Alexander bertindak aneh

Di kediaman Maximilians lebih tepatnya di ruang kerja milik Alexander. Pria dengan rambut coklat yang sedikit ikal itu sedang menyiapkan sesuatu dengan Hans. Wajahnya terlihat sedang serius dan di tekuk.

"Hans aku ingin kau memperketat pengawasan dan penjagaan setiap sudut pintu masuk depan dan belakang di kediaman ini. Aku tidak ingin kecolongan seperti tadi pagi. Dan aku ingin kau menyiapkan makanan terbaik kita untuk siang ini. aku harus membuat calon mertua ku terkesan dengan usaha ku mewujudkan impian anak mereka!". Dengan percaya diri nya Alexander membanggakan usaha yang bahkan bukan tujuan Clarisse lagi.

"baik tuan saya akan melaksanakan nya".

"dan apa kau sudah membelikan barang yang ku minta tadi?". Tanya Alexander yang masih duduk di kursi kerja nya sambil melihat berkas-berkas yang ada di atas meja di hadapan nya.

"sudah tuan, semua sudah saya persiapkan. dan saya juga tidak menyangka jika anda akan bergerak secepat ini".

mendengar ucapan Hans, mata Alexander kemudian menatap ke arah Hans. "kau tidak lihat tadi pagi apa yang wanita ular itu lakukan?. Dan bahkan kau juga tidak tau apa yang dia katakan pada ku. Wanita ular itu benar membuat ku repot dan kesal. Aku ingin mengawasi wanita itu yang terlalu terobsesi dengan diriku. Dan juga aku terpaksa karena perintah dari kaisar". entah apa yang di pikirkan Alexander saat ini. Namun satu yang pasti pria itu tidak terima dengan apa yang di katakan Clarisse kepada nya tadi pagi.

Perkataan wanita itu sungguh membuat hati dan perasaan nya geram dan takut. namun Alexander terlalu bodoh untuk mengartikan hal itu. Panglima perang kekaisaran Reus itu terlihat tidak mau mengakui bahwa dia khawatir dengan ucapan dari Clarisse tadi pagi. Alexander juga berfikir jika Clarisse hanya membual agar mendapatkan perhatian dari diri nya.

Namun berbeda dengan Hans, mendengar akhir kalimat yang di ucapkan tuan nya buat pria itu tak percaya dan tak habis pikir. Pasal nya jika kaisar memaksa tuan nya untuk menikah dengan lady dari Corleone itu tidak mungkin tuan nya ini harus repot-repot bahkan sampai marah hanya untuk mendapatkan surat pengesahan dari kaisar untuk pernikahan nya dengan lady Clarisse.

Jika di lihat tuan nya ini berubah menjadi kekanak-kanakan saat 4 hari yang lalu. Hans tak bisa berkata apapun. Pria itu sadar jika tuan nya ini sangat keras kepala jadi apa pun perintah dari tuan nya Hans akan melaksanakan tugas itu dengan sebaik mungkin.

"pergi lah lihat apakah semua persiapan sudah selesai dan juga cari tau sudah sampai mana calon mertua ku berada. Aku sungguh sudah tidak sabar untuk menyambut kedatangan mereka. Dan satu lagi aku tidak ingin Clarisse keluar dari kamar ku hingga semua persiapan sudah dilakukan dan sebelum kedua orang tua angkat nya datang. Aku tidak ingin dia berpura-pura untuk kabur lagi dan berpura-pura tidak menginginkan hal itu. apalagi dia melakukan hal yang di luar batas kewajaran seorang bangsawan!".

Setelah mendengar perintah dari tuan nya Hans segera keluar dan melakukan perintah tersebut satu persatu. Tinggal lah Alexander sendiri di dalam ruangan itu. Pria itu kemudian membuka sebuah laci kecil di bawah meja kerja nya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna merah dengan disain yang sangat indah dan elegan.

Alexander membuka kotak kecil itu dan di dalam nya terdapat sepasang cincin yang sangat indah. cincin silver yang sangat kilat walaupun disain nya terlihat sedikit tua.

"aku rasa tidak ada waktu membeli yang baru dan aku harap ini akan pas jika wanita itu pakai. Untuk kali ini aku akan mengikhlaskan peninggalan kedua orang tua ku untuk di pakai wanita ular itu. Walaupun aku tidak mencintai nya kurasa itu tidak masalah untuk nya. Karena ini lah yang dia ingin kan sejak dulu".

Alexander menutup kembali kotak kecil tersebut kemudian memasukkan nya kedalam kantong celana yang saat ini dia pakai.

Hingga beberapa menit dia berkutat dengan kertas-kertas di atas meja nya sebuah suara yang sangat berisik terdengar di telinga nya. Suara wanita yang selama ini mengikuti nya seperti lady gila terdengar sedang marah di luar ruangan ini.

