"Nah lu ngapain ajah semalem ? Jangan bilang lu maen kuda kudaan sama Aisyah." kata Pras.

"Apaan sih. Ngapain lu bawa bawa Aisyah. Dia gak ada hubungan nya sama keterlambatan gue hari ini." Abi menyangkal perkataan Pras yang hampir sama seperti Ricko.

"Gue nggak mau tau ! Pokoknya lu harus berangkat hari ini juga !" tambah lagi Pras.

"Ya udah gue usahain."

Abi langsung mematikan ponselnya dan beranjak ke kamar mandi. Lalu Abi meminta bantuan art nya untuk menyiapkan barang yang harus di bawa nya selama satu bulan. Dan lagi-lagi, Abi lupa mengikut sertakan Aisyah dalam hal ini. Aisyah yang paham suaminya keberatan membawa dirinya hanya diam saja, hanya melihat Abi yang sibuk mondar mandir menyiapkan semua barang nya. Tiba-tiba langkah Abi terhenti kala sadar melihat Aisyah yang berada di pojok kamarnya berdiri menunduk diam tanpa kata.

"Kamu sedang apa disitu ? Kamu mau membuat aku terlambat hari ini ?" kata Abi kesal.

"Jika mas Abi enggan membawaku ke luar kota, tidak apa-apa mas. Aku tidak akan ikut." sahut Aisyah dengan suara lembutnya.

"Kamu jangan cari masalah Ais. Mama bisa memotong leherku jika pergi tanpa kamu." kata Abi lagi semakin kesal karena Aisyah mengulur waktunya.

Lalu Abi kembali mondar mandir sambil menyiapkan barang nya agar tidak ada yang terlupa.

"Aku ingin mas Abi yang membawaku tanpa di perintah oleh siapapun." sahut Aisyah tegas.

"Ya ampun Aisyah, ini sudah siang. Jangan mengajakku berdebat. Aku bisa ketinggalan pesawat." emosi Abi semakin naik karena Aisyah.

"Antar aku pulang kerumah orangtuaku saja jika mas Abi keberatan membawaku."

Abi yang mendengar ucapan Aisyah langsung berhenti dan membalikkan tubuhnya menghadap Aisyah.

"Maksud kamu apa Aisyah ? Kamu minta cerai dariku ?" tanya Abi menerka-nerka ucapan Aisyah.

"Aku tidak meminta cerai mas. Aku hanya ingin di antar pulang kerumah orangtuaku selama mas Abi di luar kota. Jika mas Abi pulang, jemput aku dan bawa aku lagi kerumah ini." Aisyah menjelaskan panjang lebar pada suaminya itu.

Abi yang masih menatap Aisyah bengong langsung bernafas lega. Karena ia pikir Aisyah meminta cerai darinya.

"Yakin mau mu seperti itu ?" tanya Abi memastikan nya lagi.

"Yakin mas."

"Oke baiklah. Nanti ditengah jalan kita terpisah, kamu akan di antar oleh Ricko asistenku. Lalu aku dan Pras pergi ke bandara." kata Abi merancanakan lebih dulu dan langsung di angguki oleh Aisyah.

"Ya sudah, siapkan barangmu. Aku sudah terlambat." tambah Abi lagi.

Lalu Aisyah langsung membereskan semua barangnya dengan cepat dan singkat. Tak butuh waktu lama kini keduanya sudah berada di halaman rumahnya dengan mobil yang sudah disiapkan oleh supir.

Pras sudah menunggunya di bandara. Sedangkan Ricko sudah menunggu di persimpangan jalan sesuai perintah Abimana. Lalu Abi dan Aisyah di antar oleh supir seperti biasanya. Aisyah menyalami mama Vina dan papa Adam dengan lembut, lalu Aisyah memeluk mama Vina singkat. Kedua orangtua Abi tak tahu menahu rencana mereka berdua. Karena akan jadi masalah besar jika mereka sampai tahu.

"Hati-hati di jalan yaa nak ? Jika Abi macam-macam, langsung hubungi mama." ujar mama Vina yang masih memeluk pinggang Aisyah.

"Iya mah, Aisyah pamit ya mah. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam." sahut semua orang yang ada di dekat Aisyah.

Mama Vina kemudian melambaikan tangan nya karena mobil Abimana sudah keluar dari gerbang rumahnya.

***

Dipersimpangan jalan, sesuai rencana Abi akan menghentikan mobilnya saat melihat mobil Ricko disana. Abi dan Asiyah keluar dari mobil untuk mengambil koper Aisyah.

"Nanti aku akan menelfon Abah mu, aku akan memberikan penjelasan karena tak bisa mengantarmu pulang." kata Abi tak enak jika tak memberi penjelasan pada orangtua Aisyah.

Aisyah yang mendengar ucapan Abi hanya mengangguk singkat.

"Ya sudah ayo masuk." kata Abi membukakan pintu mobil untuk Aisyah.

Di rasa Aisyah sudah duduk lalu Abi menutup pintu mobil, Abi kemudian berjalan menuju pintu pengemudi.

"Jaga istri gue. Sesekali tanyakan apa dia ingin makan atau minum. Karena bibirnya susah sekali untuk bicara jika tidak di tawari. Paham." Abi berbisik di telinga Ricko agar Aisyah tidak mendengarnya.

"Tenang aja bro. Istri lo aman di tangan gue. Gue bakal kabarin kalo istri lo udah sampe. Oke !" sahut Ricko di angguki oleh Abi.

Kemudian Ricko mulai menyalakan mobilnya dan berlalu pergi. Sedangkan Abi masih terpaku melihat mobil yang ditumpangi Aisyah berlalu begitu saja. Ada perasaan berat saat dirinya di tinggal oleh Aisyah.

...----------------...

Bersambung...

***

Hay para pembaca setia.. Gimana cerita Abimana dan Aisyah ? Jangan lupa kasih komen positif nya yaa.. Dan jangan lupa jempolnya..

See you 😘🤗

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

dasar niii si Abi 😁

2024-11-30

1

ir

ir

kalo aku jadi Aishah bakalan tak jawab
" bukan nya satu tahun setelah pernikahan kita juga akan bercerai mas, lalu apa bedanya kalo aku minta cerai dari sekarang " coba spa jawaban Abi

2024-11-01

2

Mukmini Salasiyanti

Mukmini Salasiyanti

hahhhhh
bohong satu..

bsk 2 nmbh lg bohongnya

2024-10-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!