Hutan Frostgreen

Clarisse saat ini sedang berjalan-jalan di taman milik keluarga Maximilians. Cuaca pada hari ini begitu cerah, Clarisse sangat bosan berada di kamar dan ingin mencari udara segar dengan mengunjungi sebuah taman bunga yang menjadi tempat favorit nya ketika dia tinggal di tempat ini dulu.

Hari ini suasana hati dan pikiran Clarisse sedikit tenang. Sejak semalam wanita itu sudah pindah ke kamar lain. Walau dengan perdebatan alot antara diri nya dan juga Alexander.

Namun perdebatan tersebut di menang kan oleh Clarisse. Akhirnya Alexander mengabulkan permintaan Clarisse untuk pindah ke kamar yang lain dengan alasan jika kesehatan nya akan menurun jika terus berada di kamar milik Alexander.

Mendengar alasan tersebut mau tidak mau Alexander mengabulkan permintaan Clarisse. Pria itu menempatkan istri baru nya di kamar milik mendiang ibu nya. Kamar grand duchess sebelum nya. Di kehidupan sebelumnya Clarisse tidak di ijinkan untuk menempati kamar tersebut bahkan Odelia pun Alexander tidak menempatkan wanita itu di di kamar milik mendiang ibu nya.

Di kehidupan sebelumnya Clarisse selalu merengek-rengek meminta kamar milik mendiang grand duchess Selina Maximilians ibu dari Alexander. Namun pria itu tidak sedikit pun menggubris permintaan Clarisse. Namun sekarang tanpa di minta dan tanpa merengek Alexander menempatkan Clarisse di kamar tersebut. Dengan alasan jika kamar Grand duchess itu bersebelahan dengan kamar milik Alexander.

Lupa kan tentang hal itu. Yang terpenting bagi Clarisse adalah rencana melarikan diri dari tempat ini. Toh Alexander mengurung nya di tempat ini karena ingin menyiksa diri nya saja. Apalagi setelah dia bertemu dengan Odelia sebulan kemudian. Clarisse tidak bisa membayangkan hal itu lagi.

Saat ini Clarisse menghirup aroma bunga yang begitu segar di taman milik mendiang ibu Alexander apa lagi dengan bunga mawar merah yang menjadi bunga favorit nya sedang mekar di taman ini. Semakin menambah suasana hati Clarisse membaik.

"Lady Clarisse.. Saya ingin menyampaikan jika tuan Alexander malam ini tidak akan pulang ke kediaman ini. Dia memerintahkan saya untuk menyampaikan hal ini agar lady tidak khawatir dan menunggu kepulangan nya nanti malam". Ucap Lula yang baru saja datang menghampiri Clarisse dengan tergesa-gesa.

"aku tidak akan menunggu kepulangan nya. Aku malah bahagia jika dia tidak pulang". Balas Clarisse yang tatapan nya masih ke arah bunga-bunga mawar yang mekar. Clarisse tidak peduli tentang urusan pria itu, sama sekali bukan urusan nya.

Clarisse duduk tenang di taman tersebut dan tiba-tiba mata nya melihat ke arah hutan yang berada di belakang kediaman Maximilians hutan di mana tempat Alexander membunuh dirinya dan juga calon anak nya dengan sangat sadis dan sakit. Bahkan sampai sekarang Clarisse masih mengingat rasa sakit dari pedang yang di ayunkan oleh Alexander.

Di siang hari hutan itu tidak akan begitu menyeramkan pikir Clarisse. Apa lagi keadaan rumah ini sedang sepi para pelayan dengan tugas nya sementara pemilik tempat ini sedang berada di istana kaisar dan tidak akan pulang sampai besok.

'tunggu dulu! berarti aku punya waktu luang untuk melihat keadaan sekitar'. Clarisse tersenyum membayangkan rencana-rencana gila nya. Di kehidupan ini rencana gila nya adalah menjauh dari Alexander bukan untuk mendekati dan mendapatkan cinta nya.

Tiba-tiba Clarisse beranjak dari tempat di mana dia menikmati keindahan bunga mawar di taman tersebut. Wanita itu berjalan cepat ke arah kandang kuda. Dan dengan cepat pula Lula mengikuti majikan nya.

"lady kumohon berjalan lah dengan perlahan. Jika lady terus berjalan dengan sangat cepat anda bisa terjatuh lady". Sudah sekian kali nya Lula mengatakan hal itu. Pelayan pribadi Clarisse itu sudah hapal dengan kelakuan Clarisse jika wanita itu sedang terburu-buru seperti ini pasti dia sedang merencanakan sesuatu. Seperti merencanakan meluluhkan hati sang Grand Duke Maximilians.

