Bab 10

"Ah nak Ricko, perkenalkan ini Ibrahim kakak Aisyah. Dan ini Umi Aisyah." ujar Abah Yusuf memperkenalkan keluarganya pada Ricko.

Ricko yang merasa di hargai menempelkan tangan nya di dada menunduk sopan pada Umi Aisyah. Sedangkan Ibrahim masih sedikit kesal melihat Ricko. Entah apa kesalahan nya, sejak pertama Ibrahim melihatnya merasa tidak suka dengan Ricko.

"Ayo masuk nak Ricko, kita ngobrol dulu." ajak Abah Yusuf dan langsung di angguki oleh Ricko.

***

Kini semuanya sudah berkumpul di ruang keluarga termasuk Ricko. Di sela sela obrolan mereka, ponsel Ricko berbunyi dan semua yang ada disana langsung terdiam. Ricko yang tau itu panggilan dari seseorang yang sudah ditunggunya sejak siang tadi langsung menerima nya.

"Ya hallo bro. Lo kemana aja sih dihubungi susah banget." kata Ricko yang memang gaya bahasanya seperti itu jika bersama Abi.

"Gue baru sampe hotel ko. Gimana ? Lu udah anterin Aisyah sampe rumah nya ?" Abi dan menanyakan keadaan Aisyah.

"Sudah.. hampir ajah gue kena sidang gara gara lo tau nggak !" kata Ricko membuat Abah Yusuf tersenyum simpul.

"Maksud lo gimana ko ?" sahut Abi tak mengerti maksud Ricko.

"Gue kena omel abang nya Aisyah Bi. Dikira gue selingkuh sama Aisyah dan bawa istri orang !" kesal Ricko dan membuat semua yang ada disana tak bisa menahan tawanya.

"Hahaha.. ya udah gue minta maaf. Sebagai hadiah gue kasih gaji lo bulan ini tiga kali lipat."

Ricko yang mendengar ucapan Abi langsung berdiri karena terkejut dan senang bukan main.

"Hah serius lo Bi ?" terkejutnya Ricko membuat yang ada disana jadi tegang, mereka mengira ada musibah menimpa Abimana.

"Iyaa serius, mana pernah gue bercanda sama lo." kata Abi lagi disebrang telfon nya.

"Yess..! Thank you bro. Nanti kalau ketemu gua cium jidat lo." ujar Ricko lagi dan lagi membuat semuanya tertawa.

"Dasar tidak waras. Mana Aisyah ? Gue mau ngomong sama dia." sahut Abi yang tidak ingin berlama lama ngobrol dengan Ricko karena semakin gila jika ia dengarkan.

"Ciee yang baru saja pisah, kangen yaa.." Ricko meledek Abi karena sudah ingin bicara dengan Aisyah.

" Cepetan Ric. Gue cabut lagi gaji lo, mau lo hah ?" Ancam Abi karena Ricko masih saja menjahilinya.

"Iyaa iyaa.. Gitu ajah sewot." sahut Ricko dan memberikan ponselnya pada Aisyah. "Nih Aisyah, Abi mau ngomong sama kamu."

Aisyah langsung menerima ponsel dari Ricko dan menempelkan nya di telinga kanan Aisyah.

"Hallo Assalamualaikum mas." ucap Aisyah.

"Waalaikumsalam, apa Ricko macam macam padamu ?" tanya Abi basa basi.

"Tidak, dia baik dan sangat sopan." sahut Aisyah

"Mmm baiklah, jaga diri dan jaga kesehatan. Jika bisa di percepat aku akan pulang lebih awal." panjang lebar Abi menjelaskan pada Aisyah.

"Iyaa.." sahut Aisyah singkat.

"Ya sudah, aku harus segera ke lokasi proyek. Nanti aku kabari jika ada waktu. Assalamualaikum." kata Abi pamit.

"Iyaa mas, Waalaikumsalam." sahut Aisyah lalu memberikan ponselnya kembali pada Ricko saat Abi sudah menutup telfonnya.

Ricko lalu memasukan ponselnya ke dalam saku dan ingin pamit undur diri untuk kembali pulang ke jakarta sebelum malam menjelang. Karena perjalanan dari kota Aisyah ke jakarta memakan waktu tiga jam perjalanan.

"Baiklah, semuanya sudah beres. Aku harus kembali ke jakarta." kata Ricko berpamitan.

