Benar-benar licik

Alexander sangat geram dengan Clarisse beberapa saat lalu. pria itu masuk ke ruang kerja nya dan membanting pintu ruangan tersebut.

"HANS!! PERGI KEKAISARAN SEKARANG JUGA DAN MINTA PADA KAISAR SURAT PERNIKAHAN KU DENGAN WANITA ITU SEKARANG JUGA! AKU INGIN SURAT ITU SUDAH ADA DI MEJA KU SEBELUM MAKAN SIANG! JIKA TIDAK MAKA KAU TAU AKIBAT NYA!" entah kenapa dada Alexander saat ini begitu panas dan bahkan darah nya naik ke ubun-ubun. Mendengar ucapan wanita itu yang tidak mencintai nya lagi membuat Alexander seketika geram.

"baik tuan". Dengan rasa takut melihat tuan nya dalam mode ingin membunuh seseorang Hans segera pergi memenuhi perintah dari Alexander.

setelah Hans pergi, Alexander masih dalam keadaan geram terhadap Clarisse.

"dia pikir dia siapa? Seenaknya mengatakan hal itu pada ku. Jika ingin berhenti seharusnya dia melakukan hal itu sejak 10 tahun yang lalu. Bukan setelah mengejar ku seperti wanita gila sampai menjebak ku untuk tidur bersama. Pasti wanita ular itu sedang melakukan trik kotor lagi terhadap ku dan memainkan permainan tarik ulur terhadap ku. Dasar licik!! Aku tidak akan melepaskan kan mu Clarisse Corleone!".

Masih dengan dada yang bergemuruh marah Alexander berjalan menuju jendela kaca besar yang ada di ruangan kerja nya. Menatap hamparan rumput dan juga bunga-bunga yang di rawat pelayan untuk keindahan kediaman Maximilians. Alexander berusaha untuk meredakan emosi nya. Kemudian dia melihat pantulan diri nya yang ada di jendela tersebut. Dan dia terkejut melihat pantulan kemeja putih yang dia pakai terdapat bercak darah di bagian dada nya.

"sial!!" seketika wajah marah dan geram milik Alexander berubah menjadi khawatir. Pria itu segera keluar lagi dari ruang kerja nya dan menuju kamar di mana tempat Clarisse berada.

sementara Clarisse setelah Alexander pergi dengan membanting pintu. Wanita itu sadar dengan luka yang ada di paha nya. Dengan tertatih Clarisse duduk di kursi panjang lembut yang ada di kamar lelaki itu. Entah kebetulan atau memang sudah di persiapkan. Di atas meja di samping kursi tersebut ada talam yang berisi perban dan beberapa obat.

masih dengan gaun yang berlumuran darah di bagian bawah kanan nya. Clarisse membuka jubah yang sedari tadi dia pakai. Melampirkan nya ke samping kursi. Dengan perlahan Clarisse menyingkap gaun tidur yang sedari tadi dia pakai dan melihat perban di paha nya yang sudah berwarna merah.

"huh sial.. Akibat lari dari pria itu aku jadi terkena masalah seperti ini. Sungguh sial"

Tanpa meminta bantuan siapapun Clarisse membuka perban yang lama dengan perlahan. Luka itu terasa perih, dan Clarisse baru menyadari nya sekarang. Perlahan namun pasti perban yang sudah berganti warna itu terbuka sepenuhnya. Luka goresan dari duri Snakeroots terlihat menganga dalam.

"huh!!! Benar ini sebuah kesialan. Apa ayah dan ibu tau aku berada di sini? Jika mereka tau tidak mungkin mereka hanya diam saja tanpa menjemput ku. Huh!! Sekarang menjadi benar benar rumit!" entah yang sudah berapa kali Clarisse menghela kan nafas nya di pagi ini. Tubuh Clarisse benar benar lelah apa lagi dengan pikiran nya.

Wanita itu duduk dan menyenderkan tubuhnya ke kursi dan kepala nya menatap langit-langit kamar. Masih dengan luka yang belum di bersih kan dan masih menganga tanpa di balut apa pun.

"bisa kah aku hidup lebih lama? Aku tak masalah hidup berdua dengan calon anak yang belum lahir ini. Sekarang aku hanya ingin hidup dengan tenang tanpa ada konflik yang menguras mental dan fisik ku. Apa lagi dalam 1 bulan kemudian Alex akan membawa kekasih nya ke kediaman ini. Aku benar-benar tidak ingin hidup seperti itu lagi. Hidup seperti pengemis. Mengemis cinta dan kasih sayang bahkan mengemis sebuah kehidupan. sungguh menyedihkan!"

Clarisse meratapi nasibnya sambil tangan sebelah kiri menutup wajah nya dan tangan sebelah kanan mengelus perut nya yang masih rata.