Di pertengahan jalan Clarisse menghentikan langkah nya saat diri nya melewati sebuah ruangan yang sering digunakan Alexander untuk bersantai di depan perapian. Clarisse masuk ke dalam ruangan tersebut dan berjalan ke arah perapian kemudian wanita itu mengambil sebuah pedang di atas perapian yang menjadi pajangan untuk mempercantik tempat tersebut. tanpa permisi Clarisse membawa pedang itu dan keluar dari ruangan favorit Alexander.

Clarisse hanya meminjam properti tersebut dan akan mengembalikan nya sebelum pria itu pulang ke rumah ini. Clarisse melanjutkan jalan nya menuju kandang kuda tanpa memperdulikan Lula yang kewalahan mengikuti langkah kaki nya.

Clarisse kemudian sampai di kandang kuda dengan santai memilih kuda untuk membawa nya hari ini. Melihat beberapa kuda di dalam kandang tersebut membuat Clarisse mengingat kuda nya yang masih berada di tangan Cloude. "aku harap anak tengil itu tidak menjual Gold kepada orang lain". Gumam Clarisse sambil mengelus seekor kuda berwarna hitam yang terlihat sangat kuat dan tangguh.

Clarisse sudah memilih kuda mana yang akan menemani nya hari ini untuk berkeliling.

"Keluar kan kuda ini. Aku ingin menunggangi nya berkeliling taman belakang kediaman ini!" perintah Clarisse kepada penjaga kandang kuda yang terlihat usia nya sama dengan paman Ramon.

Tanpa menunggu lama kuda tersebut sudah di keluarkan dari kandang nya dan Clarisse siap untuk menaiki kuda hitam tersebut. Untung saja Clarisse sekarang memakai gaun yang sangat sederhana dan ringan tanpa korset jika tidak hal itu akan menyulitkan wanita itu untuk bergerak.

"Lula jika ada yang tanya keberadaan ku katakan pada mereka jika aku sedang berkuda di halaman belakang. Dan kau tidak perlu khawatir dengan keadaan ku. Aku akan kembali sebelum makan malam tiba". Perintah Clarisse yang saat ini sudah berada di atas kudanya. Dan bersiap untuk pergi.

Lula selalu tidak bisa membantah dan menolak apa pun yang di perintahkan oleh Clarisse. Wanita itu sangat takut kepada majikan nya itu. Apa lagi ketika majikannya marah. Lula sangat takut.

Beralih ke Clarisse yang memicu kuda nya menuju pintu belakang kediaman ini yang mengarah langsung ke arah hutan Frostgreen. hutan tempat Clarisse menghembuskan nafas terakhir nya.

Dan aneh nya pintu menuju hutan itu tidak di jaga dan terbuka saat Clarisse hendak melewati nya. Tanpa memikirkan hal itu Clarisse segera keluar dari pintu tersebut dan menuju hutan Frostgreen dimana tempat dia mati.

Yah. Clarisse hari ini berencana untuk melihat keadaan di tempat itu. kuda yang di tunggangi Clarisse terus melaju dengan cepat. Semakin masuk ke dalam hutan cahaya di hutan tersebut semakin meredup. Sinar matahari tertahan oleh dahan-dahan pohon yang di tumbuhi daun-daun yang sangat lebat.

Tanpa rasa takut Clarisse terus berjalan lurus. Jika saja di kehidupan sebelumnya Alexander tidak menutup mata nya pasti Clarisse dengan mudah menemukan tempat tersebut. Clarisse yakin di sekitar tempat di mana dia di bunuh terdapat sebuah sungai dengan arus yang deras. Clarisse dapat mendengar nya dulu walaupun di tengah malam yang gelap Clarisse dan dalam keadaan yang takut wanita itu masih dapat mendengar suara air yang sangat deras dulu.

"aku harus menemukan tempat itu agar rencana ku berjalan dengan lancar!".