"biarkan aku masuk. aku ingin berbicara dengan tuan mu yang keras kepala itu!. Dia benar-benar membuat ku naik darah!". Clarisse marah kepada penjaga pintu ruang kerja milik Alexander. Clarisse benar-benar ingin minta kejelasan dengan apa yang dia dengar dan dia lihat di ruang utama kediaman Maximilians saat wanita itu berkeliling bersama dua pelayan yang mengawasi nya.

Clarisse tidak percaya dan tak habis pikir dengan apa yang para pelayan itu katakan. Clarisse bahkan tak mampu berjalan saat salah satu pelayan mengucapkan hal yang membuat hati nya merasa muak. Pelayan tua tersebut malah mengucapkan selamat kepada nya.

Apa nya yang selamat. Apa pelayan tua itu mengatakan selamat atas kematian nya yang akan segera datang. Atau pelayan tua itu mengatakan selamat untuk kehidupan nya yang akan berantakan di masa depan.

Clarisse tak perlu kata-kata selamat itu untuk nya. Yang dia perlu kan hanya terbebas dari pria yang bernama Alexander Maximilians. Hanya itu! Bahkan jika itu terjadi maka dia berjanji akan menjadi ibu yang baik untuk anak nya kelak dan akan mengurus calon anak nya dengan sangat baik. Bahkan jika perlu dia akan menjadi wanita yang ramah, baik hati dan tidak sombong.

Tapi apa takdir secara tidak langsung sedang mempermainkan diri nya. Seakan-akan memberikan kesempatan untuk hidup kedua kali nya namun hanya untuk merasakan kematian kembali. Dan tanpa di ketahui siapa pun, kematian itu sangat menyakitkan untuk diri nya bahkan untuk calon anak nya yang belum sempat lahir namun mati di tangan ayah kandung nya demi wanita lain.

Sungguh membuat Clarisse muak. Jadi Clarisse tak ingin hal yang di pikirkan nya itu terjadi lagi dan lagi. Lebih baik Clarisse pergi dari kekaisaran ini dan menjadi rakyat jelata dari pada harus tetap tinggal namun merasakan penderitaan. Tapi untuk lari dari kekaisaran ini sekarang menjadi tidak mudah. Pasal nya Alexander seperti tidak mengijinkan dirinya pergi dan seperti nya pria itu ingin menyiksa nya lebih cepat.

Clarisse benar benar tidak tau rencana busuk nya itu membuat Alexander menjadi dendam dan membenci diri nya. Dan saat ini Clarisse berfikir jika hal itu lah yang membuat Alexander menyiksa Clarisse di kehidupan sebelumnya. Clarisse dapat berfikir dengan jernih sekarang karena perasaan cinta dan suka nya terhadap Alexander sudah menghilang dari kepala dan hati nya.

Clarisse tak mau terulang kedua kali nya menikah dengan pria yang sama karena menurut nya menikah lagi dengan Alexander itu sama saja dengan mengulang sebuah penderitaan dan kematian. Ini lah usaha yang sedang dia lakukan menggedor pintu ruang kerja Alexander dan memaksa masuk keruangan tersebut.

"Alexander!! Aku ingin bicara padamu!". Ucap Clarisse dengan hati yang menggebu dengan kekesalan.

Berbeda dengan reaksi Clarisse yang kesal, Alexander malah duduk dengan tenang menyandar kan tubuh nya ke kursi dan menatap langsung Clarisse yang saat ini terlihat begitu cantik di mata pria itu. namun lagi-lagi ego nya menyangkal.

"apa kah ini yang kau pelajari dari sekolah tata Krama mu lady Clarisse Corleone? Seorang putri bangsawan yang menerobos masuk ke ruangan seseorang itu sangat lah tidak sopan. Aku bisa saja menghukum mu karena ketidaksopanan yang kau tunjukkan pada ku saat ini!". Alexander masih mempertahankan gestur tubuh yang tenang di hadapan Clarisse yang saat ini sedang menahan amarahnya.

"tidak perlu berbasa-basi Alexander Maximilians! apa kau merencanakan pernikahan diantara kita berdua saat ini? Apa kau sudah gila!?".

Terpopuler

Comments

fiza

fiza

penasaran tol apa,lpas calisa mati,apa jdi kt alex??apa yg menyebabkan alex giler nih?? misteri tol la,adakah masa lalu alex kena brainwash gan odel??

