Apa yang akan terjadi?

Keluhan yang di berikan Clarisse sebelum Alexander pergi dari kamar ini hanya di anggap angin lalu oleh pria berwajah dingin itu. Alexander tidak memberikan pilihan untuk Clarisse. Pria itu malah mengunci balkon dan bahkan memperketat penjagaan serta memerintahkan dua orang pelayan wanita yang sebelumnya di usir Clarisse untuk tetap berada di kamar yang sama dengan wanita itu.

Sekarang Clarisse sudah berganti pakaian dengan gaun yang sedikit berlebihan menurut Clarisse. Bagaimana tidak gaun ini terlalu mewah jika hanya di pakai untuk di rumah. Bahkan gaun ini cocok untuk acara pesta teh atau pun pesta dansa kekaisaran.

"apa tidak ada gaun yang lebih sederhana?" tanya Clarisse yang merasa tidak nyaman memakai gaun tersebut.

"tuan Grand Duke membeli kan anda 5 gaun lady. jika anda ingin kami akan membawa nya ke sini". Ucap salah satu pelayan yang membantu Clarisse memakai gaun.

"terserah kau saja. yang terpenting gaun itu lebih sederhana dan aku akan menukar nya".

Mendengar ucapan dari Clarisse pelayan tersebut keluar dan beberapa saat kemudian masuk lah 5 pelayan dengan satu gaun di tangan mereka masing-masing.

Di luar perkiraan ternyata gaun yang para pelayan itu bawa lebih mewah dan glamor dari yang di pakai Clarisse sekarang. Bahkan di antara nya ada gaun yang mirip dengan gaun pengantin. 'huh!! Selera Alexander benar benar buruk! Apa dia pikir aku akan menghadiri sebuah pesta kekaisaran atau bahkan pesta pernikahan! Aku harap bisa keluar dari tempat ini!'. batin Clarisse meronta ingin pulang.

"sudah lah! Lebih baik aku memakai yang saat ini aku pakai. Tidak perlu di ganti. Dan kalian tidak perlu merias wajah ku dan menata rambut ku!" Clarisse menghentikan salah seorang pelayan yang ingin merias wajah nya dan menata rambut hitam nya yang yang masih tergerai.

"tapi lady.."

"apa kau menentang keinginan ku?" belum sempat pelayan tersebut menimpali ucapannya, Clarisse lebih dulu memotong ucapan pelayan tersebut.

"maaf kan saya lady".

Clarisse benar benar tak habis pikir dengan penghuni kediaman Maximilians saat ini. Dulu di kehidupan sebelumnya penghuni kediaman Maximilians takut dengan lady arogan dan angkuh seperti Clarisse. Wanita itu adalah wanita yang tak bisa untuk di pojokan oleh rakyat rendahan seperti pelayan. Jadi dari pada berurusan dengan lady Clarisse mereka lebih baik diam dan patuh tanpa perlawanan. Tapi sekarang terlihat mereka lebih sedikit berani. 'Huh sungguh menyebalkan' gumam Clarisse dalam hati.

Sekarang Clarisse seperti tahanan rumah yang tak bisa kemana mana. Padahal Alexander tidak memiliki hak apa pun atas diri nya.

Dari dalam kamar ini terdengar seperti suara yang berisik dari luar apalagi saat Clarisse berjalan ke arah pintu kaca yang menghubungkan antara kamar dan balok milik pria itu, Clarisse melihat seperti beberapa pekerja sedang di sibukkan oleh sesuatu. 'apa yang terjadi? Apa Alexander akan mengadakan sebuah acara? Kenapa banyak pekerja yang terlihat sibuk? Aku harus melihat dan mencari tau!' batin Clarisse penasaran dengan hal yang sedang terjadi di kediaman Maximilians ini.

"aku sangat bosan!! Aku ingin berkeliling tempat ini bisa kah kalian menemani aku berkeliling? tenang saja aku tidak akan kabur dari tempat ini jika itu yang kalian cemaskan". Ucap Clarisse meyakinkan kedua pelayan yang di perintahkan Alexander untuk menjaga nya agar tidak kabur seperti sebelumnya.

Mendengar ucapan dari Clarisse kedua pelayan itu saling menatap satu sama lain dan kemudian kembali menatap ke arah Clarisse.

"baik lah lady kami akan menemani anda berkeliling". Ucap salah satu pelayan tersebut.

"tapi Ellya tuan Grand Duke tidak mengijinkan lady Clarisse keluar dari kamar ini! sebelum semuanya selesai". Ucap yang satu nya lagi dengan wajah yang sedikit ketakutan.