Terpopuler

Comments

kriwil

kriwil

ceritanya cuma sibuk dengan pikiran mati

2025-01-16

0

YuWie

YuWie

sudah parno aja ya C pikiranmu

2024-10-11

1

lihat semua
Episodes
1 Si kejam yang bodoh
2 Seandainya...
3 Menggagalkan rencana busuk
4 Terpaksa
5 tak terduga
6 Racun Snakeroots
7 Tak mampu berfikir jernih
8 Pagi hari di kediaman Maximilians
9 Tertangkap lagi
10 Benar-benar licik
11 Apa yang akan terjadi?
12 Alexander bertindak aneh
13 Penjelasan yang sia-sia
14 kabar yang mengejutkan
15 pernikahan yang kacau
16 Saingan berat
17 hujan pagi
18 Hutan Frostgreen
19 Tuduhan
20 kawanan serigala
21 wajah yang berlumpur
22 mempertahankan harga diri
23 lebih tenang
24 langkah awal
25 Menawar harga
26 Menang dari seseorang
27 istri??
28 Tomat busuk
29 Tertusuk ucapan
30 Pria yang akan kehilangan
31 Perpustakaan istana
32 Tingkah konyol
33 Sarapan bersama
34 Yang sudah direncanakan
35 Jembatan
36 Soren dan penglihatan nya
37 Pulang lebih cepat
38 pertemuan kembali
39 Ketenangan yang di usik
40 Perasaan takut
41 Kebakaran dan pelarian
42 Kabar kematian nya
43 Menangis histeris
44 Ditengah pelarian
45 Karena selimut
46 Surat
47 Belum menerima kenyataan
48 Godaan yang gagal
49 Pelabuhan laut Heaven
50 Hampir terbongkar
51 Cerita di atas laut
52 Hampir mati
53 Pikiran yang bercabang
54 Kota Wateria
55 Ruang kerja Morgan
56 Rumor yang beredar
57 meninggalkan Wateria
58 Hutan Hellfrost
59 Kekuatan yang hampir membunuh
60 Pengakuan
61 Oasis
62 Benang kusut
63 Kekacauan
64 Malam yang panjang
65 Ingatan yang tidak akan pudar
66 Hanya Alexander
67 Pria dan kutukan
68 Mencari cara
69 Terpaksa
70 Tak terikat waktu
71 Melangkah lebih dekat
72 Hanya lelah bukan menyerah
73 Bebas
74 Belum berakhir
75 Bertemu kembali
76 Lelah
77 Rencana yang tidak di ketahui
78 Mantra terlarang
79 Menghadapi perang
80 Di ujung kematian
81 Berakhir (Tamat)
82 cuma sekedar info
83 LADY CLARISSE 2
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Si kejam yang bodoh
2
Seandainya...
3
Menggagalkan rencana busuk
4
Terpaksa
5
tak terduga
6
Racun Snakeroots
7
Tak mampu berfikir jernih
8
Pagi hari di kediaman Maximilians
9
Tertangkap lagi
10
Benar-benar licik
11
Apa yang akan terjadi?
12
Alexander bertindak aneh
13
Penjelasan yang sia-sia
14
kabar yang mengejutkan
15
pernikahan yang kacau
16
Saingan berat
17
hujan pagi
18
Hutan Frostgreen
19
Tuduhan
20
kawanan serigala
21
wajah yang berlumpur
22
mempertahankan harga diri
23
lebih tenang
24
langkah awal
25
Menawar harga
26
Menang dari seseorang
27
istri??
28
Tomat busuk
29
Tertusuk ucapan
30
Pria yang akan kehilangan
31
Perpustakaan istana
32
Tingkah konyol
33
Sarapan bersama
34
Yang sudah direncanakan
35
Jembatan
36
Soren dan penglihatan nya
37
Pulang lebih cepat
38
pertemuan kembali
39
Ketenangan yang di usik
40
Perasaan takut
41
Kebakaran dan pelarian
42
Kabar kematian nya
43
Menangis histeris
44
Ditengah pelarian
45
Karena selimut
46
Surat
47
Belum menerima kenyataan
48
Godaan yang gagal
49
Pelabuhan laut Heaven
50
Hampir terbongkar
51
Cerita di atas laut
52
Hampir mati
53
Pikiran yang bercabang
54
Kota Wateria
55
Ruang kerja Morgan
56
Rumor yang beredar
57
meninggalkan Wateria
58
Hutan Hellfrost
59
Kekuatan yang hampir membunuh
60
Pengakuan
61
Oasis
62
Benang kusut
63
Kekacauan
64
Malam yang panjang
65
Ingatan yang tidak akan pudar
66
Hanya Alexander
67
Pria dan kutukan
68
Mencari cara
69
Terpaksa
70
Tak terikat waktu
71
Melangkah lebih dekat
72
Hanya lelah bukan menyerah
73
Bebas
74
Belum berakhir
75
Bertemu kembali
76
Lelah
77
Rencana yang tidak di ketahui
78
Mantra terlarang
79
Menghadapi perang
80
Di ujung kematian
81
Berakhir (Tamat)
82
cuma sekedar info
83
LADY CLARISSE 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!