hujan pagi

Masih di pagi yang sama, terlihat mendung dan rintik hujan mulai jatuh. Dengan perlahan mata Clarisse terbuka. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah sebuah langit-langit berwarna coklat gelap. Wanita itu dengan lemah menoleh kan kepala ke kanan dan ke kiri untuk melihat di mana dia berada.

"kenapa aku berada di tempat ini lagi!". gumam Clarisse lemah dan berusaha duduk dan menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang. Clarisse sangat muak berada di tempat ini apalagi di ranjang ini.

Entah kenapa Clarisse membenci kamar ini. bayang-bayang kehidupan masa lalu yang begitu menyakitkan terlalu jelas ketika Clarisse berada di kediaman ini lebih parah nya di kamar ini. bukan karena masih cinta dengan pria yang bernama Alexander itu namun ingatan itu membuat dia semakin membuat Clarisse terlihat bodoh dan rendahan.

Apa lagi mengingat tatapan meremehkan si Odelia saat Clarisse memergoki wanita itu dengan suami nya berciuman dengan panas di lorong-lorong kediaman ini. Walaupun akhir dari ciuman itu adalah amukan dari Clarisse yang akan menjambak dan menghajar Odelia dan ganjaran dari amukan nya itu adalah hukuman dari Alexander yang menyiksa nya dengan kejam.

Hukum cambuk dan kurungan adalah makanan sehari hari Clarisse saat bertengkar dengan Odelia. Bahkan ketika Odelia yang memulai pertengkaran tersebut dengan mengejek dan membanggakan diri yang selalu di manja oleh Alexander. Di kehidupan sebelumnya memancing emosi Clarisse sangat lah mudah, Apa lagi dengan emosi nya yang berapi-api ketika berurusan dengan para wanita yang menggoda Alexander nya.

Lady muda yang ada di kekaisaran Reus banyak yang mendekati Alexander namun kebanyakan dari mereka akan dengan mudah nya menyerah karena pria itu tidak mau menanggapi para lady yang mendekati nya. Hanya Clarisse lah lady yang bebal dengan segala penolakan yang di berikan Alexander.

Padahal banyak pria di kekaisaran ini yang menyukai lady Clarisse bahkan rumor nya seorang kaisar muda dari kekaisaran Zion di bagian benua timur sangat tertarik dengan lady Clarisse Corleone. Bahkan ingin menjadikan Clarisse sebagai permaisuri nya. Namun Clarisse menolak mereka mentah-mentah dan mengatakan jika hanya Alexander lah yang akan dia cintai dan akan menjadi suaminya selamanya. Bahkan Clarisse berfikir jika suatu saat hati batu milik Alexander akan luluh dan mencintai nya.

Namun kesialan menimpa Clarisse ketika Alexander membawa Odelia masuk ke dalam kediaman ini. bukan nya malah luluh dan mencintai Clarisse, Alexander malah membalas perasaan cinta yang di berikan Clarisse dengan siksaan dan bahkan mencabut nyawa Clarisse dengan sangat sadis. Padahal wanita itu sedang mengandung anak nya.

"benar benar masa lalu yang bodoh! Padahal jika aku menerima cinta pria lain aku tidak akan masuk dalam masalah rumit ini. ternyata benar apa yang di katakan kak Morgan. Lebih baik di cintai dari pada mencintai. Kau benar-benar bodoh Clarisse!" ucap Clarisse berusaha duduk dan bangkit dari ranjang milik Alexander yang sangat dia benci.

Ranjang di mana tempat Alexander dan Odelia dulu bercinta tanpa ikatan pernikahan. 'sungguh menjijikan'. Pikir Clarisse.

Saat ini hujan yang tadi nya hanya rintik-rintik sekarang menjadi semakin lebat. Clarisse berjalan dengan tertatih menggapai daun pintu kamar Alexander dan membuka nya.

"Lula!! Kemari lah". Masih dalam keadaan lemah Clarisse mencoba memanggil pelayan pribadi nya yang senantiasa berada di depan pintu kamar milik Alexander.

Melihat nona nya yang keluar dari kamar tersebut dengan segera Lula menghampiri nona nya yang masih dalam keadaan pucat dan lemah.

"nona anda sudah sadar.. Syukur lah tapi Nona anda tidak boleh banyak bergerak. Dan kenapa anda turun dari ranjang. tubuh anda masih lemah nona. Ayo saya antar anda kembali untuk berbaring dan saya akan memanggil kan seorang tabib". Tercetak jelas di wajah Lula rasa khawatir yang besar terhadap nona nya ini.