"tidak apa-apa Aline, lady akan keluar di bawah pengawasan kita, jadi aku rasa itu akan baik-baik saja". ucap pelayan bernama Ellya menyakinkan pelayan bernama Aline agar tidak perlu khawatir tentang hal itu.

Pemandangan di depan nya membuat Clarisse teringat akan Lula. Dia lupa dengan Lula yang dia perintah kan untuk menyembunyikan kepergian nya sebelum ini. Clarisse takut orang tua nya akan menghukum Lula karena ulah nya yang tak kembali sejak kemarin. Setelah ini ketika Clarisse sampai di rumah maka dia akan meminta maaf pada Lula dan memberikan nya hadiah mungkin sebuah gaun.

***

sedangkan di wilayah kekaisaran bagian barat lebih tepatnya di kediaman utama Corleone, pagi ini suami istri Corleone sudah penuh dengan emosi dan khawatir. Duke Cristian Corleone tadi malam mendapatkan sebuah surat yang mengatakan jika anak perempuan nya berada di kediaman Maximilians. Duke Cristian tidak habis pikir dengan tingkah laku anak perempuan nya yang sangat menggilai Grand Duke dingin dan sombong yang tidak tau tata Krama itu.

"ini sudah ketiga kalinya anak kita Clarisse pergi diam-diam keluar dari rumah untuk menemui bocah sombong itu. Dan yang terakhir kali 5 hari yang lalu di pesta kekaisaran Clarisse merengek untuk menginap di istana dengan alasan ingin lebih lama dengan kakak nya. Padahal aku tau anak itu tak bisa melepaskan diri dari bocah sombong dari Maximilians!"ucap Cristian Corleone geram dengan tingkah Alexander yang sok jual mahal kepada putri nya yang paling cantik di kekaisaran Reus.

"tenang lah suami ku. Kita tidak boleh gegabah. Aku takut jika kita menentang hubungan mereka Clarisse akan sakit dan tidak mau makan bahkan keluar kamar seperti saat itu.!" Thalita Corleone istri dari Duke Cristian mencoba menenangkan suaminya yang terlihat geram sejak menerima surat dari kediaman Maximilians tadi malam.

Bahkan suaminya ini hampir nekad menjemput anak nya pada saat malam itu juga. Namun berkat bujukan sang istri yang masih berfikir rasional akhirnya Cristian Corleone menunda hal itu hingga pagi ini.

"apanya yang kau sebut sebuah hubungan, istri ku?. Clarisse kita dengan anak dari mendiang Benedict Maximilians itu tidak memiliki sebuah hubungan. sesuatu yang hanya sepihak itu tidak bisa di sebut dengan sebuah hubungan. Perasaan tulus anak kita tidak pernah di lihat oleh bocah sombong itu. Aku benar-benar tidak menyukai anak laki-laki dari mendiang Benedict itu". Ucap Cristian lagi yang tidak puas hati dengan ucapan dari sang istri. Pria itu sangat gelisah saat ini dengan keadaan anak perempuan kesayangan itu.

Entah dendam apa yang di miliki Cristian untuk seorang Benedict Maximilians yang sudah meninggal itu. Hingga dia juga sangat membenci anak dari pria tersebut.

"aku juga tidak menyukai pria itu untuk menjadi menantu ku tapi melihat cinta di mata Clarisse aku merasa tidak berhak melarang nya. Suamiku aku harap kau bisa menjaga emosi mu saat di sana nanti dan kau harus tetap tenang untuk menghadapi Maximilians yang yang licik itu".

Perbincangan mereka terhenti ketika seseorang mengetuk pintu kamar mereka dan membuka nya.

"tuan, nyonya kereta kuda anda sudah siap". Ucap Kepala pelayan yang berada di depan pintu kamar Duke Cristian.

"baiklah kami akan segera turun". Balas Thalita yang membantu suaminya merapikan rambut pria berusia di awal 50 tahun itu.

"dan satu lagi tuan. Pagi ini seseorang dari kediaman Maximilians mengirim sebuah surat!"

Kemudian kepala pelayan memberikan surat yang masih tersegel rapi tersebut ke tangan tuan besar mereka.

Dengan segera Cristian Corleone membuka surat itu dan langsung membacanya. Raut muka pria itu kini terlihat menegang dan seperti menahan emosi yang ingin meledak.

Tangan pria itu tanpa sengaja meremas kertas yang saat ini dia genggam. Cristian sangat kesal dan juga geram.

"kurang ajar!! Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!!" .