"Hari sudah hampir maghrib nak Ricko. Tidak baik perjalanan di malam hari. Lebih baik menginap dulu satu malam disini." sahut Abah Yusuf menahan Ricko untuk pergi.

"Ah maaf pak, saya harus pulang malam ini juga. Karena besok akan ada meeting di kantor jam delapan. Jika menginap, maka saya bisa di pecat oleh Abimana." kata Ricko menolak dengan sopan.

"Ya sudah jika memang harus pulang, tapi nak Ricko harus makan malam lebih dulu. Karena semuanya sudah di siapkan oleh Aisyah dan Uminya." ujar Abah Yusuf yang tak ingin jika tamu nya pergi tanpa makan dirumahnya lebih dulu.

"Aduh, saya jadi merepotkan."

"Tidak ada yang direpotkan." kata Abah Yusuf lagi.

Saat sedang berbincang, Umi Nisa datang dan memberitahukan bahwa makan malam sudah siap.

"Bah, semuanya sudah siap." Ujar Umi Nisa.

"Iyaa, baiklah ayo nak Ricko, kita makan malam dulu." ajak abah Yusuf yang sudah beranjak dari duduknya.

Ricko yang di ajak, ikut beranjak mengikuti langkah Abah Yusuf menuju meja makan yang sudah penuh dengan makanan. Dengan mata lebar berbinar Ricko sangat terpana melihat makanan yang berada di atas meja makan, meski sederhana namun membuat perutnya tak bisa menolak.

"Ayo nak Ricko, silahkan ambil yang mana saja yang menurut nak Ricko suka. Jangan sungkan, anggap saja rumah sendiri." ujar Abah Yusuf dengan ramah menawari Ricko.

"Terimakasih pak."

Ricko lalu mengambil nasi dan lauk pauk yang menurut dirinya sesuai dengan lidah nya. Namun saat mengambil lauk, Ricko mendapat tatapan tajam dari Ibrahim. Ricko yang sudah biasa mendapat tatapan seperti itu dari Abimana, tak merasa takut ataupun risih. Justru ia semakin menjahili Ibrahim dengan mengambil lauk yang berada di hadapan nya.

"Permisi, saya ingin mengambil yang itu, apa boleh ?" tanya Ricko dengan wajah mengejek.

"Ehem.."

Ibrahim tak menjawab ucapan Ricko, ia justru berdehem sebagai jawaban. Ricko yang tahu itu tanda sebagai jawaban langsung mengambilnya dan kembali duduk di kursinya.

Kini suasana di rumah Abah Yusuf terasa hangat. Sesekali Abah Yusuf mengajak Ricko mengobrol dan memberikan beberapa pertanyaan.

"Nak Ricko tinggal dimana ? Apa jauh dari rumah Abimana ?" tanya Abah Yusuf di sela sela makan malam nya.

"Saya hanya tinggal di apartement milik Abimana, tidak jauh dari perusahaan Om Adam pak." sahut Ricko sambil mengunyah makanan di mulutnya.

"Oooh begitu, lalu ? Orang tua nak Ricko berada dimana ?" tanya lagi Abah Yusuf membuat Ricko tersedak seketika.

"Uhuk..Uhuk.."

"Aisyah, ambilkan minum untuk nak Ricko." titah Abah Yusuf pada Aisyah.

Setelah mendapatkan air minum Ricko langsung menggaknya dengan pelan.

"Pelan pelan makan nya nak," kata Abah Yusuf lagi.

Dirasa sudah bisa bicara, Ricko lalu menjawab pertanyaan Abah Yusuf.

"Ah maaf pak, saya yatim piatu." sahut Ricko mulai sendu.

"Subhanallah.." ujar Abah Yusuf merasa iba setelah mendengar jawaban dari Ricko.

Aisyah, Ibrahim dan Umi Nissa juga terkejut setelah mendengar jawaban Ricko. Jika di tanya soal orangtua, Ricko tak bisa menahan rasa sedihnya. Karena sedari usia balita, Ricko dan kedua orangtua nya mengalami kecelakaan. Kecelakaan itu menyebabkan kedua orangtua Ricko tak bernyawa di tempat. Dan Pak Adam lah sebagai sahabat dari ayah Ricko yang datang kerumah sakit menyelamatkan Ricko. Dan Pak Adam juga yang membawa Ricko kerumahnya untuk ia rawat seperti merawat Abimana.

"Lalu ? Selama ini nak Ricko tinggal dengan siapa ?" tanya Abah Yusuf penasaran.