Clarisse menghela nafas mendengar ucapan dari Lula. Pelayan pribadi nya ini memang selalu cerewet ketika Clarisse sedang sakit.

"tidak perlu khawatir Lula. Aku baik-baik saja. Bisa kah kau membantuku memanggil kepala pelayan. Aku ingin berbicara kepada nya". Ucap Clarisse dengan lemah.

sebelum Lula melakukan perintah dari Clarisse. Wanita itu membantu Clarisse untuk masuk kembali ke kamar Alexander. Namun Clarisse menolak untuk duduk di atas ranjang laknat tersebut. Alih-alih Clarisse duduk di kursi panjang yang lembut dan lebar yang ada di kamar milik Alexander ini.

"nona duduk lah dulu, saya akan memanggil tuan Jares sekarang". Lula kemudian pergi dan memanggil kepala pelayan di kediaman Maximilians.

Selang beberapa menit setelah kepergian Lula masuk lah seseorang ke dalam kamar tersebut tanpa mengetuk pintu. Sementara Clarisse duduk di kursi panjang dengan menyandarkan tubuhnya dan mendengakkan kepala nya menatap langit-langit kamar dan menutup sebagian wajah nya. Clarisse belum menatap siapa orang yang masuk ke dalam kamar tersebut namun Clarisse dapat menebak jika yang masuk adalah Jares Wilson kepala pelayan kediaman Maximilians. Pria tua yang sudah bertahun tahun menjadi kepala pelayan di tempat ini.

"tuan Jares Wilson aku ingin pindah dari kamar ini bisa kah kau menyiapkan satu kamar untuk ku? Aku tidak perlu kamar yang mewah hanya kamar yang sederhana saja. berada di kamar ini membuat mual. Tempat ini terlalu kotor dan menjijikan. Dan bawa barang-barang ku keluar dari tempat ini". Perintah Clarisse yang masih di posisi awal nya menutup sebagian wajah nya dengan tangan dan menatap langit-langit kamar.

Setelah mengatakan perintah tersebut Clarisse tidak mendengar ucapan basa basi si kepala pelayan dan bahkan tidak memberikan ucapan apa pun.

Menyadari hal itu Clarisse mengangkat kepala nya dan menatap ke arah seseorang yang dia kira kepala pelayan tersebut. dan apa yang di dapat Clarisse sebuah pemandangan yang membuat nya sangat terkejut. Seorang pria tampan yang sangat ingin dia hindari berdiri di hadapan nya dengan tubuh yang basah kuyup serta dengan tatapan tajam ke arah Clarisse. Pria ini benar-benar membuat kerja pelayan bertambah. Lihat lah tetesan air di tubuh pria itu serta sepatu yang sedikit berlumpur mengotori lantai dan juga karpet tebal.

pria itu terlihat seperti sedang mengejar sesuatu hingga menerobos deras nya hujan.. Clarisse bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah pria itu yang siap mengamuk kapasan saja itu.

"apa yang ingin kau coba lakukan Clarisse!".

"aku hanya ingin pindah dari kamar ini. Aku tidak mau berada di satu ruangan bersama mu Alexander. Dan aku benar-benar jijik melihat ranjang ini. Dan itu ingin membuat ku muntah!" ucap Clarisse sarkas kepada Alexander yang masih dalam keadaan basah kuyup. Clarisse memang mengatakan yang sesungguhnya bahwa dia sangat jijik dengan ingatan yang selalu muncul ketika melihat ranjang dan kamar Alexander.

"ucapan mu sungguh tidak masuk akal Clarisse. Aku tidak mengijinkan mu untuk..."

HUEAK!!!

Belum sempat Alexander menyelesaikan perkataannya Clarisse dengan sengaja muntah di atas ranjang milik Alexander.

"sudah aku katakan aku mual melihat kamar mu!".

Terpopuler

Comments

Endang Sulistia

Endang Sulistia

/Joyful//Joyful/

2025-02-28

0

YuWie

YuWie

kebanyakan Rexona si Duke kali ya jafinya PD nya berlebihan

2024-10-11

2

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Kejadian dah, muntah benaran😁.