Hingga tiba-tiba pintu kamar tersebut di buka dengan kasar oleh seseorang dan hal itu membuat Clarisse dengan cepat melihat kearah dia mana pintu berada. Terlihat lah dari pandangan nya Alexander kembali masuk ke kamar ini dengan wajah yang tak bisa Clarisse artikan.

Sedangkan Alexander ketika masuk ke dalam kamar nya pemandangan yang pertama kali di lihat nya adalah Clarisse yang terduduk menyandar di kursi lembut milik nya dengan luka menganga yang belum di bersih kan serta masih mengeluarkan darah, hingga darah tersebut menetes di lantai kamar nya.

"Kau ingin mati kehabisan darah hah!!" lagi-lagi Alexander membentak Clarisse dengan nada geram.

"jika aku mati, apa masalah mu?" tanya Clarisse dengan tenang yang kini tangan nya sudah mulai mengambil sebuah kain kecil di atas meja yang bersebelahan dengan nampan yang berisi perban dan obat sebelum nya. tanpa memperdulikan jawaban Alexander, Clarisse dengan tenang membersihkan luka yang ada di paha nya.

"jika kau mati di sini maka akan merepotkan ku. Orang-orang akan mengira jika aku yang membunuh mu! Dan itu akan sangat merepotkan ku untuk membela diri!".

Ucapan Alexander tersebut membuat Clarisse berfikir ternyata ini alasan nya membawa Clarisse ke hutan untuk di bunuh agar orang-orang percaya jika Clarisse mati di dalam hutan dan di makan hewan buas. Clarisse mengepal kan tangan nya 'benar-benar licik. aku jadi penasaran apa yang kau lakukan setelah membunuh ku waktu itu! Apa kau hidup bahagia bersama wanita jalang Odelia. Atau berpura-pura sedih atas meninggalnya istri yang tak di harapkan nya dulu!'. Hati Clarisse tiba-tiba seperti di cubit sakit dan sesak. Entah kenapa rasa nya dia ingin menangis belum lagi di tambah rasa perih dari luka di paha nya.

Berbeda dengan Alexander yang saat ini tiba-tiba berlutut di hadapan Clarisse dan merebut kain yang ada di tangan Clarisse. Tindakan Alexander yang tiba-tiba itu membuat Clarisse sedikit terkejut dari lamunannya. Hingga wanita itu dengan refleks menutupi tubuh bagian bawah nya agar tidak terlihat oleh Alexander.

Dan Alexander menyadari hal itu. "tidak perlu khawatir. Aku tidak tertarik dengan tubuh mu yang jelek itu. Tidur dan menikmati malam panas dengan mu pun hanya karena terpaksa oleh obat yang kau berikan. jadi bisa di bilang dalam keadaan sadar aku tidak tertarik sama sekali dengan tubuh mu!" ucapan bohong dari Alexander di percaya oleh Clarisse. Yah Clarisse percaya dengan hal itu. Karena sejak dulu jika Alexander tertarik dengan nya maka tidak mungkin Clarisse mengejar-ngejar cinta Alexander sejak dia berumur 11 tahun.

Alexander membantu Clarisse membersihkan lukanya. Dengan perlahan dan lembut walau sesekali mata nakal nya melirik ke bagian yang seharusnya tidak dia lihat.

Sementara Clarisse hanya diam dan membiarkan pria dingin yang keras kepala ini membantu nya. Clarisse melihat kepala Alexander yang menunduk saat membalut paha Clarisse dengan perban putih. Pemandangan ini baru pertama kali dia lihat selama 2 kehidupan nya.

Hingga pintu kamar tersebut di ketuk dari luar oleh seseorang. Dan Alexander menyuruh orang tersebut masuk namun sampai di depan pintu saja. Pria itu tak ingin pria manapun melihat tubuh Clarisse.

"tuan saya sudah membawa surat yang anda ingin kan tadi!" ucap Hans berdiri tak jauh dari pintu membuat Alexander menyunggingkan senyum tanpa di ketahui Clarisse.

"keluar lah tunggu aku di ruang kerja ku!"

Hans keluar dari kamar tuan nya dan berjalan menuju tempat yang di perintahkan oleh tuan nya.

"luka mu sudah di perban dan ganti lah pakaian mu. Setelah itu istirahat lah di ranjang!" ucap Alexander dengan penuh perhatian.

Hal itu membuat Clarisse menatap heran dan ngeri ke arah pria berusia 26 tahun itu.

"aku jijik dengan ranjang mu! Berikan saja aku kamar yang lain"

Terpopuler

Comments

Hanachi

Hanachi

berawal dari harga diri yang merasa diusik, lalu takut kehilangan dan lama lama jadi bucin deh tu si Alexander /Smile/

2025-01-28

0

𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄

𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄

egomu terluka, benar begitu tuan?