2025-02-05

0

ALNAZTRA ILMU

ALNAZTRA ILMU

akunpun akan marah kalau diberi ucapan selamat untuk mati.. hahahaha

2025-01-21

0

Mus Zuliaka

Mus Zuliaka

mana ada org yg senang dikasi ucapan selamat utk siap2 mati 😂😂

2024-12-12

0

lihat semua
Episodes
1 Si kejam yang bodoh
2 Seandainya...
3 Menggagalkan rencana busuk
4 Terpaksa
5 tak terduga
6 Racun Snakeroots
7 Tak mampu berfikir jernih
8 Pagi hari di kediaman Maximilians
9 Tertangkap lagi
10 Benar-benar licik
11 Apa yang akan terjadi?
12 Alexander bertindak aneh
13 Penjelasan yang sia-sia
14 kabar yang mengejutkan
15 pernikahan yang kacau
16 Saingan berat
17 hujan pagi
18 Hutan Frostgreen
19 Tuduhan
20 kawanan serigala
21 wajah yang berlumpur
22 mempertahankan harga diri
23 lebih tenang
24 langkah awal
25 Menawar harga
26 Menang dari seseorang
27 istri??
28 Tomat busuk
29 Tertusuk ucapan
30 Pria yang akan kehilangan
31 Perpustakaan istana
32 Tingkah konyol
33 Sarapan bersama
34 Yang sudah direncanakan
35 Jembatan
36 Soren dan penglihatan nya
37 Pulang lebih cepat
38 pertemuan kembali
39 Ketenangan yang di usik
40 Perasaan takut
41 Kebakaran dan pelarian
42 Kabar kematian nya
43 Menangis histeris
44 Ditengah pelarian
45 Karena selimut
46 Surat
47 Belum menerima kenyataan
48 Godaan yang gagal
49 Pelabuhan laut Heaven
50 Hampir terbongkar
51 Cerita di atas laut
52 Hampir mati
53 Pikiran yang bercabang
54 Kota Wateria
55 Ruang kerja Morgan
56 Rumor yang beredar
57 meninggalkan Wateria
58 Hutan Hellfrost
59 Kekuatan yang hampir membunuh
60 Pengakuan
61 Oasis
62 Benang kusut
63 Kekacauan
64 Malam yang panjang
65 Ingatan yang tidak akan pudar
66 Hanya Alexander
67 Pria dan kutukan
68 Mencari cara
69 Terpaksa
70 Tak terikat waktu
71 Melangkah lebih dekat
72 Hanya lelah bukan menyerah
73 Bebas
74 Belum berakhir
75 Bertemu kembali
76 Lelah
77 Rencana yang tidak di ketahui
78 Mantra terlarang
79 Menghadapi perang
80 Di ujung kematian
81 Berakhir (Tamat)
82 cuma sekedar info
83 LADY CLARISSE 2
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Si kejam yang bodoh
2
Seandainya...
3
Menggagalkan rencana busuk
4
Terpaksa
5
tak terduga
6
Racun Snakeroots
7
Tak mampu berfikir jernih
8
Pagi hari di kediaman Maximilians
9
Tertangkap lagi
10
Benar-benar licik
11
Apa yang akan terjadi?
12
Alexander bertindak aneh
13
Penjelasan yang sia-sia
14
kabar yang mengejutkan
15
pernikahan yang kacau
16
Saingan berat
17
hujan pagi
18
Hutan Frostgreen
19
Tuduhan
20
kawanan serigala
21
wajah yang berlumpur
22
mempertahankan harga diri
23
lebih tenang
24
langkah awal
25
Menawar harga
26
Menang dari seseorang
27
istri??
28
Tomat busuk
29
Tertusuk ucapan
30
Pria yang akan kehilangan
31
Perpustakaan istana
32
Tingkah konyol
33
Sarapan bersama
34
Yang sudah direncanakan
35
Jembatan
36
Soren dan penglihatan nya
37
Pulang lebih cepat
38
pertemuan kembali
39
Ketenangan yang di usik
40
Perasaan takut
41
Kebakaran dan pelarian
42
Kabar kematian nya
43
Menangis histeris
44
Ditengah pelarian
45
Karena selimut
46
Surat
47
Belum menerima kenyataan
48
Godaan yang gagal
49
Pelabuhan laut Heaven
50
Hampir terbongkar
51
Cerita di atas laut
52
Hampir mati
53
Pikiran yang bercabang
54
Kota Wateria
55
Ruang kerja Morgan
56
Rumor yang beredar
57
meninggalkan Wateria
58
Hutan Hellfrost
59
Kekuatan yang hampir membunuh
60
Pengakuan
61
Oasis
62
Benang kusut
63
Kekacauan
64
Malam yang panjang
65
Ingatan yang tidak akan pudar
66
Hanya Alexander
67
Pria dan kutukan
68
Mencari cara
69
Terpaksa
70
Tak terikat waktu
71
Melangkah lebih dekat
72
Hanya lelah bukan menyerah
73
Bebas
74
Belum berakhir
75
Bertemu kembali
76
Lelah
77
Rencana yang tidak di ketahui
78
Mantra terlarang
79
Menghadapi perang
80
Di ujung kematian
81
Berakhir (Tamat)
82
cuma sekedar info
83
LADY CLARISSE 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!