Episodes
1 Si kejam yang bodoh
2 Seandainya...
3 Menggagalkan rencana busuk
4 Terpaksa
5 tak terduga
6 Racun Snakeroots
7 Tak mampu berfikir jernih
8 Pagi hari di kediaman Maximilians
9 Tertangkap lagi
10 Benar-benar licik
11 Apa yang akan terjadi?
12 Alexander bertindak aneh
13 Penjelasan yang sia-sia
14 kabar yang mengejutkan
15 pernikahan yang kacau
16 Saingan berat
17 hujan pagi
18 Hutan Frostgreen
19 Tuduhan
20 kawanan serigala
21 wajah yang berlumpur
22 mempertahankan harga diri
23 lebih tenang
24 langkah awal
25 Menawar harga
26 Menang dari seseorang
27 istri??
28 Tomat busuk
29 Tertusuk ucapan
30 Pria yang akan kehilangan
31 Perpustakaan istana
32 Tingkah konyol
33 Sarapan bersama
34 Yang sudah direncanakan
35 Jembatan
36 Soren dan penglihatan nya
37 Pulang lebih cepat
38 pertemuan kembali
39 Ketenangan yang di usik
40 Perasaan takut
41 Kebakaran dan pelarian
42 Kabar kematian nya
43 Menangis histeris
44 Ditengah pelarian
45 Karena selimut
46 Surat
47 Belum menerima kenyataan
48 Godaan yang gagal
49 Pelabuhan laut Heaven
50 Hampir terbongkar
51 Cerita di atas laut
52 Hampir mati
53 Pikiran yang bercabang
54 Kota Wateria
55 Ruang kerja Morgan
56 Rumor yang beredar
57 meninggalkan Wateria
58 Hutan Hellfrost
59 Kekuatan yang hampir membunuh
60 Pengakuan
61 Oasis
62 Benang kusut
63 Kekacauan
64 Malam yang panjang
65 Ingatan yang tidak akan pudar
66 Hanya Alexander
67 Pria dan kutukan
68 Mencari cara
69 Terpaksa
70 Tak terikat waktu
71 Melangkah lebih dekat
72 Hanya lelah bukan menyerah
73 Bebas
74 Belum berakhir
75 Bertemu kembali
76 Lelah
77 Rencana yang tidak di ketahui
78 Mantra terlarang
79 Menghadapi perang
80 Di ujung kematian
81 Berakhir (Tamat)
82 cuma sekedar info
83 LADY CLARISSE 2
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Si kejam yang bodoh
2
Seandainya...
3
Menggagalkan rencana busuk
4
Terpaksa
5
tak terduga
6
Racun Snakeroots
7
Tak mampu berfikir jernih
8
Pagi hari di kediaman Maximilians
9
Tertangkap lagi
10
Benar-benar licik
11
Apa yang akan terjadi?
12
Alexander bertindak aneh
13
Penjelasan yang sia-sia
14
kabar yang mengejutkan
15
pernikahan yang kacau
16
Saingan berat
17
hujan pagi
18
Hutan Frostgreen
19
Tuduhan
20
kawanan serigala
21
wajah yang berlumpur
22
mempertahankan harga diri
23
lebih tenang
24
langkah awal
25
Menawar harga
26
Menang dari seseorang
27
istri??
28
Tomat busuk
29
Tertusuk ucapan
30
Pria yang akan kehilangan
31
Perpustakaan istana
32
Tingkah konyol
33
Sarapan bersama
34
Yang sudah direncanakan
35
Jembatan
36
Soren dan penglihatan nya
37
Pulang lebih cepat
38
pertemuan kembali
39
Ketenangan yang di usik
40
Perasaan takut
41
Kebakaran dan pelarian
42
Kabar kematian nya
43
Menangis histeris
44
Ditengah pelarian
45
Karena selimut
46
Surat
47
Belum menerima kenyataan
48
Godaan yang gagal
49
Pelabuhan laut Heaven
50
Hampir terbongkar
51
Cerita di atas laut
52
Hampir mati
53
Pikiran yang bercabang
54
Kota Wateria
55
Ruang kerja Morgan
56
Rumor yang beredar
57
meninggalkan Wateria
58
Hutan Hellfrost
59
Kekuatan yang hampir membunuh
60
Pengakuan
61
Oasis
62
Benang kusut
63
Kekacauan
64
Malam yang panjang
65
Ingatan yang tidak akan pudar
66
Hanya Alexander
67
Pria dan kutukan
68
Mencari cara
69
Terpaksa
70
Tak terikat waktu
71
Melangkah lebih dekat
72
Hanya lelah bukan menyerah
73
Bebas
74
Belum berakhir
75
Bertemu kembali
76
Lelah
77
Rencana yang tidak di ketahui
78
Mantra terlarang
79
Menghadapi perang
80
Di ujung kematian
81
Berakhir (Tamat)
82
cuma sekedar info
83
LADY CLARISSE 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!