2025-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 Si kejam yang bodoh
2 Seandainya...
3 Menggagalkan rencana busuk
4 Terpaksa
5 tak terduga
6 Racun Snakeroots
7 Tak mampu berfikir jernih
8 Pagi hari di kediaman Maximilians
9 Tertangkap lagi
10 Benar-benar licik
11 Apa yang akan terjadi?
12 Alexander bertindak aneh
13 Penjelasan yang sia-sia
14 kabar yang mengejutkan
15 pernikahan yang kacau
16 Saingan berat
17 hujan pagi
18 Hutan Frostgreen
19 Tuduhan
20 kawanan serigala
21 wajah yang berlumpur
22 mempertahankan harga diri
23 lebih tenang
24 langkah awal
25 Menawar harga
26 Menang dari seseorang
27 istri??
28 Tomat busuk
29 Tertusuk ucapan
30 Pria yang akan kehilangan
31 Perpustakaan istana
32 Tingkah konyol
33 Sarapan bersama
34 Yang sudah direncanakan
35 Jembatan
36 Soren dan penglihatan nya
37 Pulang lebih cepat
38 pertemuan kembali
39 Ketenangan yang di usik
40 Perasaan takut
41 Kebakaran dan pelarian
42 Kabar kematian nya
43 Menangis histeris
44 Ditengah pelarian
45 Karena selimut
46 Surat
47 Belum menerima kenyataan
48 Godaan yang gagal
49 Pelabuhan laut Heaven
50 Hampir terbongkar
51 Cerita di atas laut
52 Hampir mati
53 Pikiran yang bercabang
54 Kota Wateria
55 Ruang kerja Morgan
56 Rumor yang beredar
57 meninggalkan Wateria
58 Hutan Hellfrost
59 Kekuatan yang hampir membunuh
60 Pengakuan
61 Oasis
62 Benang kusut
63 Kekacauan
64 Malam yang panjang
65 Ingatan yang tidak akan pudar
66 Hanya Alexander
67 Pria dan kutukan
68 Mencari cara
69 Terpaksa
70 Tak terikat waktu
71 Melangkah lebih dekat
72 Hanya lelah bukan menyerah
73 Bebas
74 Belum berakhir
75 Bertemu kembali
76 Lelah
77 Rencana yang tidak di ketahui
78 Mantra terlarang
79 Menghadapi perang
80 Di ujung kematian
81 Berakhir (Tamat)
82 cuma sekedar info
83 LADY CLARISSE 2
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Si kejam yang bodoh
2
Seandainya...
3
Menggagalkan rencana busuk
4
Terpaksa
5
tak terduga
6
Racun Snakeroots
7
Tak mampu berfikir jernih
8
Pagi hari di kediaman Maximilians
9
Tertangkap lagi
10
Benar-benar licik
11
Apa yang akan terjadi?
12
Alexander bertindak aneh
13
Penjelasan yang sia-sia
14
kabar yang mengejutkan
15
pernikahan yang kacau
16
Saingan berat
17
hujan pagi
18
Hutan Frostgreen
19
Tuduhan
20
kawanan serigala
21
wajah yang berlumpur
22
mempertahankan harga diri
23
lebih tenang
24
langkah awal
25
Menawar harga
26
Menang dari seseorang
27
istri??
28
Tomat busuk
29
Tertusuk ucapan
30
Pria yang akan kehilangan
31
Perpustakaan istana
32
Tingkah konyol
33
Sarapan bersama
34
Yang sudah direncanakan
35
Jembatan
36
Soren dan penglihatan nya
37
Pulang lebih cepat
38
pertemuan kembali
39
Ketenangan yang di usik
40
Perasaan takut
41
Kebakaran dan pelarian
42
Kabar kematian nya
43
Menangis histeris
44
Ditengah pelarian
45
Karena selimut
46
Surat
47
Belum menerima kenyataan
48
Godaan yang gagal
49
Pelabuhan laut Heaven
50
Hampir terbongkar
51
Cerita di atas laut
52
Hampir mati
53
Pikiran yang bercabang
54
Kota Wateria
55
Ruang kerja Morgan
56
Rumor yang beredar
57
meninggalkan Wateria
58
Hutan Hellfrost
59
Kekuatan yang hampir membunuh
60
Pengakuan
61
Oasis
62
Benang kusut
63
Kekacauan
64
Malam yang panjang
65
Ingatan yang tidak akan pudar
66
Hanya Alexander
67
Pria dan kutukan
68
Mencari cara
69
Terpaksa
70
Tak terikat waktu
71
Melangkah lebih dekat
72
Hanya lelah bukan menyerah
73
Bebas
74
Belum berakhir
75
Bertemu kembali
76
Lelah
77
Rencana yang tidak di ketahui
78
Mantra terlarang
79
Menghadapi perang
80
Di ujung kematian
81
Berakhir (Tamat)
82
cuma sekedar info
83
LADY CLARISSE 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!