2024-10-09

2

lihat semua
Episodes
1 Si kejam yang bodoh
2 Seandainya...
3 Menggagalkan rencana busuk
4 Terpaksa
5 tak terduga
6 Racun Snakeroots
7 Tak mampu berfikir jernih
8 Pagi hari di kediaman Maximilians
9 Tertangkap lagi
10 Benar-benar licik
11 Apa yang akan terjadi?
12 Alexander bertindak aneh
13 Penjelasan yang sia-sia
14 kabar yang mengejutkan
15 pernikahan yang kacau
16 Saingan berat
17 hujan pagi
18 Hutan Frostgreen
19 Tuduhan
20 kawanan serigala
21 wajah yang berlumpur
22 mempertahankan harga diri
23 lebih tenang
24 langkah awal
25 Menawar harga
26 Menang dari seseorang
27 istri??
28 Tomat busuk
29 Tertusuk ucapan
30 Pria yang akan kehilangan
31 Perpustakaan istana
32 Tingkah konyol
33 Sarapan bersama
34 Yang sudah direncanakan
35 Jembatan
36 Soren dan penglihatan nya
37 Pulang lebih cepat
38 pertemuan kembali
39 Ketenangan yang di usik
40 Perasaan takut
41 Kebakaran dan pelarian
42 Kabar kematian nya
43 Menangis histeris
44 Ditengah pelarian
45 Karena selimut
46 Surat
47 Belum menerima kenyataan
48 Godaan yang gagal
49 Pelabuhan laut Heaven
50 Hampir terbongkar
51 Cerita di atas laut
52 Hampir mati
53 Pikiran yang bercabang
54 Kota Wateria
55 Ruang kerja Morgan
56 Rumor yang beredar
57 meninggalkan Wateria
58 Hutan Hellfrost
59 Kekuatan yang hampir membunuh
60 Pengakuan
61 Oasis
62 Benang kusut
63 Kekacauan
64 Malam yang panjang
65 Ingatan yang tidak akan pudar
66 Hanya Alexander
67 Pria dan kutukan
68 Mencari cara
69 Terpaksa
70 Tak terikat waktu
71 Melangkah lebih dekat
72 Hanya lelah bukan menyerah
73 Bebas
74 Belum berakhir
75 Bertemu kembali
76 Lelah
77 Rencana yang tidak di ketahui
78 Mantra terlarang
79 Menghadapi perang
80 Di ujung kematian
81 Berakhir (Tamat)
82 cuma sekedar info
83 LADY CLARISSE 2
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Si kejam yang bodoh
2
Seandainya...
3
Menggagalkan rencana busuk
4
Terpaksa
5
tak terduga
6
Racun Snakeroots
7
Tak mampu berfikir jernih
8
Pagi hari di kediaman Maximilians
9
Tertangkap lagi
10
Benar-benar licik
11
Apa yang akan terjadi?
12
Alexander bertindak aneh
13
Penjelasan yang sia-sia
14
kabar yang mengejutkan
15
pernikahan yang kacau
16
Saingan berat
17
hujan pagi
18
Hutan Frostgreen
19
Tuduhan
20
kawanan serigala
21
wajah yang berlumpur
22
mempertahankan harga diri
23
lebih tenang
24
langkah awal
25
Menawar harga
26
Menang dari seseorang
27
istri??
28
Tomat busuk
29
Tertusuk ucapan
30
Pria yang akan kehilangan
31
Perpustakaan istana
32
Tingkah konyol
33
Sarapan bersama
34
Yang sudah direncanakan
35
Jembatan
36
Soren dan penglihatan nya
37
Pulang lebih cepat
38
pertemuan kembali
39
Ketenangan yang di usik
40
Perasaan takut
41
Kebakaran dan pelarian
42
Kabar kematian nya
43
Menangis histeris
44
Ditengah pelarian
45
Karena selimut
46
Surat
47
Belum menerima kenyataan
48
Godaan yang gagal
49
Pelabuhan laut Heaven
50
Hampir terbongkar
51
Cerita di atas laut
52
Hampir mati
53
Pikiran yang bercabang
54
Kota Wateria
55
Ruang kerja Morgan
56
Rumor yang beredar
57
meninggalkan Wateria
58
Hutan Hellfrost
59
Kekuatan yang hampir membunuh
60
Pengakuan
61
Oasis
62
Benang kusut
63
Kekacauan
64
Malam yang panjang
65
Ingatan yang tidak akan pudar
66
Hanya Alexander
67
Pria dan kutukan
68
Mencari cara
69
Terpaksa
70
Tak terikat waktu
71
Melangkah lebih dekat
72
Hanya lelah bukan menyerah
73
Bebas
74
Belum berakhir
75
Bertemu kembali
76
Lelah
77
Rencana yang tidak di ketahui
78
Mantra terlarang
79
Menghadapi perang
80
Di ujung kematian
81
Berakhir (Tamat)
82
cuma sekedar info
83
LADY CLARISSE 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!