"Selama ini, Om Adam lah yang mengurusku sejak kecil dan menjadi teman Abimana dirumah nya. Setelah aku lulus kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan, aku ingin tinggal sendiri dan menata hidupku sendiri. Tapi om Adam tak membiarkan aku pergi, beliau justru memberikan hadiah apartement mewah di hari ulang tahunku. Dan sejak itu, aku selalu tinggal di apartement itu sendirian hingga sekarang." jelas Ricko panjang lebar menceritakan semuanya pada Abah Yusuf.

Entah apa yang dia rasakan. Setelah melihat Abah Yusuf, dirinya seperti bertemu dengan orangtua nya dan ingin mengadukan semua masalah nya pada beliau.

"Sabar nak, jika memang tidak keberatan, nak Ricko bisa menganggap Abah dan Umi sebagai orangtua nak Ricko." kata Abah Yusuf membuat Ricko semakin mellow.

"Ah maaf, saya tidak mau merepotkan kalian." sahut Ricko dengan senyum simpulnya.

"Tidak ada yang direpotkan, sesekali datanglah kemari. Bawa teman mu juga di hari libur." tawar Abah Yusuf dan langsung di angguki oleh Ricko.

"Pasti pak, saya pasti kembali lagi jika memang ada waktu." sahut Ricko basa basi.

"Jangan panggil pak. Panggil Abah, sama seperti Aisyah dan Ibrahim." kata Abah Yusuf.

"I-iya Abah.." sahut Ricko gugup.

"Nah begitu kan jadi lebih enak, hehehe." ujar Abah Yusuf terkekeh melihat Ricko yang sedang gugup.

Kini makan malam telah usai. Jam sudah menunjukkan jam tujuh malam. Sudah waktunya Ricko ijin pulang. Namun kakinya seakan terasa berat meninggalkan rumah itu. Ingin sekali ia tinggal beberapa hari disana. Namun pekerjaan yang ia emban yang sudah menjadi tanggung jawabnya, membuat dirinya harus angkat kaki malam itu juga.

"Saya pamit dulu Bah, maaf jika ada ucapan atau perlakuan saya yang tidak sopan." ucap Ricko yang sudah berada di ambang pintu.

"Tidak apa-apa, jangan lupa datang lagi jika ada waktu nak." sahut Abah Yusuf merangkul bahu Ricko.

"Iya bah, emm Ibrahim. Saya pamit dulu, maafkan saya jika ada salah." ujar Ricko bijaksana mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.

"Iyaa maafkan aku juga yang sudah terlalu berlebihan terhadapmu." sahut Ibrahim dan menyambut uluran tangan Ricko.

"Aisyah, Umi saya pamit dulu." Ricko berpamitan dengan menempelkan telapak tangan di dadanya pada Aisyah dan Uminya.

Ricko juga menyalami tangan Abah Yusuf dengan sopan. Namun saat melepas tangan beliau, dirinya terkejut karena mendadak mendapat pelukan dari Abah Yusuf. Ricko yang memang membutuhkan sebuah pelukan, langsung membalasnya erat dan menyandarkan kepalanya di bahu Abah Yusuf.

"Sabar nak. Datanglah kemari jika membutuhkan Abah." ujar Abah Yusuf sambil mengusap bahu Ricko, membuat Ricko tak bisa menahan air matanya.

Pelukan hangat seorang Ayah dan Ibu yang Ricko butuhkan, kini ia temukan di dalam diri Abah Yusuf. Tak ingin mengulur waktu kini Ricko melepas pelukan nya menatap lekat Abah Yusuf dan kembali berpamitan pada semuanya.

"Sudah malam. Saya pamit pulang dulu." ujar Ricko membalikkan tubuhnya menuju mobil sambil mengusap air matanya yang sejak tadi tidak mau berhenti.

"Mari semua Assalamualaikum." pamit Ricko yang sudah menyalakan mobilnya dan berlalu pergi.

...----------------...

Bersambung...

***

Seru nggak ceritanya ? Jangan lupa jempol dan rating nya yaa.. Untuk episode ini mengutamakan Ricko dulu yaa.. Semoga suka dengan ceritanya..

🤗🥰😘

Terpopuler

Comments

Nurhayati Abrar

Nurhayati Abrar

seruu

2025-04-02

1

Mamah dini

Mamah dini

terharu juga pasti di jodohkn sm Abah orang pesantren , moga aja .

2025-01-11

2

Uthie

Uthie

mengharukan...

2024-11-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!